Nicha

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 29 May 2014

Cinta tu bukan hanya sekedar siapa yang menang dan siapa yang kalah, bukan masalah siapa yang memiliki dan siapa yang dimiliki. Menang bukan selalu berarti kita memiliki orang yang kita cintai, namun ada kalanya kita memenangkan cinta ketika kita bisa ikhlas melepas orang yang kita cintai untuk bahagia bersama orang lain. SAKI…? CEMBURU…? itu sudah pasti, tapi perlu kita ingat, apa artinya kita memiliki orang yang kita cintai sedangkan kita tau kalau hatinya untuk orang lain bukan untuk kita..? itu namanya kita egois, tidak perduli dengan perasaan pasangan kita.

Sebut saja aku nicha, bisa dibilang aku adalah seorang cewek yang kurang beruntung dalam hal percintaan. Aku begitu mencintai seorang cowok, sebut saja dia cahyo. Dia adalah mantan yang begitu berarti untukku, sampai sudah 16 bulan aku putus, tetap saja aku masih mencintainya. Dia membuat hari-hariku penuh warna.

Kisahku ini dimulai pada tanggal 23 september 2011 lebih tepatnya aku pertama kali mengenal cahyo. Awalnya aku tidak begitu respek dengan dia yang mencoba mendekatiku. Tapi lama-lama kami mulai dekat, yah, seperti kakak adiklah. Tapi setelah beberapa lama aku mengenal dia, aku mulai merasa nyaman ketika bersama dia. Tanpa ku sadari ternyata cahyo juga memiliki rasa yang sama. Singkat cerita kami pun jadian.

Sudah sejak awal kami sudah berkomitmen untuk serius menjalani hubungan kami ini. Kami pacaran seperti layaknya orang lain pacaran, saling ngasih perhatian, saling tukar pikiran, jalan bareng, ketawa bareng, bla.. bla.. bla..
Cahyo, dia mampu mengubah diriku menjadi sosok yang bisa berfikir dewasa ketika ada masalah, walaupun aku masih kelas 2 SMA. Dia adalah sosok yang susah ditebak, tapi itu yang membuatku tertarik. Aku pun juga dekat dengan adiknya cahyo, dia sudah ku anggap sebagai adikku sendiri. Dia juga sering sms, minta nasihat, curat.

Selama 8 bulan petama sih hubungan kami baik-baik saja, walaupun jarang bisa ketemu. Puncaknya 9 juni 2012, seharian tak ada sms dari dia. Aku brfikir mungkin dia tak mau menggangguku karena saat itu aku sedang ujian kenaikan kelas. Pada sore hari aku aku memutuskan untuk sms.
“sayang…”
“siapa ya?” DEG… Hatiku jadi tak karuan membaca balasan dari dia.
“maksudnya? Udah gak dianggap pacar ni ceritanya? Ini siapa?” akk Tanya seperti itu karena aku tau bukan cahyo yang membalas smsku
“aku adik sepupunya cahyo. Kamu siapa?”
“aku ceweknya cahyo, cahyonya kemana?”
“mas cahyo lagi kerja. Tadi hpnya ditinggal. ceweknya? mbak ratna ya?” lagi-lagi aku dibuat tambah tak karuan dengan sms itu
“bukan, aku nicha ceweknya cahyo. Ratna siapa?”
“bukan mbak ratna ya, cahyo kan udah dijodohin sama ortunya.”
Hatiku rasanya hancur berkeping-keping membaca smas itu, bingung, sedih, takut, sakit, pokoknya campur aduk jadi satu. Yang bisa kulakukan saat itu hanyalah menangis sejadi-jadinya.

2 hari berlalu, aku belum berani bertanya langsung ke cahyo. Satu yang aku takukutkan, hal itu benar-benar terjadi. Jadi kuputuskan saja untuk bertanya kepada adiknya.
“dek, mbak boleh Tanya sesuatu gak?”
“boleh aja mbak, mau Tanya apa?”
“ratna itu siapanya mas, apa calon istrinya mas?”
“…”
“kenapa diam dek? Jawab aja, gak apa apa kok..”
“aku gak enak sam mbak.”
“gak enak kenapa dek?”
“iya mbak, mbak ratna itu calonnya mas, aku aja baru tahu seminggu yang lalu. mas dijodohin mbak.”
Mendengar jawaban itu hatiku benar-benar hancur. Aku bingung mau berbuat apa. Hal itu menjadi pukulan berat untukku. Sampai esoknya cahyo sms..
“askum..”
“kumasalam.”
“lagi apa sayang?”
“lagi santai”
“asyik dong..ikut boleh gak?”
“asyik lah.. ngapain juga ikut santai sama aku.. kan udah ada CALON ISTRIMU.. nanti marah lagi dianya.”
“kamu tau dari mana sayang? Jangan gitu lah. Aku juga bingung mau gimana, aku gak mau dijodohin.”
“gak penting aku tau dari siapa. Aku Cuma mau besok kita ketemu di tempat biasa.”
“iya sayang.. besok kita ketemu di tempat biasa.”

Itu sms terakhir dari cahyo. Besoknya aku telfon dia tapi yang bawa hpnya cahyo ibunya. Sampai sekarang pun gak pernah ada penjelasan sedikitpun dari cahyo. Aku memang benar-benar mencintai dia tapi aku juga harus merelakan cahyo untuk orang lain yang mungkin akan bisa lebih membuat dia bahagia.

Cerpen Karangan: Nitsuga Atin
Facebook: Nita Agustin

Cerpen Nicha merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sweater Hitam

Oleh:
“Malam ini dingin banget ya” kataku padanya sambil memulai pembicaraan, “iya dingin banget, lo pasti kedinginan” katanya sambil membuka sweater hitam miliknya dan memberinya padaku untuk kupakai. Ia hanyalah

Hubungan Tanpa Restu

Oleh:
Kring.. Kring.. Kring.. Dering ponsel terdengar keras “halo.. Ini siapa?” “iya, ini Rangga” “Rangga siapa?” Tutt.. Tutt Terdengar sambungan telepon yang putus Ya, dia ayahku yang sengaja mematikan panggilan

Cinta Dibawah Gerimis

Oleh:
Hari itu tidak hujan tapi hanya lebih menyerupai sebuah gerimis. Aku cuma bisa terdiam, memandang gerimis yang seakan menari mengikuti alunan desir angin sore itu. Sebenarnya aku ingin menangis,

Habis Galau Terbitlah Move On

Oleh:
“Kamu kemana aja, kok semalam hilang tiba-tiba?” “gak papa” “Udahlah kita putus aja yah” *hening Itulah sebait isi sms yang membuat nasi goreng yang baru 2 sendok kusantap terasa

Kehilangan

Oleh:
Morugle adalah gadis SMA Tuna Negara. Ia adalag gadis yang amat cantik, ketika melihatnya sekali saja tidak akan puas. Morugle memiliki penyakit langka yang menyebabkan ia tak akan hidup

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *