No Other Like You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 13 January 2015

Hai, perkenalkan Namaku Erika Loren Briliyan biasa dipanggil Rika. Umurku Sekarang 13 tahun dan aku duduk di SMP Negeri Jakarta aku punya pengalaman yang gak bakal aku lupain begini kisahnya.

Dulu waktu masih SD kelas 5 aku punya kakak kelas yang badai deh namanya Yudhi Ghautama (Yudhi) dia itu orangnya lucu baik pinter keren pokok’e the best.. Lalu aku mulai tertarik sama dia karena sikapnya itu ke aku. Aku pun memulai PDKT setelah itu ketika ada olimpiade aku menjadi pengurusnya, dan waktu makan siang pun tiba aku makan di restoran sebelah gedung, tak ku sangka ternyata dia juga makan di restoran yang sama, lalu dia mendekatiku dan bertanya “de boleh duduk disini gak?” aku jawab “boleh banget kak” kami pun berbincang bincang sampai kami selesai makan.
Dan Yudhi berkata seperti ini “de kamu udah pernah pacaran belum?” “belum kak, emangnya kenapa kak?” jawabku.
Perasaan senang dan malu malu menyelimuti perasaan ku tak ku duga dia akan menanyakan hal itu.

Setelah selesai makan kami kembali menuju ke gedeng. Jam pun menunjukkan waktu 15:00 WIB acara pun telah selesai.

Pada sore itu hujan turun dengan sangat derasnya aku pun kehujanan ketika aku berlari menuju parkiran disana aku menunggu temanku namun perasaan kecewa menyelimutiku ternyata teman ku sudah pulang lebih awal dan berarti aku harus pulang sendiri.

Tiba tiba “de” suara itu memanggil ku “apa kak?” jawabku “kok bajunya basah begitu? Mau kemana?” tanya dia “iya kak tadi kena hujan. aku mau pulang kak” jawabku perasaan ku sangat senang karena Yudhi mengajakku pulang bersama aku pun tidak menolak ajakan tersebut dan kami pulang bersama.

Keesokkan harinya aku melihat ada coklat dan sebuah surat yang bertuliskan “Aku sayang kamu aku cinta kamu maukah kamu menjadi pacarku kalau kamu mau temui aku di tepi danau setelah pulang sekolah pukul 14.00” hatiku senang dan bahagia karena aku telah menebak kalau surat dan coklat ini dari kak Yudhi.

Kriiinggg bel sekolah berbunyi tanda pulang sekolah. Dengan perasaan bahagia aku menuju danau dengan sepedaku.

1 jam berlalu ka Yudhi belum kelihatan juga lalu aku telepon namun hpnya tidak aktif aku terus menelfon dan akhirnya diangkat namun yang mengangkat bukanlah Yudhi melainkan seorang bapak bapak dan berkata “halo, ini temannya?” “iya betul pak saya adalah temannya ada apa ya pak dengan teman saya?” tanyaku.
“teman kamu tadi kecelakaan di jalan raya dan sekarang dia sedang berada di RS Swasta” kata bapak itu “apa? Trimakasih pak atas informasinya”.

Dalam perjalanan aku meneteskan air mata yang begitu banyak sampai membuat pipiku basah.

Ketika aku sampai di RS aku langsung ke UGD dan melihat Yudhi terbaring tak berdaya. Dia berkata “de mungkin ini terakhir kalinya kaka melihat kamu makasih ya de kamu udah mau nemenin kakak selama ini walaupun hanya sementara tapi kamu akan selalu kakak ingat. Kalau kaka pergi jangan sedih ya de. Semoga kamu bisa mencari pengganti kakak yang sama seperti kakak.” itu kata kata terakhir dari dia dan aku berkata “iya kak sama sama aku juga udah nerima kaka apa adanya aku juga sayang dan cinta sama kakak”.

Beberapa menit kemudian Yudhi menghembuskan nafas terakhirnya sambil memegang tanganku dan aku menangis dengan perasaan menyesal aku membisikkan sebuah kalimat yaitu “Semoga Kakak Tenang Disana Dan Ditempatkan Di Sisinya”.
Aku pun pergi ke tepi danau dan berkata “Aku Sayang Kamu Aku Cinta Kamu No Other Like You I Love You”

Cerpen Karangan: Erika Loren Briliyan
Facebook: Ozf-Erika Loren

Nama: Erika Loren Briliyan
Kelas: 7
TTL: 18 November 2000
Facebook: Ozf-Erika Loren
Twitter :@erikalorenb
Idola: JKT48 Diri Sendiri Keluarga
Motto: Trus Maju dan Pantang Menyerah Dalam Menghadapi Apapun

Cerpen No Other Like You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senja Yang Menghilang

Oleh:
Salah satu hal yang selalu kau antisipasi dalam hidup adalah tidak lain kau berubah pikiran oleh karena terpengaruh orang lain, dan sepertinya itu amat berlaku untuk berbagai hal yang

Tangisan Sang Bangau

Oleh:
Pukul 14:00. Tak terasa aku sudah hampir dua jam duduk berdiam di sini. Di tepi sungai yang tak pernah bosan mendengar keluh kesah ku, mendengar kebahagiaanku. Suara bangau-bangau itu

Cinta Pertamaku yang Abadi

Oleh:
Aku melihat matanya, begitu banyak kilauan harapan disana, harapan beribu rasa yang kini aku pendam kepadanya, entahlah, haruskah aku berharap begitu tinggi. Aku tahu diri tentang cinta, dimana aku

About My Love

Oleh:
Aku gak boleh larut dalam perasaan ini. aku takut… benar-benar takut. Di satu sisi aku sangat mencintai kekasihku tapi di sisi lain aku sangat merasa nyaman jika berada di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *