Nugi dan Tita (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 10 June 2017

Keesokan paginya. Aku merasakan, Ada tangan yang membelai rambutku. “Nugiiiii…” Kupeluk tubuhnya erat, Berpura-pura aku merindukannya. Tapi hatiku salah. Aku memang benar-benar merindukannya! Kulepaskan kemeja yang ia kenakan. Kubaringkan tubuhnya di atas kasur itu! Kubelai rambutnya, Mengecup dadanya dan mulai meraba setiap lekukan tubuhnya. Kucium bibir merah itu, Sungguh aku merindukannya Aku menunggu saat ini, Kehancurannya. Hatiku bahagia, Tapi aku kecewa pada diriku sendiri. Setan itu merasuki tubuhku. Nafsu mulai memburu. Aku hanyut dalam permainan itu! Nugi menikmati semuanya dan aku merasakan sesuatu yang berbeda..

“Shii*tttt” Sebuah tangan mendarat di pipiku. “Awwww sakit mam”. “Tita, Kau kenapa nak. Seperti kesurupan saja. Kau selalu panggil namanya. Bangunlah. Get up..”. Semua itu hanya mimpi. Tidak, itu begitu nyata bagiku. “Nugi, Aku merindukanmu”. Kutengok sebuah ponsel yang tergeletak di atas meja rias. Tak ada satu pun bunyi dering tanda sms dan telepon masuk. Nugi benar-benar telah melupakanku.

“Tita, kau kenapa nak. Beberapa kali mam lihat kau selalu murung”. Tanyanya padaku. “Aku merindukannya”. (Mam tahu nak, Kau begitu mencintainya. Mam merestui kalian, Dia laki-laki yang baik untukmu. Tapi keadaan memaksa mam untuk tak mengatakan “Dia di sana, Selalu berdiri di depan gerbang rumah kita. Dia menunggumu nak” Tapi semua ini Mam sembunyikan demi kebaikanmu) Batinnya.

“Ta, Lo gimana sih? Kapan lo mau ngehancurin dia?” Katanya padaku sambil memasang wajah yang mengesalkan. Aku sudah muak dengannya. “Lo emang sahabat gw, Tapi haruskah gw terus yang berkorban? Lo gila, Saiko. Gw benci sama lo. Karena lo, Hidup gw hancur” Kataku lebih kasar darinya. Dia menangis di hadapanku, Sungguh bukan itu yang kumau. Aku hanya ingin ia bangun dari kenyataan. “Saat dia mencintai lo, Hati gw hancur ta. Demi lo juga, Hidup gw hancur ta. Hancur, Lo lupa hah. Lo sahabat yang menjijikkan” Dia berlalu meninggalkanku. Walau bagaimanapun juga. Ini semua salahku. Andai saja, Aku bisa menyelamatkannya dulu. Andai saja, Aku…

“Siapa itu” Sosok itu selalu berdiri di sana. Dia memakai sebuah jubah berwarna krem. Samar-samar kulihat wajahnya. “Arrrghhh” Aku selalu membayangkan wajahnya. “Nugi, Aku benar-benar mencintaimu. Tapi aku harus menyakitimu demi dia, Demi dia yang menyelamatkanku”.

Pagi itu..
Kuhirup udara segar di pekarangan rumah. Seperti biasa, Kulihat bunga itu lagi. “Dandelion”. Semua itu mengingatkanku padanya. Sebuah mobil sedan terparkir di depan gerbang rumahku. Seseorang keluar dari sana. Wajahnya sangat cantik diusianya yang sudah tak lagi muda. Ia datang menghampiriku membawakan sebuah kotak berwarna pink lengkap dengan pitanya. Pak kusno, Satpam yang berjaga di rumahku membukakan gerbang. Wanita itu masuk tanpa membawa mobilnya.

“Asalamualaikum” Ucapnya padaku sambil tersenyum. Wajahnya mulus tanpa noda apapun, Bibir tipisnya melengkapi manis wajahnya. Kain putih menutupi bagian kepalanya dengan rapi. “Wa’alaikumussalam” Jawabku tanpa senyum. “Kau siapa?” Tanyaku. “Perkenalkan, Nama saya Rindu dan saya mencari seorang gadis bernama tita. Apakah betul ini rumahnya?” Tanyanya lagi. “Betul, Untuk apa kau mencarinya? Dia sedang pergi. Lain kali saja kau datang kemari”. “Kalau begitu, Sampaikan padanya. Saya datang kemari menyampaikan ini” Ucapnya padaku sambil menyerahkan kotak yang dibawanya tadi. “Ini untuk tita?” Tanyaku. “Iya, Sampaikan maaf saya padanya. Saya tak bisa menemuinya lagi. Saya sangat ingin bertemu dengannya. Saya kira kau adalah tita. Kau mirip sekali dengannya”. “Baiklah, Akan kusampaikan. Tapi aku lebih cantik darinya. Sudahlah, Sebaiknya tante cepat pergi. Aku ingin cepat beristirahat” Ucapku ketus. Setelah mengucapkan salam, Wanita itu pergi meninggalkanku.

Kubuka isi kotak itu, Semua surat yang kukirimkan padanya. Dia membalasnya satu persatu. Aku ingin menangis, Tapi hati ini melarangnya. “Nugi, Di mana kau sebenarnya?” Dari semua surat itu, Sebuah surat terakhir di luar kotak itu membuat aku menyesal. (Tita, Lihatlah wanita yang memberikanmu kotak ini. Dia mirip sepertimu, Wanita yang sangat kucintai. Wanita tegar yang menguatkanku. Aku ingin kelak kau sepertinya. Menemani setiap hariku. Bersamaku selamanya. Tita dia cantik bukan? Ibuku memang seperti malaikat dalam hidupku. Seperti kamu! Tita, Maafkan aku. Aku belum bisa menemuimu. Jika waktunya tiba, Aku akan pulang. Aku akan kembali. Kita akan bertemu, Kau akan melihatku. Tapi mungkin..)

“Mengapa aku tadi mengusirnya, Mengapa tadi aku tak bertanya siapa dia? Jika kutahu itu ibumu. Aku akan mengajaknya masuk. Akan kupeluk dia, Karena telah melahirkan seorang anak sepertimu. Aku menyesal, Aku menyesalll… Jika kutahu, Aku akan bertanya padanya. “Bu, Dimana dia. Aku mencintainya”.

Beberapa hari setelah itu..
Masih kuingat wajahnya! Paras cantik itu terus hinggap di kepalaku, Walau kupukul dengan balok pun takkan hilang. “Arghhhhhhhhh” Bayangan itu lagi. Hari-hariku semakin kelam. Sering kulihat sosok yang mengerikan. Menangkap tubuhku dan mencengkeramnya! Sosok itu hadir di duniaku, Dunia yang tak seharusnya mereka singgahi. Merampas setiap hari-hari yang indah.

“Kau pikir aku gila? Aku ke sini bukan untuk itu, Kau yang sepertinya gila. Aku melihatnya. Kau hanya seorang dokter bodoh”. Ucapku memarahinya. “Kau hanya delusi, Membayangkan sesuatu yang tak pernah ada. Kau butuh istirahat nak! Mungkin kau hanya bermimpi” Ucapnya. Dokter itu memang bodoh. Mereka pikir dengan adanya mereka maka akan merubah takdir. Mereka bukan tuhan! Aku mengelak dari semua kenyataan. Fakta yang tak seharusnya kudengar.

“Diam, Aku tak ingin melihatmu lagi” Kudorong tubuhnya, Tubuh yang selalu datang padaku setiap waktu. Kupukul wajahnya dengan bola kasti milikku. “Awwwwww” Aku menyeringai. Tatapan sinis! Kulihat darah mengalir dari balik bilik wajahku. Pipiku memar. Sepertinya hantu itu membalas. Kucekik lehernya. Sebuah bekas cekikkan menempel di leherku. Kubalut bekas luka itu dengan perban! Sepertinya aku lebih cantik memakai shawl!

“Tita cepat selesaikan, Atau lo akan menyesal. Cepat cari dia” Seseorang itu terus meneriakkiku. Dengan ancaman-ancaman itu! Aku muak dengannya. Tapi dia sahabatku! Sahabat yang takkan pernah kusakiti. Dengan tekad yang pernah kupegang teguh. Aku akan mencarinya. Menghancurkannya, Laki-laki itu! Mengapa dia meninggalkanku. Dia pikir aku tak pernah memikirkannya.

“Nugi, Pulanglah. Aku merindukanmu”. “Tita, Tita.. Tolong lepaskan nak. Tolong.. Mam tidak bisa bernapas na”. “Hahahahaha, Kau pikir aku mau melepaskanmu. Kau penjahat” Tawaku menggema di sana. Aku menyeringai puas!

“Sepertinya anak ibu dan bapak mengidap penyakit skizofrenia”. “Apa itu dok? Apa itu mematikan?”. “Tidak, Itu hanyalah penyakit kejiwaan. Penyakit yang menyerang pikiran. Sejak kapan ia mengalami halusinasi seperti itu”. “Sejak kematian sahabatnya. Terjadi di depan matanya! Peristiwa yang mengerikan”.

Waktu terus berlalu..
Nugi benar-benar telah melupakanku. Aku menjadi sangat kacau. Hari-hariku tak lagi indah! “Kau ini bagaimana? Bisa kerja tidak sih?” Aku menamparnya. Gadis itu, Ia mirip sekali dengan weny. Tapi aku harus tegas kepadanya. Dia memang gadis lugu yang harus kuberi pelajaran. Wajahnya merah! Kulihat air matanya membasahi pipi mungil itu. “Kau pelayan yang tidak tahu diri. Kubilang bersihkan. Kau tidak tahu? Ini gaun mahal. Kau tidak akan pernah sanggup membelinya” Ucapku sedikit kasar. “Maaf non, Saya tidak sengaja” Ucapnya. “Tidak sengaja katamu” Aku mendorong tubuhnya hingga jatuh kelantai. Seseorang menolongnya. Wajah itu! “Nugi”. “Aku benci padamu, Kau tidak pernah ingin berubah”. Aku terpaku, Diam dan tak bergerak sedikitpun. Kupandang wajahnya yang terus menjauh. Ingin aku meneriakkinya “Nugi, Maafkan aku. Aku sungguh merindukanmu” Tapi suara ini. Tertahan oleh sikapku yang memalukan. Aku..

Cerpen Karangan: Dheea Octa
Facebook: Octavhianie Dheea

Cerpen Nugi dan Tita (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kasih Sekejap Mata

Oleh:
Setelah lebih dari 14 tahun aku hidup bertetangga dengannya. Genap 3 tahun sudah dia meninggalkanku. Ya saat itu aku duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Pertama. Saat terakhir

Berbeda

Oleh:
Awal bulan yang begitu aneh untuk Raya, seorang gadis teledor dengan segala keulahannya. Semua berawal dari awal Mei kemarin, saat semua siswa lalu lalang dengan rutinitasnya di sekolah dan

Cerita Cinta Yang Tiada Akhir

Oleh:
Kau tercipta untukku, namun kau bukan milikku. Terpesona aku memandangmu, saat pertama kali aku mengenalmu. Andai kau bisa membaca pikiranku, betapa ruang jiwaku penuh bayanganmu menghiasi hari-hariku. Senyum dan

Kau Yang Mulai Kau Yang Mengakhiri

Oleh:
Sore itu aku duduk di taman dengan sahabatku Vicka, aku dan Vicka sedang asik membaca novel saat itu. Tiba-tiba.. “Dooorr..” suara Rifky mengaketkanku. Sontak aku pun terkejut. “eeeehh.. doorr,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *