Oktober Malang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 21 April 2014

Gadis berparas teduh itu masih terduduk lemas di bawah jendela kamarnya. Matanya masih sibuk mengeluarkan butiran-butiran hangat yang tak berdosa itu. Sesekali ia menyeka air matanya yang terus mengalir tanpa henti. Kepedihan yang ia rasakan teramat dalam. Bahkan tak mampu lagi di ibaratkan. Pengorbanan nya selama ini bukanlah hal yang istimewa untuk kekasihnya. Padahal ia berharap pengorbanan itu dapat menjadi sedikit pertimbangan. Tahun ini oktober menjadi bulan penuh air. Hujan terus mengguyur bumi hampir di setiap pergantian siang atau malam. Tak ada bedanya dengan ia yang terus mengeluarkan air mata penuh lukanya.

26 Oktober 2013, hari ini seharusnya jadi hari paling membahagiakan dalam hidupnya. Tapi takdir TUHAN siapa yang tau? Jangankan dari sahabat-sahabatnya, kekasih yang amat dicintainya pun turut tak hadir di sampingnya. Ia masih dapat memaklumi sahabatnya, karena ia sendiri pun sudah lama tak berbaur bersama mereka. Jangankan sosial media miliknya, nomor ponselnya pun sahabatnya tak ada yang tau. Itu semua ia relakan untuk kekasih yang amat dicintainya. Tapi apa jadinya jika orang yang dia cintai itu pun merusak Oktobernya? Bertahun tahun ia menantikan kehadiran kekasihnya. Tak perlu bingkisan atau apapun. Hanya kehadiran. Tapi hal sekecil itu pun tak pantas ia dapatkan. Hingga saat ini, ia masih menangis dan akan terus menangis hingga luka di hatinya membaik.

Mentari pagi bersinar lebih awal hari ini. Berselimut di balik awan kehitaman, diiringi rintik-rintik hujan sisa semalam. Ia kembali bangkit dan kembali berteman dengan jendela kamarnya. Memandang sangat jauh ke depan. Barangkali di ujung sana ia melihat kebahagiaannya berjalan mendekatinya. Namun harapan tinggallah harapan. Takdir tetaplah takdir. Tak ada yang mampu merubah. Biarlah Oktober tahun ini sama seperti Oktober tahun semalam. Biarlah Oktober selalu jadi masa kehancuran dalam hatinya. Biarlah Oktober tetap menjadi Oktober yang malang.

Cerpen Karangan: Taufani Permata Putri
Facebook: taufani_permata[-at-]yahoo.com

Cerpen Oktober Malang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Surat Terakhir Untukku

Oleh:
Pagi itu. Suasana pagi menyelimuti hatiku, tak terasa saatnya aku kembali ke sekolah ku di sma jaya negara. Aku teringangat masa laluku dimana aku pernah menyukai teman lamaku zali.

Tak Ingin Terulang

Oleh:
Aku ingat sekali bencana yang melanda negeriku beberapa tahun lalu. Mayat-mayat berserakan dan air mata bercucuran karena kehilangan sanak saudaranya. Semua korban begitu jelas di mataku. hatiku pun tergerak

I Miss You

Oleh:
“I always in your heart. I never go from beside you.” Seorang perempuan cantik berjalan di lorong rumah sakit yang dipenuhi dengan pasien. Sudah beberapa tahun dia bekerja di

Dua Jam Yang Lalu

Oleh:
Dua jam yang lalu kau telah berjanji untuk menemuiku di sini. Di sebuah halte bus tempat pertama kali kita bertemu. Saat itu hujan deras, aku melihatmu dengan mengenakan baju

Kisahnya Dalam Ceritaku

Oleh:
“aku adalah milikmu” inilah kata terakhir yang richo ucapkan. Waktu itu kami masih berumur 14 tahun… Memang aneh bocah ingusan seperti kami sudah merasakan yang namanya cinta. Entah cinta

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *