One Day With You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 11 January 2017

Aku selalu ingin meninggalkanmu sendirian, tetapi aku tidak pernah mempunyai keberanian, ya mungkin aku memang penakut seperti yang biasa kau ucapkan. Ya mungkin begitulah aku. Mungkin pada akhirnya aku juga akan meninggalknmu. Tapi ternyata kau yang meninggalkanku.

Arin menatap Bayu bosan, ayolah siapa juga yang tidak bosan hanya duduk di sampingnya selama satu jam dan tidak diajak bicara sama sekali, ia malah sibuk dengan bukunya, This really borring. Arina menghela nafas kasar, ok itu bukan menghela nafas lebih tepatnya mendegus. Arin melihat wajah Bayu, tidak ada tanda-tanda ia menanggapinya.

“Bay” panggilnya mulai tidak tahan.
“Hmm”
“aku bosen” katannya memberanikan diri.
Bayu mendangak dan menghela nafas seolah ia akan menceramahinya. Tapi tidak ia hanya tersenyum lembut.
Arin mengernyit, sudah setahun ia pacaran dengan Bayu dan ia hampir jarang sekali melihat Bayu tersenyum semanis itu, Bayu tipe orang yang kaku dan nyaris tanpa ekspresi. Melihat senyumnnya yang begitu manis membuat amarahnya tiba-tiba surut.
Arin tersenyum kaku.
“Maaf ya” katanya lembut “kamu laper?” Tanyanya masih sambil menatapnnya lembut, membuat jantung Arin tidak stabil karena berdegup terlalu kencang. Ini selalu terjadi walaupun sudah setahun.
Arin melihat jam tangannya “iya, udah jam makan siang si” katanya sedikit manja.
Bayu tertawa geli dan pelan, “yuk kita makan” katanya lalu menutup buku yang dibacanya dan merapihkan tasnya. Ia berdiri dan menjulurkan tangannya pada Arin.
Arin mendangak sedikit shock dan kikuk, tapi ia tetap menjulurkan tangannya juga dan berdiri, bergandengan tangan dengan Bayu, sesuatu yang jarang dilakukannya juga.

Mereka bergandengan tangan sampai kantin kampus, banyak mata yang menatap mereka mungkin iri atau sinis, ia tidak peduli yang ia rasakan adalah senang.
“Mau makan apa?” tanya Bayu saat mereka duduk di salah satu meja, kantin selalu ramai di jam makan siang, mereka beruntung mendapatkan meja.
Arin berpikir “mie ayam sama jus stroberry”
Bayu mengangguk “ok aku pesenin dulu ya” katanya dan mengusap kepala Arin lembut. Masih sambil tersenyum.
Arin merasakan pipinya menghangat, ia mengulum senyum digigitnya bibir bawahnya meredam rasa senang yang meletup-letup.

Bayu hanya pergi meninggalkannya tidak lebih dari lima menit dan kembali dengan teh botol di tangannya.
“kamu mesen apa?” Tanya Arina saat Bayu sudah duduk di depannya.
Bayu mengeluarkan hpnya lalu menatap Arin “besok kita jalan yuk” ajaknya seolah tidak mendengar pertanyaan Arin tadi.
“Besok kita ada kelas sayang” jawabnya sambil tersenyum mengingatkan Bayu.
Bayu mengangkat bahu “kita bolos aja, kita kan enggak pernah bolos” jawabnya santai.
Arina mengerling “kamu serius?” Tanyanya bingung, Bayu tidak pernah bolos kuliah kecuali sakit hingga membuatnya tidak kuat berangkat kuliah atau ia benar-benar ada urusan yang sangat genting.
Bayu mengangguk “yup, kita udah lama enggak jalan berdua” jawabnya masih santai.
Arin semakin mengernyit, ini terasa aneh untuknya, benar-benar aneh “kamu gak papa? Apa ada masalah yang kamu enggak ceritain ke aku?” Tanyanya mulai curiga, karena sejak tadi Bayu tidak seperti biasanya.
Bayu menggeleng “i’m fine, aku cuma mau jalan sama kamu aja” katanya sambil membelai rambut Arin lagi.

Arin baru saja ingin bicara tapi pesanannya sudah datang, satu jus stroberry, satu mie ayam dan satu bakso. Bakso?
Arin langsung menatap Bayu dengan kernyitan dalam, sudah 5 tahun Bayu tidak makan bakso karena trauma yang dialaminya saat sekolah. “Kamu mesen bakso?”
Bayu mengangguk sambil menuangkan saos di mangkuknya “iyup, tiba-tiba aku pengen” katanya sambil menyeringai menatap Arina.
Arina menggeleng tapi ia tidak menanggapi “trus besok kita mau kemana?” Tanyanya kembali ketopik.
“Ada tempat yang kamu mau datengin?” Tanya Bayu balik.
Arin berfikir sejekan “nonton rapel”
“Rapel?”
Arin mengunyah mie ayamnya sebelum menjawab pertanyaan Bayu “nonton dua sampe tiga film dalam sehari, aku udah lama pengen begitu tapi belum kesampean” jelas Arin sedikit manja.
Bayu mengangguk “boleh tuh, kita main ice skating juga yuk”
“Kita ke taman anggrek dong?”
Bayu mengangguk.
Arin menyeruput jusnya hendak menanggapi, dari Bekasi taman Anggrek lumayan jauh, walaupun ini bukan pertama kalinya mereka kesana tapi tetap saja itu bukan trip kesukaanya, jalanan jakarta macet kalau pagi.
“Besok aku jemput abis subuh ya”
Arin membelalakan matanya kaget “pagi banget! Mau ngapain?”
Bayu menoleh “ada yang mau aku tunjukin sama kamu”
Arin masih bingung tapi ia hanya mengangguk dan melanjutkan makannya.

Seperti yang diucapkan Bayu kemarin, ia datang ke rumah benar-benar habis subuh dan membawa nasi uduk untuk oppah, papah dan Arin, Bayu memang sudah Arin kenalkan dengan oppah dan papahnya sejak 3 bulan hubungan mereka.

Mereka memulai perjalananye ke puncak melihat matahari terbit, lalu ngopi sebelum akhirnya menuju taman Anggrek, sampai sana Bayu megajaknya bermain ice skating dulu sebelum nonton lalu makan siang, jam 12.30 mereka baru masuk ke bioskop dan selesai jam 18.30 setelah menghabiskan dua film. Ia menyerah kelelahan. Setelah itu mereka pulang, jam 9 malam mereka makan di taman alun-alun. Mereka memilih meja yang sepi dari pengunjung.

“Makasih buat hari ini ya” ucap Arin sambil membelai lembut tangan Bayu. Arin hanya sesekali memanggil Bayu dengan sebutan ‘sayang’ begitu juga Bayu padanya.
Bayu menggenggam tangannya dan meremasnya pelan “aku yang harusnya bilang makasih, makasih ya buat hari ini dan kemarin, makasih udah mau jadi pendamping aku walaupun aku nyebelin dan sering nyuekin kamu, maafin aku karena sering sibuk sendiri dan enggak mikirin kamu” katanya dan semakin mengeratkan pegangannya dan menatap Arin penuh sayang.
“Yank…”
“Aku beneran minta maaf” katanya kali ini menunduk.
Kali ini Arin yang mengencangkan genggamannya “aku yang minta maaf karena gak pernah perhatian sama kamu”
“Aku yang harusnya minta maaf”
Arin berdecak “udah ah, kita berdua pernah melakukan kesalahan, ok?”
Bayu mengangguk “sayang dengerin aku” katanya serius.
Arin menunggu.
“Aku sayang sama kamu” katanya dan mengangkat tangannya dan mengecupnya penuh perasaan membuat Arin begidik.
“Kamu kenapa si?”
Bayu menggeleng “gak papa, aku cuma mau kamu tahu kalau cuma kamu dan akan selalu kamu yang ada di hati aku, enggak akan ada orang lain, cuma kamu” katanya lalu tersenyum lembut.
Arin menghapus air matanya yang tiba-tiba mengalir, perasaan terharu seperti saat dulu Bayu menembaknya untuk menjadi pacarnya di depan teman-teman sekelasnya.
“Aku juga sayang banget sama kamu, dan akan selalu kamu” balas Arin.
Bayu mengusap air matanya “jangan nangis nanti disangka aku ngapa-ngapain kamu lagi”
Arin manyun “kamu emang ngapa-ngapain aku, kamu bikin jantung aku kayak mau lepas tau” katanya sambil menghapus air matanya lalu tertawa.
Bayu mengusap kepalanya sayang.
Setelah makan Bayu langsung mengantarnya pulang.

“Kamu ati-ati di jalan ya” ucap Arin sebelum turun dari mobil Bayu.
Bayu tak menjawab, ia malah menarik Arin kedalam pelukannya dan mengecup kepalanya sekali “kamu baik-baik ya” katanya lalu melepaskan pelukannya.
Arin mengangguk “kamu juga”
Bayu mengangguk dan tersenyum lembut.
Arin rasanya berat sekali keluar dari mobil Bayu, tapi ia tetap mendorong pintunya dan berjalan ke gerbang rumahnya, tapi sebelum Arin membuka gerbang rumahnya, Arin membalikkan tubuhnya berlari ke mobil Bayu dan mengecup pipinya “night, kabarin aku kalo udah sampe” ucap Arin lalu berlari masuk ke rumahnya dengan pipi bersemu merah karena malu.
Bayu tertawa geli dan menggeleng, dilihatnya Arin sampai masuk ke rumahnya dan pintunya tertutup.

Arin mengusap air matanya sekali tapi rasanya air matanya tidak ingin berhenti, rasanya tubuhnya lemas sejak tadi malam. Setelah mengantarnya pulang Bayu kecelakaan di jalan, ada truk yang oleng dan menubruk mobilnya.
Kata-kata Bayu saat mereka makan tadi malam membuatnya semakin sesak, mungkin kelakuan anehnya kemarin adalah tanda, tetapi ia tidak menyadarinya. Bila ia tahu ia akan menyuruh Bayu menginap saja di rumahnya.

“Rin ayo kita pulang” ucap papah membuatnya menghela nafas berat, sesak sekali rasanya.
“Bentar pah” katanya lalu jongkok di dekat nisan Bayu “aku sayang sama kamu dan akan selalu sama kamu” katanya lalu mengecup nisannya, dan berjalan pergi meninggalkan makam Bayu.
Dulu aku selalu ingin meninggalkan kamu, mengakhiri hubungan kita karna bosan dengan sikap kamu yang selalu mengacuhkan aku, tapi aku tahu dan sadar, sayangku cuma untuk kamu, cuma kamu yang bisa bikin aku ngerasa mencintai dan dicintai sepenuh hati.

Cerpen Karangan: Uswah Yuko
Facebook: Uswah Yuko

Cerpen One Day With You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Firasat Ku

Oleh:
Di ujung sebuah cafe terlihat wajah yang sejak tadi penuh dengan penantian. Laras dengan tatapan yang mengarah ke sebuah pintu masuk mendapatkan sebuah jawaban yang tak lama akhirnya wajah

Adakah Bahagia Untukku? (Part 1)

Oleh:
Malam belum terlalu larut. Mentari baru saja terbenam di ufuk barat. Dicka sedang mengendarai sepeda motornya mengelilingi kota, ketika dia melihat seorang cewek yang sedang diganngu oleh beberapa orang

Akhir

Oleh:
Lagi, sama seperti hari-hari sebelumnya. Aku melihat dia duduk di meja sebelahku. Dan selalu tersaji teh di hadapannya. Sudah dua bulan belakangan ini aku bertemu dengannya, Hampir setiap hari

Yang Takkan Pernah Ada

Oleh:
Hembusan angin dan rinai hujan mengiringi langkahku berjalan pada waktu pagi itu, dengan jiwa yang semangat untuk membuka lembaran baru dalam hidupku dan senyuman yang lepas kepada setiap insan

Perjalanan Pertama, Sang Dokter (Part 1)

Oleh:
4 perjalanan kisah cinta dari 4 orang yang sama sekali tidak mengenal satu sama lain, bersamaan dengan detik-detik terakhir dengan nyawa, bagai telur di pinggir curamnya jurang, taruhannya. 4

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *