Pelangi Senja

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 9 September 2015

“Hidup ini gak ada yang mudah, kalau hidup ini mudah mungkin gak ada satu orang pun yang hidup menderita…”

Petir menyambar-nyambar di atas sana membuat sepasang suami-istri yang sudah tua menjadi takut. Si Kakek yang bernama Brama sangat erat memeluk istrinya yang bernama Rara. Si Kakek sangat takut kehilangan istrinya. Bagi Kakek hidup ini cuma ada satu tujuan. Hidup bahagia bersama Nenek. Masalah ekonomi bukan masalah buat Kakek, bagi Kakek hidup sederhana bersama Nenek itu lebih dari bahagia selama istrinya di sampingnya. Mungkin tidak banyak orang yang tahu. Dulu kehidupan sang Kakek seperti apa, yang pasti hidup Kakek gak semudah yang orang bayangkan.

Dahulu Kakek seorang pemuda yang kaya, tampan dan baik hati. Dan dia pun jatuh cinta sama seorang gadis sederhana dan ia pun menikahinya tapi Tuhan berkhendak lain si gadis ternyata mengidap penyakit yang cukup membuat Brama terpukul. Tapi Brama tidak peduli dengan semua itu ia malah lebih mencintai gadis itu dan berusaha untuk menyembuhkan. Dan setelah 10 tahun bersama penyakit Nenek belum juga sembuh. Yang membuat Kakek kehilangan segala harta bendanya. Tapi rasa cinta Kakek gak sedikit pun berubah kepada Nenek tetapi Tuhan memberikan mukzijat.

Lima bulan kemudian penyakit Nenek tiba-tiba sembuh. Kakek sangat senang ternyata Tuhan punya rencana lain atas kejadian itu. Selama berpuluh puluh tahun penyakit itu tak pernah kambuh. Sampai suatu ketika sang Nenek sedang berjalan. Tiba-tiba penyakit jantungnya kambuh dan Nenek pun jatuh karena hujan yang begitu deras. Kakek bertanya-tanya sudah sore seperti ini kenapa Nenek belum juga pulang. Kakek pun memutuskan untuk mencarinya.

Tak jauh dari rumah, Kakek sangat terpukul melihat Nenek tergeletak tak berdaya di tanah. Kakek menjerit sekuat-kuatnya.
“kenapa harus terjadi semua ini Tuhan, harta bendaku satu-satunya kenapa kau ambil juga” ujar Kakek sambil menangis.

Keesokan sorenya.
Setelah penguburan, Kakek melihat pelangi sangat indah. Nenek pun tersenyum di atas pelangi itu dan Kakek tahu Nenek selalu ada di sampingnya.

Cerpen Karangan: Sakban S.D.S
Facebook: Sakban_putra[-at-]yahoo.com
Nama: Sakban sds
Umur: 16 thn

Cerpen Pelangi Senja merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Luka di September

Oleh:
“ayo berangkat…” “iya, ayo…” “jangan males kalo di sekolah, jangan ganjen juga ya sayang.. baiklah biar kau tutup” “ya sudah ayo, jangan banyak bicara..” Tuuutttt… Telepon darinya kumatikan. Dia

Hidupku Hancur Karena Sahabat

Oleh:
Namaku Erena Claudia Vindy, aku mempunyai sahabat bernama Sita Devi. Kita berdua kelas 1 SMP di salah satu sekolah terfavorit di Jakarta. “Ren Ke kantin yuk” ajak Sita. “Hmm…

Detik Terakhir

Oleh:
Kini aku duduk di bangku kelas XII IPA, kujalani hari di sekolah bersama dengan ketiga sahabatku fitri, nada dan yusuf, dan aku sendiri rey. kita berempat bersahabat sejak kita

Kursi di Sudut Ruangan Itu

Oleh:
“Maaf Nad, kamu nggak usah peduli lagi padaku. Kamu konsen aja dulu sama kuliahmu saat ini. Nggak usah mikirin aku. Hubungan kita cukup sampai disini aja. Maaf.” Bagai disambar

Entah

Oleh:
Isak tangis mewarnai pemakaman siang itu. Di samping kuburan baru itu, berdiri seorang pria tanpa isak tangis yang mempengaruhinya. Saat semua orang berlalu dari hadapannya tinggalah dia seorang diri.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *