Penantian Yang Sia-Sia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penantian, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 18 June 2013

Sudah sewajarnya kita para cewek sebagai seorang pacar yang setia, ingin sekali melihat kekasihnya ada di dekat kita. Tapi aku berbeda, sudah sebulan ini di tinggal kekasihku merantau untuk mendapatkan cita-citanya. Aku tak melarang dia jauh dari aku. Walaupun sudah lama tak bertemu, diapun tak lupa untuk memberikan kabar buatku.

From : Nana
To : Dion
Aku tau kita juah tapi aku berusaha untuk setia sama kamu sayang, aku yakin kamu akan kembali kepadaku. I MISS YOU.
Tak lama kemudian

From : Dion
To : Nana
Aku akan kembali untukmu sayang. MISS YOU TOO.

Begitulah pesan sedikit yang aku lakukan dengannya saat masih berkomunikasi. Tetapi sekarang berbeda, jauh berbeda. Dia jarang sekaali memberikan kabar tentangnya disana kepadaku. Aku paham dengan keadaannya yang masih sibuk dengan studynya. Tapi lama kelamaan aku malah khawatir dengannya. Terlintas dibenakku bahwa dia sudah punya kekasih yang lain disana. Tapi aku tak yakin.

“Nana, sudah ditunggu Lala tuh. Mau berangkat bareng nggak?” kata Mama yang sedikit berteriak memanggilku.
“Iya mah bentar. Nana turun, suruh Lala menungu sebentar” tanggapku.
“Tante biar Lala aja yang nyamperin Nana, tante siapin sarapan aja” kata Lala sopan
“Oke, tante tinggal siapin sarapan dulu ya, jangan lupa sebelum berangkat sarapan dulu”
“Iya tan” kata Lala yang berjalan menuju kamarku. Lala adalah sahabatku dari SD sampai SMA ini walaupun dulu pernah beda SMP tapi kita nggak pernah putus hubungan dengannya. Saat dia harus pindah ke jogjapun aku nggak pernah melupakan Lala.

“Na, udah siap?” kata Lala yang sudah berdiri di depan kamarku.
“Iya La, ini udah kok. Yuk turun” ajakku.
“Eh, sejak kapan kamu dandan lama gitu? Biasanya asal-asalan” kata Lala sedikit mengejekku.
“Siapa yang dandan aku cuma pakek bedak doang”
“Tapi kok cantik ya?” kata Lala yang sekarang memujiku.
“Dari dulu udah cantik kali” kataku sambil tertawa
“Ah, lebay lu”
“Udah yuk turun di tunggu mamah tuh”
“Oke, makan-makan”

Tak lama kemudian setelah kita sarapan bareng, aku dan Lala berpamitan untuk berangkat sekolah bersama.
“Pa, Ma, aku dan Lala berangkat ya” kataku sambil keluar rumah berjalan dengan Lala.
“Ati-ati sayang, pulangnya jangan telat”
“Siap mah” kataku yang sudah sedikit menghilang dari rumah.

Setibanya di sekolah, aku dikagetkan dengan cowok super nyebelin yang nabrak aku pakai sepedanya. BRRRUUKK! Lala yang udah jauh duluan jalannya sampai balik badan denger suara itu.
“Aduuuhh, eh kalo pakai sepeda lihatnya pakek mata dong!” kataku sedikit membentak.
“Eh, maaf aku nggak sengaja” katanya sambil membantuku berdiri.
“Makanya, matanya melek dong”
“Na, kamu nggakpapa kan?” tanya Lala menyerobot Ryan untuk menolongku.
“Kan aku udah bilang maaf, nggak dimaafin?” katanya sambil menatapku pelan.
“Iya iya aku maafin”
“Aku Ryan” kata cowok tersebut sambil mengulurkan tangannya.
“Udah-udah ke kelas yuk udah mau bel nih” ajak Lala sambil menghiraukan Ryan.

Aku tetap berjalan menuju kelasku. Setelah pelajaran dimulai, tak kusangka cowok nyebelin itu ternyata masuk kelasku. Dia adalah cowok baru pindahan dari sekolah lain.
“Anak-anak kenalkan ini Ryan teman baru kalian” kata Guru Biologiku.
“Hay semua” kata Ryan menyapa teman sekelas.
“Oh iya Ryan kamu duduk di sebelah Bimo ya”
“Iya bu” kata Ryan sambil berjalan menuju meja Bimo. Sialnya dia duduk berseberangan denganku.
“Hey, kamu yang ada diparkiran tadi kan?” kata Ryan sambil meletakkan tasnya di meja.
“Iya emang kenapa?”
“Boleh kenalan?”
“Ryan, Nana kenalannya nanti saja” kata Guru Biologi.

Setelah sepulang sekolah, diapun masih mengikutiku untuk lebih dekat mengenalku. Aku tak tahu maksudnya dan tujuannya berkenalan denganku. Aku tak mengenalnya, bahkan diapun tak mengenalku. Tapi aneh, kenapa dia selalu ingin tahu tentang aku? Sampai-sampai dia rela main dirumahku walaupun dia tak mengenaliku sebeumnya.
“Permisi” katanya sambil mengetuk pintu rumahku
“Iya sebentar” kataku yang saat itu tak sengaja membukakan pintunya.
“Hey, aku boleh main kan disini?”
“Tahu darimana rumahku?”
“Ngg, Lala”
“Haa? Lala yang beritahu kamu? Nggak mungkin. Lala kan nggak kenal kamu”
“Siapa bilang Lala nggak kenal aku? Dia itu saudara aku disini”
“Oo oke masuklah” kataku pasrah. Tapi tak habis pikir kenapa Lala nggak cerita dulu saudaranya kesini? Haduh, ada apa ini?
“Eh iya ngomong-ngomong kata Lala kamu punya pacar yang lagi study di luar negeri ya?”
“Emm memangnya kenapa?” tanyaku. Tak bisa ku bayangkan ternyata Lala sudah cerita jauh banget sama Ryan. Sampai-sampai Ryan tahu tentang Dion.
“Emm enggak, aku juga punya teman disana, namanya Dion. Dia juga asli Indonesia loh” katanya
“Haah? Dion?” kataku kaget.
“Iya Dion, kamu kenal?”
Aku nggak boleh asal dulu mungkin aja student Indonesia yang kuliah disana banyak yang namanya Dion. Nggak!
“Hey kok diem kenapa?” kata Ryan menyadarkan lamunanku.
“Emm, enggak. Boleh tau nama panjangnya temen kamu itu?” kataku penasaran.
“Dion Fatahilah” kata Ryan jelas. Ya, nggak salah lagi dia adalah Dion. Jadi selama ini, Ryan adalah teman Dion yang sering sekali diceritakan Dion.
“Tapi sayangnya, Dion itu playboy. Dia sering gonta ganti pasangan. Padahal aku tahu dia sudah punya pacar di Indonesia” katanya. Hah? Dion setega itu sama aku? Apa yang harus aku lakukan setelah ini. Ya Tuhan, rasanya jantung ini berhenti berdetak.
“Kamu tahu siapa pacar Dion di Indonesia?” kataku semakin penasaran.
“Kamu. Makanya aku cari kamu ke Indonesia. Lala juga sudah tahu saat liburan musim panas kemarin. Tapi Lala tak mau menceritakannya denganmu. Lala takut kamu sakit hati” kata Ryan menjelaskan. Aku tak menyangka, kenapa aku harus mendengarkan kabar buruk ini dari orang yang baru aja aku kenal. Bukan sahabatku sendiri yang sudah aku kenal lama. Walaupun itu menyakitkan tapi lebih menyakitkan lagi saat orang lain yang bilang. Makanya kenapa akhir-akhir ini Lala berbeda seperti sedang menyembunyikan masalah, saat aku tanya dia selalu menjawab tak apa.
“Kamu Nana kan? Nana Angelina kan?” kata Ryan meyakinkan.
“Iya kamu benar, aku Nana pacarnya Dion teman kamu itu” kataku yang sudah tak kuat menahan air mata.
“Aku tahu betapa sakitnya ini. Tapi kamu harus tahu walaupun kamu adalah pacar dari sahabatku. Tapi aku tak tega melihat cewek yang dikhianati cintanya oleh seorang cowok yang tak tanggung jawab seperti dia”
“Kenapa kamu begitu peduli terhadapku?” kataku sambil berlinang air mata.
“Karena aku telah mengalaminya sendiri, pacarku yang tega meninggalkanku demi cowok lain yang lebih dari aku” katanya menjelaskan.

Tak kuduga Dion yang selama ini aku banggakan tak selamanya sempurna. Ternyata firasatku benar. Dia bukanlah cowok yang baik buatku. Sampai dia tega seperti ini denganku. Ryanlah yang menenangkanku, cowok yang baru saja aku kenal. Malah dia yang mengerti perasaanku. Akupun tak menyangka aku menangis dipelukannya.

Cerpen Karangan: Gisca Ulfa Afiatika
Facebook: giezcha ulfvha

Cerpen Penantian Yang Sia-Sia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukti

Oleh:
Boleh aku membanci laki-laki? Aku memang tidak menganggap mereka semua sama, ya dari ribuan orang di dunia ini pasti ada satu laki-laki yang baik. Namun bisakah kita berharap? Kamu

Rembulan pun Menangis (Part 1)

Oleh:
“Brakk..”. Tubuh pria itu seakan terhempas kuat ke bibir jalan. Kulitnya yang putih menabarak trotoar jalan. Tubuhnya bersimbah darah. Dalam hitungan detik sudah banyak manusia yang berkumpul menyaksikan tragedi

Besi dan Kapas

Oleh:
Aku hanyalah gadis biasa. Sangat sederhana. Di saat teman-teman wanitaku yang lain penuh make-up di sekolah, memakai baju ketat dan rok pendek sekali, aku hanya bingung. Untuk alasan apa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Penantian Yang Sia-Sia”

  1. Keren(nama samaran) says:

    I like.best story

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *