Pengkhianatan Sahabat Berujung Maut

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 11 March 2016

Ini adalah cerita kisah nyata yang aku ambil dari kenangan pahit dalam hidupku, yaitu aku harus merasakan sakitnya menyayangi orang yang mengkhianatiku. Namaku Sarfien, aku biasa dipanggil Dewa. Aku lahir dan tinggal di Talingko, Kec. Kapontori 16 Agustus 1994. Aku tinggal bersama ayah, ibu, dan tiga orang saudaraku, aku anak kedua dari empat orang bersaudara. Aku memang lahir dari keluarga yang sederhana, ayah dan ibuku adalah petani lahan kering di desaku. Inilah saat di mana kisahku berawal. Saat itu aku masih duduk di bangku SMA, aku punya kekasih namanya Dewi. Kami saling sayang, kami sering bersama, dekat seperti ibaratnya saudaralah.

Kami berpacaran sudah sangat lama sejak masih duduk di bangku Sekolah SMP. Hingga sampailah pada suatu malam yaitu malam yang membawaku dalam kehancuran yang sangat luar biasa. Malam itu aku berniat untuk pergi ke rumah Dewi, aku pun bergegas berangkat menuju rumah Dewi. Belum sampai aku di rumah Dewi aku dikejutkan oleh pemandangan yang sangat-sangat luar biasa, aku melihat Adit dan Dewi kekasihku berpegangan tangan dengan mesra, namun aku buang semua pikiran jorokku tentang mereka lagian Adit adalah best friend-ku tidak mungkin dia mengkhianatiku. Aku terusin aja langkahku menghampiri mereka berdua.

“Hay Dit, Dewi,” aku menyapa mereka. Dewi pun kaget dan menjadi salting dengan kehadiranku.
“Aku baru aja mau ke rumahmu nih, eh malah ketemu kamu di sini,” sambungku.
“Kalau gitu aku pamit duluan pulang yah,” sambung Adit.
“Kenapa buru-buru Dit aku kan baru nyampe nih?” jawabku.
“Nggak aku cuman nggak mau ganguin kalian aja,” jawab Adit sambil melangkah meninggalkan kami berdua.
Dewi diam dan tak sepatah kata pun terucap dari bibirnya.
“Kenapa kamu diam, kamu nggak senang ya kalau aku datang? atau kamu merasa terganggu dengan kehadiran aku?”
“Nggak kok, aku senang kamu ada di sini, aku cuman nggak enak badan aja, aku juga pamit pulang ya.” Dewi nangis dan melangkah meninggalkanku.

Aku berusaha mencegahnya namun ia tetap ingin pulang. Aku pun membiarkan Dewi pulang, tapi aku udah mulai curiga dengan sifat kekasih dan sahabatku yang tiba-tiba aja berubah dariku. Lagi-lagi aku tetap melapangkan dada dan tetap berpikir positif untuk mereka. Keesokan harinya Dewi tidak masuk sekolah karena maagnya kambuh lagi. Sepulang sekolah aku mampir ke rumah Dewi untuk menjenguknya. Sesampainya di rumah Dewi aku tidak langsung masuk ke dalam rumah karena aku melihat Dewi dan Adit lagi asyik bercanda jadi aku batalkan untuk menjenguk Dewi lalu aku bergegas pulang karena aku takut kalau kehadiranku mengganggu kenyamanan mereka, dan hari itu juga Adit dan Dewi jadian tanpa sepengetahuanku.

Setelah habis aku salat maghrib aku kembali ke rumah Dewi untuk memastikan keadaan Dewi. Ternyata apa yang aku terjadi hal yang tidak aku inginkan terjadi di depan mataku sendiri, sahabat yang selama ini aku anggap sebagai saudara ternyata ia tega menusukku dari belakang. Aku lemas atas kejadian tersebut namun amarah ini tak mampu aku bendung, aku menghampiri mereka dan langsung memukuli Adit. Dewi berusaha mencegahku namun amarah ini sudah sampai ke puncak kemarahanku. Dan tak sengaja pun tanganku mengenai wajah Dewi, Dewi jatuh dan pingsan. Melihat Dewi pingsan aku menghentikan pukulanku lalu berusaha untuk menyadarkannya, namun Dewi tak kunjung sadar juga.

Melihat keadaan Dewi Adit lari meninggalkan kami berdua. Aku pun membawa Dewi ke Rumah Sakit terdekat dan menelepon keluarga Dewi. Ternyata Dewi kekasihku ini mengidap penyakit kanker paru-paru bersamaan dengan kejadian waktu aku memukuli Adit di situ penyakit Dewi semakin parah. Setelah seminggu dirawat Rumah Sakit Dewi meninggalkan kami semua untuk selamanya dan sepucuk surat di bawah bantalnya, ia sengaja menulis surat itu untukku. Aku pun membuka dan membaca surat itu.

“Sebelumnya aku minta maaf sama kamu, aku sangat sayang sama kamu dan kejadian waktu malam itu tak seperti apa yang kamu pikirkan. Aku tak pernah suka sama Adit aku sukanya hanya sama kamu, aku sayang sama kamu. Semoga kau memaafkanku. Insya Allah aku menunggumu di sini di tempat yang Allah janjikan. Sekali lagi maaf. I love you forever.” Dan atas kejadian tersebut aku menjadi benci sama Adit, yang dulunya adalah sahabat terbaik aku kini menjadi orang yang paling aku benci dalam hidupku. Walaupun kekasihku meninggal karena penyakit namun aku tetap mengatakan bahwa sahabatku membunuh kekasihku.

TAMAT

Cerpen Karangan: Sarfien Lafaci
Facebook: Ghean Dhirgaaditya

Cerpen Pengkhianatan Sahabat Berujung Maut merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Favorite Songs

Oleh:
*sing Sebelumnya tak ada yang mampu mengajakku untuk bertahan dikala sedih Sebelumya ku ikat hatiku, hanya untuk aku seorang *sing Masih ingat nggak dulu, “kita” pernah menyanyikan lagu ini?

Bukan Cinta Buta (Part 1)

Oleh:
Aku mengenalnya pertama kali sebagai sesama karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan yang sama, hanya saja aku ditempatkan di kantor cabang sedangkan dia di kantor pusat. Namanya Khainan, seorang

4 Tahun Lamanya

Oleh:
Dengan tenangnya Gilang menatap indahnya wajah Sovi, indah senyum tipisnya dan indah tatapan matanya. Di saat itu sedang ada pengajian pemuda-pemudi di sebuah mesjid. Saking asyiknya Gilang menatap wajah

Thank You For Your Love

Oleh:
Maybe yes… Maybe no. Itu hanya sebuah jawaban singkat yang selalu terlontar dari mulutku untuk menjawab segala pertanyaan Nia. Bagaimana bisa ku berikan satu jawaban yang pasti atas pertanyaan

Pita Hitam Pada Karangan Bunga

Oleh:
2 tahun semenjak kepergianmu, ya aku masih mengingat dengan jelas memori memori kita bersama. Pagi itu seperti biasa, kenny menjemputku dengan motor kesayangan itu, huh sepertinya dia lebih sayang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *