Pengorbanan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 15 March 2014

Semuanya berawal dari pertama aku mengenal pria bernama tama. Awalnya aku hanya merasa kagum, tapi setelah aku mengenalnya lebih lama aku merasa nyaman berada di sampingnya.

Suatu hari ia menemui ku, ia mengungkapkan perasaannya kepada ku. Inilah awal hubungan kami, aku sangat bahagia memilikinya dan dia pun selalu berkata seperti itu kepada ku. Hubungan kita begitu indah, sampai suatu hari keluarga ku berkata “bahwa mereka tidak merestui hubungan ku dengan tama”. Aku mulai meneteskan air mata dan bergegas menghubungi tama untuk menceritakan apa yang terjadi.

Keesokan harinya tama menemui ku, ia meminta izin untuk menemui orangtua ku. Ia berjanji akan membuat keluarga ku menyukainya dan merestui hubungan kita. Tapi, usahanya tidak berhasil. Akhirnya hubungan kita terhenti sampai di situ.

Beberapa bulan kemudian orangtua ku mengenalkan seorang pria kepada ku, dan tidak lama kemudian kita menjalin hubungan selama 2 tahun. Sungguh, selama 2 tahun itu aku masih mencintai tama. Aku selalu teringat akan ucapannya “bahwa ia akan meluluhkan orangtua ku dan membuat seluruh keluarga ku bangga kepadanya”.

Setiap pria pilihan orangtua ku datang ke rumah ku, aku selalu menangis dan berkata dalam hati “seandainya tama yang datang aku akan sangat senang menyambutnya”. Tapi kenyataannya yang datang adalah pria pilihan orangtua ku, ia datang membawa sepasang cincin yang akan dipakaikan di jari ku. Aku menangis ketika melihat cincin itu, sampai akhirnya aku mengatakan yang sesungguhnya bahwa aku tidak mencintai pria tersebut, melainkan tama.

Akhirnya hubungan ku dengan pria tersebut berakhir, dan aku hanya menikmati kesendirian ku. sampai suatu hari, secara tak di sengaja aku berjumpa dengan tama, hatiku sangat senang namun mata ku tak mampu menahan air mata. Pertemuan itu membuat aku menangis tersenyum. Dari situ kita mulai menjalin hubungan lagi tanpa sepengetahuan orangtua ku. Kita berjanji akan menghadapi masalah ini berdua dan akan meluluhkan orangtua ku bersama.

Sampai suatu hari ketika itu, ada sedikit masalah dengan keluarga ku, setiap hari aku menangis, lalu ibu bertanya “mengapa kau menangis? bukankah masalah keluarga kita telah selesai” dan aku memohon kepada ibuku agar ia merestui ku.

Akhirnya ibu merestui hubungan kami, kami sangat bahagia. Tapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Ketika aku mau berjumpa dengan tama, tiba tiba ibuku berkata bahwa ia tidak merestui hubungan kita dan meminta ku untuk mengakhiri semuanya.

Dengan membawa rasa kecewa aku menemui tama, sebelum aku mengucapkan kata putus. Ia lebih dulu berkata “minggu depan orangtua ku mau ke rumah kamu mereka akan melamar mu untuk ku” betapa sakiiit, hati ku mendengar kalimat yang terucap dari bibirnya, dan betapa berat bibir ini untuk mengucapkan kata putus padanya.

Saat itu aku hanya bisa menangis dan menangis, lalu ia bertanya “kenapa kamu nangis, aku tahu kamu sudah lama menantikan saat ini”. Aku hanya menangis membisu seluruh tubuh ku gemetar. Ia terus bertanya kenapa?
Akhirnya aku berkata sambil menangis dan gemetar “aku gak bisa tama”
Ia terkejut dan terus bertanya kenapa?, aku hanya terdiam karena aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Aku tidak menginginkan tama membenci ibu ku.

Akhirnya kesabaran tama telah hilang saat melihat ku menangis dan terus mengatakan “aku gak bisa”. Akhirnya ia bertanya “apa kamu mencinta laki laki lain selain aku” dan aku terpaksa menjawab “iya” dengan terus meminta maaf, padahal dalam hati aku sangat mencintai mu tama, aku mau jadi ibu dari anak anak mu kelak. Tama sangat marah, ia terus mencaci maki aku. Aku terus meminta maaf, tama terus memaki ku. Dan aku meminta ia melupakan ku. Sampai akhirnya ia berkata “aku benci kamu, susah payah aku pertahankan hubungan kita. Tapi ternyata yang aku dapetin hanyalah sebuah pengkhianatan yang besar dari kamu. Aku gak tau harus bilang apa sama keluarga ku yang udah meyiapkan segala sesuatu untuk pernikahan kita. Aku bersumpah akan mencari pengganti kamu dan melupakan mu untuk selamanya. Terimakasih atas semua yang kamu kasih buat aku, aku pamit dari hidup kamu. Selamanya aku gak akan pernah ganggu hidup kamu sama selingkuhan kamu itu”

Betapa sakit hatiku saat mendengar itu semua, aku hanya menangis dan berkata dalam hati “aku terima semua caci maki mu, aku terima semua kebencian mu agar kau lebih mudah melupakan ku. Aku mencintaimu tama. Ibu… inilah pengorbanan ku untuk mu.

SEKIAN

Cerpen Karangan: Rany Irez
Facebook: Rhanisirez[-at-]yahoo.com

Cerpen Pengorbanan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Amy

Oleh:
“kenapa kau tidak datang?” “maaf, aku harus menjaga toko kemarin. Lagipula bukankah kemarin hujan?” “justru karena itu, aku kehujanan!, sudah berkali-kali kau ingkar janji, aku muak dengan itu!” “Amy,

Jurang dari Keterpaksaanku

Oleh:
Perlahan aku mencoba masuk ke sebuah tempat yang sangat ramai. di mana tempat tersebut dihiasi aneka macam bunga yang indah. ku baca setiap deretan papan bunga yang ada di

Kisahnya Dalam Ceritaku

Oleh:
“aku adalah milikmu” inilah kata terakhir yang richo ucapkan. Waktu itu kami masih berumur 14 tahun… Memang aneh bocah ingusan seperti kami sudah merasakan yang namanya cinta. Entah cinta

Cinta Ini Membunuh Ku

Oleh:
“Cinta, memang anugerah yang teramat indah. Dimana limpahan kasih sayang, perhatian, cinta kasih ku dapat setiap hari. Segala kelemahanku, kau pandang kekuatanmu tetap mencintaiku, bahkan yang paling mengerikan dariku

Kue Bolu Buat Dimas

Oleh:
Ketika tuhan memberikan ujian kepada hamba-hambanya secara terus menerus, bukan berarti DIA membenci, tetapi malah sebaliknya tuhan sayang kepada hambanya dan akan mengangkat tinggi derajat kita jika kita berhasil

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *