Perahu Kertas

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 23 June 2013

Sudah lama gadis cantik yang bernama Syakyla itu memendam perasaannya, bahkan sudah sejak kelas 1 SD. Awalnya bermula dari kesal.
“Eh, kamu kalau gak bisa naik perosotan tinggi enggak usah naik aja!” seruan seseorang. Syakyla mengerutkan dahinya kesal. Apaan sih, ini orang… anak kelas 1 SD aja digituin, gerutunya dalam hati.
Sahabat Syakyla yang merupakan kakak kelasnya, Yasmin bercerita pada Syakyla.
“Aku punya temen baru. Banyak lho yang laki-laki… ada yang namanya…” “Namanya siapa?” Syakyla penasaran. “Rivan” Yasmin tersenyum. “Cuman dia doang? Terus yang lain?” “Ya… banyak sih ada yang namanya Dihkan, Deyon, Darrell… banyak lah…”

Pada saat pulang, Syakyla duduk di bangku taman sekolah. tiba-tiba saja kakak kelasnya yang bernama rivan itu melihat Syakyla. “Kamu siapa sih? Syakyla ya?” tanya Rivan. “Iya” jawab Syakyla santai.
Dia mengajak Syakyla ngobrol dan … sejak itu Syakyla selalu jadi dag-dig-dug. Setiap hari… dan dibayang-bayangi terus.

Ia dan rivan memang sangat dekat. sayangnya, pada saat Syakyla naik kelas muncullah seseorang bernama Diandra.
“Eh… tahu enggak, sebenarnya…” Diandra tersenyum malu-malu. Dia mengajak Syakyla mengobrol di kantin pada saat itu. “Aku suka sama…” Ia merendahkan suaranya. “Rivan.”
Syakyla terkejut. Dia menjatuhkan gelasnya seketika.
“Lho, kenapa Sya?” Diandra kaget. “Ah… eng… enggak apa-apa kok…” jawab Syakyla. Dia berusaha menutupi rasa kesalnya di balik senyum tersopannya.

Dan pada saat SMP, ternyata sekolah mereka sama lagi. Pada saat siang itu SMS melayang ke HP Syakyla. Dia jadi geer, dikiranya itu sms dari Rivan padahal ternyata dari… Diandra.
Smsnya sangat mebuat Syakyla merasa sedih.
SYA.. AKU PUNYA KABAR GEMBIRA, TADI RIVAN BARU AJA NEMBAK AKU.
Syakyla membanting HPnya saking kaget dan sakit hati. Pantas saja Rivan ga pernah SMS dia lagi, ga pernah telepon dan ajak ngobrol dia lagi. Orang Syakyla menyapanya aja dia enggak jawab, matanya terus saja menerawang… kayak membayangkan seseorang.
Olala… inikah rasanya jatuh hati? pikir Syakyla.

Beberapa hari kemudian Syakyla tetap saja berusaha melupakan orang itu akan tetapi tak semudah yang dia pikirkan. Suatu hari.
“Sya, kita pulang bareng ya!” ajak Diandra. Dia sangat senang. katanya di ajak makan sama rivan.
Syakyla dan Diandra berjalan. Walau Syakyla merasa hatiinya sangaaat sakit. akan tetapi dia tetap bersama Diandra.
Namun apa yang terjadi? Tiba-tiba saja… PLEK. Diandra terjatuh dan pingsan. “TOLOOONG… TOLOOONG!” jerit Syakyla. Semuanya langsung berlari ke arah Syakyla dan menggotong Diandra.

Diandra dilarikan ke rumah sakit terdekat. kedua orangtua Diandra juga datang.
Bahkan kedua orangtua Syakyla ikut menjenguk. dan… ada dia. Dia tampak sangat cemas dan walaupun Syakyla juga sangat mengkhawatirkan Diandra, tetapi tetap saja … sakit sekali rasanya.
“Dia membutuhkan donor hati!” seru Dokter Aliza. Syakyla menghela napas. Dia sangat bingung atas hal ini. “Jika aku mendonorkan hatiku untuk Diandra… maka aku akan terus bersamanya,” pikir Syakyla. “Aku tahu jika Diandra meninggal maka aku bisa mengambil kesempatan untuk bersama Rivan tapi aku engak mau melakukan ini!”

Setelah Syakyla mendapat izin dari kedua orangtuanya, akhirnya Syakyla memutuskan menjadi pendonor bagi Diandra. Dia menuliskan sesuatu di selembar kertas.

Keesokan harinya.
Syakyla dimakamkan. Lalu Rivan membaca selembar surat untuknya yang diberikan Dokter Aliza.
Aku lakukan ini karena aku sayang kalian semua. Kak, aku juga jadi pendonor buat Diandra karena dengan begitu maka kita akan terus sama sama kak…
Rivan sangat sedih membaca surat itu, “maafin gua Sya, gua ga tau kalau lo suka sama gua…”
Terlambat.
Syakyla sudah pergi… dia pergi dengan ikhlas dan dia pergi dengan gembira.

Cerpen Karangan: Annabeth Chase
Facebook: PrincessPrincess Chocolate

Pesan dari admin: lain kali dalam pembuatan cerpen, dalam penentuan judul lebih di perhatikan lagi ya… buat judul yang berhubungan dengan isi ceritanya… soalnya di cerpen ini judul “perahu kertas” sama sekali tidak berhubungan sama sekali dengan isi ceritanya… tetap semangat dalam berkarya! ^_^

Cerpen Perahu Kertas merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Sejati

Oleh:
“Hai sayang, bagaimana keadaanmu di sana? apakah kamu nyaman dengan rumahmu yang baru?”. Ini adalah hari kedua dimana aku menjalani hidupku tanpanya, tanpa senyuman yang dulunya selalu membuatku ikut

Keabadian Cinta

Oleh:
Drrt.. Drrt.. Drrrt… 1 panggilan masuk di HP rizal. “hallo” angkat rizal “sayang sekarang di mana?” tanya kiki, kekasih rizal. “di rumah sayang, baru bangun” “banguuun… Siap-siap” “siap-siap kem

Kupu Kupu Malam

Oleh:
Malam yang cukup terang di kota jakarta, terlihat seorang wanita muda bernama Risa sedang duduk dengan tatapan kosong di tepi jalan “Ya allah kenapa nasibku begini?” gumamnya dalam hati

Buat Mantan

Oleh:
Dear Anto, 13 November 2011 Pada saat itu kamu datang di inbox fb ku. Awalnya aku risih dengan kehadiran mu yang tiba-tiba mengajak ku berkenalan. Tapi entah mengapa aku

Rembulan di Kolong Langit

Oleh:
Gadis muda itu menatap dinding penyangga rel kereta antara stasiun Juanda dan stasiun Mangga Besar. Dinding yang bergambarkan anak-anak yang sedang belajar. Sederet kalimat tertulis di atasnya. ‘Dengan membaca

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Perahu Kertas”

  1. Corina Sekar says:

    Maaf, tapi sepertinya cerpen ini mirip dengan film “heart”. Dan apa hubungan judul dengan ceritanya?

  2. ayu says:

    Maaf ya kak sebelumnya.ceritanya bagus sih.tapi gak nyambung sama judulnya.sekali lagi maaf ya…maaf bgt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *