Perpisahan Berakhir Dengan Air Mata

Judul Cerpen Perpisahan Berakhir Dengan Air Mata
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 24 August 2013

Waktu terus berganti dan tak mau berhenti, begitu pula dengan kisah percintaanku dengan Miftah. tak terasa ikatan cinta kami sudah berjalan hampir satu tahun lebih. sudah banyak hal yang kita lalui, baik duka maupun senang kita jalani bersama. tapi, apalah daya kita tak bisa menghentikan kehendak yang maha kuasa.

Setalah dua minggu pertemuanku, seakan-akan itu adalah pertemuan terakhirku. Karena saat Miftah mau pergi, dia berpesan padaku untuk “menjaga diri dengan baik-baik dan jaga pola makanmu, jangan samapai sakit. Jika kamu sakit, maka kamu tidak ada yang ngurusin”. Pada saat itu juga aku langsung berkata padanya, “mengapa kamu bicara sperti itu, kalau aku sakit masih ada kamu yang bisa menemaniku”.
“Kamu sekarang sudah besar, jadi kamu tidak boleh manja lagi. Mungkin aku akan pergi lama, bahkan tidak kembali” (dalam benakku berkata). Itulah kata-kata terakhir dari Miftah. Dan setelah pertemuan itu, aku sudah tak pernah bertemu dengannya lagi, seakan dia menghilang tanpa ada jejak.

Setelah beberapa bulan, aku tetap mencari tentang keadaan Miftah my heartku. Tanpa ada rasa lelah, aku selalu berjuang untuk mencari di mana dia berada sekarang. Dan beberapa menit kemudian ada selembar kertas datang. Pelan-pelan ku buka, dan aku baca isinya,

Dear Miftah
Bagaimana kabarmu sekarang Fa?
Kapan kita bisa bercanda tawa bersama lagi?
Masihkah kau mengingat kisah-kisah yang sudah kita lalui bersama?
Mungkin ketika kamu membaca surat ini, aku sudah pergi jauh dan tak akan kembali lagi. Di saat terakhir kepergianku, keinginanku untuk bertemu denganmu begitu kuat, sekuat perjuangan dulu ketika berusaha medekatimu. Tapi aku tak punya cukup keberanian untuk melihatmu terluka saat melihat kondisiku.
Aku tahu sampai saat ini kamu tidak bisa melupakan keberadaanku, tapi takdir berkata lain. Penyakit ini sudah berbulan-bulan menggerogoti setiap bagian tubuhku. Dan aku tak kuasa melihat kau bersedih, karena mengetahui keadaanku. Maka dari itu aku memtuskan untuk tidak memberi tahu tentang kondisiku saat ini, dan keputusanku untuk meninggalkanmu dari sisiku, bahkan akan ku hapus dari kehidupanku. Karena aku yakin, bahwa kamu berhak mendapatkan seseorang yang lebih dari diriku.
Aku sangat bahagia, karena bisa mengenalmu, bisa merasakan perhatian dan kasih sayangmu. Aku bersyukur dipertemukan denganmu. Aku bahagia. Kaulah wanita terbaik yang pernah ku temui dalam hidup. Kau mampu membuatku bersemangat dalam menghadapi hidup yang sakit ini. Aku banyak belajar darimu tentang senyuman, ketabahan, kasih sayang dan pengorbanan untuk orang lain.
Aku berpesan padamu janganlah mudah putus asa dengan usaha-usaha yang sudah kamu lakukan, apabila gagal satu kali lakukan lagi sampai kamu berhasil. Walaupun di dunia kita kita tidak bisa bersama, ku harapa di surga kelak kita dipersatukan selamanya.
For Fanya

Dan pada akhirnya Fanya mengetahui penyakit yang di derita oleh Miftah sang kekasaih. Dengan bercucuran air mata, Fanya berlari menuju tempat pemakaman, di mana Miftah dimakaman di sana. Aku terus menangis sampai tak sadarkan diri di atas kuburan Miftah.

Cerpen Karangan: Faiqotul Muniroh
Facebook: Fanya Padamu Sayank

Cerita Perpisahan Berakhir Dengan Air Mata merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Kehilanganmu

Oleh:
Jihan terlihat duduk dengan gusar sambil beberapa kali melihat jam putih yang melingkar di tangan kirinya, sebenarnya hari ini ia memiliki janji bertemu dengan Berry di taman tetapi mendadak

Wanita Di Balik Jendela

Oleh:
Sesore menyingsing senja ke arah pangkuan sang surya. Gemericik hujan menggelantung per satu di atas genting, jatuh bergantian berirama membuai syahdu. Di sebuah gubuk reyot tepian sungai yang tanahnya

Senyummu Adalah Semangatku

Oleh:
Bagas bertemu dengannya saat ia sedang Terapi di rumah sakit. Ia gadis bernama Gloria Chindai Lagio. Bagas memanggilnya Cindai. Cindai mengidap penyakit Leukemia atau yang berarti Kanker Darah. Kehidupannya

Antara Dia Dengan Dia

Oleh:
Pagi yang cerah, matahari masih bersembunyi di balik dedaunan. Kicau burung bersahutan menambah suasana indah di pagi itu. Ini adalah hari pertama Naura sekolah. Ya, seperti hari-hari sebelumnya, Naura

Jerit Tak Puas

Oleh:
Empat tahun sudah lamanya waktu. Ku tinggalkan tempat ini. Di belakang halaman kelas 7b. Dimana tempat ku nongkrong sama berandal anak sekolah waktu itu. Banyak cerita tawa bersama teman

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Perpisahan Berakhir Dengan Air Mata”

  1. faiqotul muniroh says:

    terimaksih sudah mau memuat cerpen saya yang seharusnya belum layak ditampilakan.

  2. Entice Fakochiroki says:

    Nice……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *