Perpisahan yang Membuatku Trauma

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 8 May 2014

Sewaktu itu pertemuan yang sangat singkat, Tepat pertama di dalam percakapan handphone aku dan si pacar heru akbar saling berkomunikasi, tidak ada yang tau kalau nantinya akan menjadi keributan. Kita menjalani hubungan selama 1 tahun bersama, tertawa bareng, bercanda bareng, menjalani hidup layaknya pasangan suami istri, pengorbanan dan kesetiaan pun tumbuh seiring berjalannya waktu, dan tiba saatnya semua terjadi peristiwa yang memang tidak bisa lagi untuk ku ungkapkan, di hari itu sore jam 17.00 tepatnya dia berniat menjemput ku,

“ay nanti mau jemput jam berapa?”
“aku nggak tau tapi nanti aku kabarin kamu deh, emang kamu lagi dimana yank?”
“aku lagi di pasir jaya”
“ngapain disana? Sama siapa?”
“lagi di tempat selingkuhan, lagi ngapel”
“ngapel??? Siapa???”
Aku cukup menyesak atas perkataan dia yang mungkin disengaja atau tidaknya
Tidak berapa lama aku pun menyuruhnya untuk menjemput, lantaran aku pun ingin menanyakan apa yang dia bilang barusan itu fakta atau tidak.

1,5 jam aku menunggunya di samping kantor dan tidak lama ada seseorang laki-laki memakai baju biru muda yang jelas itu masih baju kerjanya celana hitam dan membawa helm lalu menaiki motor honda cbr 150 cc melesat lewat dari pandanganku dan kemudian dia pun sms “ay dimana? Aku udah sampai nih, depan kantor kamu” dan nyatanya itu memang “heru” pacar ku. Dan aku pun langsung mendatanginya

Dan kita pun langsung pergi menjauh dari kantor tempat ku bekerja, dan menuju kontrakannya, setelah tiba, tiba-tiba dia ingin meminjam handphone ku untuk di cross cek.

2 minggu yang lalu aku pernah memberikan kartu ku, namun dia patahin dan mengganti kartu yang baru jadi aku nggak mau ngasih lagi sama dia. Dan dia marah langsung menyeret tangan ku keluar dari kontrakannya, dan dia menyuruh ku agar pulang, aku pun bertanya kenapa? Namun tidak ada jawaban, dia pun langsung ganti baju lalu bergegas menyeret tangan ku kembali untuk diantar pulang dengannya. Di jalan aku diajak ngebut ngebutan setelah itu berhenti di taman bumi indah

“yank, kamu kenapa? Kenapa kita berenti disini? Katannya mau pulang, ayo antar aku pulang”
dia tidak menjawab tapi malah melontarkan pertanyaan lain
“mana kartu kamu?”
“kenapa yank? Kamu mau ngapain sama kartu aku?”
“udah mana sini kartunya, gua tau lu masih suka berhubungan sama mantan mantan lu dan gua nggak suka”
“kamu kata siapa yank? Kamu kenapa? Aku nggak mau ngasih kartu aku pasti bakalan kamu patahin kan kartunya, mendingan kita pulang, jangan berantem disini aku malu banyak orang diliatin, emang kamu nggak malu?”
“lagian nggak mau ngasih kartunya, mana sini kartunya? Apa masih nggak mau ngasih?”
aku hanya diam, kemudian aku berkata aku tetep nggak mau ngasih

Nggak lama dia menstater motor dan langsung meninggalkan aku di jalan sendirian, aku pun bengong layaknya orang bego, lalu menangis hampir 2,5 jam aku sendirian di tempat itu, membayangkan kalau “mengapa dia setega itu, kenapa dia ninggalin aku sendirian begini, menelantarkanku seperti ini” dan waktu sudah menunjukkan 21.15 pm.

Lalu tidak lama setelah dia pulang dia sms “malam ini senin november kita putus.. W dah gk bsa pertahanin hubungan gk jelas kaya gini”

Dari smsnya aku pun merasa sakit hati dan air mata pun tidak bisa ku tahan lagi untuk mengingat perbuatan dia yang sekejam itu, dan aku ikhlas sampai sekarang tidak bersamanya lagi, semoga dia bahagia atas tindakannya, sudah meninggalkan ku lalu memutuskan aku.

Selamat tinggal untuk selamnya heru akbar, kau ku cintai namun caranya mu sungguh menyakitkan aku
Semoga kamu bahagia meski bukan bersama aku

Cerpen Karangan: Nelly Aprielxander
Facebook: Alvaro Aprielxander

Cerpen Perpisahan yang Membuatku Trauma merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Secangkir Kopi in Story

Oleh:
Ketika pagi datang mempertemukan pada sosok lelaki yang dulu sempat berencana merajut masa depan. Kita berada di sebuh cafetaria di pinggiran kota kecil menikmati secangkir kopi, menunggu senja. “Kita

Terlambat Kusadari

Oleh:
Kinanti menghempaskan tubuhnya pada bangku taman. Kamera yang menggantung di dada kini berada dalam genggamannya. Sementara Sundara masih menatap penasaran menunggu jawaban Kinanti. Pertanyaan demi pertanyaan bergerak menghantui pikiran

Akulah si Siti

Oleh:
Bulan menatapku tajam di jendela kamarku. Sinarnya membuatku enggan kembali ke meja belajarku. Aku pun menghabiskan beberapa menit waktuku untuk menatap Ratunya Malam yang begitu tampil sempurna dengan kecantikannya.

Ini Salahku Sayang

Oleh:
Aku mungkin orang terbodoh yang pernah ada, kecemburuanku bangkit setelah melihat suamiku berselingkuh dengan adikku, tanpa mendengar penjelesannya dulu, mungkin jika hari itu aku berani menanyakan apa kesalahanku mengapa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *