Perpus

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 25 November 2021

Masih inget dengan ruangan ini? Iya di situ aku pertama kali lihat kamu, dan di situ juga aku kenal yang namanya cinta.

Aku ingat perpus adalah tempat yang membosankan lalu aku melihatmu, dan setiap hari aku menjadi rajin ke perpus hanya untuk melihatmu dari jauh. Hanya melihatmu dari kejauhan aku baru mengerti arti cinta sesungguhnya.

Dan aku hanya bisa melihatmu, iya melihatmu saja dan bukan untuk memilikimu. Karena aku sadar kamu bukan untukku. Ya, aku tahu bahwa kamu ke perpus selalu berbarengan dengan teman lawan jenismu. Aku tak berani menanyakan siapakah dia, karena aku tahu bahwa aku bukan siapa siapa.

Dan itu adalah kamu gadis bermata coklat, yang selalu aku idam-idamkan selama ini. Mata yang coklat, rambut pirang yang panjang nan indah, membuatku terpaku hanya melihat kepadamu.

Dan ada saat dimana temannya pergi keluar perpus lalu kamu ingin mengambil buku di rak yang tinggi lebih dari badanmu, tiba tiba buku itu hampir saja jatuh mengenai kepala indahmu. Ya itu aku dengan sigapnya menggapai buku itu.

Dan aku pun tersipu malu, akhirnya kutahu namamu ya kamu adalah “Calista”
Lalu dia pun berkata “eh ya terima kasih samuel”
Aku pun agak bingung kenapa dia tahu namaku lalu aku bertanya dengan malu-malu “Eh mm k-ko tau namaku”
Lalu Calista pun hanya tersenyum malu, karena Calista tau nama Samuel karena sering bertanya kepada teman angkatannya Samuel.

Lalu seminggu pun berlalu Samuel dan Calista akhirnya jadian dan tidak berapa kemudian Samuel terkena sakit keras dan meninggal.

End

Cerpen Karangan: Galuh

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 25 November 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Perpus merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lafadz Cinta di Negeri Sunyi

Oleh:
Coffee maker di pantry itu menggemuruh. Sebentar lagi cappuccino kesukaan Rio akan siap. Selanjutnya, dia akan menuangkannya ke dalam cangkir. Kemudian menaburi bagian atasnya dengan coklat granula dan sedikit

Sunrise Di Ufuk Timur

Oleh:
(Sunrise adalah candu yang membawaku kembali dan terus kembali ke bukit ini. Suatu saat nanti mungkin akan kutemukan sosokmu bukan pada matahari terbit, tapi benar-benar kamu di hadapanku) “Tunggulah

Senja Terakhir Sofia

Oleh:
Mataku terus menatapmu dari kejauhan. Mengagumi elok parasmu yang tidak pernah bisa tersaingi oleh laki-laki lainnya. Kamu tersenyum di seberang jalan kepada seorang gadis yang juga tidak kalah elok

Jadikan Aku Penggantinya

Oleh:
Jadikan Aku Penggantinya Cinta… Cinta itu indah… Cinta itu Anugerah… Cinta itu apa adanya… Dan cinta itu sebuah pengorbanan… Jatuh cinta, itulah yang tengah dirasakan oleh cowok bernama lengkap

Yang Tersisa Dalam Ingatanku

Oleh:
Angin musim gugur berhembus perlahan menerbangkan dedaunan. Menyibakkan rambut hitam legam yang terurai bebas. Maura, gadis yang tengah termenung di sebuah kursi kayu tua. Fokusnya hanya tertuju pada daun-daun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *