Pertemuan Terakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 3 July 2013

Kukuruyuk… suara ayam jago yang gagah membangunkan aku pagi ini, sungguh hari yang dingin tidak biasanya mendung, padahal aku harus mengambil tiket ke jogja hari ini, semoga tidak hujan pikirku, padahal 2 hari lagi aku berangkat ke jogja. yang membuat aku senang sekali ke jogja selain keluarga juga gadis cantik yaitu si fatimah, gadis desa yang lugu dan cantik mempunyai tahi lalat di bawah matanya membuatku semakin mencitainya, dia pasti juga menunggu kehadiranku, apa boleh buat aku harus bantai hujan deras di luar, untuk fatimah seorang.

Jam 12:23 akupun keluar dari tempat aku mengekost, aku berlari dengan payung milik paman joese, sesampai di stasiun kereta api, aku menghampiri loket nomor 3, “tuan tuan… saya mau mengambil tiket pesanan saya kemarin.” pak tukang tiket itu bingung dan bertanya padaku dengan rasa bingung sebingung bingungnya, “tiket yang mana yah dik, siapa nama kamu dik?” aku berfikir bapak ini pasti lupa tanya tanya, aku takut gagal nih ke jogja, “nama saya anton pak, ditulis di tiket anton syahputra” dia mulai mencari daftar nama tiket, setelah 5 menit mencari ternyata aku terdaftar, huft sykurlah pikirku dalam benak pikiranku yang mulai lelah.

Aku besender di tembok dan menenggak sebotol air mineral, dan yah mulai sekarang ada seorang wanita di depan sana melihatiku terus tanpa berkedip, aku berdiri menghampiri gadis itu dan bertanya soal kenapa dia menatapiku seperti menatapi artis papan atas atau aktor, “hey nona, kenapa kamu menatapi saya seperti itu?” dia menjawab dengan lugunya “kakak mirip sule heheheh” aku tersentak kaget apa muka ku yang cakep dan handsome ini seperti sule hahha aku pun tertawa bersamanya “Hahahha ada ada saja kamu dik kakak yang cakep ini kamu bilang sule” ucapku mencubit nakal dia, kayanya dia mulai menjadi akrab dengan ku, langsung aku bertanya nama dengannya, “siapa nama kamu dik?”, “nama aku Mika rasyika, di panggil somad, hahahha eh salah kak ika aja :D” ucap ika dengan candaannya itu, “aku berdiri mengajaknya ke café depan stasiun, kayanya ngobrol disana lebih enak
“dik, kita ngobrol cafe di depan stasiun itu yuk biar lebih nyaman,”
“ayuk lah kak siapa takut,” ucap ika yang langsung berdiri semangati ajakanku

Setelah sampai di café aku memesan coffee panas dan ika teh hangat
“oh iya, ika masih sekolah” tanya ku penasaran
“iyah kak masih sekolah, oh iya kakak juga?” tanya ika dengan senyuman manis nya
“kakak kuliah dik, kamu ke stasiun mau ngapain dik?”
“mau pergi ke bandung kak, tempat keluargaku disana, kakak juga ke stasiun tergesa gesa mau kemana kak?”
“Kakak mau ke jogja ketemu keluarga juga disana”. setelah bercakap cakap cukup lama aku berniat mengantarnya pulang dan setiba di rumah.
Masya Allah rumah yang kecil sekali, terlihat wanita tua menunggunya, aku di ajak nya masuk “kak ayo masuk,” ya udah aku juga gak enak kalau menolaknya, “iyah dik kakak masuk” ucapku melambaikan tangan. ika mencium wanita tua itu dan mendorong kursi roda wanita tua itu dengan pelan ke arah ruang tamu, aku menyalam wanita tua itu dan duduk menemani dia, aku bertanya pada wanita tua yaitu nenek “nek mana orang tua ika” nenek diam dan terlihat sedih, ika terlihat berdiri menatapiku dan menangis, aku bangkit dan berdiri dihadapannya memeluknya dan mengusap sebagian airmatanya yang keluar, “kamu kenapa nangis ika” tanya ku juga ikut sedih, dia diam saja dan memelukku erat sekali, hari ini bertemu dengan seorang wanita yang cuman tinggal bersama neneknya tanpa ada kedua orang tua disisinya, aku merasa iba sekali, aku ingin menemani ika kemana aja ika pergi, tapi ika masih seorang gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA kelas 3, tapi kalau cinta gak mandang siapa dia, jujur aku jatuh cinta dengan ika entah apa sebabnya, mungkin tuhan mengutus aku menjaga ika dan melindunginya.

Ke esokan harinya aku duduk bersama ika di sebuah taman di belakang rumah ika, aku akan berterus terang menyatakan cinta kepada ika, aku ingin menghabiskan waktuku bersamanya dan menunda perjalanan ke jogja, aku janji hari ini membahagiakan dia, ketika sampai di sebuah taman, ika terlihat senang dan terlihat tertawa melihat gadis kecil dan anak laki laki kecil bermain dan berlari sana sini, itu bagaikan mencuci mata ika, ika menarik tanganku dan tersenyum ingin mengajak bermain bersama mereka gadis kecil dan anak laki laki kecil, ika sangat bahagia, aku begitu kagum dengan senyumannya, dan aku pun mengajak ika ngobrol di tepi danau.
“ika, ika tau kakak sangat sayang sama ika, kakak mau menyayangi ika tulus dari hati kakak”
“ika tau kak, ika hargai itu kak, tapi ika juga gak bisa sayang terlalu jauh dengan kakak,”
“loh kenapa ika?, kakak sayang sama ika pengen jaga ika selamanya”
“ika gak bisa ceritain semuanya kak, sulit di jelasin kak”
“huh… ya udah kakak ngerti, tapi izinkan kakak bahagiain kamu ka.”
“aku izinin kak, kak peluk aku untuk yang terakhir kak, aku ingin kakak selalu di samping ku kak”
“iyah kakak akan selalu menemani ika kapan ika mau”
“kak kak hidung ika keluar darah kak ini apa yah kak?” tanya ika dengan pucatnya wajah ika, aku begitu kaget dan spontan melihat ika pingsan di pangkuanku
“ika… ika.. ika… ika” jerit ku membangunkan ika, namun ika sudah tidak bernafas lagi di pangkuanku, menetes air mata ku saat dia mengatakan sayang padaku saat saat terakhir nya bersamaku, semua terlewati begitu saja, terasa sebentar semua ini, aku ingin berlama lama dengannya, tuhan berkata lain, tuhan mengambil bidadari ku pesemangat hidupku hari ini, tuhan tolong jaga ika, cerita ku ini berakhir ketika pertemuan terakhirku dengan ika di danau yang indah ini, Cinta kita tidak tau seperti apa dia, dia datang secara tiba tiba dan cinta yang datang tiba tiba itu lah yang terbaik. SEKIAN

Cerpen Karangan: Luay Zahirul Ginting

Cerpen berikutnya: Perjalanan seorang musafir
Follow juga twitter saya: @luayzahirul0323
Dan terus baca karya karya cerpen saya di Cerpenmu. com
Nama saya Luay zahirul ginting Saya sangat hobi menulis dan jika ingin kontak dengan saya bisa dari
LINE: Oppaluayzahirul

Cerpen Pertemuan Terakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dengarkan

Oleh:
“Dengarkan…” “Tolong aku. Kumohon, siapapun tolong aku.” Jika saja aku diberi kesempatan untuk meminta sesuatu dari Tuhan yang bisa langsung terkabul, aku hanya akan meminta satu hal. Bukan untuk

Kisah Arloji Retak

Oleh:
Kenangan, kata petuah, kadang mengesankan tetapi juga seringkali menggenaskan. Sementara musim beranjak menua, tahun-tahun terus berlalu, Ndung, sahabatku itu, masih juga terpekur, mendengkur. Dengkulnya melengkung, membentuk busur dengan jidat

Kasih Tertambat di Pelatihan

Oleh:
Indri menatapku heran. Ia tidak percaya. Sungguh di luar dugaannya, kalau ternyata aku mencintainya. Tidak ada kata yang keluar dari mulutnya. Diam, dan hanya matanya yang berbicara. Bahwa sebenarnya

Al-Qur’an Cokelat

Oleh:
Ku langkahkan kaki yang berbalut sepatu kets kesayanganku ke luar rumahku dengan mantap. Semilir angin pagi dan kicauan burung menambah sempurna pagi pada hari jum’at indah itu. Namun, cuaca

The Last Night

Oleh:
Aku berjalan menyusuri gelapnya malam, dibantu dengan terangnya lampu jalanan. Aku menggosok kedua telapak tanganku untuk menghangatkan tubuhku, sebab salju sudah mulai menyelimuti Kota Sefile. Aku berpikir, mungkin segelas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *