Pita Hitam Pada Karangan Bunga

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 15 November 2013

2 tahun semenjak kepergianmu, ya aku masih mengingat dengan jelas memori memori kita bersama.

Pagi itu seperti biasa, kenny menjemputku dengan motor kesayangan itu, huh sepertinya dia lebih sayang pada motornya dari pada aku, ya itu katanya, walaupun aku tau itu sebenarnya hanyalah candaan nya. Kami bersekolah di sekolah yang sama, tapi ada yang aneh pagi itu, dia menjemputku dan di perjalanan pun dia tidak berbicara sepatah katapun, perasaan ku tidak enak, aku sempat bertanya, “ada apa sih?” namun dia hanya menjawab dengan “tidak ada apa apa sayang” lalu memberikanku senyuman yang hangat itu.

Ketika istirahat pun tidak biasanya, kali ini dia tidak mengajakku ke kantin, aku datang ke kelasnya ketika sampai di kelasnya aku melihatnya duduk termenung di sudut kelas dekat jendela aku langsung menarik bangku ke sebelahnya “kamu sakit sayang?”, “aku baik baik saja kok” “kenapa sikapmu dingin?” “aku tidak tau” “ceritalah sayang” “tidak ada yang perlu di ceritakan” dengan perasaan yang campur aduk aku langsung pergi dari kelasnya, dan aku sempat mendengar dia memanggil nama ku “dewi..” namun aku tidak menghiraukannya lagi.

Ketika bel pulang berbunyi dia menghampiriku “yuk” aku menggeleng “aku pulang naik taksi saja” lalu aku berjalan cepat ke gerbang sekolah, dan segera memanggil taksi, dia menyusul dengan motornya sambil mengetuk kaca mobil taksi ku, “cepat pak!” akhirnya taksi ini berhasil melewati leo, tiba tiba aku mendengar suara braak yang cukup keras, segera aku menyuruh taksi untuk berhenti dan membayarnya.

Langsung aku berlari ke arah suara itu, dan yang kulihat? leo dengan tubuh bersimbah darah terkapar di jalan, sontak aku menjerit, menangis dan pingsan di tempat, ketika kubuka mataku, yang kulihat hanya ibuku di samping, dia mengatakan “leo sudah tenang nak” langsung saja aku menangis histeris.

Hari ini hari pemakaman mu, aku membawa karangan bunga yang kuikat pada pita hitam, aku tak dapat membendung tangisku ketika peti matimu telah dikubur di dalam tanah, malam malam aku terus bermimpi tentangmu yang mengatakan “jagalah dirimu, aku sayang kamu”.

Hari ini tepat dua tahun kamu meninggalkanku, aku kembali datang ke kuburanmu dengan membawa karangan bunga yang kuikat pada pita hitam, aku masih saja berduka, dan aku masih belum bisa membuka hatiku pada pria lain, kalau saja aku pulang denganmu, aku hanya dapat menyesalinya. Namamu selalu dalam doaku.

Cerpen Karangan: Raisa Diandra
Facebook: Raisa Diandra
kritik saran? Kirim saja ke inbox fbku!

Cerpen Pita Hitam Pada Karangan Bunga merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


You

Oleh:
Kamu. Bagi aku, kamu itu cahaya, cahaya matahari yang mau menarikku dalam kegelapan. Haha, aku lebay ya? Oke. Tapi, ini bagi aku lho. No coment! Oke, balik lagi ke

Paper

Oleh:
‘Kau tahu kertas? Jika sudah diremas takkan bisa utuh lagi. Jika sudah terkoyak takkan bisa kembali seperti semula lagi. Begitu juga denganku, aku menyesal karena sudah menyia-nyiakanmu. Aku menyesal

Sunrise Di Ufuk Timur

Oleh:
(Sunrise adalah candu yang membawaku kembali dan terus kembali ke bukit ini. Suatu saat nanti mungkin akan kutemukan sosokmu bukan pada matahari terbit, tapi benar-benar kamu di hadapanku) “Tunggulah

Jagat Ratih Mentari

Oleh:
Jagat ratih mentari Bumi, bulan dan matahari Meski dikala malam tampak temaram Tatkala siang tersamarkan Aku kan tetap bertahan Takkan pernah sekalipun kan menghilang Walau selalu terselimuti kesunyian Dan

Cinta Sampai Mati

Oleh:
Naila senang melukis, dia masuk jurusan seni lukis. Pada suatu hari Naila melukis pantai. Cat jingga yang digunakanya habis. Dia segera mengisi lagi dan Tiba Tiba BRRUUKKK Naila menabrak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *