Pupus

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 2 December 2013

Aku tak mengerti apa yang ku rasa, Rindu yang tak pernah begitu hebatnya. Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau.
Lagu itu selalu mengingatkan aku akan sosoknya yang selalu ku rindukan.

Namaku Ririn, aku duduk di kelas VIII-E. Aku mempunyai seorang sahabat bernama Rania, ia sangat setia padaku.

Suatu hari saat aku hendak pergi ke supermarket aku bertemu dengan seorang pria yang tidak pernah ku temui sebelumnya, aku bertemu dengannya selepas shalat maghrib saat ia melewati depan rumahku. Jantungku tiba-tiba berdebar saat kedua bola mata kami bertemu, apakah ini yang dinamakan “Love at First Sight?” Dan mulai saat itu aku selalu mengintip lewat jendela, berharap sosoknya melewati rumahku lagi setelah ia pulang shalat.

Beberapa hari setelah insiden pertemuan pertama ku dengannya aku mengetahui bahwa ia adalah teman Rania, pria itu bernama Panji. Seiring berjalannya waktu aku sering sekali memperhatikannya, hal itu aku lakukan sampai kenaikan kelas 9. Ternyata kami tidak sekelas. Aku masuk kelas IX-C sedangkan ia di IX-A yang berada di lantai dasar sehingga aku tidak bisa memperhatikannya lagi.

Selang beberapa hari aku mendapat kabar dari Rania bahwa Panji dipindahkan ke kelas IX-C aku sangat senang mendengarnya. Hari-hari ku semakin indah karena setiap hari aku bisa memandangnya, hingga pada suatu hari aku tak dapat memendam perasaan ku lebih lama, aku mengungkapkan perasaan ku padanya namun yang terjadi dia menjadi jauh dari ku, cuek dan tak begitu mempedulikan perasaan ku.

Peristiwa hari ini benar-benar tidak aku inginkan terjadi, Panji telah menyandang status berpacaran dengan Rizka murid IX-A. seketika itu hatiku sangat hancur dan air mata tak dapat ku bendung lagi tapi ada sedikit rasa syukur karena jika dulu ia tetap di IX-A itu artinya dia akan sering bersama Rizka dan pastinya aku akan sangat menderita melihatnya. aku menangis dan menyesali keputusannya, mengapa ia tak memilihku saja? jela-jelas aku sudah lama menantinya dan menerima segala kekurangannya.

Kini aku hanya bisa menunggu. Menunggu untuk waktu yang cukup lama yaitu sampai ia menyadari besarnya cintaku. Aku akan selalu menunggu kamu Panji sampai kamu mengerti tulus cinta ini.

Cerpen Karangan: Annisah Rahmadanti
Facebook: Annisah Rahmadantii

Cerpen Pupus merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kesedihanku

Oleh:
Aku duduk dibangku kelas. Diam membisu seperti biasa. Menatap satu persatu teman yang sedang asyik ngobrol dengan tatapan semu. Biasanya aku, Andika, Ifan, dan Rafli akan bercerita tentang hal-hal

Sang Hujan Menanti Pelangi

Oleh:
Dalam sepotong sore di bawah gelitikan hujan yang menyerbu, tawa tercipta di tengah gemuruh nada hujan yang sendu. Menunggu henti hujan, menghentikan dingin yang menyerbu dengan senyum hangatmu yang

Pria LDR ku

Oleh:
Aku mengenang kisah beberapa bulan yang lalu. Dia teman dari salah seorang temanku. Dia tidak ku impikan dan juga tidak ku kagumi. Setiap pesan yang masuk darinya aku balas

Cinta di Akhir Cerita

Oleh:
Pagi yang cerah, sang surya mengintip dari balik jendelaku. Berbagi sinar dan senyumnya seakan menyuruhku untuk cepat bangun. Semburat sinarnya menerpa wajahku yang masih lesu. Dua tetes embun yang

Lupa Cara Menangis (Part 1)

Oleh:
Terlalu sering aku merasakan rasa sakit. Rasa sakit itu akan merasakan apa yang tidak aku rasakan saat sakit. Terlalu sering aku bersedih namun aku lupa caranya menangis. Aku tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *