Rumah Tangga Adli Dan Adila

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 13 January 2018

“Sayangku adila, aku mau hubungan kita lebih serius, kamu mau kan jadi istriku” kata mas adli dengan penuh harapan, “Aku aku juga sayang sama kamu mas, aku aku mau jadi istri kamu” balasku dengan haru dan rasa bahagia. Aku begitu bahagia, dan rasa tak percaya, aku baru pacaran 6 bulan dengan mas adli, dan sekarang dia melamarku. Mas adli pernah bilang kalau dia emang gak mau pacaran lama lama karena takut terjadi fitnah dan zina, ya syukurlah aku juga memang mencari laki laki yang mau serius denganku, bukan yang cuma main main buat diajak pacaran.

Namaku adila, seorang pengusaha toko kue, dan pacarku adalah mas adli dia juga seorang pengusaha, usahanya yaitu di bidang even organizer. Ya setelah menikah kami punya rencana mau menggabungkan usaha kami, karena acara pernikahan akan butuh kue untuk perayaannya. Dan untuk pernikahanku nanti kita dengan mudah mengatur rencana pesta pernikahan kita sendiri.

Ddrr…. Ddrr… Ddrr… “Halo, ini siapa ya?” tanyaku pada orang yang meneleponku, “Aku rita dil, teman sd mu, kemaren kan kita chat chatan di facebook terus aku minta nomormu” jawab rita menjelaskan, “Oh rita ada apa rit, ada hal penting ya?” tanyaku pada rita, “Kamu kan bilang pacar kamu punya even organizer, nah pacarku sekarang udah ngajak nikah nih, aku butuh even organizer, tapi dapat potongan harga kan? Aku kan teman kamu hehe” jawab rita panjang lebar, “Oh gitu, boleh deh, kamu kapan acara pernikahannya?”, “Hmm rencana bulan depan sih nis acaranya” jawab rita, “Loh sama dong aku juga bulan depan mau nikah loh, gimana kalau kita double date aja besok, untuk omongin masalah rencana pernikahan, kita bawa pasangan masing masing, nanti kamu tanya tanya aja sama pacarku yang lebih paham” jelasku, “Boleh boleh ketemuan di kemang ya jam 7 di restoran maknyusss gimana?” usul rita, “Boleh, ok deh sampai ketemu besok” jawabku, “Ok deh bye adila” kata rita mengakhiri pembicaraan di telpon, “Bye juga rita” kataku dan langsung mematikan telepon.

“Udah jam 7 ke mana rita katanya mau ketemuan, dia yang ngasih tau tempatnya dia yang telat” omelku, “Sabar dila sayang mungkin sebentar lagi sampai, coba ditelepon udah sampai mana?” kata mas adli menasehati, “Ok deh kutelepon” jawabku, baru aku mau pencet tanda telpon, “Eh tuh rita udah datang” seruku, “Oh itu rita, tuh kan dia datang kamu gak sabaran sih” jawab mas adli.

“Hai dil, udah lama nunggu ya maaf ya si doddy dandannya lama kaya cewek hehe” kata rita memberi alasan, “Oh gak papa kok rit, belum lama kok nunggunya” jawabku dengan senyum walaupun di hati agak bete, “Kenalin dil, ini doddy pacarku, doddy kenalin ini adila temanku dan pacarnya yang punya even organizer” rita mengenalkan pacarnya, “Oh iya kenalin juga ini pacarku namanya adli” kataku memperkenalkan mas adli pada rita, “Wah kalian cocok ya namanya adila dan adli artinya sama sama orang yang adil hehe” kata rita dengan senyum, “Ini adila salsadila alumni smp 35 kan, masih inget aku, aku doddy nugraha teman smp kamu dulu yang suka jahilin kamu, muka kamu tetap gak berubah ya masih cantik kaya dulu” kata doddy pacar rita, “Oh ini doddy nugraha teman smpku dulu itu ya, kok sekarang beda, dulu urakan rambut gondrong sekarang udah keren gayanya udah mau nikah lagi hehe” jawabku yang ternyata pacarnya rita adalah doddy teman smp ku. “Oh ternyata adila dan doddy saling kenal ya, bagus deh” sahut rita.

Setelah itu mas adli menjelaskan tentang even organizernya, dan rita dan doddy pun memilih memilih konsep apa nanti yang dipilih untuk pernikahannya. Sepanjang kita ngobrol doddy gak fokus dia menatap ke arahku terus itu membuatku risi. Akhirnya jam 9 kita memutuskan pulang.

Di dalam mobil dalam perjalanan muka mas adli agak bete, dia bilang doddy kayanya ada rasa sama aku, aku langsung mengelak bahwa aku dan doddy hanya teman smp gak lebih dan lagipula doddy sudah punya rita dan mereka akan segera menikah, aku berusaha berpikiran positif, walaupun sebenarnya di hati kaya ada yang ganjel.

“Hai dila sudah tidur apa belum nih” sms dari seseorang yang tak kukenal, “Siapa ya?” balasku, “Aku doddy rit, tadi aku liat liat hp rita buat cari nomor kamu, btw besok ada acara gak? Aku mau ngajak kamu nonton, tapi diam diam aja ya jangan sampai ketahuan rita atau adli, gimana?” balas doddy, aku merasa risi dengan isi smsnya namun aku tetap tenang dan membalas smsnya, “Dod, kamu ngapain sih ajak kamu jalan kita kan udah punya pasangan masing masing, kalau pasangan kita tau bagamana, kita kan udah sama sama mau menikah” balasku, “Iya aku mau menikah tapi sama kamu, maaf ya dit dari kita smp aku tuh udah suka sama kamu, cuma aku gak berani ungkapin ya namanya juga bocah smp belum berani menyatakan cinta, sekarang kita dipertemukan mungkin ini pertanda kita jodoh, aku akan putusin rita demi kamu, kamu juga putusin adli ya buat aku” balas doddy panjang lebar, aku terkejut ternyata dugaan mas adli benar doddy menyukaiku, pikiranku kacau dan sms dari doddy tak kubalas.

Drr… Drr… Dr suara hp membangunkanku kulihat jam 6, ada telpon dari rita, ada apa pagi pagi buta rita meneleponku, “Halo rit, kenapa ya? Pagi pagi begini kamu nelepon aku” tanyaku pada rita di telepon, “Dil hiks… Hiks… Mas doddy dil hiks hiks dia mutusin aku, dia bilang dia batalin rencana pernikahannya padahal semalem kita baru ngomongin konsep pernikahan, tapi sekarang, sekarang dia putusin aku dia bilang ada wanita lain yang dia cintai hiks… Hiks, aku gak habis pikir kenapa dia sejahat itu sama aku” cerita rita panjang lebar dengan penuh kesedihan, tek jantungku berasa mau copot, ternyata yang semalem doddy bilang, dia akan putusin rita itu benar benar dia lakukan, dan secepat itu dia melakukannya dalam semalam, “Kamu… Kamu yang sabar ya rit, mungkin dia bukan jodohmu, nanti aku akan bilang mas adli bahwa pernikahan kalian dibatalkan, maaf ya rit aku gak bisa berbuat apa apa”, kataku pada rita, “dil kamu kan teman smp nya coba kamu menasehatinya siapa tau dia mau dengar apa katamu” jawab rita, “Emmm aku gak bisa rit, aku juga gak dekat kok waktu smp cuma teman biasa, dulu juga gak pernah ngobrol” elakku, padahal dulu waktu smp aku memang bersahabat dekat dengan doddy.

Aku sedang makan malam dengan mas adli tiba tiba drr… Drr… Drr ada sms masuk, “Dila sayang gimana? Kamu udah putus dengan adli belum? Aku udah putusin rita loh, sekarang giliran kamu putusin adli” sms dari doddy, aku udah gak kuat dengan semua ini, akhirnya aku kasih hp ku ke mas adli, aku suruh dia baca sms doddy, mas adli gak kaget karena perasaan dia udah tau kalau doddy emang suka denganku, tapi ini gila doddy secepat itu dia mutusin rita, dan dia menyuruhku memutuskan mas adli, mas adli punya ide untuk mempercepat hari pernikahan kita, 3 hari lagi kita akan nikah dan semua persiapan pernikahan dibuat sesingkat singkatnya. Dan aku pun setuju.

Sebelum hari pernikahanku doddy terus saja menghubungiku namun tak pernah kugubris.

Hari pernikahanku pun tiba, aku dan mas adli sangat bahagia dan berharap doddy akan berhenti mengejarku.

2 hari setelah aku menikah, bobby menghubungiku dan menerorku, dia marah karena aku malah menikah dengan mas adli, aku pun meminta perlindungan dengan mas adli, dan mas adli memintaku untuk sabar. Dan mas adli berencana bahwa besok aku dan mas adli akan tinggal di luar kota, dan aku pun memblokir nomor doddy agar dia tak bisa menghubungiku lagi.

Pernikahanku sudah berjalan setahun, akupun hidup bahagia di luar kota tanpa adanya doddy yang menerorku.

Aku sedang makan malam di restoran dengan mas adli, tiba tiba aku minta izin ke toilet, tiba tiba ketika ku melewati toilet pria seketika aku melihat doddy, doddy pun melihatku, dia menatapku dengan tatapan kemarahan, dia menarik tanganku lalu dia memakiku kenapa aku menikah dengan adli bukan dengannya, dia membawa pisau dia mengancamku lalu aku sikut perutnya lalu aku melarikan diri, ketika aku mau menuju meja mas adli, doddy mengejar dan mendapatkanku dan aku disandera, dia mengancam akan membunuhku di depan mas adli dan orang banyak, aku pun dibawa ke mobil doddy, mas adli mengikutiku dari belakang.

Doddy begitu kencang membawa mobilnya sampai mas adli kehilangan jejak, aku mencari cari mas adli namun ia tak ada, aku dibawa ke suatu tempat oleh doddy aku diancam olehnya, sampai aku tak berkutik dan perbuatan hina itu pun terjadi, doddy memper*osa ku, aku tak bisa melawan, setelah itu dia pergi dan aku pun menangis tak karuan, kehormatanku direnggut oleh orang yang bukan suamiku, aku pun menangis sejadi jadinya bagaimana kalau suamiku tau bagaimana kalau aku sampai hamil anak doddy, pikiranku pun kacau.

Tak berapa lama mas adli meneleponku, dia bertanya aku di mana, aku bilang aku gak tau sambil menangis tak karuan, mas adli coba menenangkanku dan dia bertanya apakah aku masih bersama doddy, kujawab tidak sambil menangis, mas adli bertanya apa yang terjadi aku gak bisa jawab apa apa selain tangis yang makin menjadi jadi, mas adli bertanya lagi aku di mana, aku hanya bilang di sebuah rumah kosong, mas adli menyuruhku keluar dan melihat sekitar rumah untuk mencari tau alamat sekitar, dan setelah aku dapat alamatnya dan kukirimkan alamatnya lewat sms, setengah jam kemudian mas adli datang dia menemukanku masih dalam keadaan menangis dia pun memelukku, dan mengajakku pulang.

Pagi hari setelah aku mulai tenang, mas adli bertanya lagi apa yang terjadi denganku, dengan tangis aku pun bercerita bahwa aku diperk*sa doddy, mas adli pun menenangkanku dan tidak memarahiku, dia justru merasa bersalah karena gak bisa mengejarku dengan doddy semalam, dia merasa gak bisa menjaga aku dengan baik, mas adli pun melapor pada polisi, dan polisi yang akan mencari dan menangkap doddy.

Sebulan kemudian
Aku sedang sarapan dengan mas adli tiba tiba mulutku mual dan tiba tiba aku jatuh pingsan.

“Mas adli” aku memanggil mas adli yang ada di sampingku, “Iya sayang” jawab mas adli, “Aku sakit apa mas kok bisa di rumah sakit” tanyaku, “Kamu gak papa kok, kamu cuma hamil, akhirnya kita akan punya anak sayang” jawab mas adli gembira, “Aku… Aku gak mau hamil sekarang mas, kalau ternyata anak yang kukandung anak doddy gimana mas, aku gugurin anak ini ajah mas aku gak sanggup” kataku dengan sedih, “Kamu jangan gitu sayang gugurin bayi itu dosa, dan kalau sampe itu anak aku gimana, nanti kita akan menyesal” jawab mas adli tegas, “Gak pokoknya aku gak mau pokoknya aku harus gugurin anak ini aku gak mau seumur hidup dihantui pem*rkosaan itu” jawabku dengan tangis kepanikan.

Aku pun berusaha menggugurkan kandunganku dengan obat penggugur kandungan, dengan minum jamu, bahkan aku sampai menjatuhkan diri ke tangga agar usahaku berhasil, namun usahaku sia sia janinku begitu kuat, aku malah dimarahi habis habisan dengan mas adli atas tindakan tindakanku itu, mas adli pun akhirnya membuat perjanjian dan menyuruhku untuk mempertahankan janin dalam kandunganku, setelah lahir bayi akan ditest dna jika memang bayi itu anak doddy, bayi itu akan dititipkan di panti asuhan agar aku tidak stres, dan jika bayi itu anak mas adli tentu saja kita akan merawatnya dengan kasih sayang.

Aku pun saatnya melahirkan, dan setelah lahir bayi itu di test dna, sambil menunggu hasil akupun pulang dari rumah sakit beserta bayiku. Aku tak akan memberikan asi pada anakku sampai hasil dna keluar, mas doddy pun menyuruh tetangga untuk menjadi ibu asi bagi bayiku.

Rumah sakit pun mengabari hasil test dna pun sudah keluar, ternyata hasilnya bayi itu sangat cocok dnanya dengan mas adli, aku dan mas adli pun senang, dan aku ingin buru buru pulang untuk menggendong dan menyusui bayiku.

Cerpen Karangan: Garnis Ayu
Facebook: Garnis Ayu

Cerpen Rumah Tangga Adli Dan Adila merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ku Nanti, Kita Kembali

Oleh:
Raut wajah Nabila, sesaat tertampak seperti monster imut saat ia terbangun dari mimpinya di atas susunan karakter-karakter yang begitu empuk, saat pagi menyapa “Ah, pagi ini tak berbeda dengan

Lukisan Oleh Langit

Oleh:
“Kau boleh pergi jika tidak sanggup menerima kenanganku.” Di bawah terik yang menyapu mendung sedari pagi. Di atas lantai dingin campuran semen, air, dan pasir. Bayangan ring basket tertoreh

13 Maret 2016

Oleh:
Pekanbaru, Senin 13 Maret 2016 Dear deary. Sungguh, aku mengatakan jika hari ini adalah hari yang begitu memilukan untukku. Aku sudah sekitar 2 tahun lamanya menyimpan rasa kepada kakak

Aku Benci Benda Itu

Oleh:
Hari ini hujan turun di pekarangan rumahku. Hari ini hari minggu dan ini adalah waktunya aku buat mager-mageran! Biasanya setiap turun hujan, aku selalu mengingat-ngingat kejadian yang pernah aku

Tulang Rusuk

Oleh:
Seluk beluk sinar sang mentari menari dengan gemulai melalui cela-cela awan putih. Kelopak bunga kembali menghiasi sudut pertepian bait jalanan kota, tiada henti untuk menampakkan keanggunan dan keindahan penciptaan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *