Sadness With Me

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 17 July 2016

“Caca!!”, aku mendongak. “Kennan?” teriakku tak percaya. Kennan tertawa, lalu memelukku erat. “Kok bisa disini sih, sayang?” tanyaku penasaran. Kennan melepaskan pelukannya. “Kangen aja.. gimana? udah sembuh penyakitnya?” “lumayan lah..” jawabku masam. Penyakit lambungku sebenarnya masih parah, tapi kututupi agar tunanganku ini tidak khawatir. “Sayang, ayo jalan-jalan!” ajak Kennan membuyarkan lamunanku. “Eh.. iya aku mau” jawabku gagap.

Seharian ini aku diajak jalan-jalan oleh Kennan ke tempat-tempat indah. Selama perjalanan, lambungku kembali merasakan sakit, tapi kutahan. Lama-lama tak bisa kutahan lagi, saat itu kami sedang makan siang di restoran mewah. “Ken, aku ke toilet dulu ya” ijinku pada Kennan. Kennan mengangguk. Aku berlari dengan cepat menuju toilet. Di wastafel, aku muntah darah. Lalu kepalaku pusing, dan semuanya gelap. Aku pingsan dengan tangan dan mulut penuh darah.

Aku bangun dengan kepala pusing, terlihat Kennan tertidur di samping ranjangku. Tiba-tiba perutku kembali sakit, aku kembali muntah darah, sebelum muntah aku mengambil kantong plastik di meja samping ranjang. Kennan terbangun karena suara muntahku.
“Caca? kamu gak apa-apa kan?” tanya Kennan khawatir.
“Aku.. akku.. akkk” aku kembali pingsan.

Author P.O.V
“sayang, ayo bangun.. aku disini, minggu depan kita akan menikah” bisik Kennan di telinga Caca yang tengah pingsan. Ia benar-benar kacau saat tunangannya ini kembali sakit lambungnya. Hari Rabu depan, mereka menikah. Bagaimana caranya menikah saat keadaan Caca seperti ini? ia bingung. Tangan Caca bergerak, menggenggam tangan Kennan, namun matanya masih tertutup rapat.
“Caca.. aku selalu menunggu kamu” bisik Kennan saat matanya berkaca-kaca.

Dokter menyatakan bahwa Caca koma. Saking parahnya, harapan untuk hidup Caca sangatlah tipis. Kennan menunduk mendengarnya. “Apa dia bisa selamat, dok?” tanya Kennan. “Kemungkinan keselamatannya sangatlah sedikit, pak” jawab dokter.

“Aggghhh” erang seseorang. Kennan terbangun lalu menoleh ke arah Caca. Mata Caca membuka. Mata itu sayu, menatap Kennan lirih. Selang oksigennya berembun. “Sayang? kau bangun?” tanya Kennan bahagia. Dokter segera datang ke ruangan Caca, memeriksa Caca, lalu menyatakan bahwa Caca selamat dari komanya. Kennan menitikkan air matanya, lalu mengecup kening Caca dengan kasih sayang. “I Love You, Caca” bisik Kennan lembut.

Selimut Caca ditarik oleh Cici, kembarannya. “Kak Caca! ayo! katanya mau jalan-jalan sama kak Kennan!” ajak Cici. Caca mendengus kesal, lalu bangun dari tempat tidurnya, dengan mata setengah merem dan rambut acak-acakan, ia bertanya dengan suara serak “emangnya mau kemana?”, Cici yang sedang mengotak-atik lemari Caca, menoleh dan sedikit tertawa.
“adalah, kakak gak usah kepo dulu” jawab Cici tenang.

“Caca berangkat dulu, mah, pah!” teriak Caca. Tangannya digandeng erat oleh Kennan. “Mau kemana sih?” tanya Caca. Kennan tersenyum sembari menyalakan mesin mobilnya. Kennan melaju dengan cepat menuju arah pantai parang tritis.

“Sayang? kok keringetan? panas ya?” tanya Kennan saat melihat dahi Caca yang berkeringat. Caca menggelengkan kepalanya, ia benar-benar harus menahan sakit di lambungnya. “Ngg, nggak apa-apa kok. Cuma kehausan, aku kan jarang ke pantai” elak Caca. Setelah 1 jam disana, Kennan mendapatkan pesan dari Chintya, adiknya. “Sayang, aku harus jemput Chintya di tempat lesnya. Kamu gak apa-apa, kan?” jelas Kennan. Caca mengangguk, ia bisa berjalan menuju bengkel sebelah untuk mengambil motor Beat Pop ungunya. “Gak apa-apa, kok” jawab Caca singkat. “Ya udah, aku pergi ya sayang” pamit Kennan setelah mengecup kening Caca. Caca melambaikan tangannya, lalu berbalik meninggalkan pantai.

Suasana jalan memang ramai, tapi rasa sakit lambung Caca membuat Caca linglung. Motornya oleng, lalu motor Caca menabrak pembatas jalan antara jalan raya dan jurang, Caca jatuh ke dalam jurang yang dasarnya sungai itu dengan keadaan pingsan.

Deru mobil polisi membelah jalan raya. Terlihat ramai tempat lokasi kejadian jatuhnya seorang gadis beserta motor beat pop ungunya. Kennan merasa bingung, lalu memberhentikan mobilnya di pinggiran jalan raya. Ia ingin melihat orang yang baru dievakuasi itu. Dan, kakinya bergetar, matanya membelalak tak percaya. Ia segera menghambur memeluk tubuh gadis yang ternyata Caca itu. Caca miliknya.
“Caca!!!!” isak Kennan. Ia benar-benar merasa kehilangan atas kepergian Caca, namun Tuhan masih memberi kesempatan terakhir untuk melihat Caca. Kelopak mata Caca terbuka, bibirnya yang tergores batu runcing bergerak mengatakan seauatu.
“Kennan, maafin aku, aku sayang kamu” ucap Caca lirih. Ia menutup kelopak matanya untuk selama-lamanya. “Cacaaaaaa!!!” teriak Kennan histeris. Kennan benar-benar menangis kencang saat ini, semua orang menatapnya pilu. “Caca…” bisik Kennan lirih.

“Nan, udah, ikhlasin aja kepergian Caca” hibur Jovi. Kennan masih memegang batu nisan Caca. Bertuliskan disana:
Caca Kania Ayundya
Binti Agus Windani
lahir: Mei, 22 1978
wafat:Juni, 14 2013

Caca, emang milik Kennan seutuhnya. Hatinya masih terpaut untuk Kennan. Cintanya yang tulus di kenang Kennan.
Caca, emang lembut. Ia bersikap dewasa meskipun Kennan biasanya egois. Caca itu hebat, menahan rasa sakit yang dideritanya, lalu berhenti bertahan dengan cara yang tragis. Caca itu lucu, selalu membuat Kennan tertawa saat Kennan sedih. Parasnya cantik, hatinya pun cantik, Kennan seharusnya bersyukur masih sempat memilikinya, sempat melihat senyumannya, pelukannya. Caca, pahlawan hati Kennan, wanita yang pernah mengisi hari dan hati Kennan. Caca, kamu selalu di hati Kennan..

THE END

Cerpen Karangan: Delima Nur Syahadati A.
Facebook: FB: Delima Slatri

Cerpen Sadness With Me merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cry For Love (Part 3)

Oleh:
Nugroho berjalan lemas saat mendekati jenazah putrinya. Raut wajahnya memancarkan kesedihan yang amat besar. Tangannya gemetar saat menyentuh kain penutup jenazah. Dirinya tak ingin membuka kain itu, tapi sisi

Ketika Cinta Dipertanyakan

Oleh:
Keisha, Rasya dan Sandra sudah berteman sejak mereka kecil. “Bagaimana kalo ntar malem kita pergi jalan?! Mau nggak?!” Rupanya Sandra tengah menggoda Rasya dengan mengajaknya pergi jalan. Ia bahkan

Harapan

Oleh:
Keringat keringat sebesar biji jagung mulai diproduksi tubuhku. Mengalir dari dahi ke pipi, dari tangan berjatuhan dan tertiup angin, mengalir di kaki yang tertutup celana panjang sekolah. Dengan sekuat

Bukan Salah Bintang Jatuh

Oleh:
Tepat satu tahun yang lalu aku bersama Bagas, sahabatku di sini. Di atas bukit kecil di tengah taman kota. Aku membaringkan tubuhku di rerumputan hijau halus yang memenuhi taman

Di Antara Mimpi

Oleh:
Cerita ini menceritakan kisah cinta yang rumit. Kisah cinta di cerita ini ditulis khususnya untuk remaja yang sudah mengenal arti cinta sesungguhnya. Saya menulis cerita ini karena terinspirasi dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *