Sebangku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 21 February 2018

Air mataku menetes saat mendengar sahabatku sari dipaksa menikah dengan laki-laki pilihan ayahnya, padahal dia masih kelas 2 SMA dan memiliki cita-cita yang sangat tinggi, hari demi hari kulalui tanpa sari di sampingku, sekilas selalu terbayang janjinya bahwa kita akan duduk sebangku sampai lulus SMA, namun pada akhirnya bangku sari yang kosong diisi oleh murid baru bernama rian.

“Hai, namaku rian dan aku pindahan dari medan” ucapnya sambil menyodorkan tangan. “aku mira, semoga kamu betah sekolah di sini” jawabku sambil menjabat tangannya. Kita berbincang panjang lebar tanpa menyimak pelajaran yang sedang berlangsung, sampai akhirnya kita masih mengobrol meskipun sudah waktunya pulang.

Aku pikir rian cowok yang baik dan nyambung diajak ngobrol. Akibat keseringan hobby ngobrol pas belajar, aku dan rian ditegur guru BP, tapi anehnya dia malah senyum merhatiin aku. Pas keluar dari ruang BP aku nanya sama rian “tadi pas di ruang BP kenapa kamu ngeliatin aku terus sih?” tapi dia malah senyum dan meninggalkanku begitu saja.

Dan sepulang sekolah rian sms aku kalo dia mau ngajak aku nonton nanti malam, dan aku terus mikir apa jadinya kalo rian suka sama aku? Aaa.. pikiranku udah mulai ngelantur.

Sejak sore aku bersiap dengan dandanan yang lebih cantik berbalut gaun yang anggun untuk nonton nanti malam, kulihat jam sudah menunjukkan jam 9 malam, namun rian belum datang menjemputku. Aku mencoba keluar dan menunggu di depan rumah, tak lama setelah itu rian sms aku kalau dia nunggu aku di bioskop dan akhirnya dia nonton sendirian.
“Sebenarnya yang salah siapa sih?” gerutuku dalam hati.
Pas keesokan harinya dia gak masuk sekolah tanpa keterangan, dan rasanya sepi kalo gak ada rian.

Sudah seminggu dia gak masuk, aku hubungi tapi gak aktif, sampai akhirnya aku cari alamat rumahnya dan pergi ke sana.
Pas aku sampai di depan rumahnya, aku sangat heran melihat banyak orang berjalan masuk pintu rumah, pelan-pelan aku masuk dan ikut bergabung dengan kerumunan orang yang ada di sana, tak lama aku mendengar bahwa saat ini adalah pengajian 7 hari wafatnya rian.

Aku bergegas pergi tanpa menghiraukan apapun, tapi entah kenapa aku sangat terpukul dengan kabar itu, tangisku pecah tak terbendung saat itu, kenapa aku selalu kehilangan orang yang aku sayang ya tuhan? Kejadian menyedihkan selalu terjadi pada teman yang sebangku denganku.

Hariku mulai sepi tanpa mengobrol dan hanya bisa mengingat cerita manis yang sudah hilang, air mataku jatuh berlinang dan menetes di atas meja yang terdapat tulisan “baik, cantik dan bawel love you miraku” dan itu tulisan rian.
Aku baru menyadari bahwa senyuman yang dia berikan waktu keluar dari ruang BP itu adalah senyuman cinta sekaligus senyuman terakhir untukku yang juga mencintainya.

Cerpen Karangan: Nenden Sri Wahyu Asih
Facebook: Rahma Nurul Fatwa
Lulusan Tahun 2017 SMK Bina Putera Nusantara Tasikmalaya

Cerpen Sebangku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kiran & Bian

Oleh:
Nada Kirania Mimpi itu lagi. Aku beranjak dari tempat tidurku dan membuka tirai jendela kamarku. Di luar masih gelap, belum ada tanda-tanda matahari mau menampakan sinarnya. Aku menghela nafas

Senja Yang Abadi

Oleh:
Malam ini sungguh sunyi.. Hanya terdengar suara detingan jam di sudut ruang keluarga. Semerbak tiupan angin membelalak jendela rumah. Percikan hujan di luar membuatku gelisah nan gundah Malam ini

Gadis Yang Bernalar Di Hatinya

Oleh:
Ini adalah kisah sahabatku… “Jeng, aku cinta padamu.” Cewek bernama Ajeng itu pun hanya tersenyum. “Mmm, oke. Lalu, apa yang kamu cintai dari diriku? Kecantikanku? Prestasiku? Tubuhku? Kemampuan dan

Liliput (Part 3)

Oleh:
Morning world.. seneng deh, satu persatu kebaikan Lili mulai kelihatan. Usahaku ngerubah dia selama ini rupanya nggak sia-sia. “Senyum-senyum neng? Udah mulai naksir nih sama musuh bebuyutan?” sindir Alvin

Permintaan Terakhirku

Oleh:
“Happy birthday Mega.. Happy birhday Mega.. Happy birthday, Happy birthday Happy birthday Mega.” Terdengar suara dari balik pintu. Dengan sigap ku alihkan pandanganku menuju ke arah pintu. Seketika mataku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *