Sebatas Teman

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Patah Hati, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 17 November 2013

Waktu berjalan bagitu cepat. Hingga dalam waktu 5 tahun rasanya sangat sulit untuk melupakan semua masa laluku. Apalagi sosok seseorang yang pernah hadir dalam hidupku.

Pada suatu hari, aku bertemu dengan dia di suatu tempat yang mana pertemuan ini tanpa aku duga sebelumnya.
Aku terus memandang ke arah dia, dan terus memperhatikan seakan-akan aku dia tak asing lagi bagiku.
“Sepertinya aku pernah lihat laki-laki itu?” sambil terkejut. O iya, itu kan Revan,” jawabku.
“Revan… Revan…” aku berteriak memanggil dia dari jauh.
Tapi dia tak tahu bahwa saat ini aku bertemu dengannya. Lalu aku mengejar dan mengikuti dia di tengah keramaian orang-orang lalu lalang.
“Revan… Revan…” aku terus berteriak memanggil dia hingga akhirnya ia berhenti.
“Siapa yang memanggilku?” tanya dia dalam hati.
Kemudian dia membalikkan wajahnya ke belakang dan memandangiku.
“Revan… Ini aku Dilla. Kamu masih ingat aku?” tanyaku sambil mendekati dia.
“Semoga saja kau masih ingat denganku,” kataku.
Dengan sedikit berfikir, dia mencoba untuk mengingat sedikit masa lalunya tentang aku.
“Oow… iya. Aku ingat,” kata dia sambil terkejut.
“Syukurlah kamu masih mengingatku,” kataku.

Di tempat yang teduh, kami mengobrol dan sedikit mengulas tentang pengalaman masa lalu.
“Aku minta maaf jika selama ini aku membuatmu kecewa. Aku ingin jika kita hanya sebatas teman saja. Semoga disana ada seseorang yang lebih baik dariku, yang menanti kehadiranmu.”
“Aku sudah berusaha untuk melupakan semua masa lalu itu. Bagiku 5 tahun itu sangat sulit untuk melupakanmu. Aku bisa melepasmu, tapi aku masih belum bisa untuk melupakanmu. Tapi jika memang itu keputusanmu, aku sanggup menerima dengan tulus keputusan ini,” kataku sambil meneteskan air mata.
“Terima kasih kamu sudah menghargai keputusanku. Bagiku kamulah satu-satunya orang yang terbaik dalam hidupku,” katanya sambil merendah hati.
“O ya aku punya kabar untukmu. Mungkin bulan depan aku akan menikah. Menikah dengan seorang gadis yang baru 1 tahun aku kenal. Dia adalah gadis panti asuhan yang dibesarkan oleh keluarga kaya. Suatu saat setelah aku menikah nanti, aku ingin memperkenalkanmu dengannya.”
“Baiklah. Semoga saja gadis baik itu benar-benar jodoh untukmu,” kataku bahagia.

Beberapa jam kemudian kami meninggalkan tempat untuk berpisah.
Semoga pertemuan yang singkat ini menjadi sesuatu yang berharga dalam hidupku. Aku senang akhirnya dia bisa bahagia atas pilihannya. Sekarang aku baru bisa menyadari kalau ternyata seseorang yang hadir dalam hidupku belum tentu dia menjadi jodoh untukku. Mungkin Tuhan mempertemukan kami hanyalah sebatas teman dan tidak lebih dari itu.

Cerpen Karangan: Nurfi Laila
Facebook: Nurfi Laila

Cerpen Sebatas Teman merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kau Membunuh Cintaku

Oleh:
Drrrriing… dring… dring Bunyi jam Alaram di kamarku yang selalu setia membangunkanku, setelah kepergian kekasihku bekerja beberapa bulan yang lalu, nama pacarku adalah rendi iya sering kali menelponku di

Berhenti Menunggu

Oleh:
Di sini, di tengah gelapnya malam aku masih menunggunya, menunggu dia yang amat ku cintai, walaupun mustahil untuk kembali tapi aku tetap menunggunya. Aku menjadi bodoh karena cinta aku

Perasaan Yang Terpendam

Oleh:
“lel, kenapa kamu melamun?” itu lah kalimat yang selalu mengejutkan ku di waktu itu, saat itu aku masih duduk di kelas 1 sekolah menengah pertama. Tak ku sangka akan

Cinta Hanya Sesaat

Oleh:
Pagi itu, Aku berjalan sendirian menuju sekolah. Matahari bersinar memancarkan sinar yang begitu cerah ke bumi. Menyilaukan mataku hingga tak dapat kutatap sempurna. Terlintas dalam pikiranku “Seandainya ada orang

Delapan Belas Hari Berujung Sendu

Oleh:
Teet, bel tanda pulang sekolah berbunyi. Aku langsung keluar kelas dan menuju ke kelas Cintia. Seperti biasa, kami selalu pulang bersama. “Putri, tunggu!” teriak Cintia dari dalam kelasnya. Kawanku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *