Sebuah Angan Yang Tak Sampai

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 18 June 2014

Seorang gadis berparas cantik berjalan di koridor sekolah dengan anggun. dengan rambut yang diurai. dengan rok biru kotak kotak, memakai sweater warna putih, memakai sepatu warna hitam dengan memakai tas selempang warna hitam yang senada. Namanya regita, ia mempunyai keluarga yang sayang kepadanya. hidup sangat berkecukupan. tetapi ia mempunyai penyakit kanker darah? yang hidup di tubuhnya, selama 2 tahun hidupnya sangat tergantung pada obat. dokter memperkirakan hidupnya sebentar lagi. Udara sejuk mewarnai harinya pagi ini.

Di sekolah
“hai” sapa seseorang dari belakang ku
“Hai juga” jawabku
Ia adalah aldi sahabatku dia memiliki wajah yang tampan dengan kulit yang putih.
“oh ya nanti jam istirahat, aku mau bicara ni sama kamu, boleh gak?” katanya lagi
“Boleh kok” jawabku
“Aku tunggu di taman ya.” katanya lagi
“Ya, aku ke kelas dulu ya” jawabku
Aku pun ke kelas, dan aldi pun berbicara dengan nia yaitu sahabatku. tanpa sepengetahuan ku
“nia gimana ni, aku mau nembak regita, kira-kira diterima gak ya?” kata aldi ke nia
“ya, kalau kata gue sih pasti diterima” kata nia
“tapi gue gak yakin deh” Tanya aldi
“ya optimis aja” kata nia

Jam istirahat pun tiba, aku pun ke taman untuk menemui aldi
“Al loe mau bilang apa?”
Tanpa menjawab balasan regita aldi pun langsung mengajak regita ke tempat di antara bunga mawar yang ada di sekolah, tiba-tiba aldi memberi 1 tangkai bunga mawar yang ada di sekolah
“ni buat kamu” seru aldi
Aku hanya terdiam.
“regita, aku ngajak kamu ke taman karena ada yang mau aku bicarakan sama kamu” tegas aldi
“ya allah, tolong aku, semoga aldi ngak ngungkapin perasaannya, karena aku gak mau buat aldi jadi sakit hati dan kecewa” kata regita dalam hati
“regita” ucap aldi
“eh iya al” ucap regita terpatah-patah
“kamu mau gak nerima aku jadi pacar kamu” ucap aldi
“seketika air mata regita mengalir”
“andai kamu tahu al, aku punya penyakit yang bisa buat kamu sedih al, itu alasan kenapa aku gak nerima kamu” piker regita dalam hati
“tenang aja git, kalau kamu gak bisa jawab sekarang aku tunggu jawaban kamu, kamu jangan nangis lagi ya?” ucap aldi dan akhirnya pergi meninggalkan regita
“bel penanda pulang pun berbunyi”

Jam berganti jam, malam puntiba
Regita membuka dan mengisi buku diarynya

dear deary
Hari ini aldi nembak aku, aku seneng banget karena rasa suka ku terbalas, tapi gue gak mau aldi tahu tentang penyakit gue ini

Regita

Tanpa sadar regita menangis dan dari hidung regita keluar darah. regita berteriak dan memanggil mamanya. dan regita pun langsung dibawa ke rumah sakit

Di rumah sakit
“Mah tolong suruh nia datang kesini” mohon regita
Mamanya pun memanggil nia

Sesampainya nia
“Nia tolong jangan kasih tau aldi tentang keberadaan’ku dan menyakit’ku ” kata regita
“iya, aku janji, gak akan kasih tau tentang penyakit dan keberadaan kamu” ucap nia
“keesokan harinya di sekolah”
“nia, loe tau gak regita kemana?” kata aldi
“gue gak tahu”

Kemudian aldi pun menanyakan ke wali kelas, regita
“maaf bu, apakah ibu tahu dimana regita sekarang?” Tanya aldi penasaran
“Oh, regita sedang pergi liburan di luar negeri dengan orangtuanya” balas ibu guru

Rasa khawatir aldi pun perlahan menghilang
“hari berganti hari keadaan regita pun kian memburuk, kanker darah yang perlahan menggrogoti bagian tubuhnya”

Di sekolah
“nia ke kantin yuk” ucap aldi
“yuk” ucap nia
“loe apa gue yang pesen makanan” ucap aldi
“gue aja” ucap nia
Nia pun pergi tanpa nia sadari hpnya tertinggal di meja. tiba tiba handpone nia berbunyi, aldi ingin memanggil nia, tetapi ketika aldi membaca nama sang pemanggil aldi pun terkejut dan dengan segera aldi mengangkat telponnya
“hay nia apa kabar? aldi dan loe baik baik aja kan? penyakit gue udah parah dokter memperkirakan umur gue udah sebentar lagi” ucap regita ambil menangis
Pertanyaan regita tidak ada yang dijawab oleh aldi, hingga regita mematikan percakapan

Aldi menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan regita kepada nia pun dengan ragu menjelaskan kepada aldi

Malamnya nia pun mengajak aldi mengunjungi regita di rumah sakit
Keadaan regita pun telah membaik. mereka pun bertemu dengan regita
“Hay al nia apa kabar? maafin gue al gue gak ngabarin lo” ucap regita hingga matanya yang indah mengeluarkan air mata
“iya gak papa” ucap aldi dengan mata yang berkaca kaca
“Dan thanks ya al loe udah ada di kehidupan ku al”

Tiba tiba keadaan regita memburuk, aldi dan nia diharuskan keluar dari ruangan inap regita, sampai dokter selesai memeriksa regita.

Satu jam dokter tak keluar, dan akhirnya dokter pun keluar dan menyatakan regita telah meninggal dunia. seketika aldi pun masuk dengan mata yang menangis yang tidak ada hentinya. aldi pun jatuh pingsan dan sangat terpukul atas kepergian regita.

Tamat

Cerpen Karangan: Regita Pertiwi
Facebook: Regitha Pertiwi Dan Regita Pertiwi

Cerpen Sebuah Angan Yang Tak Sampai merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Because of Love (Part 3)

Oleh:
Ternyata apa yang eby perkirakan ada betulnya. Pesta pertunangan itu sangat mewah. Banyak sekali para tamu undangan. Ebby juga melihat papa dan mamanya disitu. Waduuh kapan mereka datang ya,

Takluknya Preman Sekolah

Oleh:
‘Kring’… Bel istirahat yang berbunyi dengan suara nyaring melengking. Seluruh siswa siswi Madrasah Aliyah berhamburan menuju kantin. Tak terkecuali Azkiya Assyifa, seorang murid baru disana. Ia tengah duduk menunggu

Tertanam Paku (Part 1)

Oleh:
Dalam sepetak ruangan itu, yang di mana dindingnya menjadi satu dengan lima petak ruangan lainnya, raungan dan gema reruntuhan dari dalam jiwa-jiwa yang sutra menjadi berontak seperti singa yang

Tangisan Sang Bangau

Oleh:
Pukul 14:00. Tak terasa aku sudah hampir dua jam duduk berdiam di sini. Di tepi sungai yang tak pernah bosan mendengar keluh kesah ku, mendengar kebahagiaanku. Suara bangau-bangau itu

Pelukan Terakhir

Oleh:
Sudah lama kita saling suka tapi kita tak bisa bersama, karena kita sahabat dan mantanku dekat dengannya terlebih mantanku tak bisa menerima bahwa hubungan kita telah berakhir dan aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *