Sebuah Janji

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 14 September 2016

Tessa seorang gadis yang duduk di bangku kelas 2 SMA itu tak henti hentinya memandangi alan, seorang senior yang tidak pernah memberikan contoh yang baik kepada juniornya, sering membolos sekolah, tidak mengikuti pelajaran, tidak mengerjakan pekerjaan rumah dan hal hal lain yang seharusnya dikerjakan oleh setiap pelajar. Entah dari sisi mana tessa menumbuhkan rasa untuk seorang senior sepertinya.

Bel masuk berbunyi
Tessa segera berlari dan menaiki tangga menuju kelasnya, dengan senyum khas tessa memasuki kelas lalu duduk di samping sahabatnya yang bernama veve.
“Mulai lagi” goda veve
Tessa hanya tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu.

Setiap hari tessa menjalani hidupnya dengan hati yang dia jaga baik baik untuk alan. Meskipun alan tak pernah mencintainya atau bahkan mengenalnya. Terkadang veve sampai heran melihat sahabatnya yang semakin hari semakin terhanyut dalam cintanya untuk alan.

Suatu ketika karena veve tidak tega kepada sahabatnya itu, veve meminta no hp alan kepada saudaranya yang kebetulan satu kelas dengan alan. saat di sekolah veve memberikan no hp alan kepada tessa, sudah dapat ditebak, saat itu tessa sangat bahagia. Tak sabar rasanya ia ingin segera pulang lalu menghubungi no seseorang yang selama ini ia idam idamkan.

Bel tanda pulang berbunyi
Tessa berjalan keluar kelas lalu menuruni tangga dengan santainya sambil sesekali melirik ke arah kelas alan. Sesampainya di rumah, tessa segera mengambil hp nya yang ada di meja belajarnya, lalu mengetik sebuah pesan kpada no yang diberikan veve tadi. pesan itu berisi

“Apakah ini no kak alan?”

Beberapa detik kemudian sebuah pesan baru masuk di hp nya, dengan senyum manis tessa membuka pesan itu yang isinya

“Benar, ini siapa?”
“Aku tessa kak, siswi kelas 2 di sma weha” Balas tessa memperkenalkan diri dan alan pun menanggapinya dengan baik.

Mereka makin sering chattingan dan alan mulai care kepada tessa, alan selalu bisa menghargai perasaanya, tidak pernah bercerita tentang wanita lain di depannya.

Suatu malam sebuah pesan masuk di hpnya, pesan dari alan, seseorang yang sangat ia cintai
“Tolong ke luar rumah sekarang”
Setelah membaca pesan itu tessa langsung berlari ke luar rumah dan alan sudah berdiri menunggunya di sana.
“Aku hanya ingin bilang selamat tinggal”
“Tapi kenapa?”
“Aku menemukan seseorang yang lebih baik, maaf, dia hampir sempurna, dia baik, cantik dan tidak menjengkelkan sepertimu”
“Aku juga, tapi kamu tahu? aku tutup mataku rapat rapat hanya untuk tetap mempertahankanmu, because i love you, aku selalu di sampingmu ketika kamu menjengkelkan, ketika kamu marah, ketika kesibukan mengelilingimu, ketika kamu yang terburuk sekalipun, aku pendengar yang baik untukmu, kamu benar, aku tidak sempurna”
“Terima kasih”
“Sama sama”

Tessa berlari meninggalkan alan yang masih berdiri tegak di depan rumahnya. Tessa tidak tahu apa yang tengah ia rasakan saat ini, yang ia tahu dadanya terasa sesak, air matanya terus mengalir, tak banyak yang dapat ia lakukan selain berlari pergi jauh meninggalkan alan, hingga sebuah truk dari arah berlawanan menghantamnya. Segumpal darah mengalir dari matanya, dan ia tidak dapat melihat lagi entah sampai kapan.

5 tahun berlalu
Tessa duduk manis bersama veve di batu besar di sebuah tempat yang sering ia datangi bersama alan. Yah… tessa masih sangat mengingat alan, wajah alan, senyum alan dan hati yang sampai saat ini ia jaga baik baik hanya untuk alan.

“Tessa, aku pergi dulu sebentar ya, kamu jangan kemana mana” ucap veve dan berlalu meninggalkan tessa. Tessa mengangguk pertanda iya.
Ada seseorang mendekatinya, duduk di sebelahnya dan bertanya “Apa kabar?”
Seseorang itu adalah alan, ia kembali entah untuk apa. “Baik, kamu siapa?”
“Maaf, mungkin aku salah orang” ucap alan dengan kecewa.
“Jika aku bisa melihat mungkin saja aku mengenalmu”
“Apa yang kamu katakan?”
“Aku tidak bisa melihat, aku buta semenjak 5 tahun yang lalu”
Mendengar itu alan memeluk tessa dengan erat “Aku alan tessa, aku alan”
“Kak alan”
“Bagaimana?” lanjut tessa
“Bagaimana apa?”
“Aku telah menepati ucapanku 5 tahun yang lalu, sekarang aku tidak perlu bersusah payah menutup mataku karena dengan mata terbuka pun aku tidak dapat melihat dan sampai detik ini laki laki terakhir yang pernah kulihat adalah kamu”
Alan tersenyum dan memeluk tessa lebih erat.

Cerpen Karangan: Rizki Dwi Lestari
Facebook: Rhizkiey

Cerpen Sebuah Janji merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tidak Harus Bersama

Oleh:
“Cinta akan menemukan jalannya sendiri untuk kembali.” itu salah satu quotes di instagram yang selalu membekas di pikiranku. Namaku Sara, aku berusia 17 tahun dimana kebanyakan orang bilang kalau

Tembok Kilometer

Oleh:
Orang bilang, cinta adalah anugrah terindah bagi manusia. Dengan bertemunya sepasang manusia yang tidak saling kenal awalnya, menciptakan pertemanan, menjalin kasih, lalu berpisah. Orang bilang, cinta adalah hal terkuat

Surat Untuk Senja

Oleh:
Pukul 2 pagi ketika suara jangkrik berorkestra di taman. Elang dan Senja duduk di antara bangku-bangku yang kosong. Lampu taman yang melankolis menghangatkan dialog dini hari yang mereka lakukan.

Menjer Love Story

Oleh:
Siang itu aku main ke tempat kos pacarku.. Disana terlihat sepi dan ternyata “woey.. Siswa n siswi” ada suara cowok dari lantai 2. Sontak saja aku kaget dan mencari

Annoying Guy for Chubby Girl

Oleh:
Hari ini ulang tahunku ke 14 tahun. Aku menunggunya sejak lama dan akhirnya hari ini datang juga. 14 tahun sejak aku dilahirkan ke dunia. Dulu, aku kecil mungil, namun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *