Sebuah Kalimat Untukmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 23 December 2016

Aku menyukaimu. Walau kau tak pernah tau… Dan aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan. Tak pernah ada keberanian pada diri ini untuk mengatakannya. Seperti saat ini.

Aku kembali menaruh origami hati ke dalam lokermu. Kutatap lekat loker milikmu… Tercium bau khasmu disana. Akh, andai kata cinta ini terlafal jelas dari mulutku… Pasti rasa cinta ini takkan menyesakkan untuk kurasakan.

“Woi, permainan lo makin hebat aja Fajar”
“Haks, lo muji atau ngehina nih? Arman”

Dia datang!
Aku segera menutup kembali lokernya dan mencari tempat sembunyi. Kulihat 2 orang berpakaian basket menuju loker masing masing. Terlihat jelas dari mataku, tatapan mata bulat fajar yang kembali penasaran dengan origami hati itu. Ia membukanya…

Aku segera berlari, sambil tersenyum. Semoga dia bisa tau perasaanku hari ini. Karena dengan keberanian kecil ini, aku akan menyampaikan pesan dari hatiku..

Aku menunggunya, menunggunya datang disini. Tempat dimana aku biasa menunggunya naik bus untuk pulang. Aku tersenyum kecil mengingat kenangan yang pernah terjadi disini. Saat aku tak sengaja hampir terjatuh, ia menolongku untuk berdiri. Saat ia membelikan eskrim kepada seorang anak kecil yang menangis karena balon yang ia pegang terbang tinggi. Akh, kenangan manis itu… Kenangan yang bahkan aku tak berani untuk menghapusnya.

Apa dia akan datang? Kuharap ia benar akan datang.

Aku memegang sekotak coklat yang akan kuberikan padanya. Kutatap kotak coklat ini dan kembali tersenyum. Senyumku hilang, saat tetes darah jatuh tepat di kotak coklat ini. Kusentuh daerah hidungku.
Bodoh! Kenapa disaat seperti ini aku malah mimisan?

Kuhapus darah dari hidungku dan kucoba untuk hentikan darahnya. Kurogoh kantung rokku, mencari obat yang biasa kuminum. Namun entah kenapa…. Semua pandanganku menjadi agak gelap dan semakin gelap. Kotak coklat yang kupegang terjatuh.
Aku mencoba menahan tubuhku agar tak jatuh… tapi apa daya, tubuhku benar benar tak kuat. Vonis dokter 2 bulan yang lalu membuatku tersenyum, betapa memilukan hidupku.

Saat benar benar tak kuat dan hampir terjatuh, seseorang menahan pundakku.

“Hey!”
Bau ini… Bau khas milik Fajar.
Kucoba melihat ke arahnya walau pandanganku gelap.

“Kau tak apa?”
Ia merogoh kantung celananya dan menelepon ambulan, tapi aku menahan tangannya
“Jangan…”
“Tapi kau-”
“Aku tak apa… Maaf karena harus bertemu denganmu seperti ini”
“Kau ini bicara apa… Ayo kita ke ru-”
“Aku menyukaimu”
Saat kalimat itu keluar, mataku perlahan terpejam. Tubuhku terkulai lemas. Ada tetesan airmatanya jatuh ke pipiku.
“Hey… Bagun!”

Dan Dalam pegangannya aku tertidur, tertidur untuk selamanya.

Cerpen Karangan: Sekar Nadya Utami
Blog / Facebook: sekarnadyautami.blogspot.com / Sekar Nadya Utami
Namaku Sekar Nadya Utami
Biasa dipanggil sekar / Nadya

Cerpen Sebuah Kalimat Untukmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kado Terakhir Dinda

Oleh:
Pagi ini seperti biasa, aku berangkat sekolah diantar oleh supirku karena kedua orangtuaku khawatir jika saat aku sedang menyetir penyakitku kambuh lagi. Namaku Reand Dirgantara, umurku 17 tahun. Aku

Perasaan Yang Terpendam

Oleh:
Jam 2 siang bel pulang sekolah pun berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar dari kelas. Begitupun aku dan Imink. Imink adalah sobatku dari pertama mulai sekolah di SMA ini. Dia

Perpisahan

Oleh:
Berangkat dari kejenuhanku bekerja di ruangan tertutup di sebuah kantor investasi ternama di Jakarta, aku Yola Elisia memiliki mimpi untuk mengelilingi Indonesia. Menyambangi keindahan laut, gunung, desa, hutan dan

Kenangan Pahit Bersamanya

Oleh:
Sebut saja namaku Delila. Pada hari itu, tepatnya tanggal 05 agustus 2013 aku dikenalkan temanku putri Ammy Anni atau sering dipanggil Ammy sama mantannya yang bernama Julyadi Saputra atau

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *