Seindah Sinar Pelangi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 6 April 2014

Seindah Bintang di Langit
“Sayang, pulang, yu.” suara lembut merayu.
“Hm.. ayolah… 5 menit lagi. Aku masih betah di perpustakaan ini.” balas suara memelas.
“Tapi, mentari sudah mulai menghilangkan cahayanya.”
“Ya sudah. Ayo.”

Pacaran bisa dibilang indah, bisa juga dibilang berat. Cinta hanya diberikan pada orang yang kita sayangi. Begitu juga dengan kisah Mawar. Mawar sudah pacaran selama 1 tahun bersama dengan Gerry. Mereka merajut kisah cinta disaat kuliahnya. Cintanya begitu lembut. Bahkan lebih lembut dari kapas ataupun kain sutera.

“Ger, Ger… Sorry ganggu. Kalau Lu ada waktu lagi, tolong ajarin gua matematika, ya. Lu tau kan, mat gua gak gitu bagus.” ajak Veny.
“Iya, oke, oke. Tenang aja. Bisa diatur.”
“Diatur? Kaya rangkaian bunga aja. Sampe disusun-susun kaya gitu.” jawab Veny.
“Iya, dong. Harus disusun. Bukan susun bunga. Tapi susun kata-kata cinta buat aku.” kata Mawar.
“Ih… Berlebihan!!! Berlebihan tau…” kata Veny. “Udah, ah.. Ger. Jangan lupa hari Senin. Gua tunggu di kantin.” kata Veny sambil pergi ke kelasnya.
“Oke.” kata Gerry.
“Kalian janjian apa?” tanya Mawar cemburu.
“Janjian makan siang. Terus? Kamu cemburu?”
“Jelas, jelas cemburu… Emang Veny labih istimewa dari aku, ya?”
“Cemburu… Mawar, di mata aku. Hanya kamu yang paling istimewa tau gak?” kata Gerry sambil mengelus rambut Mawar.
“Ih… Pendusta. Terus, kalian janji apaan?”
“Janji ajarin mat.”
“Aku aja, gak pernah kamu ajarin mat.”
“Buat apa aku ajarin kamu mat?”
“Oh iya, aku kan udah pinter. Labih pinter dari Veny.”
“Bukan itu maksud aku. Kamu itu susah kalau aku ajarin… Pasti nanyanya diulang-ulang.”
“Ih… Gerry…”
“Kabur…!!!” teriak Gerry sambil ketakutan.
Ya. Itulah Mawar. Orangnya begitu sensitif. Tapi, Mawar cantik, baik hati, suka menabung. Eh… Gak… Mawar itu baik hati, cantik dan pintar saja. Banyak orang menyukai Mawar, karena kecerdasannya Mawar. Dia rajin dan sangat kreatif. Tapi, masalah cinta. Mawar gampang cemburu.

“ELANG!!! SIAP!!!” jerit anggota gang Elang dengan kompak.
“Silva, aku bantuan.” kata Mawar
“Bantuan apa?” tanya Silva.
“Kamu ketua gang Elang ini. Aku minta tolong. Viona bener-bener keterlaluan. Dia curi waktu cari-cari kesempetaan buat ngedeketin Garry. Itu terlihat dari sikapnya.” kata Mawar
“Wah, kalau kaya gini gua harus turun tangan. Masa anak buah sendiri bisa diganggu orang lain.” jawab Silva.
“Turun tangan? Ini masalah, bos. Bukan bercanda. Masa tangan bos mau diturunin? Mau diturunin kemana lagi?” tanya Rudy.
“Lu bodo amat, sih… Maksud gua, gua itu harus ikut campur dalam menyelesaikan masalah ini. Ngerti? Awas kalau gak ngerti.” jawab Silva
“Ngerti, bos..” kata Rudy.
“Makanya, tumbuh itu bukan ke samping. Daging, aja yang lu tambah. Tuh, Ilmu juga tambah.” kata Viona.
“Denger tuh…” kata James.
“Ini orang lulus kaga, sih di SD?” tanya Viona
“Udah. Langsung aja kita pikirin gimana caranya?” kata Mawar. “Kalau kata aku, yang berguna untuk menyelesaikan masalah ini, itu aku. Peran aku penting di masalah ini.”
“Bener juga. Kita harus gunakan kesempatan ini.” Kata Viona. “Menurut aku lebih baik, kamu bicarakan ini dengan Garry, kemudian minta dia hentikan untuk mengajar pada Veny.”
“Ide bagus. Biar aku coba.” kata Mawar.
“Pertemuan kali ini kita tutup.” kata Silva. “Kita tunggu hasil. Mawar, sampaikan pada kita besok, oke.”
“Oke.” kata Mawar.

Keesokan harinya, permintaan Mawar diberikan pada Gerry. Mawar ingin Garry tidak mengajar lagi pada Veny. Gerry akhirnya berjanji tidak akan mengejar Veny. Walau kadang Garry tetap saja mengajar Veny dengan berbohong pada Mawar.

Suatu hari, Gerry tertangkap basah. Mawar melihat Gerry sedang mengajar Veny. Bahkan mereka tertawa, duduk berduaan. Dengan kesalnya, Mawar mengadakan pertemuan lagi dengan gangnya.
“Bukan gini caranya, Veny.” kaya Gerry.
“Oh, maaf… Aku lupa caranya. Hehehe” kata Veny.
“Gak apa-apa, ini, aku ulang lagi. Begini caranya.” kata Gerry.
“Oh… begitu… Biar aku coba.” kata Veny.
“Nah, itu bisa.” kata Gerry sambil mengusap kepala Veny.
Tanpa mereka sadari, Mawar melihat kejadian ini.

“ELANG!!! SIAP!!!”
“Silva, gimana? Masalahnya malah jadi gak beres.” kata Mawar. “Gerry sudah tertangkap basah saat mengajar Veny sambil berduaan tertawa bersma.”
“Wah, kalau begini caranya, kita harus benar-benar memberi pelajaran!” kata Viona.
“Benar.” jawab Rudy.
“Lu ngerti gitu apa yang kita omongin.” tanya James.
“Ga, sih… tapi ada, sedikit.” jawab Rudy.
“Sudahlah, teman-teman… pikirkan masalah ini dulu!.” kata Silva.
“Bagaimana bila kita lakukan cara ini.” kata James berbisik pada Silva.
“Baik, semua sepakat!” kata Silva. “Kita tutup pertemuan kita hari ini! Bubar!”

Sampai hari yang mereka nantikan pun tiba. Akhirnya, apa yang sudah Gang Elang siapkan, segera akan terwujud.
“Gerry… sini…” ajak Mawar.
“Nah, sini, Lu! Lu enak banget, ya permainkan cewek dengan kaya gini. Lu gak tau apa Mawar itu udah sakit hati sama Lu.” kata James sambil menyekek Gerry.
“Gua…” jawab Gerry
“Diem!!!” kata Silva. “Rudy, awas Lu kalau gak bener sama tugas Lu. Gua pecat Lu dari gank ini!” kata Silva sambil berbisik pada Rudy.
“Oke, boss.” kata Rudy.
“Mana pisaunya?” tanya Mawar. “Kasih ke aku.”
“Gerry, Lu tau sebesar apa cinta Mawar?” tanya Viona. “Dia cinta banget sama Lu. Bahkan dia lebih mikirin Lu dari pada pelajarannya.”
“Ger, kamu tega bohongin aku. Kamu masih ngajarin Veny matematika. Dengan janjimu, aku kira kamu bisa aku percaya. Pisau ini ada di tanganku. Aku bisa membunuhmu karena aku membencimu. Membencimu karena cinta yang kau sirnakan dariku.”
“Aku gak bermaksud melukai hatimu, Mawar.”
“Sudah jangan banyak bicara, berikan pisau itu padaku, Mawar membencimu. Inilah akhir riwayatmu” kata Rudy.
“Ah…” jerit Gerry yang tertusuk pisau.
“Rudy, kamu begitu bodoh!!!” jerit Mawar.
“Rudi!!!” jerit Viona, Silva dan James.
“Ger, Gery…” panggil Mawar.
“Sampai hembusan nafas terakhirku, aku akan mengingat bayanganmu.” kata Gerry. “A.. aku tau, kamu wanita yang istimewa, wanita arrrgggh, wanita yang selalu ada dalam mimpiku.”
“Gerry…” panggil Mawar.
“Ingatlah… cinta kita akan menjadi cinta yang indah, da… dan, malam yang datang akan membuat cinta kita se… semakin indah, seindah sinar bintang.”
“Geeerrry…” Jerit Mawar sambil menangis.

Cerpen Karangan: Davina Senjaya
Facebook: Davina Senjaya

Cerpen Seindah Sinar Pelangi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I’m Sorry

Oleh:
Kriiinggg “kara bangun alarmmu sudah berbunyi nak sholat subuh dulu” sudah kutebak itu pasti ibuku, “iya bu kara bangun” dengan langkah berat dan mata yang masih setengah terbuka aku

Terkenang

Oleh:
“Tidak terasa hampir 4 tahun lamanya kita menjalin asmara, saling melengkapi, saling mengerti, saling mengasihi, saling menyayangi, dan saling mencintai …” (21.09) Hari ini tepat ditanggal terakhir pada bulan

Good Day

Oleh:
Jakarta pukul 17.00 wib, jakarta diguyur hujan hari ini, “untunglah aku sudah sampai di kostan” kataku sambil tergesa gesa membuka kunci pintu Aku yang baru saja sampai di kostan

Sms Terakhirku

Oleh:
Mungkin inilah ujian hidupku di dunia, hidup yang serba ada namun keterbatasan kesehatan tak memihak padaku, aku mengidap penyakit leukemia mulai SMA yaitu sekolah menengah atas, aku terlahir dari

Don’t Comeback

Oleh:
Hidup memang tak seperti yang dibayangkan. Kadang yang kita inginkan bukan yang tertulis di dalam takdir. Namun, apa mau dikata semua harus dijalani. Dia seorang gadis yang manis yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *