Sejuta Harapan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 25 July 2015

Getaran hp di meja menunjukkan alarm pukul 05.00 wib. Hujan rintik-rintik di luar enggan membangunkanku seolah-olah awan putih masih diselimuti hawa berduka. Aku menarik kembali selimutku, aku memejamkan mata ingin lebih lama melupakan sejenak permasalahan yang ada. Yah sejak pertemuan malam itu dengannya aku berusaha bangkit ku lupakan sejenak permasalahanku, saat ku ingin memejamkan mata beberapa saat, terdengar suara ketukan pintu membangunkanku. Yah itu adalah ibu, ibu selalu membangunkanku setiap pagi. Ia adalah sosok wanita tegar yang selalu melindungiku.

Perkenalkan namaku novita maysarah, aku seorang mahasiswi universitas swasta di medan. Aku mengambil jurusan sastra. Yah tak pernah terpikirkan sebelumnya mengapa aku mengambil jurusan ini. Namun 2 tahun terakhir ini aku menikmati setiap goresan tinta di ruangan ini

Ini bermula saat perkenalanku dengan seorang cowok bernama revan. Yah revan adalah seorang anak metal. Ia seorang drummer dari sebuah band punk rock. Yang saat itu menjadi bintang tamu di kampusku dan aku adalah salah satu koordinator dari acara tersebut.

Cerpen Sejuta Harapan

Saat ku mengantarkan air mineral untuk mereka revan spontan menarik tanganku untuk berkenalan dan meminta nomorku. Sejak perkenalan singkat itu, aku dan dia menjadi dekat bahkan sangat dekat melebihi seorang sahabat. Yah revan mengajarkanku betapa indahnya seni. 2 tahun aku dekat dengannya, tanpa ada hubungan status yang jelas. Aku memang menyimpan rasa dengannya. Aku tak tahu apakah ia menyimpan rasa denganku juga.

Hingga suatu malam ia datang ke rumahku untuk bersilahturahmi dan sejenak ia berkata padaku “nov sebenarnya aku sayang sama mu tapi maaf kita gak bisa pacaran aku gak mau kau tersakiti, kalau kita berjodoh 3 tahun lagi aku datang untukmu”. Sambil mengelus rambutku ia berkata seperti itu. Aku hanya terdiam ingin meneteskan air mata. Namun apalah daya airmataku beku di hadapan sosok yang menyinariku selama ini. Aku hanya diam membisu tanpa kata, aku tak tau harus berkata apa. Tanpa terasa airmata terjatuh di pipiku. Ia mengusap air mataku dengan kedua tangan hangatnya lalu mencium keningku. Hingga beberapa saat kemudian ia izin pamit pulang dan meninggalkanku tak berdaya.

Malam itu aku tak henti-hentinya menjatuhkan air mata, mungkin beribu tisu untuk mengusap air mata ini tidak cukup. Hanya sebuah foto yang ia tinggalkan di hadapanku

Sebulan telah berlalu tanpa kabar darinya, ia lost contact denganku, namun ada kabar bahwa ia memiliki kekasih baru, dan aku melihat kejadian tersebut di hadapanku secara langsung, dengan mata kepalaku sendiri ia menggandeng wanita lain. Hatiku seolah geram aku ingin memukulnya dengan sekuat tenagaku namun apalah daya. Lagi lagi aku hanya bisa diam membisu di malam yang kelam ini.
Aku hanya meneteskan air mata satu per satu hingga tangisku pecah saat aldi menanyakan apakah keadaanku baik baik saja. Aku menangis di bahunya sejadi-jadinya. Aku tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Hingga aldi mengelus lembut rambutku dan berkata “cewek semanis seperti kamu gak pantas nangis nanti jelek tauuu” aku tak menghiraukannya. Aku terus menangis ia mencoba menenangkanku hingga beberapa saat. Lalu aku menceritakan semua kisahku dengannya.

Saat itu juga aldi membuka rahasia bahwa sudah setahun ini ia memendam rasa padaku. Aku tak tahu harus berbuat apa, hanya air mata yang menjadi isyaratku saat ini.

Jujur aku belum bisa melupakan sebuah misteri tentangnya, andai ada orang yang bisa menghapus semua rasa ini aku rela membayarnya. Aku tahu aku wanita bodoh yang mengharapkan sesuatu yang tak pasti. Aku wanita lemah yang menunggu sebuah janji, janji yang takkan pernah berarti, walaupun badai menghantam diriku terus mnerus aku tetap berdiri kokoh disini. Andai jutaaan perih yang kau tancapkan di hatiku aku tetap memaafkanmu. Karena inilah aku dengan rasa cinta yang takkan pernah memudar

Cerpen Karangan: Novita Letisha
Facebook: Puisi.nofita[-at-]gmail.co.id

Cerpen Sejuta Harapan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Desember

Oleh:
Namaku Dila, di kelas aku memiliki beberapa sahabat baik yaitu abdul, cahyo, arudhanie, dan yang terakhir wildan.. Aku sayang sama mereka semua, tapi akhir akhir ini ada perasaan aneh

Puisi dan Anniversary

Oleh:
Bus trans jogja yang aku tumpangi telah mengantarkanku sampai ke gerbang kampus yang jadi favorit anak anak lulusan SMA di kotaku. Ya Jogja. Gerbang kampus seakan akan memberi ku

Rinai Tak Pernah Hilang

Oleh:
Ingin rasanya di sisa hidupku badan ini telah melaksanakan kewajibannya.. apa lagi aku seorang muslim. ‘Allahuakbar allahuakbar’ kumandang azan menggema ke telinga Aisyah. Langsung Aisyah mengambil air wudhu. Terasa

Cinta Pertama Dan Terakhirku

Oleh:
Dreng, dreng, dreng, bunyi alarm yang membangunkanku dari tidur lelapku. Aku pun segera mandi kemudian bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Pagi hari yang cerah membuatku semangat ke sekolah. “Hai

Buku Diary Yona (Part 2)

Oleh:
Sudah dua bulan ini Deka dengan Yona semakin akrab. Mereka sering melakukan kegiatan bersama-sama. Apalagi ujian nasional sudah semakin dekat membuat mereka sering melakukan kegiatan belajar bersama. Pagi ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *