Semua Berakhir Bersama Senja

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 16 March 2014

Kriingg… kriiingg… kriiinggg… jam weker di kamar Clarissa berbunyi. “huaaahhmm… pagi yang cerah.” ucap Clarissa yang masih setengah mengantuk. Ia pun bergegas mandi dan bersiap-siap pergi sekolah. Setelah bersiap-siap, ia pun segera menuju ruang makan untuk sarapan. “bonjour, breakfast apa kita pagi ini?” tanya Clarissa. “eh, tumben putri tidur bisa bangun pagi? biasanya kan bangun kesiangan terus. Hahaha…” ledek Cassandra. Cassandra adalah kakak Clarissa. Cassandra lebih tua dua tahun dari Clarissa. “enak aja! Lo tuh putri tidur!” ujar Clarissa kesal. “iya, iya. Bercanda doang kok.” ucap Cassandra. “WHATEVER!” ketus Clarissa. “ngeselin banget sih tuh orang!” ucap Clarissa dalam hati. Seusai sarapan, Clarissa berpamitan pada orangtuanya untuk pergi sekolah.

Sesampainya di sekolah, Clarissa langsung menuju kelasnya. Namun saat ia berjalan menuju kelasnya, tanpa sengaja Clarissa menabrak seseorang. “aduh!” “maaf, aku nggak sengaja.” ucap Clarissa. “eh cewek bego! Kalo jalan tuh jangan ngelamun. Lihat tuh buku gue jatuh semua. Gue gak mau tau ya, pokoknya sekarang lo beresin semua buku gue!” ucap cowok yang tak sengaja ditabrak Clarissa tadi. Clarissa pun segera membereskan buku yang terjatuh di lantai. “nih buku lo! Ingat ya, gue bukan cewek bego! Lo tuh yang bego!” ucap Clarissa sambil berlalu meninggalkan cowok tadi yang masih marah-marah. Setelah sampai di dalam kelas, Cessa langsung menghampiri Clarissa. “hey Cla. Pagi-pagi kok udah kusut aja tuh muka?” canda Cessa. “gimana nggak kusut coba, tadi waktu gue mau masuk kelas, gue nabrak cowok. Gue udah minta maaf tapi dia masih marah-marah. Terus dia suruh gue beresin bukunya yang jatuh. ngeselin banget tau gak!” ucap Clarissa kesal. “hahaha, kasihan tuan putri yang cantik menawan ini. Pagi-pagi udah sial aja.” ujar Cessa sambil tertawa.

Bel masuk pun berbunyi. Pelajaran pertama hari ini yaitu Matematika. Namun yang masuk bukan Bu Fira, melainkan ibu kepala sekolah. Bu kepala sekolah masuk bersama seorang anak laki-laki. “selamat pagi anak-anak” ucap Bu Gina. “pagi buu…” ucap semua siswa. “hari ini kalian akan memiliki teman baru.” ucapnya. “Albert, silahkan perkenalkan diri kamu.” “hai guys, namaku Albert Ghazali, kalian bisa memanggilku Al.” ucapnya memperkenalkan diri. “kalau begitu sekarang kamu silahkan cari tempat duduk yang kosong. Clarissa yang sedari tadi asyik menggambar tak menyadari kalau anak baru itu duduk di sebelahnya. “hay, aku Al.” ucapnya sambil mengulurkan tangannya. “aku Clarissa” jawabnya sambil menyambut uluran tangan Al, namun tetap tidak menoleh. Saat Clarissa menoleh, ia pun terkejut karena anak baru itu adalah cowok yang tadi pagi tak sengaja ia tabrak. Begitu pun Al, ia juga terkejut. “lo..” ucap mereka bersamaan. “ngapain sih lo duduk disini?! Gue ogah duduk sama cowok songong kayak lo!” “kalau bukan karena tempat lo yang kosong gue juga ogah duduk sama cewek bego kayak lo!” Clarissa pun terpaksa duduk dengan Al.

Selama mereka duduk berdua mereka tak pernah berbicara apalagi saling tatap. Setiap tatapan mereka bertemu, maka salah satu dari mereka memalingkan wajahnya. Akhirnya Al pun menyerah, karena ia tak betah harus diam-diaman dengan Clarissa. Al pun memberanikan diri untuk berbicara pada Clarissa. “kenapa sih, lo gak mau ngomong sama gue? Apa salah gue coba?” tanya Al. “gak usah pura-pura gak tau deh lo ya. Lo ingat kan waktu gue nabrak lo? Lo bilang gue cewek bego.” jawab Clarissa. “kalau itu penyebabnya lo gak mau ngomong sama gue, gue minta maaf. Maaf karena gue udah bilang lo cewek bego.” “oke, gue maafin lo.” Sejak saat itu Al dan Clarissa mulai akrab. Bahkan mereka mendapat gelar “BEST COUPLE” di SMA Pelita Bangsa.

Hari ini Al dan Clarissa akan pergi berjalan-jalan. Tepat pukul 16.00 Al menjemput Clarissa di rumahnya. “assalamu’alaikum” ucap Al. “wa’alaikumsalam.” ucap seseorang dari dalam rumah Clarissa. Saat pintu dibuka, yang muncul bukanlah Clarissa. Melainkan Cassandra, kakak Clarissa. “eh, kamu Al ya?” tanya Cassandra. “iya, Clarissanya ada?” “oh Clarissa, masuk dulu ya. Dia lagi siap-siap” “iya, makasih.” Lalu Clarissa pun turun dari kamarnya di lantai 2. Saat Clarissa turun, Al terpesona dengan Clarissa. Clarissa sangat cantik sekali. Saat Al sedang menatap Clarissa, ia pun menyunggingkan senyuman mautnya pada Al. “udah lama ya?” “nggak kok Cla, baru aja sampai.” “ya udah, kalau gitu kita pergi sekarang aja.” ucap Al lagi. “oke.” mereka pun pergi dengan menaiki mobil Lamborghini milik Al.

Mereka menju ke sebuah pantai yang tidak terlalu jauh dari rumah Clarissa. Sesampainya disana, Al segera membukakan pintu untuk Clarissa. “thanks Al.” ucapnya. Al pun hanya tersenyum. Mereka berdua melihat senja di pantai ini. Ini adalah senja pertama yang mereka lihat bersama. “senja itu indah ya Cla?” “iya Al. indah banget, aku suka banget senja. Tapi baru kali ini aku lihat senja seindah ini.” ujar Clarissa kagum. “oh ya? Kalau begitu, setiap sore hari, aku akan mengajak kamu untuk melihat senja di pantai ini.” ucap Al. “benarkah Al?” tanya Clarissa tak percaya. “iya putri cantikku.” jawab Al sambil mencubit pelan pipi Clarissa. Mereka pun tertawa bersama.

Sejak itu, Al dan Clarissa selalu melihat senja di pantai itu setiap sore hari. Sudah puluhan, bahkan hampir ratusan senja yang mereka lihat bersama. Dan setiap sorenya, mereka selalu memotret senja di pantai itu. Senja juga menjadi saksi bisu awal kisah cinta Al dan Clarissa. Dan senja juga melukiskan kebahagiaan mereka berdua.

Sore ini harusnya Clarissa dijemput oleh Al. Namun tidak untuk sore ini. Al ingin memberikan surprise pada Clarissa, maka ia meminta Clarissa untuk pergi sendiri. Clarissa pun pergi sendiri ke pantai tempat biasa ia dan Al melihat senja. Saat sampai disana, Clarissa belum melihat Al. ia pun menunggu sampai Al datang. Lalu Al datang mengendarai motor ducati merah. Clarissa heran, kenapa Al mengendarai motor. Padahal setahunya, Al tidak suka naik motor. setelah Al turun dari motornya, Clarissa pun menghampirinya dan bertanya. “tumben kamu naik motor Al?” “iya nih Cla, lagi pingin aja.”

Mereka segera menuju bibir pantai. Tak lupa Clarissa memotret senja sore ini. “Cla, aku punya hadiah buat kamu.” “apa itu Al?” tanya Clarissa penasaran. “tapi kamu harus tutup mata dulu ya?” “baiklah.” Clarissa pun menutup matanya. “kalau aku bilang 3, kamu buka mata kamu ya?” “iya my prince.” “satu… dua… tigaa…” saat ia membuka matanya, ia melihat sebuah cincin yang sangat indah. Al pun memakaikannya di jari manis Clarissa. “ini bukti cinta aku ke kamu. Yah, meskipun bukan cincin yang mahal.” “aku gak peduli berapa harganya, yang penting kamu selalu ada buat aku dan selalu mencintaiku.” Al memeluk Clarissa.

Setelah matahari sudah tak terlihat lagi, Al mengantarkan Clarissa pulang. Sesampainya di rumah Clarissa, Al langsung pamit pulang. “aku pulang dulu ya princess, sampai jumpa besok.” “iya, makasih ya cincinnya. Aku suka. Kamu hati-hati di jalan ya my prince.” “iya.” Sebelum pulang Al memeluk Clarissa sangat erat, seperti akan berpisah selamanya. Clarissa pun heran dengan sikap Al hari ini. Namun ia tak mau berfikiran negatif. “dah my princess” ucap Al sebelum pulang. “daah..”

Sore ini, Clarissa sudah bersiap-siap untuk pergi bersama Al. setengah jam ia menunggu, Al tak kunjung datang. Sudah satu jam, Al tak datang juga. Clarissa pun mulai khawatir. Tiba-tiba sahabat Clarissa, yaitu Cessa menelfonnya. “halo Cess, ada apa?” “halo Cla, lo sekarang ke rumah sakit, buruan.” ucap Cessa. “ada apa? Siapa yang sakit?” tanya Clarissa. “ntar gue jelasin, yang jelas sekarang lo buruan ke rumah sakit.”

Sesampainya Clarissa di rumah sakit, ia melihat disana sudah ada Cessa dan orangtua Al. “Cess, ada apa sebenarnya?” “Al kecelakaan. Dia kecelakaan saat menuju rumah lo.” “apaa?!” Clarissa terkejut. Seketika tubuhnya pun lemas. Lalu Cessa membantunya duduk di sebuah kursi.

Kemudian dokter keluar dari ruang ICU. “maaf, siapa keluarga korban?” “saya orangtuanya dok.” jawab orangtua Al. “gimana keadaan Al dok?” sambungnya lagi. “kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun Tuhan berkehendak lain. Nyawa putra ibu dan bapak tak dapat kami selamatkan.” Orangtua Al pun menangis sejadi-jadinya. Begitu pun dengan Clarissa. Ia belum siap kehilangan seseorang yang sangat ia cintai. Kemudian dokter menghampiri Cessa dan Clarissa. “apakah ada yang bernama Clarissa?” tanya dokter. “saya dok” jawab Clarissa. “Saat dibawa keruang ICU tadi, Al sempat menyerahkan kotak ini pada suster. Dan di atasnya bertuliskan nama Clarissa Faustina. “dokter menyerahkan kotak itu pada Clarissa.

Setelah pemakaman Al, Clarissa segera pulang. Sesampainya di kamar, ia langsung membuka kotak yang tadi diberikan oleh dokter. Saat membukanya, ia sangat terkejut. Isi kotak itu adalah sebuah liontin berbentuk hati. Ia membuka liontin itu, dan di dalamnya ada foto ia dan Al saat pertama kali melihat senja bersama. Di liontin itu juga bertuliskan nama Albert Ghazali dan Clarissa Faustina. Bulir-bulir air mata Clarissa pun jatuh membasahi pipinya. Ia terharu melihat liontin itu. Di dalam kotak itu juga ada sepucuk surat berwarna pink. Surat itu berisi:

Gimana liontinnya Cla? kamu suka kan? Itu sebagai bukti cinta kita. Aku sangat mencintai kamu Cla. mungkin saat kamu membaca surat ini, aku udah nggak ada lagi di dunia ini. Maaf ya Cla kalau aku harus pergi secepat ini. Aku janji akan nunggu kamu disini. Aku juga minta maaf, mungkin selama ini kita pernah marahan, aku pernah buat kamu sakit hati, aku minta maaf yang sebesar-besarnya. Oh ya, liontinnya kamu pake ya. jangan sampai kamu lepas. Nanti disini aku sedih. Jangan lupain aku ya, sering-sering do’ain aku ya. biar aku tenang disini. AKU AKAN MENCINTAIMU HINGGA NAFAS TELAH BERHENTI ~ MY PRINCESS MY LOVE
YOUR PRINCE
ALBERT GHAZALI

Seketika itu juga, air mata Clarissa membanjiri pipinya. Ia sedih membaca surat dari Al. Al, aku janji akan terus pakai liontin dari kamu, aku akan do’ain kamu terus. Aku janji Al. kamu satu-satunya yang akan menjadi MY PRINCE. Dan sore ini adalah sore pertama aku menikmati senja tanpamu MY PRINCE. MY LOVE JUST FOR YOU ALBERT GHAZALI

Cerpen Karangan: Sarah Febiyanti
Facebook: Sarah Febiyanti
twitter: @febiyantisarah

Cerpen Semua Berakhir Bersama Senja merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kegagalan

Oleh:
Perlahan ku buka sampul binder dari dalam tumpukan baju dalam lemari ku. Di lembar pertama terlihat jelas tulisan lamaku, sebuah kisah luka dengan gambar “Teddy Bear” di pojok kanan

Cukupkah Kata Maafku ini?

Oleh:
“karena kamu yang aku tunggu..” kata itu menjadi kata yang paling berkesan yang pernah aku dengar. Bisa dibayangkan bagaimana tersanjungnya hati seorang cewek kalau dapet pujian seperti itu dari

Malaikat

Oleh:
Ini adalah kisah cintaku dimana aku bertemu dengan seorang malaikat yang tidak bersayap, tidak bercahaya, dan tidak dari dunia lain tapi malaikat ini adalah malaikat yang menyerupai manusia, sikapnya

Sampai Kapan

Oleh:
Hari itu Idul Adha, aku tidak pulang kampung dan tetap di kos. Saat dia datang semalem ke kostku, dia mengajakku untuk main ke kontrakannya. Nama dia Adhy, seorang kakak

Alisaaa

Oleh:
Matahari mulai bersinar cerah, burung burung mulai bersahut-sahutan, kulihat di sudut jalan banyak yang memulai aktivitas masing-masing, bahkan kemacetan di kota ku mulai aku rasakan, udara pagi yang biasanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *