Senja di Ufuk Barat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 10 August 2018

Dinda duduk termenung di salah satu bangku alun-alun kota. Melihat sorak sorai kehidupan di dalamnya. Anak-anak kecil berlari saling mengejar. Muda-mudi bersitatap penuh kasmaran. Sedangkan para lansia asyik menikmati sisa usia mereka dengan bergurau. Sungguh harmoni yang indah kala itu.

“Neng, sendirian aja, nih?” tanya seorang penjual koran pada Dinda.
Dinda hanya diam lantas tersenyum. Ia juga heran mengapa dirinya sendirian menikmati keindahan sore ini.
“Ya, udah Neng abang duluan.”
Kali ini Dinda mengangguk. Hatinya menjadi tak karuan. Sebenarnya dari tadi ia sedang menunggu sang pujaan hati. Tetapi yang ditunggu pun tak kunjung hadir.

Akhirnya Dinda memutuskan untuk berjalan santai mengelilingi alun-alun. Merasakan setiap hembusan angin yang lembut membelai rambut hitamnya. Namun matanya selalu awas mencari pria berkulit kuning langsat, bermata cokelat, dan berambut hitam kemerahan. Siapa lagi kalau bukan sang pujaan hati.

Empat puluh menit berlalu. Matahari semakin condong ke barat. Menggelantung manja pada awan tipis yang kian luruh.
“Sudahlah mungkin ia tak sempat kali ini,” ucap Dinda dalam hati. Air mata perlahan menetes di kedua lesung pipi Dinda.

Tak ada yang tahu sebab sang pujaan hati tak dapat memenuhi janji. Kini ia tengah berjuang melawan gejolak ajal di tenggorokannya. Sungguh tak ada yang tahu. Hanya senja di ufuk barat yang menjadi saksi bisu perih yang dua insan itu rasakan.

Singkat saja ungkapan hati yang payau…

Cerpen Karangan: Muhammad Pramesta J. S
Blog / Facebook: jalasena
Ingin berbagi cerita? Follow akun instagram penulis di muhammad_pramesta atau email pramestajalasena12[-at-]gmail.com. Thanks…

Cerpen Senja di Ufuk Barat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Thank You For Your Love

Oleh:
Maybe yes… Maybe no. Itu hanya sebuah jawaban singkat yang selalu terlontar dari mulutku untuk menjawab segala pertanyaan Nia. Bagaimana bisa ku berikan satu jawaban yang pasti atas pertanyaan

Alun Alun Jingga

Oleh:
Aku memerangi dingin pisau yang menjelajahi tubuhku meski sempat berfikir menyerah akan lebih menenangkan, tapi tidak karena kau menggenggam tanganku di ujung cahaya, bukan ruang operasi juga bukan jas

Masa Lalu Menghancurkan Masa Depanku

Oleh:
Semua orang pasti pernah merasakan apa itu cinta… ya, cinta… cinta itu indah bagi yang merasakannya, Cinta itu bisa membuatmu bahagia dengan magicnya, karena cinta, juga bisa membunuhmu dengan

Puisi Terakhir

Oleh:
Mentari pagi kini telah bersinar dengan terangnya menerangi bumi. Tak lupa juga dengan sejuknya alam di pagi ini. Hari ini Bella berangkat ke sekolahnya tepat pukul 06.15 lebih siang

Cinta Dalam Takdir-Nya

Oleh:
“Aisyah..” panggil seseorang yang suranya sudah tak asing lagi bagiku. Akupun menoleh ke belakang dengan senyuman hangat yang ku persembahkan hanya untuknya. “Kamu kapan kembali lagi kesini?” tanya lelaki

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *