Sepucuk Surat Jelita

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 21 November 2016

Air hujan yang menetes, mulai membentuk bundaran-bundaran kecil yang semakin lama semakin besar pada danau tersebut. Masih terus menetes, membasahi keseluruhan yang ada di tempat itu. Tempat yang seharusnya begitu indah dan romantis. Namun berubah seketika, setelah beberapa waktu lalu ditambah dengan hujan yang datang tiba-tiba tanpa diundang. Davin. Cowok yang sedari tadi terus terdiam di atas kursi putih panjang, membiarkan air hujan membasahi tubuhnya. Bukan tanpa alasan. Ia sedang menunggu seseorang, lebih tepatnya pujaan hatinya sejak beberapa jam yang lalu. Harusnya, hari ini menjadi hari yang spesial karena ia akan menyatakan perasaannya. Namun kenyataannya, hari ini menjadi hari yang sangat mengecewakan baginya.

Semenjak hari itu, Davin tak pernah lagi bertemu dengan gadis pujaannya yang diketahui bernama Jelita. Padahal mereka satu kampus. Namun Jelita juga tak pernah lagi terlihat berada di kampus itu. Entahlah, apa yang membuatnya seperti itu. Davin mulai bertanya-tanya, dimana keberadaan Jelita. Ia memanggil salah seorang teman sekelasnya, sekedar untuk bertanya mengenai alamat Jelita.

“Lo yakin mau ke sana? Lo bakal dapat kabar yang sangat mengejutkan.”. Davin hanya mengangguk.

Ting.. Tong.. Ting.. Tong.. Bel putih telah berbunyi. Keluarlah seorang gadis kecil berusia sekitar 10 tahunan.

“Kakak cari siapa?” tanya gadis kecil itu.
“Kamu pasti adiknya Jelita kan? Jelitanya ada?” Davin berbalik tanya.
“Kakak kak Davin?”. Davin mengangguk.
“Tunggu sebentar!”. Gadis itu masuk ke dalam rumah. Beberapa lama kemudian, ia kembali dengan membawa sesuatu. Gadis itu memberikannya pada Davin. Sepucuk surat dari Jelita. Davin duduk di kursi, membacanya dengan penuh perasaan.

“Untuk Davin..
Saat kamu baca surat ini, aku yakin pasti aku udah pergi, jauh sekali. Maaf ya, aku mengecewakanmu. Aku enggak bisa tepatin janji aku buat ketemu kamu kemarin. Kamu tahu? Satu tahun yang lalu, aku merasa tidak ada, jiwaku telah mati karena keganasan penyakit itu. Tapi, semenjak kamu hadir, kamu merubah segalanya. Hingga akhirnya, aku terpaksa menyerah pada penyakit itu dan kita telah berbeda. Terimakasih, telah menjadi orang yang begitu spesial di hidupku. Terimakasih untuk semuanya. Maaf, jika kita tak lagi dapat bersama. Jangan rindukan aku ya! Karena aku takkan pernah kembali lagi sekalipun itu hanya sekedar untuk menemuimu. Semoga kamu dapat pengganti yang lebih baik dariku. Jelita.”. Air mata Davin tak lagi dapat dibendung. Ia masih tak percaya, jika gadis pujaannya telah meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Cerpen Karangan: Ria Puspita Dewi
Facebook: Puspita Elfa

Cerpen Sepucuk Surat Jelita merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rangga Radit

Oleh:
“Caraku mendapatkan Radit adalah mendekati sahabatnya, Rangga. Saat Radit cemburu, saatnya aku harus mengorbankan hati Rangga. Rangga maafkan aku. Aku egois karena mengorbankanmu untuk kepentinganku.” Pikirku. Hari itu sangat

My Infinity Love, Ryan

Oleh:
Hujan turun semakin deras, terlihat jelas rintikan hujan membasahin jalan sekitar komplek rumahku. Seperti biasa, jika turun hujan aku duduk di dekat jendela, untuk melihat jalanan yang basah diguyur

Aku dan Kamu

Oleh:
Hari ini aku datang mengunjungimu. Aku hapus beberapa daun yang mencoba menghalangi pembaringanmu. Ah aku tak bisa melupakan itu, kenangan yang kita torehkan bersama. Kenangan yang dimulai di tempat

Cinta Pertama Dan Terakhir

Oleh:
Hari itu. Kak Ray membawaku ke sebuah tempat. Mataku ditutup menggunakan slayer hitam. Dengan sangat perlahan Kak Ray menuntunku. Ray prasetya. Dia adalah seorang lelaki yang saat ini berumur

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *