Tenanglah di Surga

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 9 July 2014

Hidup tak akan pernah menjadi Abadi, tapi cintaku akan selalu Abadi

Tahun 2009, segerombolan anak muda berbakat sedang duduk nongkrong dan melakukan hal yang mungkin tak bisa dilakukan oleh orang biasa.
“Haiii semua, maaf aku telat” Teriak ku,
“Iya gak papa dave santai aja” jawab wahyu dengan keras, “siapa wanita itu cantik?” tanyaku
“Oooh itu dhea sepupunya gaza” jawab wahyu

Langit sore mulai menutup awan cerah menjelang senja dan malam pun tiba, sebuah perasaan yang tak pernah ku rasakan sebelumnya. wanita itu benar benar bisa membawaku pada satu titik yang memang membuatku merasa lebih nyaman dan semangat menjalani hidup.

Hari demi hari ku lalui dan mulai untuk mencari tahu siapa dia sebenarnya, semua usahaku untuk mencari tahu tak sia sia. jika ada kemauan pasti ada jalan, ibarat ini bukan hanya berlaku pada usaha dalam perbisnisan melainkan asmara pun demikian.

Wahyu menghampiriku dengan senang, “heh dave kamu ngapain senyum senyum gitu?” ucapnya, “gak papa yu, ini lagi duduk diam sambil membayangin gimana cara dapetin wanita itu, hehehe” jawabku dengan girang, sontak wahyu pun terdiam bisu dan mengatakan “kamu suka sama dhea? hahaha okelah besok kita samperin dhea”
Betapa senangnya ketika perasaan suka dan cinta campur aduk menjadi satu, seketika itu pula aku bisa merasakan hidup yang indah hidup yang penuh arti dan kedamaian di hati.

Dan hari ini adalah jadwal aku latihan band bersama wahyu juga, seketika itu aku pun meminta kepada wahyu untuk menjemput dhea agar aku bisa bertemu dengannya. Selang beberapa waktu aku mencoba nelpon wahyu “yu, jangan telat ya, tolong kamu jemput dhea sekalian hehehe” ucapku dengan girang “kamu tenang aja dave urusan itu aman” jawab wahyu tegas.

Selama latihan berjalan, entah mengapa jiwaku, hasratku, semangatku sangat menyatu dan membara, ini pasti terjadi sesuatu yang memang harus ku ungkapkan padanya, itu tak mungkin, karena aku memiliki fisik yang tak bagus tidak seperti teman lainnya. lalu ku coba sedikit basa basi padanya tentang asmara “dhea kamu udah pacaran belum?” tanyaku, “belum kok, hehe kenapa dave?” ujar dhea, lalu aku menjawab lagi dengan semangat “ya sudah Cuma pengen tanya doang hehe, emang tipenya gimana sih dhea?” tanyaku lagi dengan girang. dhea menjawab “gak muluk muluk kok, fisik itu nomor sekian yang berkepribadian baik dan yang paling penting hatinya” jawab dhea dengan serius, “ooh gitu ya” jawabku lirih.. “dhea aku boleh minta nomer hape gak? ya sekedar buat hubungin kamu buat lebih deket lagi hehehe” ucapku dengan nada bercanda namun serius.

Hampir satu jam kita mengobrol ternyata asyik juga ngobrol sama dhea, udah cakep, baik, nyambung kalau diajak ngobrol, perfect banget deh. Dan aku mencoba mendekatinya dengan berbagai macam cara mulai dari media sosial dan telepon genggam. Dan ternyata memang aku merasakan kebahagiaan sendiri setelah bisa menhubungi dhea.

Sabtu sepulang sekolah, aku nyoba nelpon dhea
Tuuutt… tuuuttt… tuttt “hallo, siapa ya?” ujar dhea dengan keras
“ini aku dhea, dave hehe oh ya nanti malam ada acara gak?” tanyaku.. “oh nanti malam? gak ada dave, gimana?” jawab dhea “ya sudah nanti malem aku jemput jam 8 ya” jawabku lagi dengan senang “iya deh” ucap dhea sambil menutup telpon.. tuuuttt… tuuuttt…

Malam yang ditunggu pun akhirnya tiba, aku memang berencana untuk mengungkapkan perasaan ini padanya, tetapi terlalu cepat untuk menyatakannya. itu tak jadi masalah karena memang aku sangat menyukainya dan mulai merasa jatuh cinta padanya. Sedikit demi sedikit ku satukan keberanian untuk menyatakannya. tadinya mau ngajakin jalan tapi ternyata lebih enakan di rumah sambil ngobrol di teras berdua, itu lebih efisien dibanding harus mengatakannya di suatu tempat apalagi cafe.

Tanpa pikir panjang aku langsung menyatakan “dhea sebenarnya aku mau ngomong sesuatu, tapi kamu jangan marah” ucapku dengan pelan, “mau ngomong apa dave” jawab dhea.. “aku suka sama kamu dhea” ujarku dengan malu malu… “suka sama aku?” jawab dhea dengan keras.. “iya dhea, ada yang salah ya?” tanyaku langsung.. dhea pun bisa melihat tatapan ku bagaimana perasaanku padanya, dan akhirnya dhea bisa menerimaku untuk jadi pacarnya walaupun aku belum mengatakan (kamu mau gak jadi pacarku?), alasan dhea sangat simple ia mengatakan “aku bisa lihat ketulusan mu menyayangi aku, dan aku juga sudah bertanya pada orang terdekat kamu, disini pun aku juga menyukaimu namun secara pelan” “sontak saja aku langsung memeluk dhea dengan erat, entah kenapa air mata jatuh dengan sendirinya”

2 tahun kita menjalani hubungan ini, aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas dan selama sekolah aku tidak pernah bisa mendapatkan nilai yang memuaskan, atas dasar cinta dan sayangnya padaku, aku mencoba untuk serius dalam belajar untuk meningkatkan prestasi ku, dan benar apa yang ku lakukan dengan rasa sayang, cinta dan ketulusan itu membuahkan hasil, aku bisa meraih juara 3 dari 40 siswa. ini sebuah hasil yang indah ketika aku bisa mengungkapkan hasil kerja kerasku kepada orang yang ku sayangi.

Waktu semakin berlalu dan memang banyak permasalahan yang terjadi tapi ku anggap itu adalah makanan dari sebuah hubungan. karena manusia tidak jauh dari masalah, suatu hari yang memang keadaannya sedang kacau antara aku dan dhea, masalah ini sulit dibicarakan karena setelah 2 tahun ini aku baru menemukan karakter dhea sesungguhnya, dhea memiliki sifat ketidak-pedulian dengan masalah yang berlarut larut, dan juga mengungkit balik kesalahan lama untuk menjadikannya satu serangan balik untukku.

Malam panjang semakin berlalu, dan keributan malam pun sudah mulai terasa hening. Entah kenapa perasaan ini tiba tiba merasakan ketakutan, aku mencoba menghubungi dhea di malam itu yang menurutku sebuah peluang untuk meminta maaf padanya.

Suasana yang kacau terlebih hati ini merasa gundah, aku menghubungi dhea melalui telepon saat itu memang panggilan masuk ke nomor tujuan, tetapi tak satu pun di terima oleh dhea, ini semakin membuatku merasa bersalah, lalu ku coba menghampiri kediaman dhea dengan diam diam, dan hasilnya pun nihil. lalu aku bertekad untuk mengetuk pintu rumahnya, memberanikan diri menghadap orangtua nya.

Ketika di depan pintu, badan gemeteran, nafas tersendak sendak,
Took… took… took…”assalamualaikum”, pintu pun di buka oleh ibunya
“ada apa nak malem malem begini ke rumah?” jawab ibunya dhea.. lalu aku pelan pelan menjelaskan “bu, apa dhea ada di rumah? saya khawatir dhea tidak ada kabar sama sekali bu” jawabku dengan pelan.. “dhea sedang keluar pake kendaraan sendiri nak tadi, coba cari di rumah temennya barangkali” jawab ibunya lemah lembut… “oh ya sudah bu, saya coba cari dhea saja, terimakasih ya bu saya pamit.. assalamualaikum” “wa’alaikumsalam” jawab sang ibu..

Sepanjang perjalanan pun tak henti hentinya merasakan khawatir yang begitu hebat, selama 2 jam hanya mencari dhea keliling kota dan itu gak ketemu, sesekali aku coba menghubunginya lagi lagi gak ada jawaban. rasa sayang dan cinta ini begitu besar ketika aku bisa mengkhawatirkannya. di salah satu lampu merah pun aku termenung, menunggu kabar darinya. hingga putar arah berkali kali di setiap sudut kota.

Akhirnya di suatu jalan ada keramaian yang ku pikir itu adalah gerombolan anak muda yang sedang nongkrong, perlahan ku mendekat di area tersebut. ku coba untuk menepikan kendaraan di tepi jalan dan berjalan menuju keramaian, kekhawatiran yang begitu hebat semakin membara, orang demi orang ku lewati untuk sampai di titik keramaian, ada sebuah mobil sedan ringsek yang dari jauh sepertinya aku mengenali mobil ini, dan apa yang terjadi? kekasih hati yang sangat sangat ku cintai terhimpit badan mobil dan bersimbah darah, sentak aku langsung mendekatinya dan mencoba membuka pintu yang ringsek, tak ada satu pun orang yang menolong kecuali aku. Setelah berhasil mengeluarkan dhea dari mobil, tangisan tak lagi tertahan dhea meninggal dalam kecelakaan.

Disini aku menemukan betapa terpukulnya ketika seseorang yang di cintai meninggalkan orang yang mencintainya, aku merasa tak kuat untuk kembali menapaki jalan-jalan terjal dalam perjalanan hidupku yang sudah rapuh. perjalanan menuju kesempurnaan di dunia yang abadi membuatku merasa sempurna. dan aku tahu bahwa semua akan terasa kehilangan ketika seseorang yang berharga telah meninggalkan kita untuk selamanya, duka mendalam akan mengiringi kepergiannya dan sulit untuk terhapuskan. dan aku yakin Tuhan akan mempertemukanku dengannya lagi.

Cerpen Karangan: Dhabit Pramono
Facebook: davit.mahardika

Nama: Dhabit Pramono
TTL: Lhokseumawe 19 Agustus 1992
Hobby: Bermusik, Swimming,
Musik Favorite: Led_Zeppelin, Santana, Casiopea, BB King and All music
Media Sosial: @DavitPramudya

Cerpen Tenanglah di Surga merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Impossible

Oleh:
Namaku Deva Adithya Alvano biasa di panggil Ndev. Aku anak perempuan. mungkin jika orang belum tahu wajahku, mereka mengira aku ini anak laki-laki. Mungkin karena namaku yang mirip sekali

Ketidak Jelasan Hubungan

Oleh:
Suatu hari di suatu sekolah ada seorang gadis kecil bernama Rani. Rani adalah perempuan yang menurut teman temanya baik, pinter, lucu, anggun, polos dan penampilannya menarik. Memang dia mulai

Hikoukigumo

Oleh:
Prishilla dan dafa, hari ini mereka berencana pergi ke paris, prishilla ingin memotret disana, cita-citanya yang ingin menjadi photografer terkenal. Pagi ini prishilla dan dafa ada di bandara, menunggu

Puisi Tanpa Nama

Oleh:
Cinta telah membawa sebuah penantian panjang dalam hidup Rahma. Penantian yang tiada ujungnya. Penantian yang tiada titik temu dalam perjalanan mencari sebuah petunjuk. Kebimbangan dan kegalauan menggelayuti dirinya. Mengusik

Kenangan Di Atas Bukit

Oleh:
Di suatu hari yang cerah, aku duduk termenung sendiri di atas bukit dan hamparan rumput yang hijau. Menatap langit luas, memandangi pohon hijau yang indah mewarnai bumi, mendengar burung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *