Terlambat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 20 January 2017

Kirana salsabila gadis berambut lurus dan panjang berwarna cokelat ini sering dipannggil Kiran. Dia adalah murid yang cantik, baik dan cerdas, banyak orang yamg suka padanya, saat ini dia sekolah di SMA kelas 11 di kota yang ditinggalinya. Dia anak yang kurang perhatian dari orangtuanya karena terlalu mementingkan pekerjaan, sepanjang hari Kiran hanya menghabiskan waktunya dengan menyendiri mengurung di kamar karena dia adalah anak tunggal. Dia juga perempuan yang cuek, hampir semua laki-laki yang pernah dekat dengannya tidak pernah memilikinya, tetapi dia anak yang seriusan, sekali ia jatuh cinta dan sayang kepada seseorang rasanya tidak akan hilang meski orang yang disayangnya tidak peka, dan dia juga orang yang paling susah move on.

Saat ini Kiran sedang jatuh cinta kepada seorang pria di kelasnya yang bernama Bara pangestu, dia berparas tampan tapi sikapnya tidak sebaik namanya, sikapnya itu membuat semua guru jengkel terhadapnya karena jarang sekolah dan tidak pernah mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru. Tapi Kiran gak patah semangat buat dapetin dia walau Kiran tau Bara gak baik jadi seseorang yang bersanding dengannya, tapi ini hati gak bakalan bisa dibohongin dan kiran percaya kalau hatinya gak bakalan salah memilih.

Suatu hari sahabatnya Vira, mengetahui rasa Kiran, kiran gak tau harus gimana? tapi mungkin ini sudah takdir Kiran pun menerimanya.
Bara tidak sekolah, ingin rasanya Kiran tanyakan keberadaan Bara kepada teman dekatnya namun ia malu Kiran takut kalau temennya salah sangka berlebihan dan dianggap terlalu care sama Bara. Kiran gak mau kalau semua orang tau dengan perasaanya karena selama ini hanya dia dan Tuhan yang tau akan perasaan ini bahkan sahabatnya, Vira tidak diberi tau.

Saat Bara sekolah, Kiran merencanakan sesuatu ia akan mengikuti sang pujaannya sampai Bara benar benar pulang karenanya karena Kiran takut kalau orang yang ia cintainya melakukan hal yang negatif dan keluar dari batas.

Ternyata dugaan Kiran benar Bara melakukan hal tak terduga di luar sekolah, dia berkumpul dengan teman di luar sekolah dan merok*k bersama Kiran yang melihatnya sangat kaget, Kiran memotret kejadian itu dengan jelas dengan HP yang dibawanya, Kiran gak tau harus apakan foto ini. Kiran akan berpikir saat sudah sampai di rumah, saat tiba di rumah dia berpikir apakah harus Kiran laporkan kepada guru BP?. Logika Kiran berkata “Laporin aja ke guru BP biar dia sadar apa yang dia lakuinnya itu salah” tapi hati Kiran bilang “Aku hapus aja poto ini, aku gak mau kalau dia sampai masuk ke BP”.

Dan keesokannya Kiran telah menentukan pilihannya, Kiran akan melaporkan kejadian ini ke ruang BP karena ini buat kebaikan Bara juga. Saat Bara dipanggil ke ruang BP, hati Kiran kecewa Kiran sedih dengan apa yang diperbuat oleh orang yang ia sayanginya.
Hingga logika Kiran berpikir untuk berhenti mencintainya tapi hati ini masih terus mempertahankannya. Vira menyemangati Karin untuk tidak menyerah karena Vira tau apa yang harus dilakukan Kiran.

“Bara bisa berubah! Bara bisa kalau dia nemuin orang yang tulus, dan orangnya itu kamu, karena cuma kamu yang cinta dan sayang tulus dari hatimu” Itu ucapan yang diucap Vira kepada Kiran yang membuat Kiran tetap bertahan dan memutuskan untuk mendekatinya dengan alasan ingin bisa bermain basket, karena Bara sangat jago memainkan olahraga itu. Setiap hari ia selalu pergi ke rumah Bara untuk latihan basket sambil mencuri waktu untuk bertanya kenapa bisa senakal ini.

Hingga kelas 11 pun berakhir dan memasuki kelas 12 dia berubah dia sudah benar benar berubah sampai guru guru bertanya hal apa yang membuat Bara berubah, Bara selalu mengucap kata terima kasih. Dan sekarang aku hanya akan menunggu balasan cinta yang saat ini aku genggam.

Setiap saat aku selalu memikirkannya dan tanpa sadar dia sudah memiliki seorang kekasih, kekasihnya ada di kelas sebelah bernama Tiara, hati Kiran tertusuk padahal saat itu Kiran akan menyatakan perasaannya, tapi ia tak mampu lagi bertahan karena ternyata Kiran mempunyai penyakit yang sangat parah dia mengidam penyakit kanker darah stadium 4 yang membuat Kiran tidak akan lama tinggal di dunia ini. Vira pun berusaha keras untuk memberitau kepada Bara akan keadaan Kiran. Dan dokter mengatakan hanya 1 minggu waktu terakhir Kiran ada di dunia ini, dokter meminta agar buat hidupnya berwarna disaat detik terakhir Kiran di dunia. Bara pun mengerti dia datang ke rumah sakit menemui Kiran pada hari terakhir ia di dunia ini.

“Ran lo jangan pergi dari hidup gue! gue masih butuh lo buat ngerubah hidup gue, dan gue sadar gue udah jatuh cinta sama lo! gue sayang sama lo jangan tinggalin gue sendiri disini Ran jangan! Lo jangan pergi!” Kata Bara. Belum sempat Kiran mengucap kata terakhirnya ia tersenyum gembira dan menutup mata untuk selamanya.
Semua orang menangis terutama Bara, kenapa cinta harus datang terlambat seperti ini?

Bara pangestu, makasih banget semuanya bar, aku seneng dengan perasaan aku ini aku bahagia karena aku ternyata bisa merubah hidup kamu jadi seseorang yang lebih layak. Jangan sedih kalau ternyata aku ninggalin kamu, semoga kamu tau tentang perasaan yang aku rasa ini, I love you bar-kirana salsabila.

Itu adalah surat terakhir yang ia tinggalkan di loker kamar Kiran, dan orangtua Kiran memberikannya kepada Bara.

Cerpen Karangan: Khoirotunnisa
Facebook: Khoirotunnisa nisa

Cerpen Terlambat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Cinta Malaikat Kecil

Oleh:
Panggil saja Pratiwi seorang gadis desa yang baru saja merantau di Jakarta. Dia gadis tomboi yang dulunya begitu badung akan tetapi ia sangat baik. Saat ia berada di kota

Saat Kau Pergi

Oleh:
Aku hanya bisa menatap langit. Duduk di sebuah bangku taman. Melihat dunia ini yang begitu kejam. Kenapa? Kenapa aku tidak bisa bahagia. Kenapa semua orang menyia-nyiakanku. Apa salahku pada

Dialog Hujan

Oleh:
Tak sengaja aku datang ke kota itu. Tempat pertama kali kita bertemu. Ada senyum dan tatapan tajam matamu. Sadarkah kau? aku rindu. Kota tua ini hujan lagi, tanahnya basah

Al-Qur’an Cokelat

Oleh:
Ku langkahkan kaki yang berbalut sepatu kets kesayanganku ke luar rumahku dengan mantap. Semilir angin pagi dan kicauan burung menambah sempurna pagi pada hari jum’at indah itu. Namun, cuaca

Tinggal Kenangan

Oleh:
Hari memang cerah, tidak mendung seperti biasanya. Namun itu tidak membuatku ingin keluar, aku hanya ingin tetap di tempat tidurku. Mendengarkan musik, agar pikiranku tidak tertuju pada kenangan indah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Terlambat”

  1. meylan says:

    Coba ceritanya sakit nya gk usah kanker darah stadium 4 mulu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *