Terlambatkah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 14 September 2015

“Tunggu kalian jangan pergi dulu, sebentar lagi pasti dia bakalan datang. Please, jangan pergi ya.” Dengan wajah yang agak cemas, seorang cewek berusaha menahan teman-temannya.
“Oke deh pril, kita bakalan nunggu lima menit lagi, kalau sampe dia belum datang juga.”
“oke oke, thank’s ya” kata cewek itu memotong kalimat temannya.

Tring! Tring! Tring! bunyi hp yang memaksaku membuka mataku.

“Hoamm” dengan mata sepatku, aku melihat layar lebar hp. Seketika, mata sepatku langsung melotot.
“ha..halo, sa.. sayang” dengan hati yang berdebar. Aku mengangkat telepon dari pacarku itu.
“sayang, kamu di mana sih? kamu lagi sibuk ya” Suara lembutnya, menenangkan perasaanku.
“maaf ya sayang, aku lupa, aku ketiduran.” Kataku, mencoba jujur padanya.
“ohh, iya gak apa-apa say. Tapi, teman-temanku udah pada datang, gimana nih say?” Jelasnya padaku.
“Thank’s ya say, pangertiaannya. Ya udah, kalian mulai aja dulu, gak apa-apa kok..” Kataku padanya.
“iya say, kamu cepetan datang ya! aku sayang kamu” Tuturnya padaku.
“aku juga sayang kamu, sayang” Kataku, mengakhiri percakapan.

Hp ku letakkan, segera aku meluncur ke kamar mandi. Namaku Prif. Bukan nama asli sih, tapi, ya udahlah. Sekarang, aku duduk di kelas 9 SMP. Ya, SMPN 1 TNS. Aku merasa, aku adalah cowok paling beruntung sedunia, punya seorang bidadari. Yang amat sabar dengan sifatku. Hmmm kalian pada ngiri ya, kasihan. Becanda. Sekian perkenalannya. Setelah, seluruh tubuhku basah, aku ke luar. Jangan Tanya soal kebersihan padaku karena, aku pun tak tahu. Aku mandinya, bersih atau tidak. Hehehe, itulah aku.

Kemeja hitam, celan jeans dan gaya rambut miring kebanggaanku, melengkapi penampilan tahun delapan puluhanku. Aku tak suka pakai parfum. Jadi aku tak memakainya. Yaps, masalah fashion selesai. Sekarang, “Aku ke sananya naik apa?”
Ya, masalah transportasi yang sekarang ada dalam benakku. Jam segini, mana ada angkot. Mau naik taksi, pasti mahal. Huh, aku bingung sekarang. Tak lama ku berpikir.
“mau ke mana bang?” Tanyaku pada seorang kurir barang. Yang sedang mangendarai pick up kesayangannya.
“Mau ke daerah kerli (kerajaan lizat) tong, kenape?” katanya padaku.
“boleh numpang gak bang?” Pintaku. dalam hatiku, ahhh, Tuhan memang tahu kesulitan hambanya.
“naik dah, gua buru-buru neh” jelasnya padaku.
“makasih ya bang.” kataku, sambil berusaha masuk ke dalam mobil itu.

Tak lama berselang, aku tiba pada sebuah kompleks perumahan.
“kiri bang, udah nyampe” Kataku.
“ampe sini aje tong?” Tanyanya padaku.
“iya bang, makasih ya.” Jelasku.
“iye, lo hati-hati ye.” Tuturnya padaku.
“sip.” Kataku, sebelum si abang kurir, berlalu meninggalkanku.

Dengan hati yang amat girang, aku menuju ke arah rumah bidadariku itu. Ahhh aku lupa, hadiahnya belum dibeli. Segera ku cari toko bunga terdekat. Ku beli seikat, blasteran merah-putih untuknya. Ya, blasteran merah-putih adalah istilah yang ku pakai, untuk bunga mawar berwarna pink. Unik ya. Hehehehe. Hadiah udah. Sekarang aku kembali menuju kediaman pacarku itu. Tapi, kok rame banget ya. Pasti pestanya besar-besaran, bakalan asyik nih, apalagi pas aku kasih dia bunga. Terus dia nyium pipiku gitu. Pikiranku melayang terbayangkan keebahagiaan yang akan meendatangiku. Semakin dekat, kayaknya ada yang aneh deh. Ini kan ulang tahunnya anak remaja. Kok yang datang pada tua-tua sih. Ada yang nangis pula tuh. Selain itu, di mana musiknya. Ahhh aku bingung.

Aku mencoba semakin dekat. Ku lihat, ada polisi dan pemadam kebakaran di mana-mana. Selain itu, terlihat sebuah bangunan. Yang hangus dilalap si jago merah. Kebimbangan merasuk tubuhku.
“permisi pak, ada apa ya?” Tanyaku pada seorang warga.
“gini dek, tadi ada kebakaran gede banget, rumah segede ini aja. Ampe angus total.” Jawabnya.
“lalu pak, penghuni rumahnya gimana?” tanyaku lagi.
“kalau gak salah, bukan cuma penghuni rumahnya aja dek, tapi ada banyak tamu undangan yang terkurung api dan gak bisa nyelamatin diri dek, jadi semuanya meninggal.” Jelasnya padaku.
“emangnya kenapa dek?” Tanyanya.

Tanpa menjawab pertanyaannya. Aku berlalu meninggalkan keramaian itu. Aku berlari sekencang-kencangnya. Tanpa tahu, ke mana kakiku membawa tubuhku. Hatiku hancur, aku tak mampu membayangkan apapun, bahkan berpikir sekalipun. Aku tak tahu, apa yang harus ku lakukan. Yang ada dalam benaku hanya, “betapa bodohnya aku?” bahkan aku tak dapat melihat sosok yang aku cintai, untuk yang terakhir kalinya. Tetesan demi tetesan, air bening mengalir di pipiku. Jatuh dan membasahi permukaan bumi. Yang serasa menyalahkanku atas segalanya.

“sayang, maafin aku ya. Aku gak tahu, kalau aku bakalan gak bisa ngelihat kamu lagi.” Teriakku, ingin melampiaskan rasa bersalahku.

Sesaat aku tersadar. Aku tengah berada pada sebuah taman. Tentu, ini tempat di mana, aku dan dia sering menghabiskan minggu pagi berdua. Tempat yang menyimpan, banyak kenangan kami. Air bening itu, tak berhenti mengalir. Aku tak mampu membendungnya. tak lama, berhembus angin sepoi-sepoi, yang memunculkan suatu sosok, makin lama, sosok itu makin jelas terlihat.

“sayang!! itu kamu?” Kataku, kaget dengan kejadian itu.
“iya sayang, aku datang untukmu.” Suara lembutnya. Seakan membelai telingaku.
“aku senang sayang, akhirnya aku tahu, kalau semua kecemasanku itu salah.” Tuturku, bahagia.
“tidak sayang, kamu tidak salah, sekarang duniamu dan duniaku, sudah berbeda.” Sanggahnya.
“tapi sayang…” kata-kataku terhenti.
“maafin aku ya, aku udah ngecewain kamu. Aku udah buat kamu nunggu lama, aku selalu terlambat. Maafin aku ya.” Kataku, penuh rasa bersalah.
“ssttt…” ia mencoba menenangkanku.
“kamu gak salah kok, bukan kamu yang telat.” Kata-kata, yang membuatku bingung.
“ya, kamu gak telat, aku aja yang kecepetan perginya, maafin aku ya say. Aku sayang kamu.” Jelasnya, sambil mendekatiku, dan mengecup pipiku.
“ini kan, yang kamu bayangkan. Saat akan betemu denganku, aku harap ini bisa membuatmu senang.” Katanya, sebelum berlalu meinggalkanku. Berteman sepi di taman ini.

The End

Cerpen Karangan: Vian Toyang
Facebook: Vian Toyang

Cerpen Terlambatkah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Buku Diary Yona (Part 1)

Oleh:
Hari ini angin bertiup cukup kencang, membuat suasana menjadi dingin. Yona duduk di atas rumput basah yang terkena embun pagi. Seperti biasa dia akan duduk di taman belakang sekolah

Lafadz Cinta di Negeri Sunyi

Oleh:
Coffee maker di pantry itu menggemuruh. Sebentar lagi cappuccino kesukaan Rio akan siap. Selanjutnya, dia akan menuangkannya ke dalam cangkir. Kemudian menaburi bagian atasnya dengan coklat granula dan sedikit

Kisah Arloji Retak

Oleh:
Kenangan, kata petuah, kadang mengesankan tetapi juga seringkali menggenaskan. Sementara musim beranjak menua, tahun-tahun terus berlalu, Ndung, sahabatku itu, masih juga terpekur, mendengkur. Dengkulnya melengkung, membentuk busur dengan jidat

Cinta Pertama

Oleh:
Cinta pertama. Setiap orang pasti memiliki cerita tersendiri mengenai cinta pertamanya. Ada yang berakhir indah namun ada pula yang berakhir menyedihkan. Begitu pula dengan aku, aku mempunyai cerita tentang

You Not My Best Friend

Oleh:
Dua tahun yang lalu aku punya sahabat yang bernama dela, aku sangat menyayanginya, kita sering menghabiskan waktu bersama, apapun yang kita lakukan selalu bersama, jika ada yang kurang kami

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *