Ternyata Aku Salah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 19 September 2015

Pagi itu gue semangat banget berangkat ke sekolah, ya maklumin aja hari ini hari pertama gue masuk SMA. Saat ini gue ada di kelas X ipa 2. Di kelas gue dapet banyak temen baru, ya walaupun baru masuk pertama tapi herannya gue udah banyak temen. Padahal sebelumnya gue ngira gue bakal sendirian gak punya temen dan rasanya pengen nangis, haha. Hari pertama masuk seperti biasa hanya perkenalan maju satu persatu ke depan kelas. Dan saat itu gue kenal yang namanya Frans, ya Frans sebenarnya dia itu nggak begitu keren, ganteng pun juga enggak banget, tapi anehnya gue seneng banget kalau ngelihat dia.

Dan sampai akhirnya gue semakin dekat dan semakin kenal dia, ya proses itu berlangsung ketika ada pembagian kelompok tugas matematika. Aku satu kelompok dengan Frans, pertamanya sih biasa aja gak begitu senang tapi setelah beberapa kali aku mengerjakan tugas bersama dia, ada yang aneh denganku sampai-sampai temen gue Lia sampai ngira kalau gue suka sama Frans. Gue selalu bilang kalau gue nggak suka, ya memang gue gak suka. Tapi lama-kelamaan gue jadi suka. Entah faktor apakah itu? mungkin faktor cuaca atau iklim? haha.

Semenjak kejadian itu gue di kelas sering diejekin teman-teman tentang Frans, ejekan itu membuat Frans sedikit malu tapi Frans membalasnya dengan senyuman, gue pun seneng sih diejekin tentang Frans, hehe hampir setiap malem gue selalu smsan sama dia, entah itu sekedar basa-basi, nanyain tugas, entah itu ngomongin temen, kadang juga kalau bingung mau bales apa, gue suka ninggal tidur, nggak cuma smsan aja, gue juga bertukar facebook dan twitter kadang inboxan kadang juga mentionan.

Sudah gak kerasa 3 bulan berkomunikasi dengan Frans dan saat menjelang ulangan tengah semester semua berubah, Frans kini malah menjauhiku entah kenapa? gue berpikir sih untuk persiapan belajar biar konsentrasi dulu gitu tapi di sisi lain apakah karena ejekan teman-teman. Gue bingung, gue ngerasa beda dan kini dia sedikit berubah, yang dulu sering sms gue, kini dia tak pernah sms lagi, smspun karena terpaksa menanyakan tugas -nyebelin kan- gue ngerasa bersalah, gue ngerasa bodoh. Kenapa gue dulu bisa suka Frans, seharusnya gue tidak menyukai Frans, seharusnya gue harus bisa bedain antara teman dekat dengan suka? gue begitu bodoh.

Akhirnya gue memutuskan untuk beberapa minggu untuk menjauhi Frans, agar Frans tidak membenciku, gue menjauhi Frans dengan pura-pura bahwa gue suka sama Aldy temannya Frans. Dan setiap hari gue berusaha tidak membahas tentang Frans melainkan kini bahasan gue tentang Aldy. Beberapa minggu gue jalanin, ternyata berhasil. Kini Frans kembali seperti biasanya yang sebelumnya cuek, gak peduli, kini Frans mulai sedikit peduli dan mau bertukar senyum denganku. Kini gue mengerti yang diinginin Frans itu bukan pacar tapi dia hanya ingin menjadi teman dekatku -sahabat.

Eh ternyata dugaan gue salah bro, ternyata Frans itu udah punya pacar namanya Visca dia adalah temennya SMP Frans, maka dari itu dia berusaha ngejauhin gue dengan gak pernah sms, inboxan, mentionan, dan pokoknya itu semuanyalah. Gue ngerasa sedih mendengar kabar itu dari Tasya sahabat gue, tapi gue berusaha tersenyum dan gak pernah ngerasain sedih gara-gara Frans di depan semua teman-teman gue, karena gue masih punya sahabat-sahabatku yang pedulikan gue daripada gue harus nangis mikirin Frans yang gak bakal peduli gue lagi.

The End

Cerpen Karangan: Noti Setiani
Facebook: Noti Setiani

Cerpen Ternyata Aku Salah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Alasan Cinta

Oleh:
Sudah 14 hari kau koma dan hanya diam kaku terbaring di ranjang kebesaran rumah sakit ini, tanpa ada sedikit pun obrolan walau aku selalu ada di samping kirimu. Air

Kembalilah Seperti Setahun Lalu

Oleh:
Aku rindu tatapannya, aku rindu senyumnya, aku rindu suaranya, aku merindukan semua tentangnya. Dia yang tak akan merindukan ku, dia yang tak mengenalku. Aku hanyalah bagian ingatan yang telah

Detik Terakhir

Oleh:
Kini aku duduk di bangku kelas XII IPA, kujalani hari di sekolah bersama dengan ketiga sahabatku fitri, nada dan yusuf, dan aku sendiri rey. kita berempat bersahabat sejak kita

Pelukan Terakhirku

Oleh:
Matahari bersinar cerah pagi ini. Aku langsung bergegas menuju ruang makan karena ibuku sudah lama memanggilku. Aku pun duduk di sebelah Ibuku. “Kana, kenapa kamu lama sekali..?” tanya Ibu,

Puisi Terakhir

Oleh:
Suatu hari di waktu senja terlihat seorang anak laki-laki berjalan gontai menuju arah pulang, begitu sepi sore itu tak ada kendaraan yang melintas hanya angan dan hayalan temani dia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *