Tolong Bilang I Love You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 2 February 2015

Aku menangis sedih, sedih sekali. Wajahnya selalu terbayang di dalam ingatanku. Aku tidak bisa melupakan kejadian itu, kejadian yang membuatku jadi gila karenanya. Hari ini aku pergi sekolah dengan perasaan kalut. Tatapan mataku yang kosong membuat teman sekelasku tidak ingin bicara padaku kecuali Rini. Seusai sekolah Rini main ke rumahku.

“Permisi, Ana aku boleh masuk gak?” pinta rini sambil mengetuk pintu kamarku
“iya Rin” jawabku pelan

Di atas kasur kamarku aku sedang memandangi foto di dalam bingkai yang berukuran 4R. Aku mengusap-usap wajah di foto itu dengan tatapan kosong. Rini yang melihat Aku seperti ini jadi khawatir karena sudah lima hari aku seperti ini. Ia menghampiri dan duduk di sebelahku, melihat aku yang tidak memperdulikan keberadaannya dan tetap memandangi foto lalu Rini mengusap air mataku yang masih tersisa sembari menasihatiku “Sudahlah na jangan larut dalam kesedihan gini” ujar Rini. Aku yang saat itu sedih langsung memeluk Rini dan menangis di pelukannya. Aku pun mulai bercerita lagi bagaimana aku bisa seperti ini. hanya Rini dan Bibi ku yang mau mendengarkan ceritaku.

Ini berawal ketika aku baru masuk SMA kelas 1. Saat itu sedang diadakan Masa Orientasi Sekolah (MOS). Murid-murid baru berkumpul di lapangan dengan mengenakan aksesoris yang telah diperintahkan kakak kelas untuk dipakai saat MOS berlangsung. Di lapangan kami berbaris perkelas dan setiap kelas ada dua kakak kelas yang menjadi pembimbing selama MOS berlangsung. Di dalam barisan aku menoleh ke belakang dan melihat Rio, aku tersenyum ke arahnya. Ia yang berada di baris sebelah kananku dan berada di belakang juga tersenyum padaku.
Rio adalah temanku sejak SMP kelas 3, saat itu ia adalah murid pindahan. Ia pindahan dari Yogyakarta dan rumahnya pun dekat dengan rumahku. Rio anak yang cerdas dan baik tapi Ia sangat pendiam dan sangat irit dengan kata-katanya.

“tttrrriiiinnggg” bel sekolah berbunyi menandakan waktunya istirahat
“Rio ayo ke kantin bareng” Ujarku pada Rio
“iya” jawab Rio

Sejak SMP aku selalu bersama-sama dengan Rio dan aku menyimpan perasaan suka padanya. Aku sendiri adalah anak yang periang dan selalu tersenyum tapi kalau dalam pelajaran aku termasuk anak yang baisa-biasa aja. Aku paling tidak suka dengan pelajaran Matematika karena sulit ku pahami tapi Rio selalu membantuku memahami pelajaran-pelajaran sulit dan Ia selalu jadi juara kelas.

Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi dan hari ini juga adalah akhir dari MOS yang berlangsung tiga hari. Seperti biasa Aku dan Rio pulang sekolah bersama, Rio yang menggunakan sepeda ketika berangkat sekolah tapi Ia selalu menuntun sepedanya dan berjalan bersamaku saat pulang sekolah.

Sejak SMP aku sangat menyukai Rio. Sudah tiga bulan berlalu, selama itu aku mencari cara agar Rio tahu isi hatiku. salah satu cara yang pernah ku lakukan adalah memberinya coklat dan mengikat coklat itu dengan pita warna pink. tapi setelah kuberikan padanya, Ia hanya sedikit tersenyum dan bilang “terima kasih ya” lalu mengajakku makan coklat itu bersama. Selama makan coklat aku menggunakan bahasa isyarat dan beberapa kode agar dia Peka bahwa aku cinta padanya. Ia begitu cuek dan aku sudah kehabisan cara supaya Ia tahu perasaanku.

Aku memutuskan untuk mengatakan langsung padanya bahwa aku cinta dia tapi sebelum itu aku minta pendapat Rini dulu.
“Rin gimana nih cara yang kamu kasih gak ngefek?” Tanyaku pada Rini
“pas kamu pake cara yang aku kasih, reaksinya Rio gimana?” Rini balik bertanya
“yaaa, dia cuek aja” jawabku dengan sedikit kecewa “kalau gini terus aku mau bilang langsung aja Rin”
“jangan Na harusnya kan yang nyatain cinta duluan itu Rio bukan kamu”
“Tapi Rin aku ingin dia tahu perasaanku”
“ya udah deh kalo itu mau kamu, aku Cuma bisa dukung kamu”
“makasih ya Rin besok aku akan bilang pada Rio”
“ciee.. cieee.. hahaha” ejek Rini dan membuatku malu. Kami pun tertawa bersama.

Keesokan harinya. Saat pulang sekolah aku mengajak Rio untuk makan di Mall yang jaraknya tidak jauh dari sekolah. Kami pun duduk berhadap-hadapan
“Rio kamu mau minum apa” tanyaku
“Lemon tea” jawab Rio
“owh ya udah kalo gitu aku sama deh”
Kami memesan makanan dan minuman, saat Rio sedang minum lemon tea yang tadi dipesan “Rio aku cinta kamu” Ujarku. Saat mendengarku Rio langsung tersendak dan batuk. Aku jadi tertawa melihat Rio seperti itu. “kamu bilang apa tadi?” tanya Rio “Iya, aku cinta kamu Rio” tegasku. Saat aku ingin melanjutkan pembicaraan tiba-tiba pelayan datang memberikan makanan yang kami pesan “udah makan dulu” pinta Rio.

Selesai makan kami memutuskan untuk pulang. Sesaat sebelum keluar pintu Mall aku memegang tangan Rio yang berjalan di depanku. Rio berbalik ke arahku dan saat itu aku bilang “Rio kamu juga cinta kan sama Aku” Rio pun tersenyum dan sambil menatapku Rio menjawab “Iya Ana”. Aku sangat senang mendengar jawaban Rio, kami pun pulang dengan bergandengan tangan.

Sudah seminggu berlalu sejak saat aku menyatakan cinta pada Rio. Selama seminggu itu Rio memberiku hadiah boneka. ya boneka Doraemon karena aku sangat menyukai doraemon.

Hari-hari berlalu terasa begitu cepat dan sudah tiga bulan aku pacaran dengan Rio dan selama itu pula setiap hari Rio selalu memberikanku boneka doraemon. Ia sangat perhatian kepadaku tapi aku belum pernah mendengar Rio mengucapkan Cinta padaku. Pernah saat Rio mengantarku pulang di depan gerbang rumahku aku menanyakan kembali kepada Rio “Rio kamu Cinta kan sama aku tapi kok aku gak pernah denger kamu bilang kalo kamu cinta sama aku” Rio yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengambil boneka di dalam tasnya dan memberikannya padaku. Kamarku hampir dipenuhi dengan boneka. Pernah juga saat itu dia menelpon ku malam-malam.
“Halo sayang ada apa?” tanyaku di telpon
“aku sekarang ada di depan rumah kamu nih, kamu keluar ya” pinta Rio
“tapi ini kan udah malam”
“keluar sebentar aja ya.. aku kan sudah ada di depan rumah kamu”
“yaudah deh, tunggu sebentar ya”
Aku pun keluar dan menemui Rio. Aku pikir ada sesuatu yang penting tapi dia hanya memberikanku boneka doraemon lagi.
“ini tadi aku lupa ngasih ke kamu” ujar Rio sambil memberikan boneka
“makasih ya sayang”
“iyah aku pulang dulu ya”

Esok adalah hari ulang tahunku kebetulan besok libur sekolah. Aku dan Rio berencana akan menonton film terbaru di bioskop dan aku berharap Rio akan memberikanku hadiah yang berbeda karena aku bosan dengan boneka yang diberikannya dan di kamarku sudah hampir penuh dengan boneka yang sama. Kami berjanji bertemu jam 09.00 di halte dekat sekolah. Sudah jam 09.30 tapi Rio belum juga muncul, aku menelponnya dan Ia bilang sedang di jalan. Aku melihat jam di tangan dan jam menunjukan pukul 09.50, sudah hampir jam 10 tapi Rio belum juga datang. “kamu kemana sih Rio” tanyaku dalam hati cemas.

Akhirnya Rio pun datang membawa sesuatu yang di sembunyikan di belakang badannya. Ia pun memberikannya padaku, tapi setelah aku tahu kalau itu adalah boneka doraemon lagi tapi ukurannya lebih besar. Aku langsung marah-marah kepada Rio karena aku sedikit kesal karena Ia terlambat di tambah hadiah yang dia berikan membuat ku kecewa karena tak sesuai harapan.
“kamu dari mana aja sih. Aku tungguin kamu disini sudah satu jam. Kamu sebenarnya cinta gak sih sama aku. Kalo cinta kenapa kamu gak pernah bilang Aku Cinta Kamu Ana” Ujarku dengan suara tinggi dan emosi. Tapi Rio hanya diam menatapku marah-marah dan malah memberikanku boneka yang di bawanya “Ini buat kamu”. Aku yang sedang kesal langsung mengambil dan membuang boneka itu ke tengah jalan.
Saat boneka aku lempar ke tengah jalan Rio langsung mengambil boneka itu dan tiba-tiba “tttiiiittt jegggeeerrr” di hadapanku aku melihat mobil menabrak Rio. Hatiku terasa tersambar petir yang amat dahsyat. Aku hampiri dia, aku memegang kepalanya dan menaruh di pangkuanku sambil menangis aku memanggil-manggilnya tapi dia tidak juga sadar. Setelah dibawa ke rumah sakit dokter menyatakan bahwa Rio meninggal. Aku sangat sedih dengan kejadian itu, setiap hari aku menangis dan menangis.

Sebulan telah berlalu sejak meninggalnya Rio tapi kenangan tentangnya masih melekat dan aku tidak akan membiarkan kenangan itu pergi. Sepulang sekolah aku menatap boneka-boneka yang diberikan Rio, aku selalu menghitungnya, jumlah boneka nya ada 100 menandakan 100 hari aku pacaran dengan Rio. Aku ambil boneka itu dan memeluknya dengan erat dan berharap bisa menghilangkan rasa rinduku pada Rio. Aku peluk dengan erat boneka itu sambil membayangkan Rio tiba-tiba “I Love You” aku mendengar suara Rio ada di dalam boneka yang Ia berikan, aku tekan perut boneka itu dan berbunyi lagi suara Rio “I Love You”. Ternyata Rio merekam suaranya dan memasukannya ke dalam boneka yang saat di tekan perutnya akan terdengar suaranya. aku kumpulkan semua boneka di atas tempat tidurku dan menekan perut boneka satu persatu. “I Love You, I Love You, I Love You, …” suara Rio terdengar begitu jelas di telingaku.
Aku jadi teringat dengan boneka yang Rio berikan kepadaku untuk terakhir kalinya. Aku sengaja memisahkan boneka itu dari boneka yang lainnya aku taruh boneka itu di sudut kamarku, karena ukurannya lebih besar dan juga masih ada bercak darahnya. Saat aku tekan perut boneka itu aku mendengar pesan Rio .
“Selamat Ulang Tahun Ana, aku mau minta maaf karena aku tidak pernah bilang kalau aku cinta kamu di hadapanmu, aku begitu malu untuk mengatakannya… lidahku jadi kelu saat aku ingin mengatakan kalau aku cinta kamu, jujur Ana aku sangat mencintai kamu. Ini adalah boneka ke seratus yang aku berikan padamu dan aku janji akan terus bilang ke kamu secara langsung kalau AKU CINTA KAMU Ana, oh iya di dalam saku boneka ini ada puisiku untuk mu ana I Love You”
Aku pun langsung mengambil kertas bertuliskan puisi yang ada di dalam saku boneka itu, saat aku membuka lipatan kertasnya tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh dan aku mengambilnya. Sesuatu itu adalah sebuah cincin yang terselip di lipatan kertas dan cincin itu bertuliskan Rio Love Ana. Sambil menangis aku mengenakan cincin itu dan membaca puisi Rio.

Kehadiranmu

Kehadiranmu menghilangkan semua luka
Kehadiranmu meredamkan semua duka
Kehadiranmu memberiku ilham akan Cinta
Kehadiranmu membuat hidupku lebih bermakna

Ceria mu menghilangkan gelap dan memberi cahaya
Tawa mu membuat hari-hariku indah penuh makna

Aku bagai malam yang dingin dan kelam
Dan engkau adalah bintang yang menghiasi sang malam
Dalam gelap kita berbagi
Dalam gelap kita abadi

Selesai membacanya aku langsung memeluk boneka dan surat pemberian terakhir Rio. Sepanjang hari aku hanya menangis dan menangis.

Tamat

Cerpen Karangan: Andri A. Hakim
Blog: permenkaretx.blogspot.com
Facebook: facebook.com/andri.uye

Cerpen Tolong Bilang I Love You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kita

Oleh:
Halo, pangeran. Aku hanya mau menyapamu saja. Bagaimana kabarmu dengan wanita barumu? Haha, pasti baik baik saja kan? Oh ya, pangeran, aku mau memberi tahu kau sesuatu. Kau tahu?

Beri Aku Kesempatan Kedua

Oleh:
Surabaya, ini satu tahun pertama bagi Ridho menetap di kota ini. Usianya kini 14 tahun dan dia bersekolah di sekolah favorit. Aisyah seorang remaja periang bersekolah di sekolah swasta

Good Bye

Oleh:
Senja mulai menampakkan diri, walau senja itu akan digulung oleh malam nantinya, tapi senja masih sempat memberikan keindahan pada dunia walau hanya sesaat, walau hanya selayang pandang, walau hanya

Dunia Satu Warna

Oleh:
Debur ombak malam di tepi lautan masih menusuki pori-pori kulit. Gadis mungil itu merapatkan jaket tebal yang dirasa masih kurang. Lelehan air mata telah mengering memoles wajah pucat tanpa

Diary Abangku

Oleh:
Ini aku tulis untuk menjadi kenangan bagi kalian yang membaca ini karena perjalananku tidak akan panjang lagi, garis akhirku terasa semakin dekat. Aku tidak tahu darimana semuanya ini berawal.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Tolong Bilang I Love You”

  1. nur atika says:

    Ceritanya bagus banget dan lumayan sedih sih.aku suka cerpannya
    Aku harap aku bisa bikin cerpen sebagus itu. Aku belum berani posting hasil turisan aku karna belum pede

  2. Shandez Darlene says:

    Keren banget… Bikin terharu. Terus berkarya ya Kak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *