Unrequited Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 21 August 2014

AUTHOR POV
Kenyamanan tidur Evelyn dibangunkan oleh suara cempreng milik Kimberly Robbel, gadis berambut coklat itu terus menguncang-guncangkan tubuh Evelyn yang terbalut selimbut tebal, Evelyn menatap wajah sahabatnya itu dengan malas. Matanya yang masih sipit dan rambutnya yang seperti singa membuat penampilannya kusut. Evelyn bangun dari tidurnya lalu duduk menghadap sahabatnya itu.
“Ada apa? ini masih pagi kau tau?” Ucap Evelyn sembari menguap
“Ini hari minggu, kau lupa?” Tanya Kimberly, ya setiap minggu mereka sering melakukan Jogging di pagi hari, itu merupakan kegiatan rutin mereka.
Gadis yang memiliki rambut yang pirang menepuk dahi nya pelan “ah iya aku lupa” ujarnya
“Kalau begitu cepat mandi, aku tunggu kau di bawah” ujar Kimberly lalu meninggalkan sahabatnya yang masih duduk di ranjang empuk nya.

Evelyn Jatson adalah nama yang diberi oleh kedua orangtua nya. Ia anak satu-satunya. Mungkin, Karena ia lebih akrab dengan Ayahnya membentuk karakternya yang tomboy. Kimberly Robbel adalah teman perempuan yang paling dekat dengannya, kehadiran Kimberly di kehidupan Evelyn membawa banyak keuntungan bagi kedua orangtua Evelyn karena sedikit demi sedikit Kimberly bisa merubah penampilan Evelyn yang tomboy. Evelyn yang sekarang lebih sering memperhatikan penampilannya ketimbang Evelyn yang dulu, Evelyn yang sekarang juga lebih suka pergi ke mall untuk shopping ketimbang Evelyn yang dulu lebih menyukai pergi ke tempat bermain game meski gaya penampilan Evelyn sudah berbeda tapi tetap saja gaya berjalannya masih seperti laki-laki.

Sepanjang jalan Evelyn terus menguap ia juga terlihat tidak bergairah hari ini, berbeda dengan Kimberly yang begitu semangat. Evelyn yang memiliki mulut seribu itu alias cerewet terdengar tidak bersuara jelas itu membuat Kimberly menoleh ke arah nya lalu melemparkan sebuah pertanyaan.
“Ada apa dengan mu? apa kau sakit?” Tanya Kimberly masih berlari kecil
“Tidak” Jawab Evelyn masih berlari kecil juga sama seperti Kimberly
“Apa kau yakin?”
“Aku yakin, aku hanya mengantuk saja”
“Memang semalam kau tidur jam berapa?”
“Jam 02.45 pm hehe”
Kimberly mendengus pelan “pantas saja” ujar Kimberly “hei, lihat disana ada ice cream” tunjuk Kimberly, ia tau sahabat nya yang satu ini sangat menyukai ice cream bisa dikatakan Evelyn ini icecreamLopers.
Mendengar sahutan sahabat nya Evelyn mengangkat wajah nya dengan semangat.

Mereka berdua asik menjilati ice cream mereka masing-masing, benar saja setelah mendapatkan satu ice cream cone Evelyn menjadi semangat. Di tengah sibuk menikmati ice cream cone nya yang rasa coklat, Evelyn melihat seorang lelaki tampan tengah asyik meng-Dribbling bola basket dengan teman-temannya di lapangan, lelaki itu teman semasa kecil nya, nama nya Greyson Chance, orang yang berhasil memikat hati Evelyn sejak kecil. Evelyn benar-benar jatuh cinta pada teman semasa kecil nya itu, semenjak mereka menginjak usia remaja lalu beda sekolah ia dan Greyson jadi tidak dekat seperti dulu karena kesibukan masing-masing, ia akan sangat senang apabila mereka kembali dekat seperti saat mereka masih kecil.

Brukkk!! Tiba-tiba bola basket yang akan Greyson lempar ke ring tadi malah mengenai kepala Evelyn, sontak gadis itu menelengkan mata nya lalu jatuh pingsan ke rumput yang masih basah akibat diguyur hujan tadi malam, Kimberly melotot lalu berjongkok berusaha menyadarkan sahabat nya itu. Greyson yang menyadari bola nya mengenai kepala seseorang sontak menghambur ke arah gadis itu.
“Hei.. Ma– Evelyn!! astaga Evelyn maafkan aku” ucap Greyson panik saat melihat teman semasa kecilnya pingsan karena ulahnya
“Sebenarnya kau ini bisa main tidak sih?!” Ucap Kimberly sewot
“Maaf, akan ku bawa dia pulang ke rumahnya” ujar Greyson lalu mengendong gadis itu.

“Aduh, kepala ku” sahut Evelyn memegangi kepalanya yang pusing
“Evelyn! kau sudah sadar? syukurlah” ucap Kimberly “ini minum dulu” Kimberly menyodorkan satu gelas air putih kepada Evelyn, Evelyn pun mengambil gelas itu lalu meneguknya hingga habis “Lyn, apa kau mengenal lelaki tadi? sepertinya ia mengenal mu, buktinya ia tau nama mu dan tempat tinggal mu” Tanya Kimberly
Evelyn tersenyum mendengar pertanyaan dari sahabat nya itu “Ya, dia itu teman kecil ku nama nya Greyson” jawab Evelyn “sekaligus cinta pertama ku” ucapnya pelan namun Kimberly mendengarnya
“Hah? cinta pertama mu?” tanya Kimberly, lagi. Detik itu juga pipi Evelyn memerah pada akhirnya gadis itu menceritakan tentang perasaannya yang terpendam pada Kimberly, sahabatnya.

Kali ini Evelyn sudah sangat siap untuk pergi ke sekolah, dan ia juga sudah sangat percaya diri dengan rambut digerai panjang, tas gendong berwarna hitam polos, jam tangan berwarna hitam di tangan kanan dan beberapa gelang menemani jam tangannya seperti biasa. Sebelum ia berangkat sekolah sudah kewajibannya untuk sarapan terlebih dahulu bersama keluarga kecilnya sembari menunggu Kimberly datang ke rumahnya untuk pergi sekolah bersama-sama. Apabila Evelyn tidak diantar ayahnya ia akan ikut nebeng di sepeda motor Kimberly. Baru saja melahap beberapa sendok pancake suara ketukan pintu sudah nyaring di telinga nya, ia memutar bola matanya lalu bangkit dari duduk nya.
“Aku berangkat dulu ya Mom, Dad” ucap nya mencium pipi kedua orangtuanya secara bergantian.
“Ini masih pagi Kim…” Ujarnya membuka pintu, ia melebarkan matanya saat melihat Greyson yang datang bukan kimberly “Greyson?”
“Hai. Maafkan soal kemarin ya, aku benar-benar tidak sengaja” ujar Greyson
“A.. Iya..ti..dak apa-apa hehe” ujar Evelyn terbata, seorang Evelyn yang cerewet ternyata bisa juga terbata-bata oleh lelaki seperti Greyson, hm hati nya benar-benar sudah dibuat luluh.
“Sebagai permintaan maaf bagaimana aku antar kau ke sekolah?”
“Tapi.. Jarak sekolah ku dengan sekolah mu kan lebih jauh sekolah ku”
“Sudah tidak apa, yuk” Greyson menarik pergelangan tangan Evelyn, aw mimpi apa kau semalam Eve? “Tunggu sebentar, bagaimana dengan teman mu?” Tanya Greyson
“Kimberly maksudmu?” Karena Evelyn tidak mau menyianyiakan kesempatan nya mau tidak mau ia harus berdusta “Dia pasti sudah berangkat” jawabnya
“Baiklah, ayo naik” pinta Greyson, Evelyn pun naik ke motor sport milik Greyson lalu ia mengambil handphonenya lalu mengirim singkat pada Kimberly.

To: Kimberly
“Maaf, hari ini aku pergi sekolah duluan karena Greyson menjemputku tadi, aku tidak mau membuang kesempatan emas ini hoho”

Akhirnya keinginan Evelyn untuk kembali dekat dengan teman saat kecil nya itu terkabul, malah semakin hari hubungan mereka semakin dekat, Greyson pun begitu perhatian pada Evelyn, tentu saja itu membuat Evelyn makin jatuh cinta pada Greyson. Kedekatan mereka sudah hampir satu tahun namun Greyson belum juga menyatakan cinta pada Evelyn, hal itu membuat Evelyn harus bersabar untuk menunggu.

Kali ini Evelyn tidak begitu terkejut melihat Greyson ada di gerbang sekolah nya karena Ini bukan pertama kali nya Greyson menjemput Evelyn di sekolah. Evelyn menoleh ke arah Kimberly seolah meminta izin untuk pulang bersama Greyson, Kimberly pun tampak nya sudah terbiasa dengan tatapan Evelyn yang seperti ini.
“Pergi lah, aku akan naik taksi” ucap Kimberly, Kimberly memang sangat mendukung Evelyn bersama Greyson. Evelyn pun mengangguk, lalu menghampiri Greyson.

Greyson membawa Evelyn ke sebuah danau yang biasa mereka kunjungi, dan seperti biasa pula mereka memakan ice cream di pinggir danau, mereka tertawa terbahak-bahak karena mereka saling melempar lelucon. Tawa Greyson semakin menjadi saat melihat sekitar mulut Evelyn dipenuhi coklat sementara Evelyn tampak kebingungan melihat Greyson. Greyson mengeluarkan sebuah sapu tangan dari saku seragam nya, lalu membersihkan sisa-sisa coklat dari mulut Evelyn.
“Kau sangat celemotan” ucap Greyson membersihkan mulut Evelyn, Eyelyn hanya mematung. Detak jantung nya berdetak lebih kencang saat Greyson menatap matanya, kupu-kupu yang ada di dalam perut nya seolah berterbangan menari-nari di angkasa. Ya tuhan, semoga ia tidak mendengar detak jantung ku yang sedang berkerja dengan cepat ini. Batin nya. Semakin Evelyn kembali menatap mata Greyson semakin Greyson mendekatkan wajahnya pada Evelyn, sehingga mereka berdua bisa merasakan hembusan nafas mereka yang kini bersatu, hidung mereka bersentuhan, Greyson menutup mata nya lalu mendaratkan bibirnya di bibir mungil Evelyn, kini Evelyn bisa merasakan sesuatu yang lembab sedang melumat bibirnya, perlahan ia ikut menutup matanya ikut merasakan ciuman lembut yang Greyson berikan padanya. Ia masih tidak percaya teman kecilnya dulu yang hanya mengenal robot dan mobil-mobilan kini sudah mengenal cinta dan sudah sangat mahir melakukan ciuman yang begitu hangat dan lembut. Hatinya bersorak girang saat mendapatkan first kiss nya dari first lovenya yaitu Greyson.

Rintik-rintik hujan kini mulai turun membuat kedua nya saling melepaskan bibir mereka. Greyson membantu Evelyn berdiri lalu berlari mencari tempat yang teduh, kini kota New York sedang diguyur hujan deras. Evelyn yang mengenakan seragam bertangan pendek dan rok pendek itu mulai kedinginan, Evelyn memang gadis yang rentan kedinginan, kini tubuhnya mengigil wajahnya sedikit pucat, khawatir melihat teman kecil nya yang tengah kedinginan Greyson melepas jaket nya lalu memasangkan pada tubuh Evelyn, karena ia kedinginan ia tidak bisa menolak. Greyson mengangkat kedua telapak nya. Kemudian, telapak tangan kiri dan kanan ia satukan. Lalu, ia gesekan selama beberapa detik. Greyson berhenti menggesekan kedua telapak tangannya, lalu ditempelkan ke pipi Evelyn. Evelyn mematung, menikmati kehangatan telapak tangan Greyson. Percikan api yang dibuat oleh Greyson mampu menembus pori-pori kulit nya.

“Evelyn” ucap Greyson
“Ya?”
“Besok jam 8 malam, datang ke rumah ku ya, ada pesta dansa disana. Kau bisa datang kan?” Tanya Greyson, Evelyn tampak sedang menimbang-nimbang. Siapa tau Greyson akan menyatakan cinta pada mu Eve, sudahlah katakan iya anggukkan kepala mu. Batinnya berkata.
Evelyn menganggukan kepala nya membuat Greyson tersenyum lebar.

EVELYN POV
Malam ini aku akan pergi ke pesta dansa yang diadakan Greyson, aku mengenakan dres di atas lutut berwarna hitam bergaris pink, dan menggelungkan rambut ku dengan model tidak rapi, dan mengenakan sedikit make up yang natural, aku memakai anting bulat yang terdapat berliannya dan membawa dompet berwarna hitam juga. Ini pertama kali nya aku dandan seperti ini, tidak apa. Demi Greyson. Kini aku sedang menunggu Kimberly datang ke rumah ku, aku memang mengajak Kimberly ke pesta dansa, karena aku tau ia sangat menyukai pesta.

Beberapa menit menunggu, ibu ku sudah memanggil nama ku, aku pun keluar dari kamar ku lalu menuruni anak tangga, aku bisa melihat Kimberly dengan dress merah nya, rambut dia gulung dengan rapi, dan memakai anting berwarna merah juga, dia berdandan natural juga.
“Daddy izinkan kau pergi, tapi jam 10 kau harus sudah ada di rumah” ucap ayah ku
“oke dad” aku bersemangat, aku menghampiri Kimberly yang sudah berdiri di ambang pintu “aku pergi ya mom, dad, sampai jumpa” ucapku, lalu keluar dari rumah.

“bersenang-senang lah gadis feminim haha” ucap kimberly pergi dengan skandar -kekasihnya.
“Kau tidak ikut turun?” Tanya ku
“Tidak, aku akan pergi ke pesta yang lebih menyenangkan hahaha, jika sudah selesai telpon aku, nanti aku jemput” ujar Kimberly lalu Skandar melajukan mobilnya, aku tersenyum lalu masuk ke gerbang pintu rumah Grey. Aku mulai mencari sosok Greyson.
“Hei” aku menoleh ke suara itu, itu Greyson dia tampak tampan dengan tuxedo hitam nya. Kali ini ia menyisir ramputnya rapi, aww dia sangat tampan.
“Mau berdansa dengan ku?” ucapnya membuka telapak tangan nya, aku meraih telepak tangan nya, ia membawa ku ke tengah pesta dansa disini sudah ada beberapa pasangan yang sedang berdansa, kami diiringin dengan biola dan piano ini sangat cocok untuk acara ini. Kedua tangan ku melingkar di leher Greyson, sedangkan tangan Greyson melingkar di pinggangku, kami bergerak ke kanan dan ke kiri, kami saling bertatapan sembari tersenyum menghiasi wajah kami.
“kau mau tau sebuah rahasia?” ucapnya dengan lembut
“Apa?” ucapku penasaran
“Apa kau akan membantu ku?”
“pasti” ucapku
“Aku menyukai…” dia berdiam sejenak menunda beberapa detik ucapan nya, tubuh ku gemetar, jangan-jangan dia mau bilang bahwa dia menyukai ku, aku menatapnya penasaran “aku menyukai teman mu, Kimberly. Sejak pertama kali aku melihat nya, aku langsung menyukai nya” tambahnya, teg jantung ku seperti berhenti bekerja setelah mendengar ucapan Greyson, entah kenapa aku merasa begitu sakit, aku seperti sedang melayang-layang di udara lalu dijatuhkan ke bumi. sakit, perih, kecewa yang aku rasa, aku merasa hancur berkeping-keping aku ingin menangis, aku ingin menangis sekarang, aku harus bisa menahan air mata ku yang dari tadi protes ingin keluar dari kelopak mata ku, yang dari tadi protes ingin membasahi pipi ku. Tolong aku tuhan.
“Evelyn” ucap greyson membuyar lamunan ku
“Ya?” ucap ku berat
“apa kau tidak apa-apa?” dia mengerutkan kening nya, aku hanya menggeleng, dia menghembuskan nafas nya perlahan “Aku berharap kau tidak menyimpan rasa pada ku, Eve. Karena aku lebih menyukai teman mu, dari dulu aku sudah menganggapmu sebagai saudara perempuan ku, padahal aku berusaha untuk menyukai mu tapi aku tidak bisa, aku hanya bisa menyukai mu sebagai teman ku. Aku mengatakan ini pada mu agar kau bisa mendekatkan aku dengan teman mu, Kimberly. Karena aku berencana akan menyatakan cinta besok malam. Kau bisa membantu ku kan?” tambahnya membuat ku ingin menjerit kemudian menangis.
“Aku juga begitu, aku hanya menganggap mu teman. Dan aku tidak pernah menaruh perasaan padamu, jangan kau kira selama ini aku suka, aku dekat dengan mu karena aku hanya menganggap mu sahabat ku sama seperti Kimberly kau hanya sahabatku. Tenang aku akan membantu mu sebisa ku” aku menukas dengan cepat
Dia mengangguk lalu tersenyum “Terimakasih, Eve” ujar Greyson memelukku “Akhirnya kau bisa mengerti juga. Kejadian kemarin yang di danau, itu hanya ciuman persahabatan” tambahnya lalu melepaskan pelukannya.
Aku tersenyum kecut “Greyson aku tidak enak badan, aku harus pulang” ucap ku lalu berlari meninggalkan Greyson.

Aku tidak peduli Greyson akan menatap ku seperti apa, intinya aku ingin pulang. Aku berlari menjauhi tempat dansa itu, aku tidak mau berlama-lama disana karena aku sudah tidak bisa menahan air mata ku, kini pipi ku sudah dibasahi oleh air mata, aku terus berlari sembari menghapus air mataku. Kenapa ini terasa sakit? sakit teramat dalam? apa aku benar-benar menyukai Greyson? ah aku tidak boleh menyukainya, dia tidak menyukai ku, dia menyukai sahabat ku kimberly, lalu untuk apa dia mendekati ku selama ini? Oh aku mengerti, ia mendekati ku karena ingin meminta tolong agar aku bisa menjodohkan nya dengan Kim. Lalu untuk apa dia mencium ku? hey bukannya dia sudah bilang, itu hanya ciuman persahabatan, bodoh!! aaaa aku tidak tahan, disaat aku mencoba membuka hatiku untuk seseorang yang aku cintai tapi hatiku malah dibuat remuk, tentu saja ini sangat sangat sakit. Aku merasa hatiku di cabik-cabik oleh cakaran tajam serigala, aku merasa ada bambu runcing memanah hati ku, ribuan jarum tertusuk di hati ku, membuat luka yang amat parah. Entah apa yang bisa ku lakukan saat ini?apa yang harus ku lakukan untuk mengobati luka ku sendiri? aku hanya bisa menangis menahan luka ku saat ini, ya hanya itu menangis dan menangis.

Cerpen Karangan: Dian Ramadhanty
Facebook: Dhian Colarria Anantha
Follow @dianrmdhnty

Cerpen Unrequited Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rinai Tak Pernah Hilang

Oleh:
Ingin rasanya di sisa hidupku badan ini telah melaksanakan kewajibannya.. apa lagi aku seorang muslim. ‘Allahuakbar allahuakbar’ kumandang azan menggema ke telinga Aisyah. Langsung Aisyah mengambil air wudhu. Terasa

Sepasang Mata

Oleh:
Telah lama aku menunggu untuk ke luar rumah. Namun aku masih menunggu orang di sekitar sana enyah dari tempat duduknya. Para pria itu sungguh menggangguku, mereka terlalu banyak sehingga

Rembulan Yang Menyayat

Oleh:
Lambaianmu dari kejauhan membuat aku mematung. Setelah itu kau berlalu menghampiri aku di tepi pantai. Ohh, Ratna, kau benar-benar jelmaan bidadari. Matamu yang begitu indah dengan bulu mata yang

RElove

Oleh:
Seorang gadis cantik melonjak berdiri dari kursinya dan bertepuk tangan keras-keras. Matanya menatap lurus ke panggung sambil tersenyum. Hatinya begitu senang mendengar nama Band The Junkist disebut sebagai juara

Singkat Cerita Tentang Sebuah Cinta

Oleh:
“Pagi yang cerah dengan bunga-bunga indah yang bermekaran” adalah kalimat yang cocok untuk menggambarkan suasana hati Nicole di pagi hari ini, yang sedang bahagia sebab akan lomba melukis karena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *