Uso

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 22 March 2017

Tubuhnya mulai mendingin, Rena tersenyum manis sembari memeluk mayat Haru. Air matanya pun berhasil mengalahkan senyumannya, Akhirnya ia pun berbohong. Tangisannya mengangkat kembali kenangan yang tertidur di dalam hati kecilnya, Awal tahun setelah liburan musim dingin berakhir.

Disaat salju sedang turun bersama hawa dingin yang ia bawa, Seorang pria menatap rapuh ke arahnya.. Dan mulai tersenyum.
“Kukira semua orang benci musim dingin,” Keluh Rena.
“Kukira kau harus berhenti membenci beberapa hal,” Haru menyodorkan kopi kaleng kesukaannya.
“Sudah kubilang aku tidak suka kopi.”
“Itulah yang membuatku menyukaimu, Kau tidak berbohong pada siapapun.”
“Berhentilah menggombal, Lagipula Menurutku manusia terburuk adalah mereka yang berbohong,” Cetus Rena.
“Dasar. Aku Pasti Sangat Beruntung,” Haru menghela nafas dan melemparkan kaleng kopi itu ke tempat sampah.
“Nggh.. Haru,” Rena menutup matanya Perlahan.
“Kenapa aku, Bisa tergila-gila padamu seperti ini.”

Ia tidak melepas pelukannya, Matanya tertuju pada liontin kecil yang melingkar di leher Haru.
“Aku tidak terlalu suka keramaian.”
“Heh? Padahal ini kencan pertama kita, Berhentilah Mengeluh Oke?”
“Tapi.. Haru”
“Ini. Selamat ulang tahun,” Haru merogoh sakunya dan mengambil liontin kecil yang tidak memiliki motif.
“Gwah, Apa ini? Ini bahkan tidak nermotif.”
“Uh, Tadi itu menyakitkan lho. Tanpa motif artinya suci, Pencerminan dari sikap jujurmu itu, Lagipula harganya murah.”
“Terima kasih. Asal kau tau, Aku juga akan memberikan ini sebagai kado ulang tahunmu, 2 Bulan lagi bukan? Lagipula harganya murah.”
“Aku sangat menantikannya.”

Rena Memejamkan matanya.
“K-kanker?”
“Um..” Haru tersenyum.
“K-kau pasti bercanda kan? Haru,” Rena mendorong Haru perlahan menuju tembok dan memeluknya.
“Tidak, Maaf.. Aku berbohong.”
“T-tidak mungkin, Kau bilang setelah kita lulus kuliah kita akan menikah bukan? Mempunyai anak dan bahagia. Aku, Sangat memimpikan hal itu. Kita akan bersama selamanya! Aku tidak ingin sendirian! Aku.. Sangat, Mencintaimu. Kebahagianku yang tersisa, Hanya kau.. Haru”
“Sebenarnya aku disarankan untuk operasi-”
“Kalau begitu lakukanlah!,” Potong Rena.
“Tapi mereka bilang, Kemungkinan berhasil hanya sekitar 25 persen.”
“Masih ada kemungkinan! kau harus melakukannya!”
“Kau ingat? Besok hari ulang tahunku, Aku tidak mau operasi.”
“Tapi, Aku..” Rena memeluknya erat.
“Jika ada berjuta kemungkinan bahwa aku akan hidup dan satu kepastian bahwa aku bisa mencintaimu, Aku memilih kepastian itu.”

Rena melepaskan pelukannya dan tersenyum.
“Kau yakin tidak ingin kembali ke rumah sakit?”
“Tidak, Itulah sebabnya buatlah aku bahagia hari ini.”
“Meski kau bilang begitu.”

Rena membuka tasnya dan mengambil Pisau.
“Jika aku mati, berjanjilah kau tidak akan menangis.”
“E-eh? T-tentu..”

Rena melepas liontin yang ia pakai dan membuangnya.

“Kita Akan SELALU BERSAMA.”

Cerpen Karangan: Fadel Muhammad
Facebook: Facebook.com/immaworse
Cerpen Pertama Saya.. Maaf Kalo Story Absurd, Banyak Typo, Dll.
Terima Kasih Sudah Mau Membaca 🙂

Cerpen Uso merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ujung Penantian

Oleh:
Siang itu dia hanya tidur malas-malasan di dalam kamarnya. Entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini. Seperti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Sehingga dia terlihat begitu gelisah. Padalah

Cinta Sesaat

Oleh:
Namaku Silvi Sebastian, atau biasa teman-temanku memanggilku dengan sapaan Silvi. Aku sekolah di SMA Tunas Bangsa kelas 11 jurusan IPA, di sekolah ini aku mempunyai dua orang yang sudah

Sang Fajar Dari Kota Biru

Oleh:
Aku Susan. Setidaknya begitulah teman-temanku sering menyapaku. Aku duduk di bangku SMP kelas 1, alias kelas VII. Aku sangat senang menulis. Baik itu karya-karya fiksi, ataupun kayra ilmiah. Yah,

Mix Group

Oleh:
Penonton bertepuk tangan menyaksikan penampilan 7 personil ini. Bahkan ada yang berteriak-teriak memanggil nama mereka. Inilah MIX grup dengan 7 personil. 4 cowok dan 3 cewek. “Terima kasih semua”

Penyesalan Karin

Oleh:
Mentari bersinar terang saat air mata Karin menetes di atas batu nisan dengan makam yang masih basah. Ia mencurahkan semua isi hatinya. “Penyesalan tak akan berarti jika, jika dia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *