Wanita Di Balik Jendela

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 14 December 2016

Sesore menyingsing senja ke arah pangkuan sang surya. Gemericik hujan menggelantung per satu di atas genting, jatuh bergantian berirama membuai syahdu. Di sebuah gubuk reyot tepian sungai yang tanahnya pun gembur tergerus hujan yang menggenang itu, seorang wanita berparas sendu sesenggukan di antara anyaman bambu di bilik gubuk, Rina namanya. talian kasih Damar yang sedari tadi tiada usai menitihkan tetesan-tetesan air mata yang membersamai hujan menenggelamkan rotasi impian dalam bait-bait puisinya. Tiba-tiba Rina terperanga, tepat di depan jendela tempatnya berisak muncul pria yang bisa disebutnya kekasih, Damar.

Sesegera, Rina berpaling dan berkata dengan nada sedikit tinggi dan menahan tangis.
“Ada apa lagi kau kemari?”
“A..a… aku….”
“Apalagi? Tak kah kau dengar apa kata mereka?”
“I..iyaa.. Aku…”
“Lalu apalagi?”
Leleh air matanya mulai mengucur kembali, “Sudahlaah Damar, cukup sudah perjuanganmu yang bisa dikata sia-sia ini. Mereka sudah tak menganggapku ada, andaikan kau bisa mengeluarkanku dari sini dan mengembalikan renyah kehidupanku bersama kekawanku pun tak kan ada sebahagia yang lalu, karena ini mustahil!”
“Ta.. tapi…”
“Tapi apalagi Damar? Kau jelas-jelas tak mencumbuku tapi kau berujar pada mereka tak sesuai fakta, kau dipukul dan ditendang hanya demi wanita lusuh sepertiku, apa maumu? Kau ingin aku berbelas padamu karena ketulusan itu dan memberikan tubuhku untuk kau cumbu? Apa kau ingin aku menyimpan isak hanya karena aku tak lagi berbapak dan beribu? Coba ringkas jawabanmu!”
“Bukan begitu…”
“Lalu apalagi Damar?”
Tangisnya kian memuncak, dan kini Rina pun tak sanggup mengeja kata dan hanya diam berisak.

Damar yang sedari tadi dipotong kekatanya pun hanya bisa memegangi gagang payung hitam dingin dengan sesekali mengusap linangnya yang tiba-tiba menetes, juga. Lalu mulai berkata,
“Rina… Kau tau aku kan, Kau tau betapa aku mencintamu meski kau tak pernah tau juga kan, sebelumnya? Aku sengaja agar kau tak merasa hadirku sebagai penjilat dan penikung kawanku sendiri, mantan yang tega mencumbu lalu menghilang darimu itu. Maaf, bukanku mengungkit tentang apa itu masa lalu tapi memang ini nyatanya. Ku pun mendambamu, mengasihi tiap helai rambut dan lentik matamu, begitu pun lesung yang selalu kau nampakkan pada Seno ketika berjalan beriringan denganku, aku sungguh ingin merengkuhmu. Tapi apalah daya”
Kemudian, hening lagi dan kini bising hujan menderas lagi. Damar tetap tegar di atas tanah penantiannya, dan Rina mulai berkata sembari membalik badan.
“Kalau kau memang mencintaku, lalu mengapa kau bilang kau sudah punya permata cinta yang lebih jauh indah daripadaku ketika Seno bertanya padamu? Mengapa tak kau selipkan surat di antara buku-buku tugasku yang biasa kau pinjam jikalau memang kau kata hatimu sudah melabeli aku sebagai apa itu Cinta! Nyatanya kau hanya diam menafikan segala rasa bukan? Apa kau tak tau?”
Runtut katanya yang kian meninggi memecah kilat di antara bulir-bulir hujan, Damar terdiam dan tangannya melemas, jemarinya melepas per satu pegangan payung yang mengatapinya atas deras hujan.

Kembali mengambil nafas, dan melanjutkan kata, “Aku selalu melukiskan inisial namamu di sela-sela buku tugas yang kau pinjam, berharap kau paham. Aku selalu mengajak Seno bertemu di sebuah taman, bahkan di antara gubukku dan aku selalu meminta dia untuk mengajakmu bukan? Apa kurang jelas kode yang ku berikan sebagai bukti ku mencintamu dalam diam, juga? Aku pun tak bisa berbuat apa karena persahabatan kalian jauh lebih berharga daripada wanita tak senonoh sepertiku”
“Ahh.. Sudahlah, aku tak tau berapa kali ku harus memendam dan kini kau buka lagi galian itu. Mengapa juga kau harus berkode dan tak bilang terang-terang? Teka-teki cintamu memang rumit. Sudahlah sudah, yang penting jaga asupan gizi makananmu. Aku hanya bisa mencintamu dari balik jendela ini sembari memandang lesung pipimu itu, aku tak mau kehamilan itu kau benci dan menjadi dendam setelah lahirnya anak di balik perut buncit itu. Biarlah aku ditendang dan dipukuli segala macam juntai orang-orang yang tak memahami cinta, kurasa. Seno belum juga ditemukan dan aku harap kau dapat menguburnya segera dan buka separuh jendelamu agar aku bisa memandang keseluruh keindahanmu”
“Baik-baik, aku salah. Aku tak bisa melugaskan cintaku dan melunakkannya dengan mengulum kekata untuk menyampaikannya padamu. Maafkan. Dan kini aku hanya bisa berterimakasih padamu, kuharap kau mau mengambil payungmu itu sebagai bukti kau menerima maaf dan rasa syukurku. Biarkan aku beberapa lama lagi disini, dibalik separuh jendela ini untuk mengubur apa itu kesunyian yang meretas masa lalu yang begitu kelam”
Sesekali keduanya sama-sama mengusap air mata dan terdiam, hingga hujan tak lagi menggenang.

Cerpen Karangan: Zarkasyi Abulhauly
Facebook: Zarkasyi PQ Ufakarsyah

Cerpen Wanita Di Balik Jendela merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dimensi Lain

Oleh:
Kini ku langkahkan kaki menelusuri sebuah lorong panjang yang mana banyak akar pohon bergelantungan, tapi anehnya dari mana asal akar pohon tersebut? Karena sedari tadi tak ku dapati pohon

PHP Pertama

Oleh:
“Ayo put, ayo buruan ada anak baru disini!” “Tunggu kenapa nad, anak baru doang sih bukan artis”. Perkenalkan namaku Puri Nur Hidayah, panggil saja aku Puput. Nah, yang aku

Tidak Berani Mengungkap Kenyataan

Oleh:
Aku dan Harry sudah bersahabat selama setengah tahun. Sejak pertama kali aku ketemu dia, aku merasa hari-hariku terasa lebih ringan. Aku masih ingat waktu itu adalah hari pertamanya sebagai

Kepergian Mu

Oleh:
Sudah 2 tahun kamu pergi meninggalkan aku untuk selamanya. Dua tahun sudah aku larut dalam kesedihan, dua tahun juga aku tidak bisa melupakanmu. Aku masih mengingat dengan jelas memori

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *