White Blue Love Story

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 March 2016

Ku nikmati sepi malam ini, bagaikan di tengah hutan tanpa cahaya yang menerangi. Masih duduk di tempat yang sama, suasana yang sama hanya saja waktu yang membedakan. Kepala ini mengalami gangguan, pikirku tak karuan entahlah apa aku pikirkan saat ini. Seperti ada domba-domba yang meloncat-loncat di atas kepala, ku hanyut dalam lamunan yang aku tak mengerti apa sebabnya aku seperti ini. Angin sedari tadi merasuk pada tulang-tulang ini namun lamunanku tak kunjung habis. “Tess, tess, tess..” suara air menetes dari mataku, ku teringat kejadian 2 tahun yang lalu tepat aku menghadapi ujian kenaikan kelas.

Hari itu, adalah momen yang indah bagiku, entahlah mengapa demikian padahal dia telah menyakitiku bertubi-tubi, menarik ulur hatiku. Saat dia menggenggam tanganku, bibir manisnya itu mengucapkan kata-kata yang tak terduga di benakku, “Would you become my dear?” Oh my god ternyata dia menyatakan perasaannya padaku dengan sebuah kalung dan adik-adik kelas serta teman-temanku menjadi saksi dia mengatakan kata-kata itu dan saat itulah aku resmi menjadi kekasih dia, kekasih cowok populer di sekolah dengan badan tinggi, kulit sawo matang dan hidung mancung serta senyuman manis yang dia miliki mampu membuatku terpikat.

Berawal dari sahabat menjadi seorang pacar. Aku tidak percaya aku memiliki dia, cowok yang dulu gak pernah aku suka namun dia menjadikanku pilihan meski hanya pacar just it no more. Sahabat-sahabatku selalu mengatakan kepadaku, dia tidak baik, dia playboy, dan dia ceweknya di mana-mana namun aku tak pernah mendengarkannya karena yang aku tahu saat itu dia adalah orang yang terbaik dan dapat dipercaya. Waktu cepat berjalan sepertinya ketika saat dia memutuskan hubungan kami pada bulan kelima kita pacaran namun waktu lamban berjalan ketika masalah selalu datang pada hubungan kami.

Pasti di sebuah hubungan ada rintangan dan perusak betul kan? Dan rintangan kita adalah para perusak yang tak setuju melihat kita bersatu seharusnya aku sadar akan keganjilan itu, mengapa semua orang tak berpihak pada kami padahal yang ku tahu kita saling mencintai? namun mataku seakan telah tertutup cinta yang begitu besar kepada dia. Dia tipe cowok yang romantis, pendiem namun seru. Terik panas menemani kita yang terhanyut dalam nyanyian lagu petra sihombing dengan judul “mine”, itu lagu pertama yang kita nyanyikan berdua. Ku bersandar di bahunya, nyaman yang ku rasakan meski mentari semakin panas saat itu.

Saat aku dan teman-temanku mempersiapkan suatu penampilan untuk acara pensi sekolah tiba-tiba salah satu teman sekelas dia datang menghampiriku. “Nit, Ardly dadanya sesak.” tak berpikir panjang aku berlari menghampiri ke kelasnya. Ku lihat dia berada di pojok kelas dengan memegang dadanya, sungguh tak kuasa aku melihatnya.
“Kamu mau apa? kamu butuh apa?” Aku tidak mengerti bagaimana cara mengatasi sesak itu. Aku berlari ke sana ke mari mencari minyak kayu putih namun alhasil tidak aku dapatkan minyak kayu putih itu, aku berlari lagi turun ke bawah menuju lantai satu dan melewati jalan raya untuk membeli sebotol aqua berharap bisa mengurangi rasa sakitnya.

Botol sudah di tangan, aku berlari lagi menuju kelas dia ke lantai 3, ya Allah sungguh melelahkan. Ku berikan sebotol aqua itu, dia meminum hanya sedikit, aku tak mengerti apa yang harus aku lakukan saat itu aku hanya bisa memegangi dadanya dan memijat halus dia, berharap bisa meredakan rasa sakitnya. Oh Tuhan aku tak ingin lagi melihat dia seperti itu tak sanggup aku melihatnya. Tangan ini terus memijat halus dada dia salah satu temanku datang, “Eh aku minta minumnya ya?” Dia pun memberikan botol aqua yang hanya diminum sedikit oleh dia, aku kira temanku hanya meminta sedikit air namun temanku membawa botol itu ke luar dari kelas, sungguh kecewa saat itu marah kesal campur aduk namun tak ku pedulikan perasaan itu yang terpenting saat itu hanya dia orang aku cinta.

Hari ini tepat saat setiap kelas harus menghidangkan makanan dan minuman lalu guru menilai masakan kelas mana yang terbaik untuk dijadikan juara. Aku dan teman-temanku membawa makanan dan minuman yang akan kami hidangkan ke kelas 9-b di lantai 2 (ruang penjurian). Aku dan teman-temanku menunggu hasilnya dengan makan bersama di kelas dari setengah masakan yang telah disisihkan untuk kelas kami sendiri. Penjurian pun usai aku menuju ke kelas 9-b dan mencicipi masakan dari kelas lain. Ku mencicipi masakan dari kelas Ardly kekasihku. Tak lama dia pun datang dan menghampiriku, aku yang memegang sepotong puding, dia mengambil puding itu dan menyuapiku dan aku menyuapinya, bahagianya aku.

Entahlah siapa saja yang melihat perilaku kita saat itu mungkin hanya beberapa guru dan siswa yang berada pada ruangan itu. Usai bersuap-suapan, aku menuju kelasku dan membersihkan sisa barang-barang masakan tadi, namun saat aku tengah membersihkan aku dipanggil teman Ardly dari kelasnya, “Sini Ran.”
“Ada apa?” aku menghampiri ke kelasnya. Dia langsung menarikku ke dalam kelasnya dan memaksaku untuk di foto dengan Ardly. Apa kalian semua tahu, waktu itu aku lagi polos-polosnya tahu, jadi fotonya lucu banget dan fotonya masih ada di album foto fb-ku yang dia upload dan menandai fb-ku.

Acara pensi dan pembagian raport. Aku tampil saat dia dan orangtuanya belum datang di sekolah. Saat dia datang kita duduk bersama dan melihat acara pensi bersama-sama, kakak-kakak kelas 9 melihat kita saat itu, mungkin mereka terkejut melihat kita. Kita berjalan bersama, mengambil makan yang udah disediakan bersama, ke mana mana bersama seperti romeo dan juliet saja hahaha. Kita berjalan ke lantai 3 menunggu raport kita. Ada seorang ibu ke luar dari kelas Ardly dan memberikan raport ke Ardly, aku berjalan menghampirinya lalu mencium tangannya. “Ciee camerr..” suara ribut terjadi biasa alayers hahaha. Alhamdulillah aku mendapatkan peringkat ketujuh saat itu. Seusai dari acara pensi aku dan Rafi menuju rumah Rafi (modong) aku bertemu dengan ibunya lagi dan adik Ilham yang lucu itu kira-kira sekarang kabarnya gimana yaa?

Masuk bulan keempat pacaran. Waktu terasa membunuhku ketika aku mengalami masalah-masalah yang datang menghampiri kita. Air mata tak sanggup ku tahan lagi, ku menangis di ruangan ujianku karena saat itu ada UTS semester satu. Dia menghampiriku ke kelasku dan berusaha menenangkanku, kepalaku tertunduk lemas di atas meja, tak sanggup aku mengangkatnya, suasana menjadi sangat beda saat ini, mata ini semakin menutup rapat dan tubuh melemas. Saat aku terbangun aku sudah berada di UKS sekolah dengan bantuan guru yang menyadarkanku. Kata teman-teman sih dia menggendongku sendirian untuk ke UKS, dan ku rasa itu benar karena saat itu aku tidak 100% pingsan, aku merasakan dia menggendongku dan suara teman-teman terdengar samar di telingaku.

Aku yang takut kehilangan dia, aku mulai over protektif, maafkan aku jika itu yang membuat kamu memutuskan hubungan ini. Aku buat banyak peraturan kepada dia, aku peka kalau cowok gak bisa diatur namun dia mau menuruti semua kemauanku. Dia meninggalkanku dan berpacaran dengan adik kelasku namanya Maia dia anak yang cantik, putih, imut apalah aku aku gak secantik dia. Luka ini membekas di hatiku, sangat perih namun harus ku lewati agar aku temukan bahagia nantinya.

Sekarang hanya menjadi seberkas kenangan indah di masa-masa putih biruku. Indah pahitnya cinta telah aku rasakan di masa putih biru. Mungkin sekarang kau sudah bahagia. Aku turut senang dengan semua itu. Kini kau tak lagi sama, kamu berbeda sebab itulah aku berhenti mencintaimu.

Cerpen Karangan: Ranita Nurul Laily
Facebook: Ranita Nurul Laily
Pesan dari ceritaku ini. Jangan pernah berlebihan mencintai sesuatu karena yang berlebihan itu tak baik dan hasilnya akan buruk nantinya. See you. Thanks for reading guys. By Ranita Nurul Laily. Sma Muhammadiyah 3 Tulangan.

Cerpen White Blue Love Story merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Just Carry On

Oleh:
Craig adalah seorang anak laki-laki yang lahir ke dunia dari keluarga yang sederhana. Ayahnya berdagang dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Ia juga memiliki kakak bernama Clay yang sekarang

Cinta Mulai Bersemi

Oleh:
Hari ini adalah hari yang indah mentari mulai menunjukan dirinya dengan sinarnya yang kemerah-merahan dan kabut yang disingkirkannya. Sinar mentari itu menyinari jendela. Tampak Ahmad masih tidur terlentang di

Cincin Kenangan

Oleh:
Pagi ini Dira dibuat tertawa ria oleh Ririn, sahabatnya. Ia bercerita tentang banyak hal, tentang Mas Hendra yang udah gede tapi takut sama gelap, tentang Mini mouse lucu miliknya

Ajal

Oleh:
“Apa? Loe gak bohong kan, Sya?” ujar gua. “gak Kar… gua gak bohong!” jawab Syara. “Loe yang sabar ya, Sya. Loe jangan percaya omongan dokter, dokter itu bukan Tuhan

Air Mata Untuk Putra

Oleh:
“Ia laki-laki aneh, pernah suatu ketika aku menemukannya di tempat biasa —di bawah pohon itu, di taman yang sepi. Kau tau apa yang ia lakukan?” “Apa?” tanyaku sembari menghela

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *