Whitn’t

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 18 March 2015

Bahkan angin jauh lebih beruntung daripada aku, angin mampu mebuat dia merasakan kehadirannya, sedangkan diriku? tidak sama sekali.

Sesak, itu yang kurasakan saat ini. Aku hanya bisa memandang dia dari jauh. Selalu, seperti ini.
Dia tidak tahu aku menyukainya, dia juga tidak tahu aku mencintainya.

Dia membuatku sesak? apa berarti ini salah dia? ahhh… kurasa itu pemikiran yang dangkal. Aku yang menyukainya dan mencintainya terlebih dahulu, tanpa dia ketahui sama sekali.
Dia tidak memintaku untuk mencintainya, dia tidak memintaku untuk menyukainya. Akulah, hatikulah yang memintanya, lantas? yaa.. pada akhirnya akulah yang membuat sesak diriku sendiri, akulah yang salah, bukan dia.

“Hey, ngelamun aja!!!” Aku hanya tersenyum menanggapi kedatangan sahabat terbaiku, mira.
“Masih suka sama tuh orang? udah bilang aja.” Aku menoleh dan menatap tajam mira,
“gila itu namanya!!!”
“kenapa?”
“hey, Aku kan perempuan, masa iya nembak laki-laki!!” Bentakku.
“Memang salah? ini jamannya sudah modern kali. Jadi, perempuan nembak laki-laki itu uda hal yang lazim.”
“Kalau gitu, aku pengen hidup di jaman dulu saja” Ucapku sembari beranjak pergi dari kursi taman kampus yang entah sudah berapa lama aku duduki.

Sesaat sebelum beranjak pergi, aku melirik dia aku menelan ludah ketika mataku beradu pandang dengan dia dan dia tersenyum, bagaikan ada sayap di bahuku dan aku terbang bebas mencapai langit biru yang indah. Senyumnya, hanya senyumnya saja dia sudah membuatku seperti ini, apa lagi aku bisa mengenalnya lebih dekat.
Tak mau berlama-lama merasakan sayap yang ada di bahuku aku segera menyadarkan diri, agar aku tak berharap terlalu berlebih dan itu bisa saja menyiksaku.

Aku pun melangkahkan kaki tanpa aku membalas senyumnnya, kuacuhkan dia agar aku tidak berfikir macam-macam dan salah mengartikan senyumannya. Toh, hanya senyuman bukan? Dia suka tersenyum kepada siapa saja, dan mungkin termasuk diriku.

2 Tahun berlalu, aku memasuki semester 5, sedangkan dia baru saja diwisuda.
Kuhelahkan nafasku, ketika melihat nama dia terpajang di mading kampus dengan hasil akhir yang memuaskan. Aku tersenyum miris, itulah dia sesorang yang tak bisa kugapai karena aku dan dia bagai bumi dan langit.
Aku tak sejenius dia, aku tak cantik, tubuhku tak begitu seksi dan tinggi. Sedangkan dia? Ah… sudahlah, itu sudah jelas bukan

2 tahun berlalu..
“Ay.. Ay.. Aya..” Aku menoleh, kulihat sahabatku mira lari terpintal-pintal, dengan nafas yang masih ngos-ngosan ia menyerahkan sesuatu.

Aku hanya menelan ludah ketika membaca undangan yang mira berikan padaku, mataku mulai panas aku mencoba menahan agar air mataku tak jatuh, namun tak berhasil, air mataku tetap keluar.
Mira mendekatiku lalu memeluku, aku menangis sesenggukan di pelukan mira, mira hanya mengelus lambut rambutku tanpa suara.
“Kau akan datang?” tanya mira, aku menoleh dan tersenyum, mengangguk.
“Kau yakin?” Aku menggangguk kembali,
“Benar-benar yakin?” tanya mira sekali lagi untuk lebih meyakinkanku,
“Alasan apa untuk tidak datang?!” Mira hanya tersenyum miris mendengar jawabanku.

Kutatapi undangan yang kudapati 2 minggu yang lalu, air mataku menetes berlahan ketika mengetahui kenyataan bahwa hari ini tiba, hari dimana Dia akan melangsungkan pernikahan.

Mati-matian aku menahan agar air mataku tak jatuh, kugigit bibirku untuk menahannya.

Sempurna, penampilan dia benar-benar sempurna. Dengan tuxedo hitam yang dia pakai dia bak pangeran inggris, pesonanya bagiku tak pernah berkurang sedikit pun sama persis saat aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya.

End

Cerpen Karangan: Nda
Facebook: linda rosdeanty amon

Cerpen Whitn’t merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cintaku Untukmu Terpendam

Oleh:
Mungkin dia sudah tak mengenalku lagi, tapi aku tak begitu, hingga saat ini aku masih sangat mengenalnya dan sering kali mengingatnya hingga saat ini dan tak tahu sampai kapan.

Di Balik Embun Pagi

Oleh:
Budi keluar rumah merasakan dinginya embun pagi dan Budi melihat seorang wanita di pinggir jalan sedang kedinginan, karena iba Budi pun menghampiri wanita itu. “Ayo ke rumahku di sini

21 Hari Bersama

Oleh:
Dunia begitu indah bagi ku, setiap detik dalam hidup ku begitu berarti saat aku mengenalnya dan menjadi kekasih hatinya, bagaimana tak ku katakan seperti itu, dia lelaki yang bernama

Janji Senja Sepotong Cokelat

Oleh:
Senja ini. Seharusnya aku menutup jendela kamarku karena gerimis yang melanda sejak siang mendinginkan suhu kamarku. Tapi senja ini.. Membuatku teringat 10 tahun yang lalu… — Dia di sana.

Ku Tunggu Kau di Kotaku

Oleh:
Pagi itu, Hujan turun dengan derasnya, semua kagiatan yang biasa dilakukan di pagi hari semua terhambat. Termasuk aku, Aku yang harus bekerja dan berangkat pagi pun sepertinya harus datang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *