Ada Cinta Dalam Keluarga

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 23 September 2014

Namaku Rachma. Saat ini umurku 14 tahun kelas 3 SMP. Aku mempunyai sepupu, mereka bernama Anggun dan Rhyan. Mereka adalah sepupu terbaik yang pernah ku punya. Tapi, sebuah pertengkaran terjadi pada kami.

Saat berumur tujuh tahun, aku dan Rhyan sering bermain bersama. Dia sangat menyukaiku dan mencintaiku saat itu.
“Rhyan, ternyata bermain denganmu itu menyenagkan yah” Ucapku.
“Hehe, kamu bisa aja Rachma. Eh, kayaknya ibuku membeli sesuatu deh. Coba kulihat” Kata Rhyan.

Rhyan pun melihat belanjaan yang dibelinya, ternyata yang dibeli oleh ibunya itu es krim. Rhyan pun memberikanku satu.
“Nih! Aku belikan satu es krim untukmu Rachma” sambil memberikan es krim.
“Wah, terima kasih banyak yah Rhyan” Jawabku.

Setelah itu kami bermain lagi, kami bermain kejar-kejaran, petak umpet, dan masih banyak lagi. Sampai akhirnya kami pun harus berpisah.
“Rhyan ayo pulang nak, ini sudah saatnya kita pergi. Beri salam pada sepupumu Rachma” Ucap ibu Rhyan.
“Rachma, mungkin ini adalah perpisahan bagi kita. Aku akan menemuimu lagi Rachma. Jangan lupakan aku yah. Aku menyayangimu” Sambil meneteskan air mata.

Rhyan pun mencium keningku dan aku pun ikut menangis. Betapa sedihnya melihat kepergian seorang yang dicintai. Aku pun berusaha untuk menguatkan diriku agar aku bisa menyemangati Rhyan supaya ia tidak sedih.

Aku dan Rhyan pun berpisah dan itu akan menjadi kenangan terindah dalam hidupku. Meskipun umurku baru tujuh tahun, tapi rasanya aku seperti sudah menjadi anak dewasa. Sampai jumpa lagi Rhyan.

Sementara aku menunggu Rhyan kembali, orangtuaku memperkenalkan ku pada seseorang dia bernama Anggun. Saat itu umurku 9 tahun kelas 3 SD. Aku senang bisa bertemu dengannya. Dan aku berharap aku bisa bersahabat dengannya selamanya.

“Hai! Namaku Rachma. Namamu siapa?” ucap ku.
“Oh, hai juga! Namaku Anggun” jawabnya.
“Senang bertemu denganmu Anggun. Gimana kalau kita main sama-sama?” Tanya ku.
“Iya, aku mau kok main sama kamu” jawabnya.

Kami pun bermain bersama dan itu juga akan menjadi pengalaman yang menyenangkan dalam hidupku. Setelah lama bermain kami pun merasa kelelahan. Kami memutuskan untuk beristirahat sebentar dan kami pun sempat bercerita.

“Rachma, ada salam dari Rhyan” celetuknya.
“Apaan sih kamu!” Jawabku tegas.
“Eh, Rhyan itu suka loh sama kamu. Katanya kalian suka bermain bersama sama seperti kita sekarang. Iya kan?” Tanya Anggun.
“Hem… Iya” jawabku singkat.
“Iya, Rhyan itu ganteng yah. Kaya lagi. Kapan aku bisa mendapatkannya” kata Anggun sambil melihat langit.
“Ternyata selama ini Anggun juga suka dengan Rhyan…” Gumam ku dalam hati.
“Oh, ya! Di sekolah kamu sering dapat ranking berapa?” Tanya Anggun lagi.
“Hem, ranking satu. Kadang aku juga dapat ranking sepuluh besar. Kamu?” Jawabku.
“Oh, kamu pintar yah. Kalo di sekolah aku jarang dapat ranking. Malah sekarang aku gak naik kelas. Hehe. Soalnya aku lebih senang main sama laki-laki. Kadang di dalam hati itu terasa deh-degan.” kata Anggun.
“Oh… Sabar yah, tapi kamu jangan meremehkan sekolah juga. Yah boleh berbicara tentang cinta. Tapi, jangan sampai berlebihan lagian kita kan masih kecil. Mana tau soal cinta. Kamu harus mengutamakan prestasi dulu. OK!” Jawabku.
“Ya deh!” Teriak Anggun.

Setelah lama beristirahat. Kami pun disuruh oleh orangtua kami untuk makan bersama dan aku masih belum mengerti bagaimana perasaan dan pikiran yang ada di dalam diri Anggun saat ini. Yang jelas aku hanya ingin maju dan melakukan yang terbaik demi masa depanku nanti.

Hari-hari telah berlalu, sudah saatnya aku berpisah dengan Anggun.
“Anggun, maafkan aku, aku harus pergi sekarang, aku harap kita mempunyai banyak waktu untuk bersama lagi” kataku, sambil menitikkan air mata.
“Iya Rachma, jangan lupakan aku yah. Sepupuku…” Jawab Anggun.

Aku dan keluargaku pun masuk ke mobil dan bersiap untuk pulang dan kenangan ini akan selalu ada di hatiku walaupun hanya sesaat.

Tak terasa sudah, aku menginjak umur 14 tahun kelas 3 SMP. Akhirnya, aku bertemu dengan sepupu lama ku kenangan yang telah ku tunggu selama ini, Rhyan dan Anggun. Mereka datang bersamaan di tempat nenek ku. Kami berbincang bersama disana.

“Rachma!” Teriak Anggun, lalu memeluk ku.
“Anggun!” Sambil membalas pelukan nya.
“Aku kangen banget sama kamu, udah lama kita gak main. Kamu sekarang makin cantik aja” kata Anggun.
“Hehe, iya aku juga kangen. Kamu ini bisa aja” jawabku.

Aku melihat Rhyan yang duduk di depan TV dia hanya melihatku berlalu lalang bukannya melihat TV. Jangtungku berdetak kencang terus-menerus saat dia melihatku.

Saat di kamar aku dan Anggun berbincang secara diam-diam. Aku tidak tau apa tujuannya tapi yang jelas ini informasi yang penting.

“Kamu gak bicara dengan Rhyan?” Jawabnya sambil memegang tanganku saat duduk di tempat tidur.
“Eh, tidak memangnya kenapa? Aku akan bicara padanya saat ada yang penting.” Jawabku.
“Kamu ini selalu saja seperti mengerjakan soal, prestasi melulu. Sekali-sekali rileks” kata Anggun.
“Iya, iya. Aku sedang mencobanya. Kamu sendiri kenapa gak bicara sama Rhyan?” Tanya ku.
“Ah, aku sudah banyak bicara dengannya, sekarang giliran mu. Eh tau gak! Saat di mobil tanganku dipegang terus loh sama Rhyan. Dia itu orangnya romantis yah!” Cerita Anggun.

Aku hanya menunduk dan merasa sedih dalam hatiku, ternyata Anggun sudah lebih jauh dariku. Dia benar-benar tau bagaimana cara bergaul. Sampai-sampai membawanya ke hati Rhyan.

“Anggun, sebenarnya hari ini aku ingin mengatakan perasaanku pada Rhyan kalo aku menyukainya. Aku menyukai sejak kecil. Aku sudah tidak tahan lagi dengan perasaan ini” ucap ku.
“Ya ampun Rachma! Kamu tuh gila yah. Rhyan itu sepupu mu mana mungkin lah kamu pacaran sama dia. Aneh deh!” Celetuk Anggun.
“Oh, maaf. Iya kamu benar, aku khilaf Anggun. Aku batalkan rencana itu” jawabku.

Aku semakin sedih mendengar ejekan Anggun. Rencana yang telah lama aku rencanakan telah musnah di telan kata-kata.

Beberapa jam telah berlalu, aku dan keluargaku berencana mengunjungi taman yang indah di sebuah kota. Aku pergi bersama orangtuaku menaiki mobil sedangkan Anggun dan Rhyan tetap satu mobil seperti yang diceritakan Anggun.

Sesampai disana aku melihat Anggun dan Rhyan duduk bersama di taman itu dan tidak sengaja aku mendengar percakapan mereka.

“Rhyan, aku menyukai mu. Aku sudah menyukai mu sejak kecil. Kamu itu tampan, baik, soleh dan yah.. Begitulah. Maukah kamu menjadi pacarku?” ucap Anggun.
“Benarkah itu Anggun. Itu adalah kata-kata indah yang pernah kudengar. Iya, kau akan menjadi pacarku. Meskipun kita adalah sepupu dan keluarga. Aku tetap menerima mu.” Jawab Rhyan.

Mereka berdua pun berpelukan. Masya Allah! Aku tidak menyangka apa yang kulihat ini. Sepupu ku sendiri melanggar kata-kata yang dia ucapkan beberapa jam yang lalu. Orang yang ku cintai sejak dulu direbut oleh sepupu ku sendiri, sakit rasanya. Sakit sekali.

Aku pun berjalan-jalan di taman itu sambil menghentikan tangisan air mata yang membanjiri pipi ku ini. Aku terlalu banyak berpikir tentang ilmu dan materi dan aku sudah melupakan tentang apa itu cinta. Dan aku sudah tau apa arti cinta sebenarnya.

Selesai.

Cerpen Karangan: Rachma Angelica
Facebook: Rachma Angelica

Cerpen Ada Cinta Dalam Keluarga merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tiga Hati

Oleh:
Nama saya ika, saya mempunyai sahabat bernama tiwi. Setiap hari, setiap saat kami selalu bersama. Tiwi mempunyai sahabat bernama aldi, mereka dekat jauh lebih lama dari kedekatan saya dan

Asmara Persahabatan

Oleh:
Pagi ini seperti biasa aku mulai membuka buku tulisku dengan sedikit mencuri kesempatan untuk melirik Icha teman sebangkuku yang sedari tadi sibuk dengan penanya. Entah mengapa akhir-akhir ini kulihat

Telah Usai

Oleh:
Sekitar pukul 07:15 aku pergi dari rumah menuju sekolah dengan Limosin KUNING Langgananku. (hehe.. maksud eike, angkot Chiin) Setibanya di sekolah pukul 07;30. Yaah, pas lah, nggak telat, dan

Namanya Safhira

Oleh:
Bel pulang sekolah telah lama berdering. Kelas-kelas telah mulai kosong. Banyak siswa telah pulang, tapi tidak denganku. “Kamu belum pulang Put?” suara Anita yang menggugahku dari lamunan. “Masih nunggu

Aku, Kamu dan Dia

Oleh:
“Jangan Cuma bisa berani di depan aja dong, ndry. Buktiin kalau kamu bisa ngomong itu ke Reni.” Itulah kata Doni yang selalu muncul di pikirannya Andry. Andry sudah meyukai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *