Adik Atau Kakaknya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 26 September 2017

Teeeettt… Denteng bel sekolah terdengar nyaring di telingaku, yahh, jam istirahat pertama telah tiba. Waktu yang tepat untuk pergi ke kantin untuk membeli makanan ringan. Aku dan Ozi melangkahkan kaki keluar dari kelas menuju kantin. Sesampainya di sana aku tak bisa memesan makanan yang ingin aku beli hari ini. Aku hanya melihat puluhan orang yang memenuhi kantin dan saling mengantri di stand stand yang tersedia di kantin.

Waktu ku duduk di kursi kantin tiba-tiba dua orang perempuan menghampiriku dan, “Haii Di mau makan nih ya?” sapa mereka hangat kepadaku
“Ehh cuma Ardi doang yang di sapa nih? Aku” Celetus Ozi sambil menunjuk dirinya sendiri
“Ngapain nyapa kamu aku gak kenal, Hehehehe” Jawab keduanya bebarengan. Yahh, Rana dan Rani dua saudara kembar yang ke mana mana selalu bersama. Rana adalah kakak Rani, dia Cantik dengan rambut panjang yang terurai dan mata yang sayu. Begitu juga dengan Rani sang Adik.

“Eh di nanti kamu acaranya mau ke mana nih?” tanya si Rani kepadaku dengan wajah kepo
dengan cerocosnya si Ozi menjawab “Ih Ardi mulu yang ditanyain dari tadi, aku cemburu nih Ni”
“Ngarep banget ya ditanyain adiku” goda Rana terhadap Ozi
“Dasarr Ozii kayak ikan lele aja gampang nyamber” godaku
“Nanti malem ya? Kayaknya aku mau ngedate sama seseorang nih” dengan mata genit terhadap Rani
“Okke Finee” Rani langsung pergi meninggalkan kami bertiga. Rana kebingungan melihat adiknya, akhirnya dia menyusul adiknya tadi.

Plakk pukulan kecil di kepalaku “Ehhh emang kamu nanti mau ke mana?” tanya ozi penuh penasaran
“kamu kok kepo sihhh” jawabku
“Ohhh gitu ya udah punya pacar gak mau bilang bilang sekarang” dengan wajah judes yang dilempar kepadaku
“Ihhh pacar, Sepikan aja gak punya, Yaaaa keluar sama kamu lah. kan kita nanti malem mau ke kedai yang kemaren, bego banget sihh”
“emang kita janjian ya sayy?” ngedipin mata sambil menjulurkan lidahnya maju mundur serta memelukku
“Najissss” aku lari darinya.

Malam harinya aku pun menjemput Ozi dan berangkat menuju kedai tersebut. Tiba tiba di kedai tanpa sengaja aku bertemu Rana dan Rani. “Ehhh Kalian juga di sini to?” sapaku terhadap mereka.
“Kok kalian ke sini? ngikutin kita ya? ohhh iya duduk dulu sini jangan berdiri gitu” pintanya
“Gee eeR BANGET kamu Ran, kita berdua lagi kencan, Ya kan Di?” Cerocos Ozi yang aku iyakan.
“Ohhh jadi kalian kencan? terus mana ceweknya? dengan muka judes Rani bertanya dan dia meninggalkan kami lagi untuk kedua kalinya.
“Oziii mulutnya dijaga dong, kejar tuh adek aku” dengan gemas Rana menyuruh Ozi

Ketika kita duduk berdua dan hanya ditemani minuman Rana dan Rani karena aku belum pesen apapun. dan tiba tiba Rana bicara gak jelas terhadapku “Di jujur ini memalukan tapi aku gak bisa nahan perasaanku lagi, sebenarnya Aku suka sama kamu. Tapi aku tahu kalo Rani adikku juga suka sama kamu.” tittttt tiba tiba hatiku berhenti berdetak. Uhhh sial kenapa dia menyatakan perasaan terhadapku? gerutuku di dalam hati “Maaf Ran sebenernya aku juga suka sihh. Tapiiii.
belum usai perkataanku terucap tiba tiba seseorang membalas perkataanku
“Tapi APA?!” dengan nada keras
Kutengok ada Ozi dan Rani yang mungkin sudah tau pembicaraan kita. mereka berdua saling menatap kami dengan sinis sampai akhirya mereka meninggalkan kami berdua.

Setelah Rani dan Ozi meninggalkan kami berdua di kedai. Aku dan Rana saling merasa bersalah atas kesalah pahaman ini. “Na.. sebenarnya aku juga suka sama kamu, tapi Ozi juga menyukaimu” jelasku terhadap Rana
“Iya di aku ngerti kok tapi cinta kan gak bisa disalahkan, aku itu baru suka cowok ya sama kamu aja” dengan mata yang berbinar binar

terakhir kutatap mata indahmu
di bawah bintang bintang
terbelah hatiku antara cinta dan rahasia
ku cinta padamu namun kau milik sahabatku dilema hatiku
andai ku bisa berkata sejujurnya
jangan kau pilih dia
pilihlah aku yang mampu mencintamu lebih dari dia
bukan ku ingin merebutmu dari sahabatku
namun kau tahu
cinta tak bisa tak bisa kau salahkan

Pas banget pelayan kedai memutar lagu ini. Setelah kita saling berbincang dan menyelesaikan perasaan kita yang lama terpendam dan terhalang persahabatan maupun persaudaraan.
“Naa nanti kalo kamu nyampe rumah bilangin ke Adikmu aku minta maaf soal malam ini”
“Iya aku juga minta maaf sama Ozi ya Di”

Kami berdua berdiri dan meninggalkan kedai. Rana yang kebingungan karena takut pulang sendiri dan aku juga bingung kana motorku dipake sama Ozi tadi. Aku pun memberanikan diri untuk mengajak pulang Rani berdua.
“Ran, sepeda motor aku dipake Ozi nih salah aku juga lupa kalo dompet aku ada di jok sepeda, boleh nebeng gak. rumah kita kan searah”
“Emmm gimana yaa, ya udah deh lagian aku juga takut kalo pulang sendiri. di sana kan serem kalo jam segini”
“Kunci motor itu diberikannya kepadaku dan aku mulai mengambil motor Rani. Setelah Rana naik di jok belakang motornya aku mulai menjalankan motor ini dengan kecepatan sedang

“ngomong-ngomong tadi kamu bilang kalo kamu baru suka cowok, yaitu aku” dengan berani tapi malu
Sambil nyubit samping perut aku “Emmm gimana yaa, iya sih aku itu suka kamu waktu baru penerimaan Murid baru 5 bulan yang lalu. Ahhh susah jelasinnya aku bingung” sambil memukul mukul pundakku

Setelah 15 menit akhirnya aku sampai di depan rumah Rana, dan kulihat sepedaku terparkir di depan rumah Rana juga. tiba tiba keluar Rani dari dalam rumahnya dan disusul oleh Ozi. mereka yang berdua melihat kita berdua langsung cuek dan pergi begitu saja. Rani masuk ke dalam rumah dan Ozi menghampiriku sambil memberikan kontak sepeda motorku. Dia pun berjalan pergi pulang dengan jalan kaki meninggalkanku.

Cerpen Karangan: Ardi M. Wahid
Blog / Facebook: ardidihaw.blogspot.co.id / Ardi M. Dihaw

Cerpen Adik Atau Kakaknya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mungkin Aku…

Oleh:
Belakangan ini dia sering terlihat murung, tak bersemangat seperti biasanya. Bola basket yang selalu dimainkannya dengan lincah, sekarang hanya ia pantulkan lemah sambil duduk di pinggir lapangan. Aku memang

Tak Terbalaskan

Oleh:
Pagi ini terlihat sangat cerah. Matahari begitu semangat menyambut pagi ini, seperti gadis ini, ia bersemangat karena hari ini ia akan pergi ke sekolah diantar oleh sang kekasih. “pagi

Perjuangan Menuju Jadian (Part 3)

Oleh:
Di jalan, ku dapati Rio tengah duduk seorang diri, ku hampiri ia. “Rio, kok sendirian sih, teman-teman kamu mana?” tanyaku, aku dan Rio memang cukup akrab karena sama-sama taekwondoin.

Cinta Yang Sama

Oleh:
Aku terus memandangi hujan yang turun melalui jendela kamar yang tertutup oleh kaca. Jemariku menyentuh kaca itu. Terasa dingin di jariku. Padahal ini seharusnya sudah memasuki awal musim kemarau.

Seandainya Aku Tulang Rusukmu

Oleh:
Pagi ini aku terbangun terburu-buru, karena hari ini adalah hari pertama aku menjadi panitia ospek Fakultas meskipun aku hanya menjabat seksi konsumsi, namun hal ini sangat menyenangkan sebagai mahasiswa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *