Air Mataku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 16 February 2014

Ini terjadi ketika aku berada di bangku SMA, tepatnya pada kelas 3, aku bernama Tia. Kisah ini dimulai sejak aku mengenal Dika, Dika adalah salah satu mahasiswa di Universitas Negeri semester 4. Aku berhubungan baik dengan dia, dia sangatlah lugu dan polos, aku juga mengaggumi sifatnya yang bertanggung jawab.

Disaat dika menyatakan cinta kepadaku, dengan seketika itu aku langsung menerimanya. Aku bahagia ketika bersamanya, ketika dia libur kuliah atau gak ada kuliah, dia menyempatkan diri untuk menjemputku sekolah, bahkan kadang juga dia mengantarku ke sekolah. Dika sering sekali main ke rumah, sampai tak kenal waktu, malah tak jarang dia sampai seharian di rumah, kadang kita juga ketiduran ketika menonton acara TV.

Aku merasa nyaman ketika berada di dekatnya. Dika juga tidak pernah absen malam mingguan di rumah bersamaku, tapi yang tak kusuka dengan dika, dika jarang mengajakku pergi ke luar, malah hampir tidak pernah, ataupun pernah mesti hanya sebentar. Dika lebih suka main di rumah daripada keluar, padahal aku juga ingin jalan-jalan keluar.

Aku pernah mengajaknya untuk jalan ke pantai, tapi dia menolaknya. Dia berkata “Dari pada main ke pantai, mending aku main ke rumahmu aja, kalau kita keluar aku sungkan sama mama papamu” lalu aku menjawab “tapi aku sudah ijin sama mama dan mama mengijinkan” tapi dika lebih memilih main ke rumah. aku pun mulai berniat menjauh darinya, karena aku merasa bosan dengan dika.

Di saat dika ada kuliah aku sering keluar sama cowok lain dia bernama Dama. Setiap aku mau keluar orang yang pertama aku ajak adalah dama, karena aku yakin ketika mengajak dika pasti dia menolaknya. Tapi walaupun aku sering jalan sama dama, dika masih sering datang ke rumah dan masih belum absen dalam malam minggu, dika sama sekali tidak mencurigaiku.

Saat itu pada malam minggu dika datang ke rumah untuk menemuiku, Dika tiba-tiba aneh, dia selalu bilang “aku tak ingin kehilanganmu” dika ingin selalu bersamaku, aku mulai kasihan kepada dika, dan ketika dia pulang pun ibuku menasihatikku
“Apa kamu gak kasihan sama Dika, dengan apa yang kamu lakukan?”
“Kasihan sih bu, tapi kalau aku ingin keluar, dika mesti gak mau!”
“Ngapain keluar segala, kan bisa pacaran di rumah”
“Iya tapi aku bosan bu”
“Apa kamu gak mikir perasaan Dika, kalau dia mengetahui kamu sering keluar dengan cowok lain?”
“Biarin dah bu”
Aku masih sering jalan keluar sama dama, dan Dika masih sama sekali tidak mencurigaiku.

Tidak terasa umurku mulai bertambah, pada waktu malam sabtu dika datang ke rumahku, karena aku ingin melewati malam pergantian umurku dengan dika, dika berada di rumahku sampai larut malam. Di saat waktu menunjukan jam 12 malam tepat, Dika mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku dan membawa kue tart yang telah dipesan dia mencium keningku sambil berkata “Aku sayang kamu, jangan pernah tinggalin aku”, selepas itu sekitaran jam 1 dika pamit untuk pulang.

Untuk keesokan harinya pas malam minggu aku menyuruh Dika untuk datang ke rumah, tapi tiba-tiba dika menolaknya dengan alasan yang tak jelas, aku mulai curiga kepada Dika, karena dia tidak bersikap seperi biasanya, lalu aku marah kepadanya dan memaksa dika untuk datang ke rumah, tapi dika tidak membalas smsku dan tak mengangkat telfonku, aku merasa malam minggu sendirian, lalu aku mencoba sms dama untuk datang ke rumah. Kita berdua ngobrol dan saling berbagi. Di tengah-tengah aku dan dama ngobrol, tiba-tiba toni menelfon aku, toni adalah sahabat baik dika, dia mengabariku kalau dia kecelakaan dan kini dia dirawat di rumah sakit. Aku langsung menyuruh dama untuk pulang dan bergegas menemui dika di rumah sakit, sesampai aku di rumah sakit, tiba-tiba toni menariku keluar dan memarahiku sambil dia menangis.
“kenapa kamu lakukan ini, kenapa kamu tega kepada Dika?”
“Memang Dika kenapa?”
“Dika telah pergi ke surga dan membawa cinta tulusnya yang telah km sia-siakan”
aku langsung mengangis sejadi-jadinya sambil berteriak nama Dika dengan kencang.
“Percuma kamu memanggil nama Dika, dia tidak akan pernah kembali, asal kamu tau penyebab Dika kecelakaan adalah kamu!”
“Kenapa aku?” sambil menangis
“Kamu masih gak menyadarinya?, kalau kamu gak memaksa Dika untuk menemuimu, itu semua gak akan terjadi. Dika kecelakaan pada waktu pulang dari rumah kamu, padahal dia dalam keadaan sakit, habis semalaman dari rumah kamu kemarin, kenapa kamu masih tega kepada Dika?” masih menangis
“Tapi Dika tidak datang ke rumah?”
“Asal kamu tau, Dika tadi ke rumahmu tapi setelah sampai disana, Dika melihat kamu bersama cowok lain di rumahmu, Terus dia tidak berani mengganggumu dan memutuskan untuk pulang, di perjalanan pulang Dika mengalami kecelakaan”
Aku langsung jatuh berlutut sambil terus menangis dengan kencang
“Percuma kamu menangis, Dika sudah ada di surga dan gak akan pernah kembali. Aku heran kepada Dika, kenapa dia sebegitu sayang kepadamu, tetapi orang yang disayang malah mengecewakanya”
Aku masih tidak bisa menghentikan air mataku “Dika maafkan aku, aku menyayangimu, kamu meminta aku untuk tidak meninggalkanmu, tapi kenapa kamu meninggalkanku”
“Kalau kamu menyayanginya, kenapa kamu selingkuh?, padahal Dika sudah lama mengetahui perselingkuhanmu, dia dikasih tau oleh mama kamu sendiri, mamamu sangatlah sayang pada Dika, dia sudah menganggap Dika sebagai anaknya sendiri, tapi Dika masih terus bersabar dan selalu menyembunyikanya dari kamu”
Tangisanku semakin menjadi, “Kenapa Dika tidak bilang itu semua, aku berbuat kayak gitu karena dika selalu menolak kalau aku ajak jalan”
“Kenapa kamu masih sempat berfikir kayak gitu, Dika melakukan itu semua atas pesan dari papamu, papamu dulu sempat berpesan sama dika, “kalau pacaran di rumah aja, jangan keluar ke tempat-tempat yang gak jelas””
“Kenapa dika tidak memberi tahu kepadaku, kalau itu perintah papa”
“Satu jawaban dari Dika: karena dia menyayangimu dan keluargamu”
Air mataku terasa tidak ada hentinya meneteskan, setelah mendengar semua cerita dari Toni.

Keesokan harinya aku dan sekeluarga datang di acara pemakaman Dika, dan aku masih tidak bisa menghentikan air mataku yang terus mengalir. Setelah semua pada pulang aku masih ada dipemakaman Dika, aku memeluk erat batu nisan “Dika maafkan aku, aku janji, aku disini akan terus selalu menyayangimu, karena kamu yang terbaik bagiku, aku selalu mencintaimu, bahagialah kamu di surga aku disini akan selalu mendoakanmu”

Sesampai aku di rumah, aku masih teringat saat-saat bersamanya, aku rindu saat kita berdua bercanda, ketika menonton TV pun aku masih saja teringat tentangnya, hingga air mata menetes sendiri tanpa kusadar, tak ku sangka kini ku benar-benar kehilangan Dika untuk selamanya.

Cerpen Karangan: Dewan Mahardika
Facebook: https://www.facebook.com/pages/Kumpulan-Cerita-Romantis-dan-Mengharukan/385166771586397?ref=hl

Cerpen Air Mataku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maafkan Aku Ayah

Oleh:
Di suatu hari, di hari yang cerah ada satu orang ayah yang sudah tua, rambut rambutnya yang semula berwarna hitam telah berubah menjadi putih, kulitnya pun sudah berkerut, ia

Andri Sayang Papa (Part 1)

Oleh:
“huft, capenya.” keluh Andri sambil duduk pelan. “kamu habis dari mana aja Ndri? Jam segini baru pulang! Akhir-akhir ini kamu pulangnya malem terus, kamu tuh anak cewek, ndak baik

Baba dan Lala

Oleh:
Di suatu taman bunga, hiduplah seekor laba-laba bernama Baba yang memiliki kemampuan merajut jaringnya dengan indah. Tidak hanya itu, Baba juga mampu membuat sarangnya menjadi berlapis-lapis. Tidak seperti laba-laba

Penyesalan Nara (Part 2)

Oleh:
Sudah hampir seminggu anaknya Rayan, Danar dan bibinya menginap di rumahku karena Rayan harus tugas keluar pulau selama dua minggu. Aku sebenarnya yang menawarkan diri untuk menjaga mereka, kasihan

Kemunafikan Hati

Oleh:
Aku mencoba untuk tidak mengenal cinta kembali, rasa perih yang masih tertinggal membuat aku merasa malas jika harus membahas tentang cinta. Namaku Ina, kisah ini berawal ketika aku masih

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Air Mataku”

  1. Galuhdwi says:

    Sumpah ini keren. . Lanjutkan dewan mahardika berkarya. .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *