Akhirnya Ku Rasakan Karma Ku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Patah Hati, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 14 December 2013

“PlayGirl” kata yang bikin aku bangga tapi di sisi lain bikin aku risih. Kenapa? Ya bangga lah karena playgirl itu kan artinya sering gonta-ganti cowok berarti kan aku termasuk cewek yang laku di kalangan para cowok, ya jelas lah siapa sih yang nggak mau sama cewek cantik, pintar, modif dan terdaftar dalam golongan cewek terpopuler di sekolah. tapi yang bikin aku risih itu namanya juga ABG masih ajang main-main nggak mungkin pacaran di bawa serius lagian pacaran kan Cuma ajang perkenalan ya kalau nggak cocok tinggalin saja, nggak mungkin kan kalau nggak srek n nggak cocok di terusin, dari pada makan hati. Menurut ku sih aku nggak playgirl tapi cari yang pas buat hidup ku saja.

“cayank.. kamu nanti sore ada acara? Bisa nggak kita ketemu di café dahlia jam 4?” pesan singkat yang masuk ke ponselku dan ternyata dari Adrian cowok keren si pacar ku yang pertama. Pacar yang selalu bisa bikin aku have fun.
“maaf cyank.. nanti sore aku di suruh nemenin mama arisan jadi kita nggak bisa ketemu! Gimana kalau besok aja kita ketemunya?” tanpa berfikir panjang ku tolak ajakan Adrian karena sore ini aku sudah ada janji dengan dicki pacarku yang ke dua. Dicki adalah cowok yang selalu bisa bikin aku nyaman dan selalu bisa nurutin apa mauku.

Happy tanpa ada beban, perasaan yang ku rasakan sekarang, sekolah jalan, prestasi lancar, punya sahabat yang always on dan yang paling penting urusan cinta sukses, merasa paling sempuna hidupku ini. hari-hari ku berjalan dengan indah yang ada hanya tawa bahagia. Ku harap keadaan ini nggak mungkin pernah berakhir.

“hay.. cayank dah lama nunggunya” sapa ku ke dicki yang terlihat bosen, mungkin karena kelamaan nunggu kedatangan ku.
“dari mana aja sih yank, kok tumben telat?” Tanya dicki
“maaf yank tadi kena macet makanya agak lama datangnya”
“iya yank.. nggak apa apa kok, ini jus avocado kesukaan mu tadi sudah aku pesanin”
“tau banget sih yank minuman kesukaan ku. Makasih ya”
“ya jelas harus tau lah, pacar yang baik hehehe.. aku kan cayank banget sama kamu! Jangan tinggalin aku ya yank”
Sangat merasa bersalah ketika mendengar perkataan cayank atau cinta dari pacar-pacar ku. Ingin ku akhiri perselingkuhan ini, di hati kecil ku aku juga berharap ingin setia, tapi ku tidak bisa jika harus kehilangan bahkan memilih salah satu di antara Adrian maupun Dicki.
“aku juga cayank kamu, nggak mungkin lah aku ninggalin cyank”

Saat seru-serunya ngombrol dengan Dicki tak sengaja aku menoleh ke belakang dan terlihat si Adrian lagi kumpul dengan teman-temannya di café tempat ku bertemu dicki. Bingung, gugup, dan ada rasa takut dalam hatiku, aku pun segera mencari seribu alasan untuk mengajak dicki pergi dari tempat itu sebelum Adrian tahu.
“ouw.. aduh perut ku kenapa ni.. tiba-tiba kok perih gini” alasan ku untuk dapat pergi dari café itu.
“kenapa yank.. kamu sakit.. kita pulang aja yank kalau gitu”
dan akhirnya alasan ku pun berhasil, dengan sedikit menutup muka dengan tas yang aku pakai, aku pergi dari tempat itu, tapi sialnya kenapa Adrian masih harus tau.
“Imelda.. tunggu” teriak Adrian dari kejauhan yang mengagetkan ku. Segera ku cari alasan lagi untuk menyuruh dicki pergi duluan.
“yank kamu duluan aja ya.. nanti aku naik taksi aja pulangnya” kata ku pada dicki dengan gugup.
“kenapa? kamu kan lagi sakit.. aku anterin aja ya yank” jawab dicki
“nggak apa-apa kamu pulang duluan aja yank.. aku bisa pulang sendiri kok.. aku masih ada urusan bentar”
“nggak yank.. aku nggak tega sama kamu.. aku tungguin kamu aja”
“plisss.. kamu pulang aja duluan.. beneran aku nggak apa-apa kok sendiri”
“nggak aku maunya nungguin kamu”
“nggak aku maunya pulang sendiri” sangking gugupnya aku pun tak sadar membentak dicki.
“iya” jawab dicki yang langsung pergi.

Tak lama kemudian Adrian pun datang.
“siapa itu?” Tanya Adrian dengan muka penuh curiga.
“siapa yang mana” jawab ku berlagak bodoh.
“cowok yang sama kamu tadi”
“yang mana sih, nggak ada cowok gini?” ku masih mencoba mengelak.
“nggak usah berlagak bodoh, tadi di ajak ketemuan sama aku katanya suruh nganterin nyokap arisan tapi buktinya malah jalan sama cowok lain”
“aku lho nggak jalan sama cowok lain”
“masih nggak ngaku juga, sudah ketangkap basah selingkuh masih aja alasan”
Setelah terjadi sedikit perdebatan yang menyudutkan ku akhirnya aku pun kehabisan alasan untuk mengelak dan jujur ku pikir lebih baik dari pada aku harus malu karena kalah debat dan berfikir mungkin ini saatnya untuk ku putusin salah satunya.
“iya-iya aku tadi jalan sama cowok lain, maaf sudah bohongin kamu dan dia adalah pacar ku selain kamu”
“kamu tu ya” jawab Adrian dengan emosi
“terus kamu sekarang sudah tau semuanya sekarang terserah kamu”
“sekarang gini kamu pilih aku apa cowok itu?”
Pertanyaan yang sulit untuk di jawab di satu sisi aku masih sayang Adrian, di sisi yang lain aku nggak bisa ninggalin Dicki dan kucari aman saja. Tanpa berfikir panjang ku jawab pertanyaan Adrian.
“aku pilih dia dan mulai sekarang kita putus aja ya” jawab ku
“tega ya kamu.. semua janji mu ternyata Cuma manis di bibir saja.. semoga kamu juga akan ngerasain sakit hati ini” jawab Adrian marah dan langsung pergi.

Setelah putus dengan Adrian nggak ada perasaan sedih atau pun menyesal sedikitpun, aku nggak tau kenapa itu bisa terjadi mungkin karena masih ada Dicki yang selalu ada buat aku.

13 bulan sudah aku ngejalanin hubungan bersama Dicki dan selama 6 bulan ku jalani hubungan ini dengan kesetian ku, ternyata dia satu-satunya cowok yang bisa bikin aku jadi cewek setia dan yang bisa bikin aku ngerasain apa itu sesungguhnya cinta. Suka duka, panas dingin telah kita lalui bersama kita rela korbankan apapun itu hanya untuk kebahagian pasangan, aku berharap Dicki kelak menjadi jodoh ku karena dia adalah pasangan terindahku.

Kaget perasaan yang ada di benak ku ketika dicki datang ke rumah ku bersama orang tuanya dan berani mengungkapkan perasaan cinta dan ingin memiliki ku selamanya kepada orang tuaku, aku bingung kenapa dia harus lakukan itu padahal aku masih sekolah dan dia masih kuliah. Tapi aku sangat bahagia karena dengan itu berarti Dicki tidak main-main dengan hubungan ini, dia rela menunggu hingga aku lulus sarjana nanti dan itu mungkin masih 5 tahun lagi.

Hal yang nggak pernah aku bayangkan kini harus terjadi 6 juni 2013 jam 12.27 WIB nggak ada hujan nggak ada topan Dicki mutusin hubungan kita tanpa sebab yang jelas.
Sakit, kecewa, sedih, galau perasaan itu bercampur aduk menjadi satu dalam hati ku. Nggak tahu apa yang harus aku lakukan sungguh sakit perasaan ini berasa dunia ini gelap tanpa setitik cahaya, ku kehilangan arah dalam hidup ini sampai ku coba untuk mengakhiri hidup ku tapi ku fikir kenapa ku harus dikalahkan oleh cinta, ingin ku maki diriku sendiri kenapa aku harus percaya dengan cinta. Kenapa cinta harus menghukumku dengan teganya seperti ini apakah ini yang di namakan karma.

3 bulan berlalu setelah peristiwa itu tapi sampai saat ini aku masih belum bisa melupakan Dicki dan move on darinya. Setiap bangun tidur pasti ku masih menangisi kepergiannya. Ku masih menganggap apa yang telah terjadi ini adalah mimpi buruk. Akal waras ku belum bisa kembali. Apa yang harus aku lakukan aku pun tak tahu. Rasa sakit ini masih bersarang di hatiku. Mencoba bangkit namun ku masih terjatuh. Apa yang ku tanam kini ku tuai sendiri. Ternyata karma itu benar-benar ada.

Cerpen Karangan: Indah P. Lestari
Facebook: Indach Khenzi Nazahwa
Sekolah : Smk N Sugihwaras

Cerpen Akhirnya Ku Rasakan Karma Ku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Putih

Oleh:
Sesuatu yang dimulai dengan niat baik, maka akan baik pula hasilnya. Sebaliknya juga demikian. Namun jika sesuatu dimulai tanpa disengaja mungkin itu hanya kebetulan yang akan diteruskan jika itu

Lupa Cara Menangis (Part 1)

Oleh:
Terlalu sering aku merasakan rasa sakit. Rasa sakit itu akan merasakan apa yang tidak aku rasakan saat sakit. Terlalu sering aku bersedih namun aku lupa caranya menangis. Aku tidak

You Are My Star (Part 1)

Oleh:
Ku menapaki jalan ini.. Terasa begitu sulit, Aku tak tahu apa yang hendak dicari. Langkah ini terus saja membawaku pergi dari keramaian dunia, dan berakhir pada duniaku sendiri. ya

Alasan Sederhana

Oleh:
Semua berawal ketika aku diajak untuk menghadiri salah satu acara ulang tahun teman sekalasku, Ika. Aku merasa terkejut ketika Ika mengundangku ke acara ulang tahunnya, bagaimana tidak? Aku dan

Cinta Mu Bukan Untuk Ku (Part 2)

Oleh:
Hari ini aku ke rumahnya. Jarak yang lumayan jauh. Tanpa kesulitan yang berarti aku menemukan lokasi rumahnya. Ku parkirkan motorku di halaman rumahnya sambil berjalan untuk mengetuk pintu, lalu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *