Aku, Dia dan Sahabatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 19 November 2013

Setiap kali aku rasakan cinta tak pernah berakhir indah. Saat itu adalah saat kenaikan kelas. Aku naik ke kelas 9. Saat itu aku ditempatkan di kelas 9G. Aku tak mengenal siapa-sipa kecuali teman-temanku di kelas 7, 8 dulu. Yang ku kenal hanya beberapa dan yang paling dekat denganku adalah Neneng. Walau aku tak sebangku dengan Neneng, tapi aku sering curhat pada Neneng, walaupun aku hanya curhat tentang sahabat.

Saat di kelas 9G, aku menjadi ketua kelas. Dan kuingat sekali bahwa saat itu adalah pelajaran BK, dan seluruh murid harus mengisi data-data dan juga nomor HP. Aku pun mengisi nomer HP ku, dan ternyata banyak anak laki-laki yang mencatat nomorku. Dan malam itu ada 3 orang teman laki-laki ku yang mengirimkan pesan singkat padaku.
Arga, dia adalah salah satu teman laki-lakiku yang mengirimkan pesan singkat padaku malam itu. Dia baik dan perhatian walaupun dia sering tak mengerjakan tugas. Aku dan Arga jadi sering SMS-an dan juga sering berbagi kisah kita bersama. Sampai suatu saat aku merasakan hal yang tak biasa. Aku merasakan deg-deg an saat ada di dekatnya. Dan aku juga selalu salah tingkah saat di depannya.

Rasa itu ku rasa dan kudapatkan dengan sendirinya, mungkin karena aku dan Arga sering berkomunikasi bersama. Akhir-akhir ini Arga sangat cuek kepadaku, dia jadi jarang SMS aku. Dan saat di kelas dia menghindar dariku. Dia malah menggoda sahabatku Neneng. Aku pun biasa saja walau ada perasaan kecewa. Tapi aku tidak mungkin cemburu dengan sahabatku sendiri.

Tapi lama kelamaan sifat Arga berubah, ia sangat sangat cuek sama aku. Ia gak pernah lagi SMS aku. bahkan menyapaku seperti dulu. Tanpa aku ketahui ternyata Arga suka sama sahabatku Neneng, dan Arga juga sudah menyatakan perasaannya pada Neneng.

Saat aku tau berita itu aku sangat terkejut dan aku sangat menyesal kenapa aku mendengar kabar itu dari orang lain, kenapa aku tidak mendengar kabar itu dari Neneng? Padahal seharusnya itu kabar baik untuk Neneng. Kata Putri, Neneng memang belum menerima Arga. karena Arga belum bisa merubah sifatnya.

Saat aku dan Neneng sedang mengerjakan tugas IPS sambil curhat-curhatan, tiba-tiba Arga datang dan tiba-tiba Arga menyatakan cintanya pada Neneng untuk yang kedua kalinya, Neneng pun meminta saran kepadaku, dan aku hanya bisa mengangguk dan aku hanya bisa menahan air mata ini agar tak menetes. Dan akhirnya Neneng pun jadian dengan Arga. Dan aku menjadi saksi hubungan mereka.

Hatiku seakan hancur dan teriris oleh pisau yang sangat tajam, karena aku melihat orang yang aku sayang dengan wanita lain, dan wanita lain itu adalah sahabatku sendiri. Sampai di rumah aku hanya bisa menangis dan menumpahkan semua keluh kesahku pada buku diaryku.

Setiap hari aku melihat kemesraan yang terjalin antara Arga dan Neneng, Arga selalu memegang tangan Neneng di depanku. Aku tak bisa berbuat apa-apa, aku hanya bisa melihat mereka dan hanya bisa menahan agar air mata ini tak menetes.

Arga benar-benar sudah lupa sama aku, dia sama sekali tak pernah SMS aku, dan tak pernah bicara padaku. Walau aku selalu menunggu SMS nya datang. Aku enggak bisa merelakan Arga dengan Neneng, Kenapa harus Neneng sih? Apa gak ada orang lain, aku benar-benar kecewa sama Arga dan Neneng. karena mereka sudah hadir di hidupku dengan menggoreskan luka yang dalam di hatiku.

Cerpen Karangan: Warih Kusumaning Tyas
Facebook: Warih Kusumaning Tyas

Cerpen Aku, Dia dan Sahabatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cieeee Pupus

Oleh:
Yah seperti biasa, siang itu aku berjalan di lorong depan kelas bersama sahabatku gita. Wanita berambut pendek dan hitam manis ini sahabatku sejak aku duduk di kelas 10. Dia

Bukan Punguk Yang Merindukan Rembulan

Oleh:
Satu tahun sudah berlalu, tapi Ipung masih begini saja. Masih memandanginya dari jauh tanpa kata. Mendekat pun Ipung tak berani. Dia terlalu tinggi untuk digapai, begitu pikir Ipung murung.

Rangga Radit

Oleh:
“Caraku mendapatkan Radit adalah mendekati sahabatnya, Rangga. Saat Radit cemburu, saatnya aku harus mengorbankan hati Rangga. Rangga maafkan aku. Aku egois karena mengorbankanmu untuk kepentinganku.” Pikirku. Hari itu sangat

Seandainya Aku Tulang Rusukmu

Oleh:
Pagi ini aku terbangun terburu-buru, karena hari ini adalah hari pertama aku menjadi panitia ospek Fakultas meskipun aku hanya menjabat seksi konsumsi, namun hal ini sangat menyenangkan sebagai mahasiswa

Jangan Beri Aku Harapan Palsu

Oleh:
Mungkin terlalu besar jika aku berharap selalu ingin bersamamu. Mungkin juga terlalu besar jika aku berharap kau selalu ada bersamaku. Ku tutup buku harianku yang tergolong rahasia dan memasukannya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Aku, Dia dan Sahabatku”

  1. netta says:

    sama sepertii yang aku alami

  2. rama says:

    Sama kyk yg ku alami ,rasanya itu nyesek bnget deh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *