Aku, Kamu dan Dia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 11 July 2019

Aku, Kamu dan dia menjadi kita dalam sebuah ikatan yang tak semestinya terjadi. Pusaran takdir bak menyatukan kita dalam keadaan yang sangat rumit, betapa hebatnya Tuhan yang telah memperkenalkan kita yang sebelumnya tak pernah saling mengenal satu sama lain. Cerita hidup yang sangat sulit menjadi sebuah catatan panjang untuk diriku.

Detik-detik jam itu selalu kutunggu dengan sabar, menunggu bergulirnya sang senja ke ufuk barat yang akan berganti malam sunyi yang menyesakkan. Senantiasa kutatap layar kecil bercahaya ini untuk sedikit menuntut dirimu luangkan waktu untukku. Benar, hanya ini yang bisa aku lakukan. Menanti sang malam dan mengharapkan sisa waktu yang kau miliki untuk bisa setidaknya bercengkrama dengan diriku walau tak bertatap muka. Aku sadar waktumu untukku sangat terbatas, kau harus melalui hari yang cukup panjang dengan dirinya. Sementara aku, hanya memiliki waktumu dalam malam gelap yang semakin larut.

Dalam harimu yang panjang itu, aku tak pernah tau apa yang telah kau lalui bersamanya. Entah melelahkan atau menyenangkan, namun tak jarang ketika waktu untukku hanya kesalmu yang aku dapatkan. Walaupun begitu, aku sangat menikmati waktu yang kau sisakan untuk setiap sapaan darimu di malam hari. Seperti tak menerima kenyataan bahwa dirimu mencintai dirinya, aku masih saja memberikan perhatian kecil dan berharap lebih padamu yang kau sambut dengan hangat.

Di sini aku selalu setia menunggu dirimu untuk bisa kau anggap. Mungkin aku hanyalah teman di matamu, tetapi itu sudah dari cukup untuk sekarang, asalkan kau tetap menemani malamku. Aku ikhlas hanya mendapatkan sepertiga sisa waktu darimu sebelum kau istirahat dari lelahnya hari. Sebenarnya ingin sekali aku mengatakan disetiap sapaan darimu membuat jantungku berdegup begitu cepat dengan sendirinya, beribu rasa menyeruak dalam dada yang sangat menyesakkan. Tetapi dengan keadaan kita yang sekarang, aku tidak bisa memaksakan dirimu untuk merasakan hal yang sama denganku.

Dalam sepertiga waktumu, banyak sekali yang ingin aku sampaikan. Sebuah kata yang hanya dapat kupendam dan tak kuasa kuungkapkan kepadamu, apakah kau tau ini begitu sangat menyiksa dalam diriku. Sepatah kata yang merangkai kalimat untuk membuka matamu bahwa dia tidaklah mencintaimu. Apa kau tau? Ketika kau bercerita tentang dirinya membuatku semakin terjatuh dalam ruang hitam yang sangat asing yang tak pernah kutau. Terkadang aku lelah untuk menunjukkan bahwa dia tidak menyayangi dirimu, sesungguhnya dia tidak mengharapkanmu, bahkan dia mencintai orang lain disaat kau memperjuangkan cintanya.

Apakah kau tau disetiap tangismu ada aku yang ikut terluka, disetiap kau sebut namanya ada hati yang patah dan harus kusembuhkan. Memang cinta tak bisa dipaksakan pada siapa tujuannya dan dimana ia ingin berlabuh. Begitu juga kamu tidak bisa memaksakan dirinya mencintaimu dan juga aku yang tak bisa memaksamu untuk melihatku lebih dari seorang teman. Semoga aku tetap sabar dalam penantian ini dan menunggu kau menyadari keberadaan diriku. Aku harap ketika kau menyadari keberadaanku, aku masih menunggumu, dan apabila nanti aku sudah tidak menanti dirimu semoga kau menemukan orang yang pantas untukmu. Seperti itu lah cinta terkadang sangat sulit dan aneh, dimana sebuah ketulusan disia-siakan demi mengejar yang tak pasti.

Cerpen Karangan: Hada Apriani Rahman
Blog / Facebook: Hada Apriani Rahman

Cerpen Aku, Kamu dan Dia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dia Atau Aku

Oleh:
Gumpalan awan putih terlihat berarak menutupi sebagian wajah langit yang begitu cerah hari ini. Di bawahnya terhampar luasnya laut bening berwarna hijau tosca. Namun sayangnya hatiku tidak secerah langit

Pelampiasan Cinta

Oleh:
Awalnya aku tak pernah menyangka jika kau dan aku akan menjadi kita. Awalnya aku tak pernah menyangka jika kau kini menjadi orang yang akan selalu ada di sampingku. Bahkan

Tidak Dianggap Sahabat Lagi

Oleh:
Di pagi yang indah nan cerah, ku berangkat ke sekolah. Tak jauh dari tempat tinggalku, Di sanalah ku mencari ilmu. Di sekolah tidak hanya mencari ilmu saja. Tetapi juga

Aku Pilih Golput

Oleh:
Tak pernah tertepis dalam benakku, aku akan berada diantara segitiga ini, untuk condong dari salah satu sisinya. Tapi aku bingung harus condong kemana. Malam ini memang beda dari malam

Segi Empat

Oleh:
Suhu kotaku yang sejuk di pagi hari membuatku beranggapan lebih baik jadi cacing di kasur daripada harus menggerakan gayung berisi air. Namun kewajiban berkata lain sebagai seorang siswa sekolah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *