Alsha (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 17 April 2017

“Alsha… cepet ambilin tas gue… gue udah mau berangkat kuliah nih.”
“Iya… bentar Maura.” Jawab Alsha
Dengan tergopoh-gopoh Alsha berlari dan memberikan tas itu pada Maura
“Ini tasnya Ra.” Kata Alsha
“Ya ampun Al, bukan tas ini yang gue maksud, maksud gue ambilin tas gue yang ada di atas lemari, cepetan lo ambil lagi!!!” Bentak Maura
“Maaf Maura, bukannya gue nggak mau ambilin tas lo, tapi… gue lagi buru-buru karena gue udah telat kuliah.” Jawab Alsha
“Aduh… kalian berdua ini, kok pagi-pagi udah ribut?” Tanya Mama
“Ini ma… si Alsha, kan Maura nyuruh dia buat ambilin tas Maura di atas lemari kamar, eh dianya nggak mau.” Kata Maura
“Alsha!!! sekarang kamu udah berani ya nolak perintah Maura? asal kamu tahu ya, kalau nggak karena papa kamu, saya nggak sudi kamu tinggal di sini.”
“Tapi ma, bukannya Alsha nolak perintah Maura, Alsha buru-buru ma, Alsha ada kuliah pagi, dosennya killer.”
“Nggak usah banyak alasan lo, bilang aja kalau lo nggak mau ambil tas gue, Maura berangkat kuliah dulu ya ma.” Kata Maura
“Alsha juga berangkat ya ma.” Alsha mencium tangan Mamanya
“Heh… mau kemana kamu?” bentak mamanya
“Alsha mau kuliah ma..”
“Mulai hari ini kamu nggak usah kuliah!!!”

Alsha adalah seorang putri dari seorang pengusaha kaya, ibunya sudah meninggal waktu dia duduk di bangku SMP, kemudian ayahnya menikah lagi, awalnya kehidupan Alsha sama seperti gadis seusianya, namun kehidupannya berubah setelah ayahnya meninggal, dia sering diperlakukan tidak adil oleh ibu dan adik tirinya, Maura
“Coba kalau papa masih ada, mungkin nasib gue nggak akan kaya gini.” Alsha merenungi nasibnya
“Udah Non, Non Alsha nggak usah sedih, kan masih ada bibi, bibi udah menganggap Non Alsha seperti anak sendiri.”
“Makasih ya bi, bibi udah baik banget sama Alsha.”

Tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi
“Biar bibi yang bukain ya non.”
“Nggak usah bi, biar Alsha aja yang bukain pintu.”

Alsha pun membuka pintu, namun dia terbelalak kaget saat mengetahui siapa yang ada di balik pintu
“Siapa ya? dan ada perlu apa ke sini?” tanya Alsha
“Gue Ryon, cowoknya Maura, Maura ada kan?”
“Ryooon!!!” teriak Maura, aku udah tungguin kamu dari tadi, masuk yuk, Sha… kenalin, ini Ryon, cowok gue, Eh lo ngapain di situ? cepet bikinin minum sana!” Perintah Maura
“Siapa sih dia Ra?” tanya Ryon
“Oh itu Alsha, dia pembantu aku.” kata Maura
“Ini minumannya, silahkan diminum Kak.” kata Alsha, dia lalu bergegas pergi,

“Ya Tuhan, cakep banget cowok tadi.” Pikir Alsha, dia senyum-senyum sendiri
“Hmm… Non Alsha, kayanya lagi jatuh cinta nih?” tanya bibi
“Bibi nih, Alsha jadi malu ah, lagian cowok itu kan pacarnya Maura.” Alsha tersipu malu
“Ngapain malu Non, bibi juga pernah muda, pernah merasakan apa yang Non Alsha rasakan, bibi rasa dia nggak pantas kalau jadi cowoknya Non Maura.”

Keesokan harinya, Ryon bermaksud untuk menemui Maura, tapi Maura lagi nggak ada di rumah, dia bertemu Alsha
“Jadi, Maura itu saudara tiri kamu Sha?” tanya Ryon
“Iya Yon, mamanya Maura nikah sama papa aku, dan setelah papaku menikah sama mamanya Maura kehidupanku jadi berubah, aku nggak pernah lagi mendapatkan kasih sayang dari orangtua seperti dulu.”
“Kamu masih lebih beruntung daripada aku, dari kecil aku nggak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah, papaku nggak pernah memperhatikan aku, dan setiap malam aku selalu tidur dengan suara pertengkaran dari papa dan mamaku, bukan lagu pengantar tidur.” kata Ryon
“Kamu yang sabar Ryon.” kata Alsha
Ryon melihat airmata mengalir dari mata Alsha, dia mengusapnya
“Jangan nangis Alsha, ada aku di samping kamu, aku akan jagain kamu semampu aku, kamu adalah bidadari yang turun dari surga, aku beruntung bisa ketemu bidadari kaya kamu, aku sayang kamu Sha.” kata Ryon
“Maksud kamu apa Ryon? kamu itu cowoknya Maura, dan aku nggak mau menyakiti perasaan Maura, Maura itu sayang banget sama kamu Yon, tolong jangan kamu sakiti perasaannya.” Pinta Alsha
“Aku nggak pernah mencintai Maura Sha, aku jadian sama dia itu hanya karena terpaksa, karena aku nggak mau dijodohkan sama cewek pilihan papaku.” Kata Ryon

Nggak lama kemudian Maura pulang
“Eh sayang, kamu udah lama di sini? aduh… maaf ya jadi kelamaan nunggunya.” Kata Maura
“Nggak apa-apa kok, untung ada Alsha, tadi aku ngobrol sama Alsha sambil nungguin kamu pulang.” Jawab Ryon
“Lo ikut gue Sha.” Maura menarik lengan Alsha dan mengajaknya masuk ke kamar

“Heh… udah berapa kali gue bilang sama lo, jauhin Ryon, gue nggak mau Ryon deket sama lo.” Suara Maura agak meninggi
“Gue nggak deketin dia Maura, justru Ryon yang deketin gue.” Jawab Alsha polos
“Lo nggak usah banyak alasan Alsha, harusnya lo itu sadar diri dong, dan asal lo tahu… Ryon itu cowok gue, dan… yang boleh deket sama dia itu cuma gue doang, gue minta saat ini lo nggak usah keluar dari kamar.” Maura keluar dari kamar Alsha

Alsha hanya bisa melihat kemesraan Maura dan Ryon dari balik jendela kamarnya, hatinya sangat sedih, dia sebenarnya begitu mencintai Ryon
“Non Alsha.” panggil Bibi
“Bi…” Alsha memeluk Bibi
“Cuma Bibi yang bisa ngertiin perasaan Alsha.” Isak Alsha
“Yang sabar ya Non, bibi tahu… Non Alsha begitu mencintai Den Ryon.”
“Ya udah deh kalau gitu, aku pulang dulu ya.” Ryon berpamitan
“Iya sayang, hati-hati ya.” Kata Maura

Ryon menyalakan mesin motornya, sebenarnya dia malas buat pulang, karena suasana rumah kurang bersahabat baginya, papa-mamanya selalu aja bertengkar, seakan-akan nggak ada kedamaian di rumah itu
“Paling juga berantem lagi.” Pikir Ryon
Dugaan Ryon benar, saat dia membuka pintu ruang tamu, dia melihat sang mama yang tersungkur di dekat sofa
“Pa… udah… kasihan mama, jangan pukulin mama lagi pa.” Kata Ryon
“Kamu jangan membela mamamu terus, mamamu ini udah melakukan kesalahan, tapi kamu terus-terusan membela mamamu!!!” Bentak papa Ryon
“Mama nggak mungkin melakukan kesalahan, justru papa yang banyak melakukan kesalahan, kemarin Ryon lihat papa bergandengan tangan sama sekretaris papa yang baru itu, apakah papa nggak sadar kalau papa udah melakukan kesalahan? jangan melemparkan kesalahan sama orang lain!!!” Teriak Ryon
“Kamu bener-bener kurang ajar sama orangtua, siapa yang udah ngajarin kamu kurang ajar sama orangtua!!!” Bentak Papanya
“Sikap papa lah yang membuat Ryon jadi seperti ini!!!” Ryon mulai terpancing emosinya
“Ryon, udah… lebih baik kamu mengalah nak.” Mamanya berusaha menenangkan Ryon
“Nggak ma, Ryon nggak bisa membiarkan mama disakiti terus.” Kata Ryon
Entah apa yang ada di pikiran papa Ryon, dia mengeluarkan sebuah pistol dari saku celananya, diarahkannya pistol itu ke arah sang istri
DORR!!!
Ryon terkapar di lantai dengan kepala yang bersimbah darah, dia berusaha melindungi mamanya, hingga akhirnya dia yang tertembak
“RYOONN!!!”
Papa Ryon kaget bukan kepalang, dia telah menembak anaknya sendiri
“Ryon… maafkan papa, papa nggak bermaksud untuk menembak kamu.” Sesal Papa Ryon
Ryon pun segera dilarikan ke Rumah Sakit

“Maaf, silahkan menunggu di luar dulu Bu.” Kata Perawat
“Tolong selamatkan anak saya, dia anak saya satu-satunya.”
“Iya Bu, kami akan berusaha untuk menolong anak Ibu.”
“Ini salah papa, ma, kalau aja papa nggak gelap mata karena emosi, pasti… kejadian ini nggak akan terjadi.”
“Mama juga salah pa, papa jangan terlalu menyalahkan diri papa sendiri, kita sama-sama salah, dan Ryon harus jadi korban karena keegoisan kita.”

Nggak lama kemudian Dokter keluar
“Ryon gimana Dok?” Tanya Papanya
“Peluru itu bersarang di otak Ryon, dan kami akan mengupayakan agar segera melakukan operasi untuk mengangkat peluru itu, namun kondisi Ryon menjadi kendala dalam melakukan operasi.” Kata Dokter

Mama Ryon menghubungi Maura
“Halo Maura… kamu ada di mana nak? kamu bisa ke Rumah Sakit Pelita sekarang? Ryon masuk Rumah Sakit, kondisnya kritis.”
“Maafkan papa nak, ini semua salah papa, papa yang membuat kamu jadi seperti ini.” Sesal papanya
“Om, Tante gimana kondisi Ryon, dia ada di mana sekarang?” tanya Maura
Mama Ryon mengantar Maura ke ruang ICU
“Ryon, ini aku Maura, kamu harus bangun, aku nggak mau lihat kamu kaya gini.”
“Ma… Alsha… Alsha.” Erang Ryon lirih
“Alsha? siapa dia Maura?” tanya mama Ryon
“Maura juga nggak tahu Tante.” Maura terpaksa berbohong
“Siapapun dia Tante nggak peduli, sekarang tolong kamu cari gadis itu sampai ketemu, Ryon sangat membutuhkan Alsha.” mama Ryon meminta Maura untuk mencari Alsha
“Kalau aja bukan karena Ryon, gue males menghubungi dia.” Maura menelepon Alsha
“Lo harus segera ke Rumah Sakit Pelita, Ryon masuk Rumah Sakit, dan dia selalu mencari-cari lo.”
Setelah menerima telepon dari Maura, Alsha sangat shock
“Kenapa Non?” Tanya bibi
“Ryon masuk Rumah Sakit Bi.” Suara Alsha sedikit bergetar
“Ya ampun, kalau gitu kita harus segera ke Rumah Sakit Non, bibi akan temani Non Alsha.”
Dalam perjalanan menuju Rumah Sakit, hati Alsha sangat khawatir
“Semoga Ryon nggak apa-apa ya Bi, Alsha takut kalau Ryon kenapa-napa.”

“Maura, gimana kondisi Ryon?” tanya Alsha setelah tiba di Rumah Sakit
Maura menggandeng tangan Alsha, dia berhenti di dekat sebuah jendela kaca, Alsa terkejut bukan kepalang, melihat Ryon tergolek lemah tak berdaya diatas ranjang ruang ICU dengan alat-alat medis di sekujur tubuhnya
“Ryon mengalami koma Sha, tanpa alat-alat itu, dia nggak akan bisa bertahan hidup, hidup Ryon sangat tergantung dengan alat itu.” Jelas Maura
Alsha bermaksud masuk ke ruang ICU, tapi… Maura menghalanginya
“Lo nggak boleh masuk ke ruang ICU tanpa seizin gue, kalau lo mau lihat kondisi Ryon, lo lihat dari sini aja.”
“Tapi Maura, gue pengen lihat keadaan Ryon dari dekat, gue harap lo ngerti.” kata Maura

Alsha hanya bisa duduk di kursi depan ruang ICU, hatinya nggak tega melihat cowok yang dicintainya terbaring tak berdaya, kondisi Ryon berada di antara hidup dan mati
“Kamu harus kuat Ryon, maafin aku, aku nggak bisa temenin kamu disaat seperti ini, ingin rasanya aku masuk ke dalam, tapi Maura melarangku.” gumam Alsha
“Non Alsha jangan sedih, serahkan semuanya sama Tuhan… bibi yakin… Den Ryon pasti sembuh.”
“Alsha… Alsha…” Ryon kembali mengerang lirih
“Kamu udah ketemu Alsha nak?” tanya Mama Ryon
“Udah Tante.” Jawab Maura
“Sekarang tolong kamu panggil dia ya nak.”
Maura mengajak Alsha ke ruang ICU, setelah itu dia keluar

“Saya Alsha Tante, saya adalah sahabatnya Ryon.” Kata Alsha
“Kamu ke mana aja? Ryon terus aja memanggil namamu, Tante keluar dulu ya, biar kamu bisa berdua sama Ryon.” Kata Mama Ryon
Alsha mengenggam tangan Ryon yang terkulai lemah
“Cepet sembuh Ryon, jangan berbaring di sini terus, kamu nggak kasihan apa sama Maura? dia nggak mau kehilangan kamu.” Kata Alsha
“Seandainya Ryon tahu perasaan gue.” Pikir Alsha

Sementara itu, di taman belakang Rumah Sakit, Maura duduk termenung sendirian, dia mulai menyadari… kalau Ryon lebih mencintai Alsha
“Ternyata… Ryon lebih mencintai Alsha daripada gue… tapi… gue juga nggak bisa mengingkari perasaan gue sendiri, gue juga sayang banget sama dia.” Gumam Maura
“Maura.” Sebuah suara lembut memanggil Maura
“Gue tahu kalau lo nggak rela Ryon deket sama gue, tapi lo nggak usah khawatir, gue tahu siapa diri gue, gue akan menjauh dari Ryon.” Kata Alsha
“Lo jangan menjauh dari Ryon, mending gue aja yang menjauh dari Ryon.” Kata Maura
“Lo nggak boleh menjauh dari Ryon, lo kan ceweknya, lo harus ada di samping dia.” Ujar Alsha
“Dia lebih mencintai lo daripada gue, lo yang lebih pantas menemani dia.” Ucap Maura
“Nggak Maura… gue pengen lo yang menemani Ryon, gue ikhlas Maura… gue ikhlas kalau harus meninggalkan cowok yang gue cintai buat adek gue.” Alsha berusaha menahan airmatanya agar tidak jatuh

Maura dan Alsha kembali ke Rumah Sakit, mereka menuju ruang ICU, mereka semakin nggak tega melihat kondisi Ryon
“Sha, gue minta tolong banget sama lo, tolong lo bisikkan ke telinga Ryon, katakan kalau lo bener-bener sayang sama dia.” Pinta Maura
“Tapi Maura, gue…” Alsha bingung
“Tolonglah, ini demi kesembuhan Ryon.” Maura terus mendesak Alsha
Alsha masuk ke ruang ICU
“Aku sayang kamu Ryon.” Bisik Alsha lembut di telinga Ryon
Dan, setelah mendengar suara Alsha, tangan Ryon bergerak perlahan, dia sudah bisa merespon orang di sekitarnya, walaupun Ryon belum sadar sepenuhnya
“Semoga ini awal yang baik buat kesembuhan kamu Ryon.” Alsha membelai rambut Ryon
Maura masuk ke ruang ICU
“Ryon, aku udah tahu semuanya, ternyata kamu lebih mencintai Alsha, dan sebenernya kamu nggak pernah mencintai aku, aku mohon… setelah kamu sadar nanti… kamu harus jadian sama Alsha, dan aku akan pergi dari kehidupan kalian.” Kata Maura
Maura mencium kening Ryon

Di luar ruang ICU, Alsha duduk termenung, dia ingat waktu Ryon ngajak ke pantai
“Ternyata pantai ini pemandangannya bagus juga ya kalau udah malam.” Kata Ryon
“Iya, romantis banget, apalagi kalau kita datangnya sama pasangan kita, emang kamu pernah ngajakin Maura ke sini?”
“Hmm… belum pernah sih, kamu adalah orang pertama yang aku ajak kesini, karena kamu adalah orang yang spesial di hati aku.” Kata Ryon
“Kamu kenapa sih? selalu aja bilang aku spesial buat kamu, kamu itu udah punya Maura, kamu nggak mikirin perasaan dia apa?” Tanya Alsha
“Maura? bodo amat ah, aku nggak peduli sama dia, karena aku nggak pernah mencintai dia.” Jawab Ryon cuek
“Kamu nggak boleh gitu Ryon… cewek itu perasaannya lembut banget, aku nggak mau kamu nyakitin perasaan Maura.” Kata Alsha
Alsha menghela nafas panjang, dia memang mencintai Ryon, di sisi lain dia nggak mau melukai perasaan adik tirinya
“Tuhan apa yang harus aku lakukan? aku akan berdosa kalau aku menyakiti perasaan Maura.”

Maura tertidur di samping Ryon, tangan Maura memegang tangan Ryon
“Maura”
“Ryon, apa bener ini kamu? kamu udah sadar?” Tanya Maura
“Iya Maura, ini aku, mungkin ini akan jadi pertemuan terakhir kita, karena aku akan pergi jauh, relakan aku ya.” Ryon berpamitan pada Maura
“Aa… aku ikut Ryon, emang? kamu mau pergi kemana?”
“Ntar juga kamu akan tahu ke mana aku pergi.” Ryon terseyum, setelah itu dia pergi dari hadapan Maura
“RYOONNN!!!”
“Lo kenapa Maura?” Alsha kaget mendengar teriakan adiknya
“Gue ngimpi Ryon ninggalin gue, apakah itu pertanda kalau Ryon akan…”
“Sst, lo nggak boleh ngomong kaya gitu.” Alsha menempelkan jarinya ke bibir Maura

“Selamat pagi Maura dan Alsha.” Sapa Dokter
“Pagi juga Dok.” Jawab Maura
“Kami mau memeriksa kondisi Ryon, kalian tunggu di luar dulu ya.”
Dokter memeriksa pupil mata Ryon, perawat mengecek selang infus di tangan Ryon
Saat Dokter tengah memeriksanya, tiba-tiba Ryon mengalami kejang
“Detak jantungnya melemah Dok.” Kata Perawat
Dokter mengambil sebuah alat yang mirip dengan setrika dan menekan dada Ryon dengan alat itu
“Gimana kondisi Ryon Dok?” Tanya Alsha
“Kondisi Ryon menurun sangat drastis, sepertinya terjadi pendarahan hebat di otaknya, dia harus segera dioperasi untuk mengeluarkan peluru yang ada di otaknya.” Kata Dokter

Keesokan harinya, perawat membawa Ryon ke ruang operasi
“Ya Tuhan lindungilah anakku, semoga operasinya berhasil..” Kata Mama Ryon dalam hati
“Kamu harus tetep hidup Ryon.” Batin Alsha
Sayup-sayup terdengar lagu Ajari Aku nya Adrian Martadinata, lagu favorit Ryon
“Ini lagu favorit dia Sha.” Kata Maura sedih
Alsha menangis, dia ingat waktu Ryon menyanyikan lagu itu buat dia

Operasi Ryon berlangsung selama kurang lebih empat jam, perawat kembali membawa Ryon ke ruang ICU
“Gimana kondisi Ryon Dok?” Tanya Mamanya
“Kondisi Ryon naik turun, dan… kemungkinan dia untuk bertahan hidup sangat kecil sekali, dia masih harus melewati masa kritis setelah operasi.” Ujar Dokter
Namun… setelah operasi, kondisi Ryon justru makin memburuk, cowok itu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, tepat di hari jadiannya dengan Maura

Hujan deras mewarnai pemakaman Ryon, Maura dan Alsha merasa sangat kehilangan Ryon, mereka nggak bisa menahan airmata saat peti jenazah diturunkan ke liang lahat
“Selamat jalan Ryon, tenanglah di alam sana.” Ucap Alsha dan Maura dalam hati

Cerpen Karangan: Cicilia Wulan
Blog / Facebook: wulancicilia.blogspot.co.id / ciellz mygeisha

Cerpen Alsha (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senja

Oleh:
Kecewa, mungkin hanya kata itu yang dapat mewakili apa yang sekarang Senja rasakan. Seketika air matanya pun jatuh berguguran membasahi pipinya yang kemerah-merahan. Air mata Senja yang kini berguguran

Setia (Part 1)

Oleh:
Aku terbangun dari tidurku. Oh tidak! Aku telat! Aku segera masuk ke kamar mandi dan ke luar dengan sangat tergesa-gesa. Aku segera memesan ojek online langgananku. Kemudian aku segera

Aku Atau Kamu

Oleh:
Mungkin Allah telah mempertemukan aku dan dia untuk menyadarkan mantan istrinya. Iya mantan istrinya, beginilah kisahnya. Aku mempunyai sahabat yang baik namanya Jamiatun dan sering kupanggil Atun aku dan

Pertemuan Singkat

Oleh:
Namaku Danisa Putri, panggil saja namaku ica. Kini, aku sekolah kelas 2 SMA di salah satu SMA di Kota Bandung. Aku tinggal di keluarga yang sederhana. Aku anak kedua

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *