Bukan Cinta Yang Salah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 3 December 2019

“Jake stoooppp!” teriak bella…
Jake pun menghentikan pukulan baloknya ke edward. Terlihat edward sudah sangat tidak berdaya dipukuli oleh jake dengan balok, aku bingung setan apa yang sedang merasuki tubuh jake saat ini sehingga dia memukuli edward sampai babak belur dan edward sudah tersungkur lemah tak berdaya di lantai gudang ini.
“Apa yang kamu lakukan jake…?” teriak bella sangat kuat bercampur amarah yang sangat besar kepada jake

Jake dan bella adalah sahabat dari kecil. Persahabatan mereka terjadi atau dimulai dari orangtua mereka yang juga bersahabat sangat akrab. Mereka berdua saling menyayangi satu sama lain seperti saudara sendiri, jake selalu menjaga bella seperti gadis kecil miliknya seorang saja, seolah isi dunia pun akan diberikannya pada bella asalkan dia bisa melihat senyuman di bibir bella.

Bella kecil dulu yang selalu berwajah sedih akan berubah jadi gadis manis yang bahagia jika bersama jake, dan rasa sayang menyanyangi mereka berdua ini terus berlanjut sampai mereka duduk di bangku kuliah. Tapi semua seperti berubah setelah bella mengenal edward, edward si lelaki tampan dengan senyuman misterius yang telah membuat bella jatuh hati di kampus.
Yap… kini bella telah berubah menjadi wanita dewasa dan mulai merasakan jatuh cinta dan cinta tulusnya itu ia berikan hanya kepada satu nama yaitu edward. Dan juga sepertinya edward pun mempunyai rasa yang sama kepada bella. Mereka pun memutuskan untuk pacaran.

Tapi berbeda dengan apa yang dirasakan jake, sepertinya dia tidak menyukai edward, dia hanya bersikap manis pada saat bersama bella dan disaat edward menghampiri mereka jake berubah jadi sangat dingin dan menunjukan rasa tidak sukanya pada edward, dan bella merasa tidak nyaman dan tidak enak hati kepada edward. Seperti sahabat sejatinya itu tidak suka dengan edward pacarnya.

Pernah bella mencoba bertanya pada jake atas sifat dinginnya ke edward
“Jake kenapa kamu sepertinya tidak suka pada edward?” tanya bella
“Apa…” kata jake yang sedikit kaget bella bertanya seperti itu
“Iya aku perhatikan kamu selalu beda kepada edward kamu selalu dingin terhadapnya, apa kamu tidak suka padanya?” lanjut bella bertanya
Jake tersenyum kecil seperti dipaksakan
“Ya tidak lah, aku suka… mana mungkin aku tidak suka dengan hubungan kalian” kata jake sambil mengelus rambut bella.
Lagi lagi seperti menghindar jake pun pergi berlalu setelah mengucapkan kata-kata yang tidak membuat bella mendapat jawaban. Selalu begitu saat bella bertanya tentang edward

“Apa yang kamu lakukan jake?!” teriak bella sambil mendorong jake yang masih memegang balok di tangan kanannya,
Lalu bella menghampiri berusaha menolong edward yang sudah tergelatak tak berdaya di lantai, dengan wajah penuh lebam babak belur dan dari kepala mulai mengucur darah yang mulai menetes ke wajahnya,
“Edward kamu tidak apa-apa kan” ucap bella sambil panik bercampur bingung dan air mata mulai berjatuhan di pipinya, sepertinya dia sangat sedih bercampur emosi melihat kekasih yang dicintainya dalam keadaan seperti ini.
“Bella…” ucap edward sangat lemah hanya itu yang keluar dari mulutnya,
Mungkin untuk bicara banyak pun dia sudah tidak sanggup dengan kondisinya saat ini. Tapi entah setan apa yang sekali lagi menghampiri jake, bella yang ingin mencoba menolong edward ditarik tangannya oleh jake, dan lagi-lagi edward tak berdaya di lantai.

Bella mulai meronta meminta tangganya untuk dilepaskan dari genggaman tangan jake yang sangat erat,
“Tidakkkk, aku tidak akan membiarkanmu menyelamatkan dia” ucap jake kasar
“Apa…? Apa maksudmu jake, ada apa denganmu” tanya bella yang sangat kebingungan sengan sifat sahabatnya ini
“Aku tidak suka dengan lelaki ini dan aku tidak suka dengan hubungan kalian berdua” teriak jake kuat sambil menunjuk ke arah edward menggunakan balok kayu di tangan kirinya dan dengan posisi tangan kanan masih memegang erat tangan bella.

Bella tidak menyangka jake akan berkata seperti itu, sebentar dia membalikkan wajahnya melihat edward yang juga sepertinya kaget melihat jawaban kasar jake ke bella, lalu kemudian dia kembali menatap jake lagi dengan lebih dalam.
Bella menatap mata jake dalam-dalam dia melihat mata jake yang penuh dengan kemarahan disitu, bella tidak menyangka jake yang sangat disayanginya seperti saudaranya sendiri itu kini berubah seperti iblis jahat

“kamu tahu bella” teriak jake sambil berapi-api… Lelaki brengsek ini mencoba melamarmu ingin mengajakmu bertunangan, dengan tidak tahu dirinya dia katakan padaku, karena aku sahabat kecilmu dia ingin meminta restu dan pendapatku tentang bagaimana melamarmu” kata jake panjang lebar
“Terus apa yang salah jake dengan itu?” tanya bella keheranan
“kau tanya apa yang salah!?” kata jake dan dia melepaskan genggaman eratnya dari bella, tapi dengan posisi masih memengang balok. Dia membelakangiku seolah dia tidak ingin kupandangi wajahnya lebih dalam lagi.
“itu artinya aku akan kehilanganmu lebih dalam lagi bella, dengan pacaran dengannya saja sudah membuat kau terasa jauh denganku, apalagi kalau kalian sampai bertunangan dan menikah…”
“Terus apa yang salah dengan semua itu jake, aku mencintainya dan wajar kan buat orang yang saling mencintai bertunangan dan menikah dan aku tidak akan meninggalkanmu, kau itu orang yang berarti buatku kau sahabatku yang sangat kusayangi dan kau takkan kehilanganku”
“Itu salah karena aku mencitaimu bella” teriak jake dengan posisi masih membelakangiku
“Mencintaiku?” tanya bella heran bercampur kaget

Jake berbalik ke arahku dan berusaha lagi menggengam tangan bella dengan erat, dan menjelaskan
“Iya aku mencintaimu dan bukan hanya sekedar mencintaimu sebagai sahabat saja tapi sebagai seorang lelaki dewasa yang jatuh cinta kepada wanita dan ingin menjadikanmu pendamping hidupku, selamanya denganku dan tidak ada yang lain” tegas jake
“Sejak kapan jake?” tanya bella seakan tak percaya dengan semua ini
“Aku juga tidak tau kapan rasa ini mulai muncul bella” jawab jake dan dia lepaskan lagi gengaman eratnya di tangan bella,”dan anehnya rasa cinta ini mulai terasa saat edward muncul dan kalian saling mencintai, hatiku rasanya seperti terbakar hancur berkeping-keping saat melihat kalian berdua, dan rasanya aku mulai menggila kalau memikirkan kalian sedang bersama, rasanya aku ingin mati kalau membayangkan kalau suatu saat kalian akan hidup bersama.. aku tidak rela bella, seharusnya aku yang bersamamu menjagamu mencintaimu sampai di hari tua kita nanti, berkali-kali aku ingin bilang tinggalkan dia bella cintailah aku, tapi aku tidak bisa” ucap jake panjang lebar

“Jake kamu tau kan dari dulu aku sangat menyanyangimu tapi tidak lebih dari sahabat saja” balas bella dan sepertinya air mata bella pun mulai meleleh mendengar ucapan jake itu
“Tapi kan kau bisa mencobanya bella, kalau kau mencoba kau pasti bisa mulai mencintaiku, aku saja bisa mencitaimu lebih dari sahabat” tatap jake dalam ke mata bella
“Tidak jake itu bukan cinta” jelas bella
“Trus apa?” jake mulai marah lagi, “apa cintaku kepadamu salah bella?”
“Tidak jake, tidak ada yang salah dengan cinta tapi yang kau rasakan kepadaku bukan cinta, tapi hanya rasa sayang yang berlebihan saja itu hanya rasa egoismu saja, kau tidak mencintaiku tapi hanya ingin memilikiku, mungkin karena dari kecil kita selalu bersama jadi kau merasa sampai kapanpun kita harus selalu bersama, dari dulu kau tidak pernah mencoba membuka ruang di hatimu untuk mencari cintamu sendiri, kau tidak berusaha untuk jatuh cinta dengan wanita lain” jelas bella lagi panjang lebar
“tapi aku tidak butuh wanita lain, aku hanya butuh kamu di sisiku” ucap jake
“itu yang aku katakan tadi bahwa kau itu egois jake, kenapa harus aku? Sementara kau tau di hatiku hanya ada edward”
“Jadi kau tidak ingin mencoba membuka hati padaku bella” tanya jake lemah
“tidak dan tidak akan pernah, karena di hatiku sudah ada seseorang dan itu edward, dan memang harus dia” jawab bella tegas

Jake pun lemas mendengar ucapan bella, dan balok yang ada digenggamannya pun terlepas jatuh ke lantai, jake tersungkur lemah dengan posisi berlutut, kepala menunduk dan tangannya menopang di lantai, air mata mulai menetes di pipinya, sepertinya seakan dia malu atas perbuatannya pada edward atau dia malah menangis atas patah hatinya terhadap bella.

Bella yang melihat jake yang mulai melunak dan ikut mulai merasakan kegundahan sahabatnya itu, Bella pun melakukan posisi berlutut tepat di hadapan jake dan dengan kedua tangannya dia menggangkat wajah jake yang tertunduk lemas tadi dan sekarang wajah itu sudap dipenuhi tetesan air mata dan bella sudah tidak melihat tatapan kebencian dan kemarahan lagi di bola mata jake, sekarang di bola mata itu sudah tergantikan oleh rasa kesedihan yang sangat mendalam.

“Jake jangan seperti ini jangan membuatku merasa bersalah, aku memang sangat mencintai edward tapi aku sangat menyayangimu lebih dari diriku sendiri, kau itu sudah seperti kakak buatku, dulu waktu kecil kau selalu membuatku tersenyum, dan selamanya aku ingin merasakan kehangatan itu hanya denganmu dan sebagai sahabat tidak lebih. Karena aku tidak mau kehilanganmu… kau mengerti? Dan edward sangat menghormatimu sebagai sahabatku itu sebabnya dia meminta restu darimu, karena dia tahu kaulah penyemangatku dari kecil, dia tidak mau mengambilku darimu begitu saja makanya dia meminta restumu, jadi izinkan kami bahagia jake.. aku mohon” mohon bella

Tidak perlu menunggu jawaban dari jake, Bella pun beridiri meninggalkan jake yang masih dalam posisi berlutut, Bella mendekati edward dan berusaha menolongnya dan pelan-pelan menopang edward untuk membawanya keluar dari gudang ini.
Mereka berdua berjalan terseok-seok mengikuti langkah edward yang sangat lemah, meninggalkan jake dengan perasaannya yang mungkin masih tercampur aduk, rasa penyesalan dan malu atau patah hatinya.

Cerpen Karangan: Dewi Simanjuntak

Cerpen Bukan Cinta Yang Salah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kita

Oleh:
Aku duduk termenung di atas sebuah kursi di teras kamarku. Menatap bintang dan bulan, berharap mereka mengerti perasaanku yang tak menentu. Ya, sangat tak menentu. Beberapa bulan lalu aku

Ikhlas Yang Ternodai

Oleh:
Di sudut ruangan kantor yang kini kosong, aku terisak memeluk lutut dan membenamkan wajah di sana sampai semua air yang mengalir perlahan tumpah membasahi bagian rok yang menutupi lutut.

Cinta Ku Terbelenggu

Oleh:
Aku mengenalnya di tempat ini, di sebuah jalan penghubung antara dua kota yang tak layak disebut jalan poros. Jalur yang terbentang antara Samarinda dan Berau. Awalnya dimulai dari pertemuan

Menunggu Jawaban

Oleh:
14 April 2014, hari yang tak pernah aku lupa dimana pada hari itu hatiku yang dulunya mati kembali hidup dan semua itu karena dia, dia yang berhasil membuka hati

Bukan Kau, Tou Kun Yang Kumau (Part 1)

Oleh:
Dari kacamata bulat berjenis minus ini kupandang lekat dirimu. Entah apa yang menarik perhatianku, aku tak tahu. Kau tampan, namun tak indah. kau tak atletis, meski tubuhmu terlihat proporsional.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *