Cinta Dua Hati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 13 March 2014

Ini bukan yang pertama bagi ku jika aku harus kehilangan wahyu untuk yang ketiga kalinya, wahyu laki-laki manis yang selalu mengisi hati ku, tapi kali ini wahyu benar-benar membuat aku kecewa. Aku tak pernah menyangka setega itu wahyu padaku “salah apa aku sebenarnya sampai-sampai wahyu tega melakukan itu aku Cuma ingin dia tau kalau aku sayang sama dia aku selalu mencoba tuk bersabar menerima semua pelecehan yang dia lakukan padaku aku nggak habis fikir kalau wahyu sekejam itu padaku dia pikir dia itu siapa…” kataku dalam hati.

Cerita itu dimulai saat aku baru jadian dengan dimas cowokku sekarang, aku merasa kalau wahyu masih suka sama aku karena waktu itu dia menelfonku dia bilang kalau dia masih sayang sama aku dia masih cinta sama aku sontak hatiku pun girang, aku dibuat melambung olehnya kata-katanya yang manis membuat aku terlena di dalamnya tak seperti biasanya kali ini dia lebih anggun padaku “aku sayang kamu din sungguh…” kata dia “kalau memang kamu sayang sama aku buktikan dong yu jangan Cuma NATO kalau memang benar kamu sayang sama aku datang ke rumahku besok sepulang sekolah…” kataku menantang.

Aku kira dia tidak akan datang tapi ternyata keesokan harinya setelah aku pulang sekolah wahyu datang ke rumahku dengan temannya.
Aku benar-benar gak percaya. “kok sepi ibu dimana din” tanya wahyu “ke rumah saudaraku ada acara arisan” jawabku tiba-tiba temannya berdiri “aku cari pulsa dulu ya yu” “jangan lama-lama put” kata wahyu

Setelah temannya pergi tiba-tiba wahyu memeluk aku aku bener-bener kaget hatiku rasanya kacau entah apa yang aku rasakan entah senang atau takut “aku kangen din kangen banget sama kamu” kata wahyu aku hanya terdiam “jujur din aku masih sayang sama kamu aku gak pernah bisa lupain kamu din… asal kamu tau hatiku sakit saat aku denger kamu jadian sama dimas please din kembali ke aku aku gak sanggup bila harus pisah sama kamu” katanya sambil mempererat pelukannya.
“bagaimana dengan dimas aku gak mungkin ninggalin dia aku memang sayang sama kamu tapi dimas…”
“din aku tau kamu masih sayang sama aku aku tau kamu masih cinta sama aku begitupun aku kita bisa diam-diam jalani hubungan ini ya din please” sahut wahyu tapi aku hanya terdiam.

Suasana berubah seolah-olah dalam pertunjukan teater aku melihat mata wahyu seolah-olah dia menujukkan kalau dia benar-benar sayang sama aku. Aku merasa melayang saat bibir wahyu mengecup bibirku suasana romantis yang aku rasakan lama kelamaan tangan nakal wahyu mulai beraksi mendarat di daerah-daerah rawan tubuhku ini belum pernah aku lakukan sebelumnya sama wahyu biasanya kami hanya berpelukan tapi kini lain. Perlahan wahyu merebahkan tubuhku di kursi tempat kami duduk tangannya menggerayang membuat aku semakin melayang, perlahan aku mulai sadar dengan apa yang kami lakukan aku mendorong tubuh wahyu lalu merapikan pakaianku yang berantakan “apa yang kamu lakukan sama aku yu” tanya ku .
“din… aku aku aku khilaf din maafin aku maafin aku din semua terjadi begitu aja maafin aku din aku sayang sama kamu” kata wahyu meyakinkan aku lagi-lagi aku Cuma terdiam tak lama kemudian teman wahyu datang wahyu berpamitan untuk pulang karena sebelumnya sudah ada seseorang yang menelfonnya.

Setelah itu entah mengapa aku semakin percaya dengan wahyu dan saat itu pula aku menggantung hubunganku dengan dimas tapi ternyata itu gak berlangsung lama wahyu mulai terlihat beda dia gak pernah sms aku lagi apa lagi menelfonku tiap aku sms dia gak pernah bales aku bingung ada apa lagi dengan wahyu apa dia kembali lagi seperti dulu sampai suatu hari aku denger dari salah seorang temenku ternyata wahyu sudah punya pacar lagi hatiku begitu sakit hancur kenapa wahyu tega seperti itu aku mencoba tuk menghubungi wahyu tapi ternyata nomornya pun sudah tidak aktif dan saat itu pula dimas tau kalau aku menduakannya dengan temanya sendiri “tega kamu din duain aku dengan temanku sendiri sebenernya apa sih mau kamu” kata dimas marah padaku “sayang maafin aku…” kataku memohon
“sekarang kamu pilih wahyu atau aku jawab…” tanya dia
“aku aku gak tau aku bingung mas…”
“harusnya aku gak perlu tanya udah jelas kamu pasti pilih wahyu kamu emang gak pernah sayang sama aku kalau gitu mulai sekarang kita…“
“aku pilih kamu mas aku pilih kamu aku sayang sama kamu aku akan lakuin apa aja supaya kamu percaya kalau aku sayang sama kamu” kataku
“oke kalau gitu kamu putusin wahyu hari ini juga kamu lupain wahyu dan kamu harus jaanji akan lupain dia untuk selamanya lupain perasaanmu sama dia” pinta dimas
“iya mas aku akan lakukan itu”
Mulai saat itu lah aku tak pernah lagi memperdulikan wahyu aku tau wahyu gak pernah sayang sama aku jadi buat apa aku terus-terusan menyimpan perasaan sayang sama dia lebih baik aku lupain dia.

Cerpen Karangan: Ruli Larasati
Facebook: Rully Laras

Cerpen Cinta Dua Hati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Siang Itu Masih Berbekas

Oleh:
“Umi jahat! Umi gak sayang sama Meta!” begitulah kata Meta dengan nada tinggi sambil membanting pintu kamarnya. Entah perasaan apa yang berrkelebat di benaknya hingga ia menaikkan nada suaranya

Sahabat Sejati

Oleh:
Terdengar jeritan seorang anak dari dalam rumah nan mewah itu. Sang ibu segera berlari panik ke arah kamar anaknya, membuka pintu, dan melihat sang anak sedang terbaring lemas di

I’m With You

Oleh:
Mungkin, hanya aku yang merasa sendiri. Sampai suatu hari kamu datang dengan sebuah cahaya yang membuat aku berarti. I’m With You Aku termenung menatap seorang gadis –yang menurutku– manis

Selamat Tinggal Cinta

Oleh:
Suasana Restoran sangat ramai. Terlihat dari padatnya pengunjung pada malam minggu. Tidak hanya orang dewasa, para muda-mudi pun banyak yang datang untuk menikmati malam minggu mereka. Diantara kesibukan aktifitas

Pelangi Sederhana

Oleh:
Elsia adalah namaku Pagi buta.. bunyi kericikan air wudlu membangunankanku. Seperti biasa ibuku bangun lebih awal. Bahkan dia bangun sebelum suara adzan subuh berkumandang. rumah kecil ini hanya ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *