Cinta Tak Terucap

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 12 June 2015

Aku tidak pernah punya kesempatan untuk mengenalnya lebih dekat, seseorang yang sampai sekarang menjadi inspirasi di hidupku. Rama, sebuah nama yang tidak pernah bisa aku sebutkan, entah kenapa aku pun tidak tau, dia mungkin terlalu sempurna untuk ku, dia baik, pintar, tampan, sholeh, siapa yang tidak menyukainya, aku mungkin hanya sebagian kecil orang yang beruntung bisa mengenalnya walaupun tidak terlalu dekat, dia tersenyum padaku namun aku terlalu kaku untuk membalasnya, aku terlalu dingin untuk kehangatannya, aku terlalu keras untuk kelembutannya, aku seseorang yang mengaguminya dalam diam, aku lebih suka ini, aku lebih suka melihatnya dari kejauhan, memperhatikan tingkah lakunya dari balik tumpukan buku saat dia di perpustakaan. Sampai suatu hari aku melihat dia tersenyum dengan seseorang yang aku kenal, sahabat ku ifa, “semoga kalian bahagia ” hanya seutas kata itu yang mampu aku ucapkan, aku tidak punya hak apapun untuk melarang mereka, untuk melampiaskan kekecewaanku pada mereka, mereka pun tidak tau aku mengaguminya.

“okha!!” suara dari kejauhan yang memanggilku saat aku akan pergi,
“iya, kenapa, aku buru-buru, cepet” balasku dingin seperti biasa
“kamu pulang sendiri saja ya, aku mau jalan dulu sama rama” sudah ku duga itu yang akan dia katakan padaku aku hanya membalas dengan senyuman dan berlalu meninggalkannya. Kecewa memang, tapi apa dayaku, aku sangat berbanding terbalik dengan sahabatku, ifa gadis yang cantik, baik, ramah, pintar dan menyenangkan, sedangkan aku? Cuek, dingin dan tidak suka dandan seperti ifa.

Pagi ini aku berangkat seperti biasa. Dengan langkah santai aku lewati lorong-lorong sekolah, angin pagi ini senang sekali memainkan ujung jilbabku dan mengajaknya terbang-terbang kecil bersama. Hari ini aku dengar kabar yang tidak enak di telingaku, aku dengar rama dan ifa putus kemarin, kenapa?, mungkin akan ku tanyakan nanti saat ifa datang.

Benar saja ifa datang dengan butiran bening di mata dan pipinya. “kenapa fa?” aku mencoba menenangkannya dan mengajaknya pelan-pelan menjelaskan masalah yang membuat sahabatku ini menangis.
“aku putus sama rama kemarin, aku tidak tau dia kenapa seperti itu, tapi dia bilang, sebenarnya dia sudah menyukai wanita lain sejak 7 tahun yang lalu”
Penjelasan ifa membuatku tambah bingung dengan masalah ini. “mungkin ini yang terbaik untuk kalian fa, kamu kuat dong… kan ada aku” ucap ku pada ifa untuk menguatkannya.

Setelah mendengar curhatan ifa, aku berniat meletakkan buku-buku cetak yang aku bawa ke laci meja, namun apa yang membuat buku-buku cetak ku tidak bisa masuk seperti biasanya, apa yang menghalanginya?. Ku lihat kotak berbungkus kertas kado berwarna biru kesukaanku, “punya siapa ini?” tanyaku pada ifa yang duduk sebangku denganku, namun ifa juga tidak mengetahuinya, aku mencoba membukanya dan terlihat kotak kayu berisikan mukena dan Al-Qur’an di
dalamnya, “indah” hanya kata itu yang mampu aku ucapkan, “siapa yang meletakkan ini di laci meja ku?” pertanyaan itu berputar-putar di otak ku hanya ada secarik kertas bertuliskan “suatu saat nanti, saat aku tidak bisa menjagamu dengan nyata, aku harap Allah selalu melindungimu bidadari cantik” apa arti dari kata-kata ini?.

Seminggu setelah putusnya rama dan ifa, rama menjadi lebih periang tidak seperti biasanya, dia menjadi lebih jahil tidak seperti biasanya, aku sendiri heran dibuatnya, “kamu gak lagi sakit kan ram?” tanyaku pada rama saat dia bercanda denganku di taman, hanya tertawa yang dilakukan rama saat aku melayangkan pertanyaan itu padanya. Mungkin memang dia sudah berubah? Atau ada alasan apa yang aku tidak tahu.
“okha, pulang bareng yuk” tumben apa seorang rama mengajak aku pulang bersamanya? Namun karena aku
sudah ada janji dengan ifa untuk menemaninya ke toko buku, jadi aku menolaknya dengan halus sebisaku.

“okha, kamu ke rumah rama sekarang, rama nunggu kamu” pesan singkat yang aku terima dari indra sepupu rama yang tinggal bersebelahan dengan rama. Tanpa pikir panjang aku langsung pergi ke rumah rama dan yang ku lihat keluarga dan teman-teman rama juga berada di situ. Aku mengucapkan salam pada semua orang di situ. Indra langsung memintaku masuk dan mengantarkan aku sampai di depan sebuah kamar yang di dalamnya terdapat sekumpulan orang. “ada apa ini dra?” tanyaku pada indra yang masih berdiri di sampingku. “masuklah” hanya satu kata itu yang indra ucapkan dan menarik ku untuk masuk.

Raga kaku tak bernyawa, tersenyum dalam tidur panjangnya. Seorang wanita paruh baya memelukku dan menangis di pundakku, “dia sangat mencintai kamu” bisikan lembut wanita itu membuat hatiku lebih teriris dan lemah di hadapan seseorang yang sangat aku kagumi.
“kamu pergi sebelum mengucapkannya ram?” tanyaku dan butiran beningpun tak kuasa lagi ku bendung. Tak percaya semua ini terjadi, lamanya penantian kita, berakhir di sini? Bangun ram, bangun…!!, ego ku memberontak, kenapa tadi aku tidak menerima ajakan rama, kenapa aku tidak pernah peka dengan perasaannya, kenapa aku membuat dia menunggu teralalu lama?, perasaan bersalah berkecamuk di hatiku.

Kini rama telah dimakamkan, dan aku sungguh sangat terpukul atas semua ini, aku memilih ke taman tempat terakhirku bertemu rama.

“kecelakaan itu terjadi saat rama sedang menyebrang jalan, bukanya memperhatikan jalan dia malah asik melihat boneka yang baru saja dia beli dan soal kotak yang ada di laci kamu, itu juga dari rama” terang indra sambil memberikan sebuah boneka teddy bear coklat dengan surat yang digulung dan dikalungkan di leher boneka itu. Aku memeluk bonekanya dan membaca surat kecil di lehernya.

To: okha
Okha, maafin aku yang terlalu takut untuk mengungkapkan rasaku
Aku takut saat aku mengungkapkannya kamu malah akan menjauhi ku
Aku sayang sama kamu okha, aku cinta sama kamu
I Love You OKHA FARADILLA

“ramaaaaaaaa” teriakku untuk sedikit mengurangi beban di hati ini, terlalu cepat kamu pergi ram, aku belum sempat berkata apapun padamu. Tapi inilah takdir dan mungkin ini yang terbaik untuk kita. Selamat jalan rama, semoga tenang disana, aku juga cinta kamu ram.

TAMAT

Cerpen Karangan: S Rokhmatul Umah
Facebook: https://facebook.com/fadila.rizqi.3

Nama: S Rokhmatul Umah
FB: fadila rizqi
Twitter: @OkhaRokhmah
Instagram: @okha_rokhmah

Cerpen Cinta Tak Terucap merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Saksi Bisu Cinta Aisyah

Oleh:
Kubuka pintu di kamar, kemudian aku masuk dan membuka jendela kamarku. Berharap, suamiku akan bangun tatkala sinar matahari masuk melalui sela-sela dedaunan dan menembus ke dalam ruangan melalui jendela

Tetap Di Dalam Jiwa

Oleh:
2 tahun lebih aku menjalani asmaraku dengan orang yang sangat aku sayangi kita melalui hari-hari yang indah bahkan aku menjadi tempat bersandar di saat dia terpuruk rapuh. Dia begitu

Kebahagiaan Sesaat

Oleh:
Namaku Regita chantika, dipanggil dengan sebutan Gita. Aku tinggal di Bandung. Aku sekolah di SMAN 2 Bandung dan duduk di bangku kelas 1. Aku lahir di Bandung pada tanggal

My First And Last Love

Oleh:
Mencintai dan dicintai bukankah itu keinginan semua pasangan yang menjalain kasih? tapi bagaimana jika kita tahu bahwa semua itu tidak kita miliki akankah kita tetap melanjutkannya? Hari ini adalah

Hidupku Hancur Karena Sahabat

Oleh:
Namaku Erena Claudia Vindy, aku mempunyai sahabat bernama Sita Devi. Kita berdua kelas 1 SMP di salah satu sekolah terfavorit di Jakarta. “Ren Ke kantin yuk” ajak Sita. “Hmm…

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *