Cinta Terakhir Sheren

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 16 January 2015

“Sheren, kamu tau gak kalo Arfi udah balikan sama Viona?” Tanya Laynda
“Ah yang bener?” Jawabku balik bertanya
“Iya!!” Jawab Laynda.
Hancur banget hati aku denger kabar itu, kabar bahwa seseorang yang sangat aku cintai balikan sama mantannya yang belum lama putus. Aku lihat Arfi masuk ke kelas dengan wajah yang sangat gembira. Sepertinya dia sangat bahagia. Ya, bahagia di atas tangisanku.

“Sheren, pulang bareng ya” ajak Laynda
“Pasti” jawabku pada sahabatku itu.
Laynda sahabatku yang paling mengerti aku dan yang selalu jadi teman curhatku. Setelah itu aku dan Laynda langsung menuju parkiran sepeda dan mengambil sepeda masing masing. Kita berjalan pulang bersama dengan menaiki sepeda itu, ya karena rumah kita searah. Perjalanan pulang terasa sangat gembira karena lawakan Laynda, ya sahabatku yang satu ini emang hobi banget ngelawak.

Aku berdiri di balkon kamarku. Aku masih kepikiran sama Arfi. Aku langsung update status di bbm ‘gue sayang sama lo, tapi lo gak pernah sadar itu’. Tak lama setelah update status, tiba tiba hp ku berdering. Aku read bbm itu ternyata dari Arfi.
“Pmnya buat siapa tuh?”
“Jangan kepo deh”
“Kasih tau aja, gue janji enggak bakal kasih tau siapa siapa”
“Enggak ah, ini kan rahasia”
Seandainya lo tau Ar, yang gue maksud itu elo, bukan orang lain. Batinku. Sayangnya aku cuma bisa mendem perasaan itu, karena aku sadar Arfi udah jadi milik Viona.

Paginya, setelah memakai sepatu dan menggendong tas pink ku, aku langsung turun dari kamar, menuju ruang makan.
“Selamat pagi Ayah, Bunda” ucapku sambil mencium kedua orangtuaku
“Selamat pagi sayang” jawab mereka
“Sayang, nanti siang Ayah dan Bunda akan berangkat ke Bandung” ucap Ayah
“Loh kok mendadak?” tanyaku sambil memakan roti
“Iya sayang, Ayah dan Bunda cuma 2 hari kok di Bandungnya, kalo semua udah selesai, kita langsung pulang” jawab Bunda
“Ya udah, aku berangkat dulu ya Ayah, Bunda” ucapku sambil mencium tangan mereka.
Aku langsung menuju garasi dan mengambil sepeda pink kesayanganku dan langsung menuju sekolah.

Hari ini aku enggak duduk sama Laynda kaya biasanya, tapi aku duduk sama temanku namanya Isyah. Aku nyaman sama dia, kebetulan 2 jam pelajaran hari ini kosong. Aku curhat curhatan sama Isyah.
“Syah kamu suka sama siapa di kelas ini? Jujur deh sama aku” tanyaku
“Aku suka sama Arfi Sheren” jawabnya
Aku langsung kaget dan gak nyangka kalo Isyah suka sama Arfi juga.
“Kalo kamu Sheren?” tanyanya
“Uum, sama Syah” jawabku seadanya
“Hah? Seriusan kamu suka sama Arfi?”
“Iya Syaah” jawabku
Setelah jujur jujuran, aku dan Isyah saling berjanji, gak akan pernah ribut cuma gara gara Arfi.

Hari hari berlalu, aku denger sekarang Arfi udah putus dari Viona. Berarti dia single dong. Ah hati aku rasanya seneng banget. Aku tetep waiting, waiting dan waiting. Berharap dia peka sama cinta tulus aku. Dan Laynda terus kasih aku support biar aku enggak putus asa. Dia emang sahabat sejati aku. Sedangkan Isyah, kayanya dia makin hari makin deket aja sama Arfi. Ya mungkin Arfi juga punya rasa sama Isyah.

Pagi ini rasanya semangat banget. Setelah markirin sepeda aku langsung bergegas ke kelas. Tapi kok di depan kelas rame rame gitu ya. Aku penasaran, aku langsung lari menuju ke kelas. Betapa hancurnya hati ku, Arfi nembak Isyah di depan mata aku. Aku langsung nangis. Isyah yang melihatku langsung berkata “Sheren maafin aku, aku gak bermaksud buat nyakitin kamu”
Tapi setelah Isyah ngomong begitu, aku malah langsung pingsan. Temen temen yang panik langsung bawa aku ke UKS. Di UKS yang ngejagain aku ternyata Arfi.

“Aduh, pusing banget kepala ku” ucapku yang baru tersadar
“Eh lo udah sadar” jawab Arfi
Aduuuh kok Arfi sih yang ngejagain aku. Batinku kesal.
“Sheren lo suka sama gue?” tanyanya
“Enggak, gue enggak suka sama lo” jawabku
“Tapi kok tadi Isyah ngomongnya begitu?” tanyanya lagi
“Gue enggak suka sama lo, gue cuma sayang sama lo” jawabku sambil menangis
“Maafin gue Sheren, gue udah milih Isyah, gue enggak tau kalo lo itu sayang sama gue” ucap Arfi
“Iya enggak apa apa kok Ar, lo cinta terakhir gua” jawabku
“Cinta terakhir?”
“Iya”

Pulang sekolah
Seperti biasa, aku pulang sekolah bersama Laynda sahabatku. Di tengah perjalanan karena terlalu asik ngobrol, aku terserempet sebuat truk. Aku pun dilarikan ke rumah sakit terdekat. Pihak rumah sakit langsung membawaku ke ruang UGD.
Tak ada yang mendampingiku, kecuali Laynda sahabatku. Tak lama setelah itu, dokter keluar dari ruangan dengan wajah sedih.
“Dok, gimana keadaan sahabat saya? Baik baik aja kan dok?” tanya Laynda
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi takdir berkata lain” jawab dokter itu
“Maksud dokter?” tanya Laynda
Tak lama setelah itu, suster keluar dengan membawa aku yang sudah tak bernyawa lagi.
Dan akhirnya semuanya terbukti, Arfi cinta terakhirku.

TAMAT

Cerpen Karangan: Naimatus Sholikhah
Facebook: Nay Matus Sholikhah

Cerpen Cinta Terakhir Sheren merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Separuh Coklat Hati

Oleh:
Aku terlelap dalam mimpi indah ku yang mampu membawa ku dalam ketenangan. Entah sampai kapan laki-laki separuh baya ini masih menemani di sampingku. Setelah aku sadar kehadiran laki-laki ini

The Day When You Say Bye

Oleh:
Kupalingkan pandanganku ke arah penjual jamu yang lewat di depan rumahku. Setelah penjual itu tak terlihat lagi aku terus menundukkan kepalaku dan memandang lantai yang bermotif awan itu. Tapi

Cuaca Berbicara

Oleh:
Setiap rintikannya akan selalu aku ingat. Semuanya. Cuaca hari ini sangat cerah. Entah mengapa hatiku pun begitu berbunga. Senyuman terus terukir di wajahku. Sambil terus menatap layar ponsel. Tak

Bernafas Tanpamu

Oleh:
Andai aku bisa kembali, pasti bahagia yang akan ku dapati. Andai aku tak terkalahkan akan keegoisanku dulu, pasti semua akan baik-baik saja. Mengapa penyesalan selalu datang di akhir? Disaat

Kau, Aku dan Dia

Oleh:
Adakah yang percaya bahwa sepasang sahabat pria dan wanita bisa menyayangi dengan tulus dan tidak berharap saling memiliki? Aku percaya. Dan itulah kami berdua. “Kalau aku suka sama kamu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *