Cintaku Kembali Karena Takdirnya (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 2 July 2016

Setahun pun telah berlalu, hari-hari yang penuh dengan kenanganku pun tersimpan dalam memoriku. Hari ini adalah hari dimana aku dan kai telah menjalin hubungan selama setahun. Menurut kami ini merupakan hari yang indah, karena hubungan kami semakin terasa dekat. Sekarang perasaanku pada laki-laki ini semakin dalam dan semakin tak bisa di lupakan dari pikiranku. Namun, kedekatan kami kini hancur karena kedatangan sosok perempuan yang dulu juga mencintai kai. Tiba-tiba dia muncul dan memohon kepadaku agar aku memberikan kai kepadanya. Hatiku serasa hancur berkeping-keping setelah mendengar semua yang dia katakan. Bagaimana mungkin aku memberikan sesosok laki-laki yang amat kucintai kepada orang ini.
“Kristal, boleh aku membicarakan sesuatu?”
“Hah, emang apa yang mau kamu bicarakan Rain?” Jawabku bingung karena tak biasanya dia bebicara padaku.
“Kris, maukah kamu memberikan kai kepadaku. Selama ini aku tidak pernah merebutnya darimu. Tapi kali ini, aku berpikir bahwa aku sangat mencintainya dan aku menginginkannya”
“Apa?” Kagetku.
“Iya kristal, aku menyukainya lebih dari kamu menyukainya. itulah perasaanku sekarang ini” jawabnya lantang.
“Kamu kira aku ini apa? Apa kamu tau sebesar apa aku mencintainya? Aku sangat mencintainya. jadi jangan pernah memandingkan cintaku padanya dengan cintamu itu. Kamu tidak tau apa-apa tentangku jadi jangan asal bicara” aku meluapkan kekesalanku kepada rain.
“Kenapa kamu keras kepala kristal, apa kamu tau aku ini mempunyai penyakit keras. Meskipun kamu memberikannya kepadaku mungkin itu tak akan bertahan lama. Aku hanya ingin meminjamnya sampai aku tidak ada lagi di dunia ini. aku mohon kris! Berikan dia untukku sampai aku kehilangan nafas terakhirku. Aku sangat menyukainya sama sepertimu”. jawabnya sambil menangis dan menghapus air matanya yang berjatuhan.
Tanpa kusadari air mataku terjatuh dan membasahi wajahku. Kini hatiku merasa bimbang, pikiranku sekarang adalah di satu sisi aku sangat menyukai kai dan di sisi lain aku kasihan kepada rain karena selama ini dia telah menanggung beban yang sangat berat.

“Baiklah, aku akan memberikan kai kepadamu. Tapi aku mohon jaga dia dengan baik-baik dan jangan sampai kamu menyakitinya. Mulai dari hari ini aku akan menjauhinya. Jadi, berbahagialah dan buatlah kai juga bahagia bersamamu”. Air mataku mengalir semakin deras.
“Makasih kristal, aku akan menjaga kai dengan sangat baik. Selain itu aku juga akan membuatnya lebih bahagia lagi dari pada berpacaran denganmu”
“Semoga berhasil” jawabku sambil berlari pergi menjauhi rain.

Hari demi hari pun telah kulalui, seperti yang telah kujanjikan kepada rain aku akan menjauhi kai. setiap kali kai mendekatiku aku selalu menjauhinya dan disaat dia ingin memulai pembicaraan aku menghindarinya. Yang kulihat di matanya adalah kesedihan dan rasa bersalah padaku. Hatiku terasa sangat sakit saat melihat kai sedih karena sikapku. tapi aku harus kuat karena semua ini telah dimulai oleh diriku sendiri.

“Kristal, kenapa kamu menjauhiku? Apa aku ada salah sama kamu? Kalau aku salah tolong maafkan aku. Kurasa aku tidak bisa jauh darimu. jadi, jangan coba-coba untuk menjauhiku. Kamukan tau kalau aku sangat menyukaimu. Aku menyukaimu Kris” mendengarkan perkataan kai aku langsung pergi dan menjauhinya. Namun dia menarik tanganku dan membuatku mengarah kembali lagi di hadapannya. sekarang aku meluapkan bagaimana perasaanku yang sebenarnya “Kai maaf karena aku menyukaimu, maaf aku menyakitimu dan seandainya aku tak pernah menyukaimu aku pasti tidak akan pernah menyakitimu seperti ini. sekarang aku mau kita saling melupakan saja, karena semua yang kita lakukan ini adalah salah dan semuanya tak akan pernah menjadi sebuah kebenaran. jadi lihatlah dia sebagai kekasihmu dan aku pun juga akan melihatnya sebagai kekasihmu. lepaskan aku, jauhi aku dan lihatlah dia sekarang. aku rela dan sangat merelakan cinta kita demi kebahagiannya. meskipun hatiku terasa sakit aku akan menahannya, aku cukup kuat untuk menanggung beban ini dan aku janji aku tidak akan menangis lagi di depanmu. nanti, saat kita bertemu lagi aku yakin aku akan menemukan seseorang yang lebih baik darimu dan aku pasti sudah melupakanmu. selain itu aku juga akan membuatmu iri kepadaku. jadi tenanglah, aku akan baik-baik saja meskipun tanpamu.” bicaraku sambil menagis.
“Maksud kamu? Kekasih?” Jawabnya bingung.
“Iya, kamu tau rain? Dia sangat menyukaimu, dia telah menyukaimu sejak kita di bangku SMA. Aku pikir bebannya terlalu berat jadi aku membiarkan kamu untuk menjadi kekasihnya. Jadi, kalau kamu memang mencintaiku tolong lepaskan aku dan jadilah kekasihnya. aku mohon padamu kaii!” desisku
“Tapi untuk sekarang ini yang aku tau adalah aku mencintaimu dan tidak ada lagi seseorang yang kucintai selain kamu. jadi, bagaimana bisa aku menyukainya sedangkan hatiku ada di kamu. kenapa kamu membuatku merasa sulit? Aku menyukaimu jadi tolonglah jangan berpikir seolah-olah kau ingin meninggalkanku. aku mohon jangan pernah kamu mencoba untuk menjauhiku apalagi untuk meninggalkanku. Apakah kamu tau bagaimana perasaanku saat kamu berkata ingin melepaskanku? Hatiku terasa sangat sakit, lebih sakit bila dibandingkan dengan tusukan pisau meskipun beribu-ribu pisau menusuk tubuhku tapi menurutku lebih sakit bila kamu berkata kamu akan melepaskanku”. Kai pun menarik tanganku dan memelukku dangan erat. Namun aku segera melepaskan pelukannya dariku dan pergi meninggalkannya. Sekarang aku telah melepaskan seorang ke kasih yang sangat kusayangi itu. Kini hari-hariku setiap harinya menjadi hari-hari yang sangat menyedihkan. Dulu aku sangat menantikan pergantian hari demi hari dan waktu demi waktu. Tapi kini yang kuharapkan sangatlah berbeda. Yang kuingin sekarang adalah semoga hari-hari berhenti sampai disini saja. karena aku tidak ingin menjadi seseorang yang paling menyedihkan dan menjadi seseorang yang paling menderita.
Semakin aku ingin melupakannya semakin aku merindukannya. Namun sekarang dia telah menjauhiku karena diriku sendiri dan karena kebodohanku. Impianku dulu yang ingin bahagia selamanya dengan dia mungkin hanya khayalanku semata dan mungkin tidak akan pernah terjadi lagi dalam kehidupanku.

Lima bulan telah berlalu dari kejadian yang sangat menyakitiku. Setiap kali aku dan kai berpapasan kami tidak pernah saling menyapa. Kini kai telah melupakanku dan menjauhiku. Sekarang dia telah menjadi kekasih orang lain dan orang itu adalah orang yang memintaku untuk meyerahkan kai dulu. Entah apa yang aku pikirkan sekarang namun aku merasakan penyesalan atas apa yang telahku lakukan.
“Ooh tuhan, dia benar-benar menuruti permintaanku. sekarang dia telah menjadi kekasih rain dan itu berarti aku telah berhasil memujuknya. aku tau bahwa kai sangat mencintaiku sampai-sampai dia rela mengorbankan perasaanya untukku. Terima kasih tuhan kau telah memberikanku kesempatan untuk bersamaya meskipun itu hanya sekejap bagiku”. desis hatiku sambil menangis di toilet kuliahanku dan menghidupkan air keran agar tidak ada orang yang tau. Kini hari hariku dipenuhi dengan tangisan kesedihan yang sangat mendalam.

Kumatikan air kerannya dan kubuka pintu toilet tempat aku meluangkan perasaanku tadi. segera kutinggalkan toilet tersebut dan pergi menuju taman yang ada di universitasku. jantungku serasa akan lepas dan dadaku serasa sesak. Ku pandangi dari jauh rain dan kai sedang bergurau di taman. Yang kulihat adalah kebahagian di mata kai bersama rain. Tuhan apa benar kai telah melupakanku begitu saja? apa mungkin dia telah melupakan masa-masa indah kami dulu? Aku menyesal telah melepaskannya. Namun, disisi lain kalau aku tidak melepaskannya aku merasa diriku sangat egois dan sangat kejam karena rain juga menyukai kai dan sangat menyayanginya. selain itu dia juga mengidap penyakit yang sangat mematikan.

Pandanganku kemudian kualihkan ke arah bunga yang sedang bermekaran. Kutatap bunga itu dengan tajam dan dengan pikiran kosong.
“Kristal ayo masuk ke kelas dosen kita hari ini udah datang” suara yang mengagetkanku.
“Hahh, iya ayo” Kami langsung pergi menuju ke kelas dan saat kami sampai ternyata benar kalau dosennya sudah sampai di kelas. Aku segera duduk di bangku dan duduk tenang dengan mendengarkan penjelasannya. sudah beberapa lama waktu berlalu aku tetap saja diam tanpa kata sedikitpun sampai-sampai aku tidak mengetahui kalau jam pertama telah selesai.
“Kristal kamu kenapa? Kok akhir-akhir ini kamu jadi pendiam?” Tanya temanku luna.
“Nggak apa-apa kok! Aku lagi nggak nafsu bicara aja” jawabku sambil menggaruk kepalaku karena bingung ingin menjawab apa.
“Kamu udah putus yah sama kai? Soalnya aku nggak pernah ngeliat kai barengan sama kamu lagi. Dan parahnya aku dengar-dengar kai sekarang pacaran sama rain”.
“Hemmm, iya aku udah putus sama kai. jadi kamu nggak usah nyebut nama kai lagi di depan aku”.
“Kamu kok gitu sih kris, aku tau kamu kan suka sama kai. tapi kenapa kamu malah putus sama dia? Aku nggak abis pikir deh sama kalian berdua. sebenarnya gimana sih perasaan kalian?”
“Udahh, kamu nggak usah nanya lagi.”
Suaraku pun mulai berubah dan terhenti karena tak kuasa menahan tangis. Hatiku merasa pedih sekali karena pertanyaan luna. Padahal selama ini aku sudah berusaha untuk melupakan kai. Namun semuanya gagal. hanya karena hatiku masih tetap bersamanya.
“Kristal, kamu yang sabar yah. aku tau kok gimana perasaan kalian. Mau seberapa jauh kamu meninggalkan kai hati kamu akan tetap ada untuknya. Begitupun dengan kai mau bagimanapun dia menutupi perasaannya terhadap kamu dia pasti akan kembali lagi ke kamu. Jadi yang perlu kamu lakukan sekarang adalah menunggunya sampai dia sadar seberapa besar rasa sayangnya terhadap kamu.”
“Tapi lun dia nggak akan kembali lagi kepadaku karena dia pergi juga karena aku. Saat itu aku menyuruhnya untuk menjauhiku karena aku merasa ada orang yang lebih menyayanginya dibanding aku. aku kira aku bisa hidup tanpa dia tapi ternyata aku salah besar lun. aku ingin dia ada untukku lun.” tangisku sambil memeluk luna dengan erat. Luna pun juga membalasnya dan mengelus bahuku agar aku tenang. setelah aku tenang luna pergi meninggalkan aku dan ternya dia menceritakan semuanya kepada kai.
“Kaii” panggil luna.
“Ahh, kenapa lun? Ada perlu apa?”
“Aku kira kamu itu laki-laki yang baik tapi ternyata kamu sama saja dengan cowok-cowok lainnya. kenapa kamu membuat temanku merasa sedih dan menghancurkan perasaannya. Apa kamu hanya mempermaikan perasaan kristal?”
“Maksud kamu?” jawab kai bingung.
“Ohh, jadi kamu nggak tau apa yang aku bilang. Asal kamu tau aja kamu itu cowok bajingan yang bisanya cuman mempermainkan perasaan perempuan. Apa kamu tau sebesar apa kristal mencintai kamu? Kenapa kamu malah berpacaran dengan rain. Apa kamu gila? Apa kamu tidak berperasaan?”
“Kayaknya kamu salah menilaiku lun. Asal kamu tau yah, yang menyuruhku enyah dari kehidupannya itu adalah kristal sendiri. Jadi aku hanya menuruti perkataannya. Selain itu dia juga menyuruhku untuk menjalin hubungan dengan rain. Dan asal kamu tau, selama ini aku nggak bahagia sama sekali bersama rain. Namun, aku harus ada di sampingnya karena orang yang kucintai memintaku untuk menjaganya. jadi, menurut kamu aku harus melakukan apa? Sekarang Kristal telah membenciku sehingga dia tidak ingin lagi bersamaku.”
“Kamu salah kai, Kristal mencintai kamu. setiap hari dia selalu memikirkan kamu dan selalu menangis karena teringat tentang masa lalu kalian” kai pun terkejut mendengar perkataan luna dan langsung berlari mencari keberadaanku. Kakinya terhenti, air matanya mengalir melihat sosok wanita yang ada di hadapannya “kristall”
“Kenapa kamu berbohong?”
“Maksudnya?” jawabku sambil menahan air mataku agar tidak terjatuh.
“Kamu masih mencintaiku kan? Kenapa selama ini kamu mengatakan kalau kamu sudah tidak ingin bersamaku padahal kamu ingin bersamaku? Kenapa kamu membuat orang yang kamu sukai terluka seperti ini? Kenapa kamu berbohong tentang perasaan kamu sendiri? Aku mohon kris kembalilah kepadaku aku ingin mengulang semuanya kembali bersama kamu.”
“Iya aku bohong, iya aku memang menyukaimu dan aku juga melukaimu. Yang aku ingin hanya kebahagian kamu itu saja. Aku sudah bahagia dengan melihat kamu bahagia bersama rain. Tapi maaf kai, aku nggak bisa kembali lagi bersama kamu!”
“Tapi kenapa? Kenapa harus rain? Aku nggak paham sama sekali dengan alasan kamu itu kris. Aku sayang sama kamu dan bukan sama rain. Kamu kan tau aku itu menyukai kamu lebih dari apapun. dan kalau pun aku harus bersama rain aku tak akan pernah bisa melupakanmu. Bukankah percuma saja? Walaupun aku bersama rain namun hatiku tetap bersamamu?”
“Kamu mau tau yang sebenarnya, rain itu mengidap penyakit yang sangat mematikan. Dia terkena penyakit kanker stadium akhir. Jadi itulah alasan kenapa aku menyerahkan kamu kepadanya. Jagalah dia kai! Aku mohon belajarlah untuk mencintainya meskipun aku takkan tahan melihat kalian bermesraan di depanku. tapi aku akan menahannya. Aku sudah pernah mengatakannya kan? Aku cukup kuat untuk melakukan itu jadi cintailah dia meskipun itu hanya berpura-pura.” kai pun memelukku dan menangis sejadi-jadinya di bahuku. Air mataku yang tadi kutahan kini tak bisa terbendung lagi dan terjatuh dengan sangat derasnya.
“Aku mencintaimu Kristal, tunggu aku sampai semua ini selesai dan aku akan kembali lagi bersama kamu jadi besabarlah untuk sebentar lagi”
“Aku akan menunggumu kai, meskipun kau tak kembali lagi padaku. aku akan tetap menunggumu”
Aku dan kai pun berpisah kembali. Perasaanku sekarang terasa lebih baik dan kini semua perasaanku telah kuluapkan kepadanya. Meskipun setiap harinya aku selalu melihat kai dan rain selalu bersama. Aku akan tetap berusaha tegar dan yakin bahwa kai akan kembali lagi kepadaku suatu saat nanti.

Sudah sekian lama aku menunggu, namun mereka tetap selalu terlihat bersama. yang aku lakukan adalah selalu menatap kai dengan pandangan kesedihan. Sesungguhnya aku sangat merindukan kehadirannya. Namun, aku tak bisa karena terhalang oleh cinta seseorang.
Suatu hari aku melihat rain sedang mengecek handphone kai. Yang kulihat tubuhnya sekarang terlihat membeku dan wajahnya tanpa ekspresi “kaii ini apa?”
“Emang apa?”
“Kenapa kamu masih menyimpan foto kristal dan membuat kata-kata bahwa kau mencintainya? Apa kamu memainkan perasaanku, kamu kan tau kai kalau aku itu sayang sama kamu. Tapi kenyataannya kamu menyimpan sebuah rahasia dari aku. Kamu nggak cintakan sama aku? Ada orang lainkan dari hubungan kita sekarang? Kamu kira aku nggak sakit, hatiku sangat terluka karena semua kebohangan kamu kai. Kenapa kamu menyimpannya. Sekarang aku tau kamu nggak sayang dan nggak cinta sama aku.” kata rain sambil menangis.
“Maaf rain aku berbohong dan merahasiakannya. Jujur aku nggak ada perasaan sama kamu. memang ada yang lain dari hubungan kita. Tapi aku nggak menduakanmu ataupun berusaha untuk melukaimu. karena dia udah ada di sampingku? jauh sebelum kamu ada. maafkan aku Rain” kai sambil menundukkan kepalanya.
“Maaf? Kamu kira hatiku ini mainan kamu? Kamu nggak ngerasain gimana sakitnya aku sekarang. Meskipun kamu meminta maaf beribu kali, sakitnya tak akan hilang kaii. nggak akan hilang! Yang aku tau sekarang menjadi kekasihmu itu adalah kesalahan terbesar kai. Kalau kamu memang menyukainya kenapa kamu pergi meninggalkannya dan mendekatiku?”
“Kamu mau tau? Itu semua adalah kesalahan kamu !seandainya kamu tidak menyukaiku, seandainya kamu tidak mencintaiku dan seandainya kamu tidak sakit keras mungkin dia tidak akan meninggalkanku seperti ini. Kamu tau perasaanku saat itu? Aku serasa dicampakkan olehnya. Walaupun sebenarnya aku tau kalau dia sangat mencintaiku tapi dia tetap memaksaku untuk mencitaimu. Maaf rain mungkin kita sampai disini saja”.
Tubuh rain pun terlihat sangat lemas dan lunglai perlahan-lahan dia menahannya dan akhirnya terjatuh pingsan di depan kai.
“Rain kamu kenapa? Bangun rain” teriak kai sambil menangis.
Orang-orang pun membantu mengangkat rain dan membawanya ke rumah sakit. Kini mukanya terlihat pucat dan terlihat lemas. Badannya seperti tidak bergerak sama sekali. Dia seperti orang mati namun tak mati. Kai pun menangis sejadi-jadinya dan sangat menyesali apa yang telah dia lakukan. Namun sekarang perasaannya seperti ada yang berbeda hatinya serasa hancur melihat rain yang terkapar di rumah sakit karena keadaanya yang koma. Sekarang Kai menyadari bahwa dia memiliki perasaan terhadap rain tapi dia tidak mengetahui perasaanya itu. entah kapan muncul perasaan sayangnya itu.
“Raiin, aku salah kalau aku berkata aku tak menyukaimu perasaanku muncul begitu saja. Mungkin perasaan ini muncul karena kebaikanmu. Maaf rain aku telah menyakitimu. maaf rain. Aku sayang sama kamu jadi bangunlah rain. Sekarang aku akan memulainya lagi. Meskipun aku bimbang dengan perasaanku tapi aku yakin aku mulai mencintaimu rain. Aku sadar sekarang aku takut untuk kehilangan kamu rain. bungunlah rain!” tangisan kai.

Cerpen Karangan: Nova Efriantii
Facebook: Nova Efriantii

Cerpen Cintaku Kembali Karena Takdirnya (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Takdir Kita

Oleh:
Aku menemui rosita, setelah kembali ke kota ini. Dengan maksud ingin melamarnya, Rosita menyuruhku menunggunya di taman, tempat biasa kami bertemu dulu, rosita datang diantar riko sehabatku. “Terimakasih rik,

Sahabat Ku Saudara Ku

Oleh:
“satu… dua.. tiga.. empat… lima.. enam.. tujuh… delapan… dan sepuluh!!” ucap ku yang berada di depan rumah tetangga baruku yang baru pindah beberapa hari belakangan ini “mama aku berangkat

Aku Rindu Ucapan Sayang Mu (Part 1)

Oleh:
Kring!!! Suara wekerku berbunyi beberapa kali tepat jam 07:00 memaksaku harus membuka mata padahal aku masih mengantuk karena semalam aku tidur larut malam demi main game online kesukaanku dan

Happy Being Single

Oleh:
Today, 10 Februari 2012 Di ruang kelas yang masih sepi, terlihat 3 orang sahabat sedang sibuk dengan tugas kuliahnya masing-masing. Ayu memandangi kedua handponenya yang bergetar di atas meja.

Bukan Kau, Tou Kun Yang Kumau (Part 1)

Oleh:
Dari kacamata bulat berjenis minus ini kupandang lekat dirimu. Entah apa yang menarik perhatianku, aku tak tahu. Kau tampan, namun tak indah. kau tak atletis, meski tubuhmu terlihat proporsional.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *